Tag: mahasiswa

Mahasiswa, Pemuda Milenial dan Dunia Pendidikan Produktif

Farlan Lengkong, S.IP.,MAP (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Farlan Lengkong, S.IP.,MAP, Ketua DPD GMNI Sulut

Wabah covid-19 telah menjadi sebuah tragedi bumi yang melumpuhkan segala bidang yang ada di dunia ini, salah satunya adalah dunia pendidikan. Khususnya di Indonesia saya melihat begitu merosotnya tingkat belajar siswa maupun mahasiswa karena pengaruh wabah covid-19, tentunya efek ini akan berdampak pada keterlambatan produktivitas dunia pendidikan kita di Indonesia.

Saya pikir salah satu solusi untuk tetap menjaga stabilitas dunia pendidikan kita adalah bagaimana peranan mahasiswa dan pemuda milenial untuk turut terlibat dalam situasi ini. Yang pertama mengenai mahasiswa sebagai kaum intelektual atau pemikir muda bisa berperan sebagai agen di lingkungan atau di kampungnya atau juga keluarga terdekatnya untuk turut mensosialisasikan dan memberi pemahaman himbauan pemerintah maupun segala bentuk pencegahan yang harus masyarakat patuhi dalam menghadapi pademi ini yang pada kenyataanya masih banyak rakyat kita yang masih belum memahami betul mekanisme pencegahan memutus mata rantai covid19 ini.

Selain daripada itu juga sebagai mahasiswa yang dirumahkan bisa terus memperkaya daya intelektualitasnya dengan budayakan membaca, baik teori maupun fakta-fakta empiris sehingga bisa menjadi pedoman penulisan karya ilmiahnya, bahkan bisa lebih bagus lagi kita telah menulis atau menyelesaikan karya ilmiah kita misalnya proposal ilmiah, skripsi dan sebagainya.

Lewat media aplikasi online misalnya Zoom juga kita bisa saling berdiskusi dan mengajak teman kita sesama mahasiswa untuk membahas materi-materi perkuliahan sehingga dengan keterbatasan ini kita masih tetap produktif untuk memenuhi kebutuhan akademik yang harus dipenuhi dalam perkuliahan. Yang kedua mengenai pemuda milenial yang disini saya kategorikan pemuda yang belum berkesempatan mengenyam pendidikan tinggi tapi paham akan teknologi berdasarkan autodidak.

Kita juga sebagai pemuda milenial bisa berperan sebagai agen seperti mahasiswa yang saya maksudkan. Inisiatif gerakan yang bisa dilakukan selain melakukan sosialisasi secara masif di media sosial kita juga bisa terus membaca link-link yang bermanfaat untuk kebutuhan masa depan kita, dengan memanfaatkan teknologi kita juga bisa saling mengajak dan berdiskusi lewat media online bersama kerabat kita sesama pemuda milenial misalnya ada yang mau ke dunia bisnis bisa memperdalam ilmu bisnisnya ataupun bidang lainnya.

Nilai penting kita sebagai mahasiswa dan pemuda milenial disitu adalah tetap mau bergerak dan berinisiatif secara terus-menerus sehingga secara langsung kita telah mempraktekan pendidikan lingkungan yang tetap produktif walaupun ditengah keterbatasan situasi ini, sehingga kita secara tidak langsung juga telah mencegah kemerosotan dunia pendidikan di Indonesia yang memaksa kita dengan keterbatasan situasi ini untuk terus produktif.

Dengan inisiatif tersebut saya pikir akan menjadi faktor perangsang bagi mahasiswa dan pemuda milenial lainnya yang masih pasif untuk melakukan hal yang sama sehingga semakin banyak pemuda milenial yang punya inisiatif maka akan semakin produktif. Senada dengan itu, maka kita telah membantu negeri ini khususnya dalam bidang pendidikan agar tetap produktif dan stabil, sehingga efek dari pademi covid19 tidak akan terlalu berpengaruh buruk terhadap kemajuan bangsa kita kedepan, karena salah satu faktor kemajuan bangsa terletak pada dunia pendidikan.

Mokodongan: Jaga Keutuhan Pancasila, ISIS Membawa Dampak Negatif

Sekprov Mokodongan saat menjadi pembicara (Foto Ist)

Sekprov Mokodongan saat menjadi pembicara (Foto Ist)

MANADO – Ir Siswa Rachmat Mokodongan, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menghadiri Rapat Panitia Pelaksana Selebrasi Perayaan Lahirnya Pancasila se Sulawesi Utara dalam rangka HUT Pancasila ke-70, Selasa (14/4/2015). Rapat tersebut dilaksanakan di Ruang Mapaluse Kantor Gubernur Sulut.

Mokodongan mengatakan Pancasila adalah alat pemersatu bangsa sehingga dengan pelaksanaan kegiatan selebrasi ini akan menambah semangat menghayati semangat Bhinneka Tunggal Ika dalam mengamalkan Pancasila itu sendiri. ”Kegiatan ini pun mengingatkan kita semua untuk tetap menjaga keteguhan Pancasila dengan tidak mengindahkan ideologi-ideologi lain seperti halnya ISIS yang sedang memberikan paham negatif bagi semua lapisan masyarakat,” ujar Mokodongan.

Menurut Steven Liow S.Sos MM selaku Ketua Umum Panitia, beragam kegiatan akan dilaksanakan dalam rangka memeriahkan selebrasi perayaan tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut yaitu Upacara Bendera yang diikuti seluruh muspida Provinsi Sulut, Bupati/Walikota se Sulut, TNI/POLRI dan jajaran Pemerintahan, LSM dan Organisasi Kepemudaan, Pemuda lintas agama, organisasi masyarakat, pelajar SMP dan SMA serta Mahasiswa.

Kemudian Lomba gerak jalan antar instansi/TNI-POLRI, antar mahasiswa/umum termasuk LSM, dan antar kemasyarakat. Pawai Pancasila yang melibatkan Paskibraka Sulut, Pasukan TNI-POLRI, lembaga adat, kirab pakaian adat SMP dan SMA, serta Instansi dan Perusahaan Swasta. Kemudian Lomba Pidato dan Lomba menulis artikel nilai-nila Pancasila menurut kategori SMP, kategori SMA/SMK, dan umu.

Serta yang terakhir Lomba gebyar anak yaitu Lomba mewarnai dan Lomba busana adat bagi TK/PAUD dan untuk siswa SD yaitu Lomba menggambar Pancasila dan busana adat. Sekprov mengatakan Pemerintah Provinsi Sulut siap mendukung Panitia dalam melaksanakan kegiatan tersebut.

“Semoga Panita memberi inovasi yang baik sehingga berdampak bagi kerukunan masyarakat di Sulawesi Utara,” ucap Mokodongan. (**/Faruk Umasangaji)

Konflik Partai Berpotensi Ganggu Kinerja DPR

Gedung DPR RI Jakarta (Foto Ist)

Kantor DPR RI Jakarta (Foto Ist)

JAKARTA/MANADO – Konflik internal partai yang saat ini terjadi dan mengarah pada perpecahan memang merupakan dinamika yang biasa di alam demokrasi. Namun, menurut Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Harli Muin, konflik partai dapat memiliki implikasi yang luas, bila tidak ditangani dengan benar.

“Kerja anggota DPR bisa terganggu akibat konflik internal partai,” ujarnya dalam diskusi bulanan FAA PPMI di kawasan Kuningan, Minggu, 12 April 2015.

Harli menuturkan, konflik internal partai akan menggangu kinerja DPR dalam pembahasan UU hingga rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN). Bila semua itu terjadi, rakyat juga yang akan dirugikan. “Ujung-ujungnya rakyat yang akan dirugikan,” ujarnya menambahkan.

Harli menuturkan, konflik internal partai yang terjadi di Indonesia kerap mempertontonkan wajah buruk demokrasi Indonesia, karena diwarnai dengan kekerasan. Menurut dia, hal itu jelas akan menyebabkan keresahan di masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan gejolak sosial.

“Karena itu FAA PPMI berharap para petugas partai politik yang sedang berkonflik bisa lebih menahan diri dan bersikap dewasa dalam menyelesaikan persoalan mereka,” ujarnya.

Dia juga berharap para kader partai memberikan contoh yang baik, bagaimana musyawarah dan mufakat diwujudkan, bukan sebaliknya, yaitu merespons konflik dengan kekerasan. Harli mengatakan, pemerintah sebagai institusi yang menjalankan regulasi dituntut menempatkan diri sebagai wasit yang baik untuk membantu menyelesaikan dan mencegah konflik tidak berlarut-larut.

“Ke depan pemerintah perlu memperbaiki regulasi partai politik, sehingga tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan. Di luar itu, pemerintah juga mesti memperbaiki tata kelola partai politik dengan cara mendorong partai politik accountable dan transparan.” (vnc/don)

Manengkey Hadiri Penutupan PKL Terpadu Poltekes

Pertemuan yang dilaksanakan di Sitaro (Foto Suluttoday.com)

Mahasiswa PKL Poltekes Manado saat berada di Sitaro (Foto Suluttoday.com)

SIAU – Setelah tiga pekan berada di Kabupaten penghasil Pala guna mengikuti kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL). Sekretaris Daerah (Sekda) Sitaro Adry Manengkey menutup rangkaian kegiatan dari mahasiswa Poltekes Manado ini. Menurut Manengkey,rangkaian kegiatan dari mahasiswa Poltekes Manado ini sangat di apresiasi oleh pemerintah kabupaten Sitaro.

“Atas nama pemerintah,yaitu Bupati Sitaro Tonny Supit,kami selaku pemerintah sangat berbangga dengan adanya 562 Mahasiswa yang datang langsung ke Sitaro khususnya Siau untuk membaur dengan masyarakat sini,” pungkas Manengkey sapaan akrab Adry Manengkey kepada suluttoday.com, Selasa (07/4).

Suasana penutupan PKL mahasiswa Poltekes Manado (Foto Suluttoday.com)

Suasana penutupan PKL mahasiswa Poltekes Manado (Foto Suluttoday.com)

Penutupan PKL tadi yang di adakan di auditorium Pemkab Sitaro di hadiri oleh semua instansi yang terkait,lanjut di katakannya bahwa pemkab sangat mengharapkan adanya kelanjutan dari program seperti ini.”Kami juga mengharapkan akan selalu ada program seperti ini dan kalo bisa di lain kesempatan nanti bisa di Tagulandang atau Biaro,” tutupnya. (Vian).

Mahasiswa 26 Kota Serukan Sapu Koruptor

Jubir KPK

Jubir KPK

DEPOK/MANADO – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) ikut serta dalam gelombang massa demonstran berunjuk rasa ke Istana Negara siang ini. Aksi disuarakan oleh elemen masyarakat sipil yang terdiri dari para aktivis, buruh, mahasiswa, organisasi masyarakat.

“Hanya ada satu suara yang akan didengungkan yaitu Sapu Koruptor (Satu Padu Lawan Koruptor). Saya mengajak teman-teman Mahasiswa UI untuk bergabung dalam aksi serentak di depan Istana Negara, aksi ini serempak di 26 kota di Indonesia,” tegas Ketua BEM UI, Andi Aulia Rahman, Senin (16/2/2015).

Andi mengklaim, saat ini momentum yang paling tepat untuk menyerukan penolakan publik terhadap pengangkatan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Mahasiswa juga mendesak presiden untuk lugas, tegas, dan mengambil sikap yang konkrit di tengah gejolak politik dan hukum yang terjadi saat ini.

“Selain itu juga kita akan menyampaikan penolakan kita terhadap segala bentuk kriminalisasi dan pelemahan tehadap KPK dan agenda pemberantasan korupsi pada umumnya,” tegasnya.

Andi meminta seluruh mahasiswa untuk ikut bergabung dalam aksi tesebut. “Mengimbau agar kawan-kawan bergabung juga dalam aksi serempak di kota masing-masing. Atau paling tidak melakukan aksi di kampus masing-masing,” tandasnya. (Okz/Don)

iklan1