Tag: lukman wakid

Demi Kemanusiaan Ribuan Umat Islam Sulut Tumpah Ruah di Lapangan Sparta Tikala

Laporan Ketua Panitia, H. Lukman Wakid (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bentuk protes secara damai atas kebrutalan pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, di Rakhine State, Myanmar ditunjukkan ribuan umat Islam di Sulawesi Utara (Sulut), kali ini melalui Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya para tokoh Islam Sulut dan pimpinan Organisasi Keagamaan Islam menggelar Dzikir Akbar dan Doa Bersama untuk warga Rohingya bertempat di Lapangan Sparta Tikala, Kelurahan Tikala Ares Kecamatan Tikala Kota Manado, Sabtu (16/9/2017) tadi malam.

Dalam sambutannya Ketua Panitia, H. Lukman Wakid menyampaikan pentingnya empati publik terhadap peristiwa kemanusiaan yang dialami warga Rohingya. Kegiatan tersebut, kata Lukman merupakan langkah konkrit umat Islam Sulut memperlihatkan solidaritasnya, tidak hanya itu Lukman pun berpesan agar pemerintah Indonesia terus mengulurkan tangan memberikan bantuan kepada para korban pembantaian sekaligus melawan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang terjadi di Rohingya.

Ribuan umat Islam Sulut saat dzikir dan doa bersama (Foto Suluttoday.com)

”Luar biasa, inilah komitmen kita bersama bahwa umat Islam di Sulawesi Utara dan Manado pada khususnya mengutuk tragedi kemanusiaan yang terjadi di Rohingnya. Tindakan kekerasan yang tidak manusiawi dan menginjak-injang nilai kemanusiaan patut dihentikan, malam ini kita bersepakat atas nama solidaritas dan kepedulian sesama manusia Forum Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya menggelar Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala, Kota Manado. Kita mendoakan, sekaligus menggalang dana untuk membantu saudara-saudara kita di Rohingnya yang ditindas,” ujar Lukman Wakid.

Pembacaan resolusi yang disampaikan H. Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, H. Djafar Alkatiri tokoh Islam Sulawesi Utara ini dipercayakan membacakan Resolusi, dengan penuh semangat Alkatiri membacakan poin-poin Resolusi yang menerangkan terkait penghentian praktek pembantaian manusia atas manusia di muka bumi ini. Tak hanya itu, Alkatiri yang juga mantan Anggota DPRD Sulut mengecam tindakan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Rohingya.

”Kita mendesak pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas melalui diplomasi, dan menyampaikan ke PBB bahwa insiden kemanusiaan yang dialami etnis minoritas di Rohingya melanggar HAM, dan wajib dihentikan. Disisi lain, semangat yang luar biasa dari umat Islam Sulawesi Utara untuk mengirimkan doa, sekaligus berdzikir demi Rohingnya agar Allah SWT menguatkan mereka yang dalam kesusahan ini perlu diapresiasi. Sesungguhnya, yang dipraktekkan di Rohingya adalah genosida ini tak boleh dibiarkan, atas nama keadilan, hukum dan kemanusiaan kami mengutuk tragedi kemanusiaan di Rohingya,” tegas Alkatiri yang juga mantan Sekretaris Jenderal BKPRMI ini.

Plt Sekda Kota Manado, H. Rum Usulu bersama para tokoh Islam Sulut (Foto Suluttoday.com)

Masih ditempat Lapangan Sparta Tikala, sejumlah tokoh Islam Sulut dan pimpinan Ormas pun menandatangani Resolusi perdamaian diantaranya H. Rum Usulu, Ulyas Taha, Taufiq Pasiak, Rukmina Gonibala, Sultan Udin Musa, Ayub Ali Albugis, Mahyudin Damis, Amir Liputo, Muardi Rahmola, Hj Lutfia Alwi, M Sofyan, Saiful Bongso, Azis Tegela, Hj. Fatma bin Syech Abubakar, Yaser Bachmid, Syahrul Poli, Suaib Soleman, Ridwan Syawie, mereka bersepakat agar dihentikannya praktek kekerasan kemanusiaan di Rohingya saat ini.

Tertib ribuan umat Islam saat mengikuti dzikir dan doa bersama di Lapangan Sparta Tikala (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, menurut Rolandy Thalib selaku Sekretaris Panitia menyampaikan terima kasih dan mengapresiasi seluruh Jamaah masjid yang hadir dalam acara bersama tersebut. Olan begitu pengurus KAHMI Manado ini akrab disapa menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas peristiwa kemanusiaan yang terjadi dan dialami warga minoritas di Rohingya.

H. Djafar Alkatiri saat diwawancarai dan Ketua panitia bersama H. Mahyudin Damis, Ridwan Sawie, bendahara panitia (Foto Suluttoday.com)

”Syukur Alhamdulillah kegiatan Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala malam ini berjalan sukses, inilah wujud kebersamaan kita yang harus dirajut terus. Atas nama kemanusiaan kita harus berus bersatu, kejatahan apapun bentuknya diatas dunia ini wajib dilawan, kami prihatin dengan insiden yang menimpa warga minoritas Rohingya,” kata Olan.

Sekretaris panitia, Rolandy Thalib saat bersama panitia lainnya (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui acar ini dimulai dengan Shalat Isya dan Shalat Ghaib berjamaah yang dipimpin KH Abdul Wahab Abdul Gafur, Ketua MUI Sulut sebagai Imam, laporan panitia disampaikan H. Lukman Wakid, selaku Ketua. Selanjutnya pembacaan kalam ilahi oleh Qori Sulut, Rithon Igisani. Kemudian, Dzikir serta Doa Bersama yang dipimpin Ustad Yaser bin Salim Bahmid dan Ustad Abdurahman Mahrus, selain itu ada selingan pembacaan puisi untuk Rohingya yang dibacakan Ustad Faisal Sabaya, sementara yang membaca Resolusi yaitu H. Djafar Alkatiri, kegiatan yang baru pertama dilakukan di Sulut ini dihadiri ribuan umat Islam dan dihadiri Plt Sekretaris Daerah Kota Manado, H. Rum Usulu.

Panitia ketika menghitung dana yang terkumpul (Foto Suluttoday.com)

Begitu pun dengan dana yang terkumpul, menurut Bendahara Panitia Ridwan Syawie saat diwawancarai media ini menyampaikan bahwa dana tunai yang terkumpul pada acara tersebut berkisar puluhan juta rupiah. Belum terhitung dengan dana bantuan yang ditransfer melalui rekening yang dibuka resmi panitia, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang bersedia bersedekah kepada warga Rohingya.

”Malam ini dana yang terkumpul saat penghitungan terakhir berjumlah Rp 61 juta, ini diluar dana yang ditransfer ke rekening. Memang panitia secara resmi membuka rekening atas nama ketua panitia dan bendahara. Tentunya, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada donatur yang dengan tulus dan iklas memberikan sumbangan ini kepada warga Rohingya melalui kami,” tutur Syawie. (Amas)

Tokoh Islam Sulut Berkumpul di Lapangan Sparta Tikala

Panitia saat melakukan persiapan tadi malam (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Begitu luar biasanya nilai kemanusiaan, karena atas nama kemanusiaan sesama manusia dapat saling memerangi, menyakiti dan sebaliknya saling mengasihi, memberi solidaritas, memberi perhatian serta saling mendoakan untuk kebaikan. Hal itu, dirasakan umat Islam di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang ketika merespon insiden kekerasan kemanusiaan di Rohingya, mereka pun bersolidaritas untuk mengutuk tindakan dehumanisasi tersebut dengan membentuk Solidaritas Kemanusiaan Tragedi Rohingya.

Cara merespon yang dilakukan para umat Islam di Sulut begitu luar biasa, mereka bukan lagi melakukan unjuk rasa menyampaikan dukungan. Namun, lebih dari itu mengumpulkan bantuan, berdzikir dan melakukan doa bersama. Saat diwawancarai, Ketua Panitia Dzikir Akbar dan Doa Bersama untuk warga Rohingya, H. Lukman Wakid menyampaikan bahwa persiapan panitia sudah 99 %, Haji Lukman juga mengajak umat Islam Sulut agar bersama-sama hadir dalam acara akbar tersebut.

”Alhamdulillah semangat panitia begitu luar biasa, ini semua untuk kemanusiaan. Sampai tadi malam, kita berada di lokasi pelaksanaan kegiatan yakni di Lapangan Sparta Tikala. Kegiatan Dzikir dan Doa Bersama ini kita tunjukkan untuk warga Rohingya yang didzokimi, apapun itu semua agama mengutuk tindakan yang tidak manusiawi. Nah, kita memperkirakan yang hadir nantinya berkisar 5.000 (lima ribu) orang, panitia sudah rampung persiapannya, semoga tidak hujan dan proses Dzikir dan Doa Bersama berjalan lancar sesuai rencana,” ujar Haji Lukman yang juga adalah salah satu pemilik media terbesar di Sulawesi Utara tersebut didampingi Rolandy Thalib, selaku Sekretaris Panitia.

Undangan Dzikir Akbar dan Doa Bersama di Lapangan Sparta Tikala Manado (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, Haji Lukman menyampaikan bahwa para peserta Dzikir dan Doa Bersama dihimbau agar menggunakan atribut kemeja berwarna putih. Selain itu, aksi kemanusiaan yang akan dilaksanakan Sabtu (16/9/2017) pukul 18.30 itu dipimpin Ustad Yaser bin Salim Bahmid dan Ustad Abdurahman Mahrus.

Diantaranya para tokoh Islam Sulut yang hadir adalah Djafar Alkatiri (Mantan Ketua BPRMI, Ketua PPP Sulut dan mantan Anggota DPRD Sulut), Sultan Udin Musa (Pengurus SI Sulut dan mantan Ketua Komisi A DPRD Manado), Abid Takalamingan (Ketua SI Sulut, Ketua BAZNAS Sulut dan mantan Anggota DPRD Sulut), H. Rum Usulu (Plt Sekretaris Daerah Kota Manado), Reiner Omyet Ointoe (Budayawan Sulut), Syahrial Damopolii (Mantan Ketua DPRD Sulut), Syahrul Poli (Ketua PHBI Sulut), H. Amir Liputo (Ketua PHBI Manado dan Anggota DPRD Sulut), Hj Rukmina (Rektor IAIN Manado), H Ayub Albugis (Anggota DPRD Sulut), Taufiq Pasiak (Cendekiawan muslim Sulut, aktivis Muhammadiyah dan mantan Ketua BKPRMI Sulut), Ridwan Sawie (Tokoh Islam Sulut), Mahyudin Damis (Dosen FISIP Unsrat dan pengamat politik pemerintahan), Syarifudin Saafa (Anggota DPRD Manado dan Ketua PKS Sulut), Michael Towoliu (Ketua Tim Rajawali Manado), Fatma bin Syeck Abubakar (Anggota DPRD Manado), M. Sofyan (Plt Kadis Perhubungan Kota Manado).

Lukman Wakid, Sultan Udin Musa dan Syahrul Poli saat memastikan persiapan panitia di Lapangan Tikala (Foto Suluttoday.com)

Hadir pula Fahrudin Noh (Ketua BKPRMI Sulut dan Anggota KPU Sulut), Suaib Soleman (Pengurus Muhammadiyah Sulut dan mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulut), Ustad Faisal Sabaya, Ustad Rizal Kasim, Ustad Umar Maliki, Abeng Tubagus Elong (Pengurus KAHMI Sulut), Guntur Bilulu (Pengurus Syarikat Islam Sulut dan wartawan senior) H. Ihsan Wakid (Aktivis BKPRMI Sulut), Agus Ointoe (Pengurus Ansor Sulut), Hery Anwar (Ketua Wilayah GPI Sulut), Idham Malewa (Pengurus KAHMI Manado dan Wartawan senior), Hj. Hindun Al Hasni, H. Ulyas Taha (Kandepag Bitung), H. Azis Tegela (Ketua SI Sulut), Muardi Rahmola (Sekretaris BAZNAS Manado), H. Simon Latjengke (Ketua APPSI Manado), Comel Pakaya (Aktivis muda dan Sekretaris Askot PSI Manado), Iswadi Amali (Pengurus KNPI dan BKPRMI Sulut).

Selain itu, akan hadir juga Noho Poiyo (Danwil Brigade Masjid BKPRMI Sulut), Fadly Kasim (Ketua AMSI Sulut), Mazhbullah Ali (Sekretaris KNPI Sulut dan Ketua PPP Manado), Muzayyin Habibie (Pengurus Pemuda Muhammadiyah), Rusli Umar (Ketua GP Ansor Manado), Suryanto Muarif (Ketua BKPRMI Manado), Jefry Alibasya (Pengurus Pemuda Muhammadiyah Sulut), Sofian Makku (Pengurus KAHMI Manado), Budi Harold Rarumangkay (Wartawan senior), Rahmadian Polontalo (Pengurus KAHMI Manado dan Wartawan senior), Masri Ikoni (Ketua GPII Sulut dan wartawan), Amas Mahmud (Sekretaris DPD KNPI Manado dan juga wartawan), Suratman RM (Wartawan senior), Malik Suma (Sekretaris GPI Sulut dan pengurus PPP Manado), Saleh Nggiu (Pengurus KAHMI Manado dan wartawan senior), Alwan Rikun (Ketua Gema Mathlaul Anwar Sulut dan Sekretaris KA KAMMI Sulut), Ian Daulasi (Ketua Umum HMI Cabang Manado), Rivan Kalalo (Pengurus KNPI Sulut), Jafar Noh Idrus (Ketua PMII Cabang Manado), Maslan Rikun (Ketua KAMMI Daerah Kota Manado), dan sejumlah pimpinan Ormas lainnya juga ikut hadir. (*/TimST)

Pelayanan Buruk, Damopolii Ajak Masyarakat Selamatkan Manajemen Batik Air

Syachrial Damopolii bersama Lukman Wakid dan Sultan Udin Musa (Foto Suluttoday.com)

Syachrial Damopolii bersama Lukman Wakid dan Sultan Udin Musa (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Praktek yang menyusahkan para pengguna jasa penerbangan ternyata sering dilakukan PT Lion Air, komplein dan ”kecaman” bagi mereka adalah hal yang biasa. Lihat saja, kejadian yang dilakukan pihak manajemen Batik Air, 7 mei 2016 belum lama ini, sudah tau salah karyawan Batik Air masih saja berkelit.

Menurut pernyataan Drs Syachrial Damopolii, warga Sulawesi Utara (Sulut) yang juga mantan ketua DPRD Sulut saat mereka dibatalkan keberangkatannya dari Jakarta ke Manado, karyawan Batik Air masih menantang pihaknya saat dirinya bersama 3 rekanya melayangkan protes.

”Iya memang sangat keterlaluan, saat kami menyampaikan protes malah kami ditantang pihak Batik Air. Pertama mereka menyebutkan kalau kita berempat akan diberangkatkan ke Manado dengan pesawat Batik Air untuk penerbangan berikutnya, tapi ternyata kita dibohongi. Malah diminta membayar lagi tiket, sementara tiket dan boarding kami sudah dirobek, itu berarti kami harus diberangkatkan. Kami minta pertanggungjawaban mereka, tapi sampai saat ini tidak ada niat baik dari mereka. Mari kita selamatkan manajemen Batik Air,” ujar Damopolii, Sabtu (4/6/2016).

Lanjut disampaikannya dengan kondisi sembrautnya manajemen pihak penerbangan Lion Air dirinya meminta lembaga berwenang memberikan pembinaan dan sanksi atas tindakan tidak wajar yang dilakukan Batik Air yang merugikan dirinya bersama tiga rekan lain (Sultan Udin Musa, Lukman Wakid dan Subur Rianto).

”Begitu memiriskan, perusahaan besar tapi manajemennya sangat amatiran dan tidak profesional. Kami minta Menteri mengevaluasi Batik Air dan berikan sanksi segera agar tidak memakan banyak korban, hal ini tidak selaras dengan semangat pembangunan yang digelorakan Pak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Untuk adnimistrasi Batik Air kami minta untuk direformasi, harus bersihkan ini dari konspirasi jahat karyawan,” tutur Damopolii.

Ditempat terpisah, Reiner Omyet Ointoe budayawan Sulut saat diminta tanggapan akan upaya Somasi yang dilakukan Syachrial Damopolii Cs terhadap Batik Air, ikut memberikan dukungan. Menurut Reiner yan juga penulis buku itu, langkah yang ditempuh Damopolii sudah tepat agar kedepan kasus serupa tidak terjadi lagi.

”Saya kira itu langkah tepat, karena keteledoran dan tidak profesionalnya pihak penerbangan Lion Air sudah bukan lagi rahasia umum. Ini mungkin akumunasinya, dan langkah ini kami harapkan membawa dampak positif untuk perubahan manajemen Batik Air kedepannya, bagaimanapun itu masyarakat sebagai pengguna jasa penerbangan menghendaki yang terbaik untuk dunia penerbangan di Indonesia. Semoga usaha ini berjalan lancar,” papar Reiner yang sering menjadi narasumber dalam dialog-dilog dan seminar di Sulawesi Utara ini tegas.

Sekedar diketahui, Syachrial adalah penumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6272 dari Jakarta tujuan Manado. Yang dibatalkan keberangkatannya dan diduga hal ini terjadi karena tidak profesionalnya pihak Batik Air.(Amas)

Merasa Dirugikan, Warga Sulut Somasi Manajemen Batik Air

Sultan Udin Musa, SH saat memberikan penjelasan (Foto Suluttoday.com)

Sultan Udin Musa, SH saat memberikan penjelasan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Insiden yang merugikan konsumen kambali dilakukan manajemen Loin Air, kali ini dilakukan pihak manajemen Batik Air. Dimana, pada tanggal 7 mei 2016 terjadi kerugian yang dialami penumpang atas nama Sultan Udin Musa, SH, Drs Syachrial K. Damopolii, Lukman Wakid, SE, dan Subur Rianto, S.Pd, warga Sulawesi Utara (Sulut) ini, masing-masing adalah penumpang Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6272 dari Jakarta tujuan Manado.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pihak korban, namun sayangnya pihak manajemen Batik Air terkesan tidak mau bertanggung jawab. Sehingga demikian, para korban kemudian menyampaikan Somasi kepada Batik Air yang ditujukkan kepada Direktur Utama Batik Air d/a. : Lion Air Tower 10th floor Jl. Gajah Mada No. 7 Jakarta Pusat-Indonesia.

Ketika diwawancarai Suluttoday.com, Sabtu (4/6/2016), Sultan Udin Musa yang bertindak selaku kuasa pihak korban, saat melakukan konfrensi pers di Singkil Kota Manado menyampaikan target dari Somasi yang dilayangkan tersebut. Menurut dalam uraiannya terkait kasus yang merugikan pihaknya tersebut.

”Kami melayangkan Somasi 20 mei 2016 kepada Dirut Batik Air, dan tembusannya kepada Bapak Menteri Perhubungan RI, pimpinan dan anggota DPR RI di Jakarta, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Direktur Jenderal Perhubungan Udara RI, Kepala kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekrano-Hatta, dan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) di Jakarta. Ini semua karena kami sebagai penumpan yang dirugikan, bagi kami karyawan Batik Air sewenang-wenang telah membatalkan keberangkatan kami dan menyatakan tiket kami hangus. Padahal, bukti boarding pass kami sudah dirobek,” ujar Udin Musa.

Atas kejadian yang merugikan tersebut Udin Musa meminta pihak Batik Air bertindak tegas, memberikan sanksi keras kepada pihak-pihak yang terlibat merugikan mereka. Udin juga menduga ada sindikat yang dibentuk pihak Batik Air sehingga bertindak merugikan para penumpan.

”Iya atas insiden ini, kami minta ditindak tegas para karyawan Batik Air khususnya yang terlibat langsung dalam peristiwa ini. Sehingga diharapkan ada efek jera bagi karyawan lainnya. Kemudian, kami menuntut melaksanakan dengan sungguh-sungguh ketentuan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP), sebagaimana yang diatur dalam peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor: PM 185 tahun 2015, tentang standar pelayanan penumpang kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri. Dan terakhir, kami meminta diberikan kompensasi yang wajar atas kerugian yang kami alami,” papar Musa tegas.

Surat Somasi dan bukti tiket (Foto Suluttoday.com)

Surat Somasi dan bukti tiket (Foto Suluttoday.com)

Hal senada juga dikuatkan Lukman Wakid, SE dengan menunjukkan sejumlah bukti tiket penerbangan yang sudah diboardir, dikatakan Lukman yang merupakan pemilik media radio Memora FM itu menilai karyawan Batik Air bersikap inkonsisten dan terindikasi membohongi mereka selaku korban.

”Banyak keanehan kami temui, pertama setelah boarding pass belum berlangsung lama tiba-tiba kami menuju pintu untuk naik ke pesawat. Nah, yang mengagetkan kami kok tiba-tiba karyawan mengatakan kami terlambat pesawat. Kalau sesuai jadwal, tanggal 7 mei 2016 berangkat pukul 14.30 WIB, saya check-in counter untuk melakukan pelaporan tiket pukul 13.25 WIB, dan ini terkesan sangat tidak beres. Kemudian, fenomena aneh lainnya kok kami tidak berangkat tapi, barang saya diberangkatkan ke Manado, dalam aturan penerbangan ini pelanggaran,” ucap Lukman tegas kepada wartawan yang diaminkan Syachrial Damopolii, mantan Ketua DPRD Sulut yang juga menjadi korban ini. (Amas)

iklan1