Tag: lomban

PT Wijaya Karya Tbk dan K3 Peduli Korban Banjir di Bitung

Proses serahterima bantuan untuk korban bencana di Bitung (Foto Ist)

MANADO – Insiden bencana banjir akibat hujan deras yang melanda Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mendapat perhatian dan bantuan dari berbagai kalangan masyarakat. Diantaranya, dari pengurus Kerukunan Keluarga Kawanua (K3), yang ikut mengulurkan tangan memberi bantuan melalui kegiatan Peduli Bencana Banjir Bitung yang mendapat support penuh dari PT Wijaya Karya Kbk (WIKA).

Ketua Umum K3, Angelica Tengker didampingi pihak WIKA Manado menyerahkan bantuan langsung kepada Wali Kota Bitung, Max Lomban yang diterima langsung Kepala BPBD Bitung. Acara serah terima bantuan diadakan di Posko Pusat BPBD dan dihadiri Ketua PKK ibu Khouni Lomban-Rawung, Wakil Wali Kota Bitung, Mauritz Mantiri.

Penyerahan bantuan ini diserahkan bersama dengan bantuan lain yang digalang oleh K3 dengan total bantuan Rp.120 juta dan bahan kebutuhan mandi/cuci sehari-hari yang dikumpulkan Posko Bersama K3 dan Kerukunan Keluarga Bitung (KKB).

Dalam sambutannya Lomban selaku Wali Kota Bitung mengapresiasi bantuan yang diberikan K3, dan sangat berterima kasih atas perhatian dari Kerukunan Keluarga Kawanua bersama dengan Kerukunan Keluarga Bitung dan PT Wijaya Karya Tbk.

”Terima kasih atas kepedulian dan bantuan dari pengurus Kerukunan Keluarga Kawatua dan PT Wijaya Karya Tbk kepada para korban bencana banjir di Kota Bitung saat ini. Kami mengapresiasi, sekaligus berdoa agar kiranya kesulitan yang dialami warga Bitung secepatnya berakhir, dan bantuan yang diberikan para donatur bermanfaat bagi para korban bencana,” ujar Lomban.

Untuk diketahui, WIKA adalah salah satunya yang turut menyalurkan bantuan melalui Kerukunan Keluarga Kawanua Bantuan dana sebesar Rp.100.000.000 diserahkan langsung Ketua Umum KKK. WIKA juga telah turut berpartisipasi dalam pembangunan Kota Bitung dan telah menandatangani MoU dalam pembangunan KEK Bitung. (*/Amas)

Hima Pertanyakan Kehadiran Lomban dalam Rapat SKPD

Kantor Wali Kota Bitung (Foto Sluttoday.com)

Kantor Wali Kota Bitung (Foto Sluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Pemerintahan Bitung sepertinya sudah mulai kehilangan akalnya dalam mengelolah pemerintahannya, padahal aturannya sudah jelas bagaimana memperbaiki sistem pemerintahan.

Kehadiran walikota terpilih M. J. Lomban dalam rapat SKPD patut dipertanyakan sebab beliau masih belum dilantik lalu untuk apa beliau hadir dalam rapat SKPD. Uangkap Aktivis Bitung Samsi Hima dan kalau sudah seperti ini bagaimana menciptakan pemerintahan Bitung yang profesional dan bebas korupsi, pada Selasa (23/02/2016).

“Kalau sudah seperti ini pemerintahan Bitung mau jadi apa kedepan sistem pemerintahannya, apalagi pasca detik-detik berakhirnya masa pemerintahan telah menciptakan kegaduhan di PNS. Misalnya pencompotan sekretaris daerah Drs. Edison Humiang, kepala BKDD Bitung Yossy Kawengian dan beberapa SKPD, yang tidak lagi sesuai aturan dan hal ini harus dilihat sebagai bentuk kesewenang-wenangan dan ini tak bisa dibiarkan,” ungkap Hima. (Robby).

Pemkot Bitung Siapkan Pasukan Penuh Untuk Eksekusi Lahan KEK

M.J Lomban saat memberikan arahan (Foto Suluttoday.com)

M.J Lomban saat memberikan arahan (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Pemerintah kota Bitung lakukan gelar pasukan, untuk persiapan eksekusi lahan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sampai saat ini masih di duduki oleh masyarakat Masata.

Dalam gelar pasukan tersebut pemkot Bitung siapkan sekitar 5000 orang dan eksekusi akan dilakukan pada tanggal 5 Februari 2016, pada Rabu (03/02/2016). Dalam gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh wakil walikota Bitug M. J. Lomban dan sebagai mana sambutan wakil walikota Bitung, harus menghindari terjadinya tindakan kekerasan. Karena yang akan kita eksekusi adalah saudara-saudara kita yang belum tahu bahwa itu adalah lahan KEK sehingga harus melakukan pendekatan prosuasif.

“Pemkot Bitung siapkan tempat bagi masyarakat Masata yang masih menempati lahan KEK tersebut, dimana ada dua tempat rusunawa yang akan ditempatkan oleh masyarakat yaitu rusunawa wangurer dan rusunawa sagerat. Karena dalam lahan KEK ada tiga tempat ibadah maka semua pasukan prioritaskan tempat ibadah dan nanti akan dilakukan pembahasan lanjut mengenai tempat ibadah yang ada di lahan KEK,” ujarnya. (Robby).

MAMA Serahkan 4 Sertifikat Untuk Tanah Pulau Lembeh

MAMA ketika menyerahkan sertifikat (Foto Suluttoday.com)

MAMA ketika menyerahkan sertifikat (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Calon terpilih Wali Kota M.J. Lomban dan Wakil Wali Kota Maurits Mantiri, yang diberikan amanah oleh masyarakat Bitung untuk memimpin Bitung lima tahun kedepan menyerahkan 4 sertifikat tanah pada perwakilan masyarakat. Calon terpilih pada Pilkada 9 Desember 2015 kemarin ini menyerahkan sertifikat dari dua kecamatan, pada Kamis (28/01/2016).

Dalam sambutan Lomban mengatakan, janji kami masih belum bisa merealisasikan seluruh sertifikat tanah lembeh. Namun kedepan masyarakat lembeh sudah bisa mendapatkan sertifikat karena pemerintah sudah mengizinkan untuk mengeluarkan sertifikat, dan untuk sementara baru 4 sertifikat yang bisa kami serahkan dan yang lainnya akan menyusul.

“Selain menyerahkan 4 sertifikat, pemkot Bitung dapat bantuan dari pemerintah provinsi khususnya dari Dinas Kesehatan, bantuan tersebut adalah alat untuk mendeteksi ibu hamil dan alat untuk lansia. Bantuan tersebut untuk puskesmas pulau lembeh sehingga gunakanlah sebaik-baiknya dan ini juga untuk memudahkan bagi masyarakat,” ungkap Lomban. (Robby).

Minimnya Perhatian Pemerintah Terhadap Cagar Alam Tangkoko, KPA dan GMNI Lakukan Demo

KPA dan GMNI Bitung saat melakukan demo (Foto Suluttoday.com)

KPA dan GMNI Bitung saat melakukan demo (Foto Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Puluhan Aktivis peduli lingkungan yang mengatas namakan Kelompok Pencinta Alam (KPA) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) peduli Cagar Alam Tangkoko, menggelar demo dikantor walikota Bitung. Demo tersebut diterima langsung oleh Wakil Walikota Bitung M. J. Lomban, Senin (16/11/2015).

Dan yang menjadi Koordinator Lapangan Ronnal Makalu, mengatakan bahwa saatnya pemerintah Bitung harus serius untuk menjaga cagar alam Tangkoko dan cagar alam lainnya. Selain itu juga pemerintah harus transparan terhadap penganggaran dalam setiap menghadapi bencana, ini penting dan juga bagaimana pemerintah Bitung pasca kebakaran cagar alam Tangkoko, cagar alam tersebut mau diapakan nanti.

Pemerintah Kota Bitung ketima menerima para pendemo (Foto Suluttoday.com)

Pemerintah Kota Bitung ketima menerima para pendemo (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Lomban dalam pernyataannya mengatakan, pemerintah Bitung sangat peduli terhadap lingkungan dan tidak benar jika pemerintah tidak peduli. Dan soal tangkoko nantinya dalam waktu dekat ini pemerintah akan melakukan pertemuan untuk membahas aspirasi yang disampaikan saudara-saudara.

“Jika ada SKPD tidak peka terhadap lingkungan maka saya yang akan membangunkannya. Dan kedepan cagar alam tangkoko yang memiliki Tarsius, Monyet berpantat merah, dll, binatang tersebut tidak dimiliki oleh daerah lain dan hanya berada di Bitung. Untuk itu pasca kebakaran hutan tangkoko maka secepatnya pemerintah akan melakukan pemulihan kembali seperti semula agar habitat yang ada ditangkoko terus dipertahankan,” tutup Lomban. (Robby).

iklan1