Tag: LSM

Tindi Pertanyakan Komitmen Bupati Talaud dalam Pemberantasan Korupsi

Jim Robert Tindi (Foto Ist)

Jim Robert Tindi (Foto Ist)

MANADO – Aktivis LSM Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulawesi Utara (Sulut), kembali menyorot penegakan praktek korupsi di Kabupaten Talaud, Sabtu (18/10/2014) melalui Direktur Eksekutif GERAK Sulut, Jim Robert Tindi menegaskan Bupati Talaud dalam penegakan hukum tidak konsisten dan membawa kesan tidak baik pada masyarakat.

Aneh kontraktor yang sudah terpidana korupsi di Kabupaten Kepulauan Talaud masih diberi pekerjaan. Hasilnya pekerjaan yang di laksanakan kontraktor tersebut juga tak beres, buktinya pengadaan air bersih di desa Beo ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya. – Jim Robert Tindi, Direktur Eksekutif, GERAK Sulut.

Lanjut dikatakan Tindi pengerjaan proyek yang diduga dikerjakan oknum koruptor tidak berjalan dengan baik. Bupati Talaud wajib menyampaikan ke publik apa alasannya mengerjakan orang yang telah menjadi koruptor pada masyarakat.

”Proyek dengan bandrol ratusan juta ini terkesan mubasir akibat ulah CT (Corry) yang ternyata juga merupakan terpidana korupsi Dana Bencana Alam Talaud, Ini sangat memiriskan, kok terpidana korupsi masih diberi kesempatan melaksanakan pekerjaan, ada apa ini? Apakah di Talaud sudah kehabisan kontraktor? Untuk itu GERAK Sulut mendesak Kejari dan Polres Talaud mengusut kasus ini,” tegas Tindi yang juga mantan Ketua PRD Sulut itu.

Tindi memberikan saran bahwa perlunya Bupati Talaud tegas dan memberikan contoh yang baik pada masyarakat dalam hal penerapan supremasi hukum. Jika tidak, Bupati akan dinilai masyarakat tidak paham hukum. ”Ini kondisi yang secara langsung memberikan contoh pada warga Talaud bahwa Bupati kita tidak menjunjung tinggi supremasi hukum. Kalau seperti ini, bisa jadi warga menyimpulkan kalau Bupatinya tidak paham hukum,” tukas Tindi menutup. (Amas Mahmud)

Bersama Rakyat, KNPI Sulut Ajak Mahasiswa, Ormas Bersatu Lakukan Demo PLN

Ketua DPD KNPI Sulut, Jackson Kumaat (Foto Ist)

Ketua DPD KNPI Sulut, Jackson Kumaat (Foto Ist)

MANADO – Menyikapi keluhan warga Kota Manado dan Sulawesi Utara pada umumnya, pengurus Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) berencana menggelar aksi demonstrasi terkait pemadaman Listrik oleh PLN Wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo (Sulutteggo). Demo yang digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2014 akan menurunkan ribuan massa untuk menduduki kantor PLN Suluttenggo.

Saat diwawancarai Suluttoday.Com, Ketua Umum DPD KNPI Sulut, Jackson Kumaat menghimbau kepada masyarakat Sulawesi Utara agar ikut serta dalam demo yang digelar KNPI tersebut. Dikatakan Jacko sapaan akrab Kumaat bahwa dengan semangat kolektifitas KNPI Bersama Rakyat, maka demo kepada PLN Suluttenggo sebagai wujud keberpihakan KNPI terhadap kepentingan rakyat.

Kami meminta masyarakat yang mau bergabung dengan KNPI Sulut untuk melakukan demo kepada PLN Suluttenggo yang hingga saat ini masih tetap saja melakukan pemadaman Listrik secara tidak beraturan. Pimpinan PLN Suluttenggo yang harus bertanggung jawab dengan segala kerusakan elektronik dari warga akibat pemadaman Listrik tersebut, kami menargertkan ribuan warga akan turun bersama KNPI Sulut agar kita sama-sama menduduki kantor PLN Wilayah Suluttenggo. – Jackson Kumaat, Ketua Umum DPD KNPI Sulut.

Tak hanya itu, Jacko malah mengatakan terkait akomodasi dan atribut aksi KNPI Sulut yang menanggungnya sehingga warga, para mahasiswa, aktivis LSM, tokoh masyarakat dan tokoh agama diharapkan ikut bersama-sama dalam gerakan yang dibangun KNPI itu. Menurutnya, KNPI Sulut juga menyayangkan atas sikap pimpinan PLN Suluttenggo yang tidak sedikitpun berfikir tentang kesulitan masyarakat saat pemadaman dilakukan.

”Ironisnya pemdaman dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama, coba dipikirkan pihak PLN untuk mencari solusi bijak bagaimana mensiasati pemadaman Listrik agar tidak terjadi terus-menerus. Apalagi berdasarkan laporan masyarakat, pemadaman Listrik juga terkesan diskriminatif. Kami mengajak aktivis mahasiswa, aktivis LSM, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk sama-sama kita melakukan demo terhadap PLN yang sudah sewenang-wenang membuat rugi masyarakat,” tegas Jacko menutup. (Amas Mahmud)

Sisi Lain Polemik Solar Cell, Warga Kik Balik DPRD Manado

Jim Robert Tindi (Foto Ist)

Jim Robert Tindi (Foto Ist)

MANADO – Polemik Solar Cell yang telah usai tahapan pembahasannya, ternyata meninggal cerita dan kesan ditengah masyarakat. Menurut Jim R Tindi, warga Kota Manado bahwa apa yang sebelumnya dipolemikkan beberapa anggota DPRD Kota Manado terkait anggaran Solar Cell yang diduga fiktif dalam penataan APBD 2014 adalah hal yang tidak mesti menjadi perdebatan.

Sudah saya prediksi sejak awal kalau cerita dan arah dari polemik yang dimunculkan beberapa anggota DPRD Manado terkait Solar Cell ini akan bermuara kemana? Nah, sekarang terbukti, bahwa tidak ada masalah. Itu berarti anggota DPRD Kota Manado yang meributkan hal ini patut dipertanyakan. Kalau tau tak ada polemik, kenapa harus ribut dimedia massa?. – Jim R Tindi, tokoh masyarakat Kota Manado.

Lanjut Tindi yang juga pimpinan salah satu LSM di Sulawesi Utara ini meminta sebelum terbentuknya alat kelengkapan dewan Kota Manado, para anggota dewan Manado jangan terlalu sibuk berkomentar dimedia terkait hak-hal yang tidak substantif. Kata Tindi, harusnya tugas dewan Manado saat ini adalah mempercepat pembentukan alat kelengkapan dewan.

”Pimpinan dewan, pembagian komisi, fraksi, dan alat kelengkapan dewan lainnya juga belum dibentuk serta belum diparipurnakan, kenapa anggota DPRD Manado harus ribut dimedia massa. Apalagi terkait perdebatan Solar Cell yang ”berakhir bahagia”, saya sarankan anggota DPRD Manado saat ini sebelum menunggu adanya pembagian komisi dan pembagian alat kelengkapan dewan lainnya untuk mendesak agar dipercepat pembentukan alat kelengkapan dewan secara resmi. Harus diketahui, Solar Cell ini penting dialokasikan anggarannya karena membantu masyarakat Manado saat ini, apalagi PLN sering memadamkan Listrik, Solar Cell sangat membantu sebenarnya,” ujar Tindi pada Suluttoday.Com menutup. (Amas Mahmud)

Setelah Kuliti PLN, Kini Giliran Warga Kuliti DPRD Manado

Demonstrasi mahasiswa dikantor DPRD Manado belum lama ini (Foto Suluttoday.Com)

Demonstrasi mahasiswa dikantor DPRD Manado belum lama ini (Foto Suluttoday.Com)

MANADO – Setelah permasalan PLN yang membuat berang anggota DPRD Kota Manado, hingga dipanggilnya hearing para pimpinan PLN Cabang Manado. Kini menjadi giliran wakil rakyat yang terhormat ini ”dikuliti” tokoh masyarakat dan aktivis LSM. Menurut Calvin Castro anggota DPRD Kota Manado perlu mempercepat pembentukan alat kelengkapan dewan.

”Beberapa anggota DPRD Kota Manado yang belum mendapatkan posisi sebagai anggota komisi tertentu sudah mulai vokal bicara dimedia, mengkritik eksekutif, padahal di internal DPRD sendiri alat kelengkapan dewan belum terbentuk. Harusnya ini menjadi otokritik, kenapa lambat dibentuk, Ketua DPRD defenitif juga belum ada,” kata Castro yang juga Ketua Umum ARMAK Sulut.

Castro menyarankan agar personil DPRD Manado mendorong untuk dipercepatnya pembentukan alat kelengkapan dewan yang saat ini secara nyata membuat molor pembahasan APBD perubahan di Kota Manado.

”Kalau tidak salah APBD perubahan belum dibahas tahun ini, berdasarkan kondisi normaal harusnya sudah dibahas. Semua menjadi terhambat disebabkan anggota DPRD Kota Manado sibuk memberikan kritik terhadap eksekutif sehingga lupa kondisi internal DPRD sendiri. Kami menyarankan agar DPRD Manado fokus mempercepat pembentukan komisi, fraksi, dan pimpinan DPRD, jangan membuat molor pembahasan APBD Perubahan yang berimpikasi pada kesingsaraan masyarakat,” ujar Casto sembari lemparkan senyum. (AmasMahmud)

 

 

iklan1