Tag: LLAJ

Kehadiran Gojek Lemahkan Ojek Tradisional, Go-car di Manado Rugikan Pengusaha Angkot

Berlangsungya rapat, terlihat Kadis Perhubungan Manado dan Kasat Lantas Polresta Manado (Foto Ist)

MANADO – Beroperasinya Gojek dan Go-car di Kota Manado ternyata menjadi ancaman besar bagi pengusaha Angkutan Kota (Angkot) dan Tukang Ojek Tradisional. Dimana, saat ini sekitar 1600 Gojek dan 200-an Go-car sudah beraktivitas di Kota Manado secara terbuka, hal itu disisi lain telah mengurangi pendapatan Ojek tradisional.

Ketika diinvestigasi ditemui saat Dinas Perhubungan Kota Manado mengadakan rapat Lalu Lintas angkutan membahas persoalan Gojek dan Go-car.

”Kami disini hadir untuk menuntut agar Go-jek dan Go-car tidak diizinkan beroperasi di kota manado. sebab sangat mengganggu para pengusaha, sopir dan ojek tradisional,” kata salah satu pengusaha angkot, Budi, Kamis (23/02/2017), di ruang rapat kantor perhubungan kota Manado.

Budi menjelaskan, sejak transportasi umum berbasis aplikasi online beroperasi, penghasilan mereka menurun drastis. Biasanya sehari bisa dapat 150ribu, tapi dengan adanya angkutan beraplikasi akhirnya pendapatan jadi menurun. Hal tersebut juga dikatakan tukang ojek tradisional Gajiwenlau, dimana langganan-langganan mereka telah beralih ke gojek.

”Mereka telah merebut langganan kami, otomatis biasanya dapat 100ribu per hari, sekarang hanya stengahnya,” ujar Gaji.

Sehingga demikian, mereka menuntut agar transportasi yang menggunakan aplikasi dihentikan beroperasi di manado. Terkait hal tersebut, Kadis Perhubungan Kota Manado M. Sofyan yang memandu jalannya diskusi tersebut mengatakan bahwa persoalan ini akan diurai dulu akar persoalan sehingga pihaknya dalam mengambil tindakan akan sesuai dengan aturan yang berlaku. Bahkan Sofyan akui hingga saat ini dirinya belum bertemu dengan pemilik Gojek maupun Go-car.

”Saya sampai saat ini juga belum pernah bertemu dengan pengusaha Gojek dan Go-car. Namun begitu ini juga menjadi persoalan Dishub, karena menyangkut teknisnya,” ucap Sofyan.

Sementara itu, terkait izin usaha Gojek dan Go-car, Naomi Tutu Kepala Bidang Perizinan Pembangunan dan Lingkungan mengatakan, terkait izin usaha itu merupakan wewenang dari dinas mereka, dan soal izin usaha dari perusahaan angkutan gojek dan Go-car, hingga saat ini belum diketahui apakah telah memiliki izin atau belum.

”Perusahaan itu resmi apabila telah terdaftar dan memiliki izin lengkap. Jika tidak, maka itu ilegal. Terkait dengan izin perusahan angkutan online akan kami cek lagi, apakah telah memiliki izin atau belum,” tuturnya.

Sembari berjanji akan menginformasikan secepatnya. ”Besok akan kami informasikan kepada Dinas perhubungan dan Kasat Lantas,” janji Naomi.

Menurut Kadis Perhubungan Provinsi Sulut Joy Oroh menegaskan, untuk Go-car masuk kategori angkutan tidak dalam trayek seperti taxi, bus pariwisata. Tapi gojek atau ojek tidak terdaftar sebagai angkutan.

”Roda dua kan tidak diatur dalam perundang-undangan LLAJ. Sebaliknya gocar diatur dalam perundang – undangan LLAJ,” papar Oroh.

Sementara Kasat Lantas Poresta Manado, Kompol Roy Tambayong, meminta agar pertemuan berikut dihadirkan pengusaha angkutan online sehingga bisa dibahas bersama dan dicarikan solusi. Ia juga tidak serta merta akan menindaki Gojek dan Go-car tanpa ada putusan yang jelas baik dari segi hukum maupun aturan yang berlaku. “

”Saya intinya hanya akan menjalankan tugas apabila semua sesuai dengan ketentuan. Jika harus dihentikan maka kami siap mengamankan pun sebaliknya,” tutur Tambayong.

Dari hasil pertemuan tersebut telah bersepakat akan melaksanakan rapat lanjutan setelah mereka telah menerimainformasi dari perizinan. Dan akan dihadirkan pengusaha angkutan online. (*/ST)

Operasi Gabungan, Dishub Manado Jaring Puluhan Kendaraan ‘Bermasalah’

Tim gabungan saat beroperasi di kawasan KONI Sario Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado, M Sofyan terus meningkatkan koordinasi dan mengoptimalkan pelayanan khususnya di jalur lalu lintas. Kali ini, dalam rangka penertiban kendaraan Angkutan Kota (Angkot) yang sering melanggar aturan, maka Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dishub Kota Manado, menggelar Operasi Gabungan.

Dalam Operasi ini Dishub menggandeng Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Manado dan Detasemen Polisi Militer (Denpom), Selasa (21/02/17). Kepala Dishub Kota Manado, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Donald Wilar mengatakan, Operasi gabungan tersebut telah di mulai sejak, Senin (20/2/2017), dan akan rutin dilakukan setiap hari selama Satu Bulan penuh.

”Operasi ini dilakukan untuk melakukan pengawasan bagi kendaraan Angkot yang tidak layak jalan, dan melakukan pemeriksaan surat-surat Ijin. Seperti ijin trayek, KIR dan lain-lain yang wajib dikantongi kendaraan Angkot,” kata Wilar ketika diwawancarai.

Wilar menjelaskan juga, untuk operasi Senin (20/2/2017) di Kawasan Gedung KONI Sario, ada sejumlah 92 Kendaraan angkot yang didapati tidak layak jalan dengan berbagai pelanggaran.

Operasi Gabungan di seputaran Jembatan Miangas ruas jalan Martadinata (Foto Suluttoday.com)

”Untuk hari ini, sudah ada sejumlah kendaraan yang didapati tidak memiliki kelengkapan surat serta kelayakan kendaraan, sebagaimana, yang wajib di miliki oleh kendaraan angkutan umum untuk beroperasi,” tutur Wilar.

Dikatakannya lagi bahwa yang menjadi prioritas Dishub Manado dalam operasi gabungan bersama Satlantas Polresta Manado dan Denpom, yakni untuk kelengkapan surat dan uji kelayakan kendaraan. Kalau ditemukan ada kendaraan yang telah dimodifikasi, menjadi ceper ataupun memasang knalpot racing. Wilar mengatakan, itu langsung diserahkan kepada Satlantas Polresta Manado untuk ditindaklanjuti.

”Kami juga menghimbau kepada seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan angkutan umum, agar memperhatikan dan mentaati teknis dan perijinan kendaraan. Sehingga tidak kena tilang dan mendapat sanksi yang tegas,” papar Wilar menutup. (*/Amas)

Dinas Perhubungan Manado Gencar Lakukan Operasi Gabungan

Dinas Perhubungan Manado saat beroperasi (Foto Ist)

MANADO – Giat pemerintah Kota Manado untuk menertibkan kendaraan Angkutan Kota (Angkot) yang tidak layak jalan terus dilakukan. Selasa (21/2/2017), Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Manado, menggelar Operasi Gabungan dengan menggandeng Satuan Lalulintas (Satlantas) Polresta Manado dan Detasemen Polisi Militer (Denpom).

Kata Plt, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Manado, M Sofyan yang disampaikan Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Donald Wilar mengatakan, Operasi gabungan tersebut telah di mulai sejak, Selasa (21/2/2017) dan akan rutin dilakukan setiap hari selama Satu Bulan penuh yang bertujuan pembaharuan ijin berkendaraan di Manado.

”Kita terus meningkatkan pelayanan khususnya dibidang perhubungan lalu lintas, nah itu dilakukan dengan operasi berupa pengawasan bagi kendaraan Angkot yang tidak layak jalan, dan melakukan pemeriksaan surat-surat Ijin. Seperti ijin trayek, KIR dan lain-lain yang wajib dikantongi kendaraan Angkot, agar ijin beroperasinya kendaraan mengalami pembaharuan,” kata Wilar.

Tidak hanya itu, Wilar juga memaparkan hasil operasi sebelumnya bahwa ada sejumlah 92 Kendaraan angkot yang didapati tidak layak jalan dengan berbagai pelanggaran.

”Untuk hari ini, sudah ada sejumlah kendaraan yang didapati tidak memiliki kelengkapan surat serta kelayakan kendaraan,  sebagaimana,  yang wajib di miliki oleh kendaraan angkutan umum untuk beroperasi,” ujar Wilar Kabid.

Yang menjadi prioritas Dishub Manado, kata Wilar dalam operasi gabungan bersama Satlantas Polresta Manado dan Denpom, yaitu untuk kelengkapan surat dan uji kelayakan kendaraan. Kalau ditemukan ada kendaraan yang telah dimodifikasi, menjadi ceper ataupun memasang knalpot racing. Wilar mengatakan, itu  langsung diserahkan kepada Satlantas Polresta Manado untuk ditindaklanjuti.

”Kadis telah mengihimbau kepada seluruh pengemudi dan pemilik kendaraan angkutan umum, agar memperhatikan dan mentaati teknis dan perijinan kendaraan. Sehingga tidak kena tilang dan mendapat sanksi yang tegas,” tutur Wilar.(*/Amas)

iklan1