Tag: malut

Surat Terbuka Basri Salama untuk Gubernur Malut

Surat Terbuka Untuk Gubernur Malut

Basri Salama (Foto Ist)

Yang Terhormat,
Bapak Gubernur Maluku Utara
Di Ternate.

Semoga bapak dan seluruh Warga Maluku Utara selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan kita semua berdoa agar COVID-19 segera punah sebelum Ramadhan

Ijinkan saya menyampaikan beberapa saran yang mungkin juga sdh terpikir oleh Bapak beserta jajaran dalam upaya pencegahan COVID-19.

Saya bersyukur telah terbentuk Satgas COVID-19 di Maluku Utara. Biarkan Satgas bertanggungjawab penuh terhadap kerja-kerja pencegahan COVID-19.

Sekarang saya saran kepada Bapak, hal lain yang harus segera Bapak Pikirkan adalah kemungkinan-kemungkinan lain yang secara sosial bakal terjadi akibat beberapa kebijakan nasional dalam menghadapi COVID-19. Yaitu, pengalihan anggaran DAK Infrastruktur yang jumlah total di Maluku Utara ada Triliunan lebih. Ini otomatis akan menimbulkan penganguran bagi para pekerja informal di bidang infrastruktur, hal lain adalah kebijakan darurat yang menghendaki rakyat tidak boleh keluar bebas, hal ini otomatis berefek pada pendapatan rakyat yang setiap harinya bergantung pada nafkah harian (buruh, nelayan, pedagang kecil, petani, abk Spied, abk Motor antar pulau, ojek, bentor, sopir angkot dll).

Jika situasi seperti ini berlangsung dalam waktu 2-4 bulan kedepan, maka saya kuatir ada gejolak sosial yang disebabkan oleh ketidaksiapan kita dalam mengantisipasi kebutuhan ekonomi rakyat.____

Pemerintah pusat telah menyiapkan kartu sembako yang nilainya kurang lebih Rp 200.000 per kk/bulan, yang pasti sampai juga ke Maluku Utara. Tapi saya yakin tidaklah cukup untuk pemenuhan kebutuhan pokok.

Saran saya:
1.
Bapak Segera buat rapat koordinasi dengan menggunakan tehnologi Skype atau apa namanya yang sifatnya online. Ajak semua kepala Daerah, pengusaha swasta lokal, perusahaan pertambangan yang berinvestasi di Maluku Utara. Untuk patungan, menyediakan kebutuhan pokok berupa sembako bagi kepentingan rakyat dalam jangka waktu 2-4 bulan kedepan. Untuk tujuan kemanusian saya yakin semua orang siap membantu.

2.
Membentuk Satuan Tugas diluar COVID-19. Sebut saja nama Satgas penyalur sembako, yang sifatnya berjenjang dari provinsi sanpai dengan desa dan kelurahan.

3.
Untuk dari swasta lokal maupun investor tambang, mintalah sumbangan pada mereka dalam bentuk barang sembako bukan uang. Sedang untuk pemerintah daerah, alihkan seluruh belanja perjalanan dinas dan belanja lain yang belum penting dan mendesak untuk kepentingan pengadaan sembako

4.
Dana desa yang sudah mulai disalurkan kepada desa agar disiapkan juga sebagian untuk kepentingan kebutuhan pokok di masyarakat masing-masing desa

5.
Bapak Gubernur dan Wagub segeralah berbagi Tugas, Bapak Gubernur Urus Pencegahan COVID-19 dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Bapak Wagub Koordinir Kebutuhan Pokok Masyarakat.

6.
Terkait dengan urusan penyaluran kebutuhan Pokok Masyarakat, serahkan saja pada Kapolda Dan Danrem. Yang personilnya lebih siap dilapangan.

Saya menganggap ini persoalan serius, belajar dari kejadian yang saat ini terjadi di beberapa negara dan berharap bapak dapat mewujudkannya, atau kalau sudah terpikirkan oleh bapak, syukurlah. Saya berharap contoh yang telah dilakukan oleh Bupati Pulau Morotai yang membagi sembako beserta Bupati Halmahera Tengah yang membagi Vitamin kepada rakyat dapat menginspirasi Bapak Gubernur dalam mengantisipasi segala kemungkinan sosial yang bakal terjadi.

Demikian surat terbuka ini saya buat sebagai bagian dari ihtiar. Semoga kita semua segara lepas dari bencana yang tak terduga ini.

Jakarta, 30 Maret 2020

Basri Salama

MENANGGAPI MALUKU UTARA SEBAGAI DAERAH OTSUS

Dasril Hi. Usman (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Dasril Hi. Usman

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Nasional jakarta

Menanggapi isu yang banyak menyita perhatian masyarakat serta oleh kalangan akdemistentang harapan maluku utara sebagai daerah otonomi khusus. Tentu pada hakekatnya saya secara pribadi dan masyarakat pada umumnya setuju jika maluku utara dijadikan sebagai salah satu daerah yang memiliki keistimewaan sistem kewenangan dalam mengurus kepentingan masyarakat.

Otonomi khusus (Otsus) adalah kewengangan khusus yang diakui dan diberikan kepada daerah khusus, untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi dan hak-hak dasar masyarakat. (baca:otsus)

Jika dilihat dari sisi Historical Context, maluku utaraadalah bagian terpenting dalam sejarah pendirian bangsa indonesia bahkan bisa dikatakan sebagai daerah yang paling banyak memberikan kontribusi dalam sejarah Negara kesatuan Republik Indonesia.

Terlepas dari sejarah masa lalu yang sudah diperjuangkan masyarakat maluku utara, saya berpikir, Alangkah baiknya jika sebelum kita menjadikan maluku utara sebagai daerah yang memiliki hak otonomi khusus, penting untuk kita meninjau kembali permintaan kewenangan Otsus itu sendiri, apakah sudah benar dan tepat jika maluku utara dijadikan sebagai daerah yang memiliki keistimewaan sistem pemerintahan, apakah benar sistem pemerintahan yang selama ini ada serta dijalankan adalah penyebab keterlambatan pembangunan daerah maluku utara.

Menurut saya TIIDAK. Jika kita pahami kembali kondisi yang ada di maluku utara saat ini sebenarnya bukanlah kesalahan pada sistem yang sudah pemerintah maluku utara miliki tetapi lebih pada aspek penyelenggara pemerintahannya serta tata kelolah pelayanan publik.

Bagaimana peranan dan kebijakan pelayanan publik dalam desentralisasi pemerintah daerah provinsi maluku utara kemudian Bagaimana paradigmaa pelayanan publik pemerintah daerah provinsi maluku utara dan Bagaimana pula kualitas pelayanan publik pemerintah provinsi maluku utara.

Persoalan seperti inilah yang kemudian harus kita jawabterlebih dahulu sebelum beranjak pada cita-cita Otsus.tentu dengan adanya kewenangan yang lebih besar terutama alokasi tambahan fiskal berupa dana otonomi khusus diharapakan bisa menjadi solusi guna meningkatkan tarap hidup masyarakat maluku utara kearah yang lebih baik, akan tetapi kebijakan regulatif tersebut tentunya berjalan seiring dengan dampak kemungkinan yang akan muncul dari kebijakan otnomi khusus itu sendiri, seperti kemungkinan maraknya penyalahgunaan kewenangan, semakin tingginya tingkat korupsi didalamtubuh pemerintah daerah serta penyelewengan anggaran yang mengatasnamkan kebutuhan publik sehingga kebijakan otonomi khusus tidak lagi di nilai relevan dan terkesanproject orderkepentingan elit politik. (***)

Resmikan Badan POM Malut, Roy Berharap Perlindungan Publik Digalakkan

Gubernur Maluku Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Gubernur Maluku Utara ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Akhirnya perjuangan untuk menjadikan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (POM) secara mandiri dari beberapa tahun sebelumnya oleh pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) terpenuhi. Senin (15/12/2014) Gubernur Malut, KH. Abdul Gani Kasuba bersama Kepala Badan POM RI, Dr Roy A. Sparringa, M.App.Sc sukses meresmikan kantor Badan POM Malut yang berkedudukan di Sofifi tersebut.

Kepala Balai POM RI dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas upaya dan kesungguhan Gubernur Malut dalam mendorong sehingga kantor Badan POM Malut dapat diresmikan. Roy menyampaikan perlunya kerja bersama lintas instansi dalam mewujudkan masyarakat Maluku Utara yang bebas dari produk berbahaya.
”Perlu kita melakukan perlindungan publik bagi konsumen di daerah ini, karena patut diakui dengan jumlah masyarakat Maluku Utara saat ini kemudian dibandingkan dengan temuan hasil bahan ilegal yang diamankan Balai Besar POM di Manado, jika di uangkan berjumlahnya hampir 1 Miliar. Ini merupakan angka yang cukup besar, disisi lain memang sudah selayaknya Balai POM hadir di Maluku Utara. Saya menyampaikan terima kasih atas kesungguhan Gubernur Maluku Utara atas perjuangan beliau sehingga kantor Badan POM bisa diresmikan, untuk ditentukan Pelaksana tugas atau Kepala Badan POM Maluku Utara defenitif, insya Allah dalam minggu ini,” ujar Roy.
Kepala Balai POM RI, Gubernur Malut, bersama Polda Malut Kejaksaan melakukan pemusnahan (Foto Suluttoday.com)

Kepala Balai POM RI, Gubernur Malut, bersama Polda Malut Kejaksaan melakukan pemusnahan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, Gubernur Malut dalam sambutannya mengaku bangga dan berterima kasih atas kepedulian Kepala Badan POM RI terhadap masyarakat Maluku Utara, menurut Kasuba kerinduan warga Malut telah terpenuhi dengan adanya Badan POM Malut.

”Saya tentu tak henti-hentinya menyampaikan ucapan terima kasih dan kebanggaan yang tinggi kepada Bapak Roy selaku Kepala Badan POM RI yang begitu peduli dengan kami. Warga Maluku Utara tentu berterima kasih, kita sudah memiliki Balai POM sendiri, mari menyangkut fasilitas yang belum lengkap di kantor ini akan kita sama-sama memperhatikan, dan saya tau betul kehadiran Badan POM Malut sangatlah diperlukan,” terang Kasuba.
Kepala Badan POM di Manado ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Kepala Badan POM di Manado ketika menyampaikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Dalam kesempatan menyampaikan sambutan, Kepala Badan Besar POM di Manado yang membawahi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan Malut dalam wilayah kerjanya, Susan Gracia Arpan menegaskan perlunya pemantapan kerja oleh Badan POM guna mewujudkan masyarakat yang kuat dan terbebaskan dari segala macam pruduk berbahaya.

”Sekitar 460 juta dari total produk ilegal yang di amankan Balai Besar POM di Manado untuk produk di Maluku Utara ini, diantaranya bahan kosmetik ilegal mengandung bahan berbahaya, obat tradisional ilegal. Nah, kami juga mengingatkan terkait kordinasi lintas sektor juga dilakukan, sembari melakukan edukasi dilapangan pada masyarakat. Masih diperlukan terobosan dan program yang dilakukan dalam hal pengawasan obat dan makanan di Malut maksimal, bekerja keras, bekerja tuntas, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas,” ujar Arpan.
Penandatanganan Prasasti peresmian kantor Badan POM Maluku Utara (Foto Suluttoday.com)

Penandatanganan Prasasti peresmian kantor Badan POM Maluku Utara (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, setelah dilakukannya penandatanganan prasasti Gubernur bersama Kepala Badan POM RI, Kepala Badan POM di Manado, pihak Polda Maluku Utara, Korem, Kejaksaan, dan disaksikan para undangan melakukan pemusnahan obat ilegal yang disita Badan POM di Manado. Terlihat juga hadir beberapa Kepala Badan POM dari Provinsi lain, acara peresmian berjalan sukses. (Amas Mahmud)

Jatim Dampingi Malut ke Perempat Final, Sulut Tersingkir

Tim PON Remaja Sulut saat berada di Surabaya (Foto Don)

Tim PON Remaja Sulut saat berada di Surabaya (Foto Don)

SURABAYA – Tim sepak bola Jawa Timur memastikan diri ke perempat final PON Remaja I/2014 dengan predikat juara Grup D. Tim besutan Mursyid Effendy itu mengemas 6 poin dari hasil dua kemenangan telak atas Sulawesi Utara dan Maluku Utara di Lapangan ITS Surabaya.
Sementara nasib tim cabor sepakbola Sulut bisa dikatakan apes. Harapan kemenangan pun gagal. Sulut gagal melaju ke delapan besar setelah menderita dua kekalahan telak secara beruntun. Awalnya, Reinaldy Bella dan kawan-kawan menyerah dari tuan rumah Jatim 0-7 pada pertandingan pertama (8/12/2014).

Pada pertandingan kedua, Kamis (11/12/2014) hari ini, lebih parah, menyusul kekalahan telak Sulut dari Maluku Utara dengan skor 2-9 di penyisihan grup. Dua gol penghibur yang diraih Sulut dicetak penyerang Reinaldy Bella di babak pertama dan gelandang Iswandi Mohibu.
Tercatat, dari sepanjang dua pertandingan, Sulut kebobolan 16 gol dengan hanya memasukan dua gol.

Sekedar diketahui, Pekan Olahraga Nasional Remaja pertama di Surabaya ini mempertandingkan 15 cabang olahraga. Diantaranya, sepak takraw, pencak silat, menembak, basket, tenis lapangan dan beberapa cabang olahrga lainnya.

Event ini digelar di beberapa venue yang tersebar di Surabaya dan Sidoarjo. Dalam PON Remaja 2014 ini, Jatim targetkan mampu menjadi juara. Apalagi PON Remaja kali ini merupakan gelaran yang pertama kali. “Ini serba pertama, PON Remaja pertama, Jatim yang tuan rumah pertama, dan kami menargetkan gelar juara pertama,” kata Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus ketua PB PON Remaja. (Don/Amas)

Sore Ini, Sulut Hadapi Malut di Final Popwil

Tim Popwil Sulut Vs Popwil Papua beberapa waktu lalu, ilustrasi (Foto Ist)

Tim Popwil Sulut Vs Popwil Papua beberapa waktu lalu, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Partai final sepakbola Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) V, partai yang ditunggu-tunggu akan tersaji di Stadion Klabat pada, Sabtu (8/11/2014) sore ini. Tim Popwil Sulut sendiri akan menghadapi Tim Maluku Utara dalam perebutan medali emas. Melanjunya Sulut di final setelah mengalahkan tim Papua dengan skor 2-0.

Hal ini membuat tim pelajar sepakbola Sulut memastikan diri untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Kota Bandung, Jawa Barat pada tahun depan. Penampilan Putera Pandeiroth dan kawan-kawan cukup gemilang di partai penentuan menuju final atas Papua hingga meraih kemenangan penting menuju Popnas. Dua gol kemenangan tim Popwil Sulut dicetak Alvon Abdullah di menit 14’ dan Januardo Kawung menit 16’ di babak pertama.

Penampilan Papua sendiri bisa dikatakan matang ketika mengikuti ajang ini, mengingat keikutsertaan tim Papua di ajang ini adalah pemain-pemain binaan PPLP Papua. Hanya saja, anak-anak pelajar Papua belum mampu membendung kekuatan tim sepakbola Sulut yang menurunkan pemain-pemain yang berpengalaman mengikuti berbagai kompetisi sepakbola lokal. Pun hasil try out di Makassar menjadi modal penting menjelang laga.

Di final nanti, Sulut menargetkan medali emas. ”Kami akan berusaha sebaik mungkin untuk bisa mewujudkan kemenangan sekaligus meraih medali emas,” ujar Arifin Adrian, Pelatih Kepala Tim sepakbola Popwil Sulut. (Don/Amas)

iklan1