Tag: lokon

Sukses Reuni Akbar, Flamboyant 102 Diskusikan Pengembangan Olahraga Softball dan Baseball

Dr Burhan Niode M.A (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Rentang waktu yang cukup lama, dimana sudah tiga puluh enam tahun lalu, tepatnya tahun 1982, lahir sebuah perkumpulan softball yang diprakarsai oleh para lulusan SMA Negeri I Manado dan diberi nama Flamboyant 102 (F 102). Penamaan ini diambil dari nama jalan dari SMA Negeri I Manado yakni Jalan Flamboyant 102.

Seiring dengan antusiasme dan geliat cabang olahraga Softball di Sulawesi Utara pada dekade 80-an dan 90-an, F 102 berkipra dan meraih prestasi sehingga berhasil menduduki peringkat pertama dalam kanca persoftbolan di Sulawesi Utara.

Prestasi nasional pernah diraih tim softball Sulawesi Utara, Juara III Kejurnas Softball Junior Putra Tahun 1983, yang komposisi pemain tim softball Sulawesi Utara didominasi oleh perwakilan dari F 102. Sempat pula tim softball junior putri Sulawesi Utara memperoleh Juara Harapan I pada Kejurnas Softball Yunior Putri Tahun 1996, yang head coach-nya adalah perwakikan dari F 102. Regenerasi baik pemain softball putri maupun softball putra, khususnya dari SMP Suster Manado dan SMA Negeri I Manado, juga dilakukan oleh F 102.

Di pertengahan dekade 90-an karena keterikatan dengan tanggung jawab sebagai mahasiswa,4 karena mayoritas anggota F 102 adalah mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, dan tugas masing-masing sehingga para anggota perkumpulan softball ini memilih berkonsentrasi menyelesaikan studi dan berkarya. Akibatnya, kipra F 102 dalam perhelatan softball di Sulawesi Utara memudar.

Pada saat yang sama olahraga softball di Sulawesi Utara juga mengalami pasang surut karena organisasi induk olahraga softball dan baseball di Sulawesi Utara yakni Persatuan Baseball dan Softball Sulawesi Utara (Perbasasi Sulut) tidak mampu mempertahan momentum prestasi yang pernah dicapai sebelumnya.

Hingga dekade sekarang ini olahraga softball dan baseball di Sulawesi Utara berada pada kondisi yang memprihatinkan karena induk organisasi yakni Perbasasi Sulut belum dapat menunjukan prestasi organisasi maupun olahraga. Ditakutkan kondisi ini akan berkelanjutan jika tidak ada terobosan yang berarti dari pemerhati softball dan baseball di Sulawesi Utara.

Tim kompak (FOTO Suluttoday.com)

Adanya keinginan untuk mengembalikan masa kejayaan olahraga softball dan baseball Sulawesi Utara seperti di era 80-an dan keinginan untuk bernostalgia antar sesama anggota F 102 maka diadakanlah Reuni Akbar Flamboyant 102 yang dilaksanakan di Lokon Amanda Resort Kakaskasen Tomohon tanggal 23 s/d 25 Februari, dengan agenda utama antara lain adalah diskusi tentang pengembangan olahraga softball dan baseball di Sulawesi Utara.

Sesi diskusi Reuni Akbar Flamboyant 102 yang dipandu oleh : Dr.Eng. Ir, Ariestides Kadinge Torry Dundu, M.Agr & Ir. Sany Jassin M.Agr menghasilkan cetak biru pengembangan olahraga softball dan baseball di Sulawesi Utara. Dalam sesi diskusi turut hadir pula beberapa pemerhati softball dan baseball di Sulawesi Utara yaitu Prof. Dr. Levy Suling, S.PKK. (K), Audie Niode, S.E., M.Ec. Dr. dr. Theresia Kaunang, SpKJ (K).

Beberapa point penting dalam cetak biru pengembangan softball dan baseball di Sulut adalah: – F 102 akan melakukan regenerasi pemain dengan membentuk tim putra dan putri yang berprestrasi untuk mengembalikan kejayaan F 102 dan dapat berperan serta dalam peningkatan prestasi olahraga softball dan baseball di Sulawesi Utara.

”Target kita ialah Membina beberapa sekolah, sebagai bagian dari pengembangan olahraga softball dan baseball di Sulawesi Utara. Mengusulkan pola pembinaan prestasi olahraga softball dan baseball Sulawesi Utara. Usaha F 102 ini akan berhasil jika dilaksanakan dengan kerja keras dan dedikasi yang tinggi disertai motto ‘Kemauan dan Disiplin sumber prestasi’,” kata, Dr Burhan Niode M.A selaku Coach seklaigus Ketua club Flamboyant 102 (F102) manado. (*/Redaksi)

Resah, Penambang Batu Duduki DPRD Tomohon

 Andy R Sengkey (Foto Ist)

Andy R Sengkey (Foto Ist)

TOMOHON – Akibat dari penutupan lokasi tambang batu Galian C di kawasan sekitar Gunung Lokon oleh kepolisian, ternyata mampu menciptakan keresahan bagi masyarakat pekerja pada lokasi tersebut. Apalagi, lokasi tambang batu tersebut telah menjadi area mata pencaharian untuk menghidupi keluarga selama kurun waktu sekitar 30 – 40 tahun.

Karena itu, perlu disikapi akibat penutupan pengelolaan tambang yang dilakukan saat ini. Padahal, selama selang waktu yang lalu tidak pernah dilakukan penutupan oleh kepolisian. Dalam menyuarakan aspirasi tersebut, pihak yang terlibat dengan area tambang batu, yakni Andy R Sengkey menyatakan pada lembaga DPRD dapat menemukan solusi terbaik atas persoalan ini.

Sementara itu, Sondak sebagai wakil sopir angkutan hasil tambang batu juga sangat berharap untuk lokasi tersebut dibuka kembali, sehingga dapat menafkahi keluarga. Mereka berharap pihak DPRD sebagai wakil rakyat untuk melindungi kepentingan rakyat dari kekuasaan yang keblablasan dengan alasan aturan dan lain sebagainya.

Menyikapi kondisi ini, DPRD Kota Tomohon yang menerima pihak pendemo, yakni Ketua Komisi II Frets Keles ST didampingi sejumlah wakil rakyat lainnya menyatakan sikap keberpihakannya terhadap masyarakat menjadi pilihan utama.

“Sebab itu, kami akan menerima keluhan untuk ditindaklanjuti dengan pembahasan bersama instansi terkait dalam mencari solusi terhadap nasib masyarakat yang memiliki ketergantungan hidup di lokasi tambang batu itu,” jelas Keles.

Dalam demo aspirasi tersebut, pihak yang mencari keadilan pada DPRD hadir dengan kekuatan sekitar 300 orang dengan menggunakan truk sebanyak 99 buah, mewakili sekitar 7000 orang penduduk Tomohon yang memiliki ketergantungan hidup secara langsung pada area tambang batu Galian C tersebut. (Davydt)

iklan1