Tag: manado

PROFESI MEDIS DI MATA PENDIDIK

MS. Anwar Sandiah (Foto Istimewa)

Oleh : MS. Anwar Sandiah, Pendidik

Ketika kualitas manusia Indonesia jadi problem dunia pendidikan maka ramailah sana sini berbagai respon pendapat melalui dialog, seminar, maupun tulisan para pakar pendidikan membahas sistem pendidikan dan tak ketinggalan pula para politisi nimbrung pendapat sarat dengan berbagai sudut pandang masing- masing dan tentu dalam ruang lingkup wawasan kenegaraan, namun ada yang terlewat (seakan terlupa) kajian bagaimana peran orang tua di rumah dalam mendidik anak-anaknya, tidak seperti sorotan tertuju pada kinerja guru disekolah.

Menarik Nana Nurjannah Seliani siswi salah satu SMA di Manado, ketika itu menulis puisi berjudul “Kado Kecil Untuk Sang Guru” pada bait pertama menggambarkan profesi sang Umar Bakri “Guruku / Dengan sebatang kapur tulis engkau buka mataku / Atas kehendak sebatang kapur tulislah engkau bedah telingaku / Pada sebatang kapur tulis jualah engkau haluskan hati nuraniku / Dan dari sebatang kapur tulis pula engkau tajamkan akal pikirku / Kini nilai sebatang kapur tulis telah meninggikan pena derajat hidupku / Aku ingin bercermin diri dari telapak tanganmu berlumur debu kapur tulis ….”

Berbeda sorotan tajam dan melekat datang dari seorang musisi Sartono menulis hymne guru yang berjudul “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”. Lagu ini populer dinyanyikan siswa merangsang tetes air mata haru gambaran keberadaan guru bersahaja berdiri di depan kelas menghadapi murid sedang duduk rapih, kadang terselip sedikit anak nakal namun dihadapi dengan pendekatan terukur menerapkan 3 tugas pokok guru : mendidik, mengajar dan juga praktek lapangan.

Berbeda profesi pendidik dengan profesi kesehatan (medis) tentu, apalagi menghadapi covid 19 yang jauh lebih komplek masalahnya. Bila dibandingkan ketika menghadapi problem pendidikan semua para ahli mengkaji secara komprehensif, tidak sebagaimana problem kesehatan kini semua orang terlibat panik, para ahli medis hampir dikata hilang solusi menjawab tuntas problem, yang nampak justru seakan tertutup akses sumber berita dari pihak berkompoten hingga masyarakat hanya bisa mengakses berita melalui media sosial (medsos) yang tentu belum terpenuhi unsur pencerahan, yang justru terjadi timbul polimik pemikiran berseliweran di tengah masyarakat tak ada juntrung dan tidak menguntungkan sisi kesehatan itu sendiri.

Timbul pemikiran bisakah pendekatan mengatasi problem covid 19 menggunakan pendekatan profesi 3 tugas pokok guru misalnya?, sekedar penenang suasana kepanikan masyarakat. Jika menerapkan pertama, “metode mendidik” hal ini berarti masyarakat diajak kerjasama melalui pendekatan dari hati ke hati sebagai unsur pokok mengedepankan keterbukaan akses mendapat penjelasan yang sejuk berdasar Kemanusiaan yang adil dan beradab yang tentu dalam pendekatan hak asasi manusia, ada kode etik dan sumpah profesi sebagai amanah, berat tanggung jawabnya kepada Khaliq Pencipta.

Kedua, bila digunakan “metode mengajar”, tidaklah sekedar transformasi pengetahuan kesehatan covid 19 semata, akan tetapi membekali akal sehat tindakan medis yang menjauhi kepanikan dan hilang kepercayaan masyarakat terhadap peran para petugas medis, sebagai sebuah pendekatan redam gejolak tak teratasi yang tidak menguntung bagi semua pihak dan tidak hanya tertuju pada pasien covid 19 dan keluarga saja. Ketiga, terakhir “metode praktek”, petugas medis lebih tahu dan memahaminya, sebagai saran apa tidak sebaik pengaturan penyelenggaraan jenazah covid 19 sesuai pendekatan agama yang dianut pasien, artinya sosialisasi aturan atau undang-undang penanganan jenazah dengan melibatkan kekuarga pasien covid 19, hal ini sebagaimana dijamin oleh UUD 1945 pasal 29. Butuh dialog lebih lanjut. Wallahu a’lam.

———————

Fajar Ahad, 7 Juni 2020

Tancap Gas, SSK Terus Berbagi Bantuan untuk Warga Manado

Meggy Lamia ketika memberikan bantuan SSK kepada masyarakat (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kondisi dimana masyarakat dianjurkan untuk tetap di rumah dan menjaga jarak sosial, akibat menghindari Virus Corona (Covid-1-). Ir. Sonya Selviana Kembuan datang menghampiri masyarakat dengan memberi bantuan sosial. Berjalan intens beberapa hari terakhir ini di seputaran Kota Manado.

Senin (20/4/2020), politisi berlatar belakang pengusaha yang akrab disapa SSK ini turun disejumlah Kelurahan di Kota Manado. Tim Relawan SSK untuk program perangi Covid-19, melalui Gugus Tugas yang dibentuk SSK menyalurkan bantuan kepada warga terdampak Covid-19.

“Bantuan ini diberikan kepada warga Manado yang terdampak Covid-19. Semoga dapat membantu masyarakat yang tengah dalam mengalami kesulitan ekonomi karena Covid-19. Masyarakat memang sedang memerlukan bantuan kita, kiranya bantuan seiklasnya ini bermanfaat,” ujar Sonya saat diwawancarai media media ini.

Penyebaran Covid-19 harus dihentikan masyarakat, kata SSK. Politisi yang digadang maju sebagai calon Wali Kota Manado ini meminta masyarakat agar terus bersinergi dengan pemerintah untuk memerangi wabah Covid-19. SSK menyebut dirinya akan selalu berusaha maksimal membantu masyarakat Kota Manado.

Boby Daud saat menyerahkan bantuan (Foto Suluttoday.com)

Selaku Ketua Bidang Logistik SSK, Meggy Lamia menyampaikan bahwa pihaknya sudah turun membagikan bantuan. Dan masyarakat menyampaikan terima kasihnya kepada SSK. Ditambahkan Meggy, pihaknya akan terus keliling Kota Manado.

“Untuk diketahui, wilayah yang disasar SSK hari ini adalah di Kelurahan Maasing, Kampung Islam, Wonasa, Tingkulu, Teling. Penyerahan bantuan di kampung Islam dipimpin Tim SSK dan Ketua PBB Manado. Sementara itu, di Wonasa Tim SSK dan Ketua PAN Manado, yang juga Ketua Koalisi Keumatan Kota Manado, Pak Boby Daud yang menyerahkan bantuam kepada masyarakat,” ucap Meggy kepada wartawan.

Tim Relawan SSK menyerahkan bantuan (Foto Suluttoday.com)

Pembagian bantuan dari SSK diberikan kepada Gereja dan Masjid Karame. Warga Maasing, wabil khusus Jamaah Masjid Ijtihad menyampaikan terima kasih kepada SSK yang dinilai peduli pada masyarakat. Sebelumnya, SSK politisi yang memulai kiprahnya dari bawah itu telah menyumbangkan tong air kepada masyarakat Maasing. Kemudian, Senin (20/4/2020), SSK menyalurkan lagi 100 paket bahan pokok kedapada masyarakat. Genap hari ke-4, tepatnya hari ini dimana SSK terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

Jamaah masjid Ijtihad ketika menerima bantuan dari SSK (Foto Suluttoday.com)

(*/Bung Amas)

Kesal, Senator Djafar: Soal TKA China, Pemerintah Harus Tindak Tegas Jangan Anomali

Hi. Djafar Alkatiri (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres), Instruksi Presiden (Inpres) dan Peraturang Pemerintah terkait pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai langkah maju. Menandakan keseriusan Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo dalam memerangi pandemi Covid-19. Dilain pihak, ada kelonggaran rupanya dalam menerapkan apa yang dianjurkan pemerintah terkait pembatasan sosial.

Dari sisi pencegahan dan penindakan penyebaran Covid-19 juga mendapat support penuh Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hi. Djafar Alkatiri. Ironisnya, kata Senator Djafar ditengah giat-giatnya pemerintah melakukan pembatasan sosial, masih ada Tenaga Kerja Asing (TKA) yang diberi kesempatan masuk ke Indonesia. Menurut Djafar, Presiden Jokowi harus bertindak tegas dan adil terkait hal tersebut.

“Rakyat tengah mendukung perintah pemerintah soal upaya melawan penyebaran Covid-19. Ironisnya, ada TKA yang masuk secara resmi di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. Soal TKA China ini saya mendesak pemerintah harus tindak tegas jangan membuat anomali,” kata Djafar, Wakil Ketua Komite 1 DPD RI ini, Rabu (1/4/2020).

Bahkan, tambah Senator asal Sulawesi Utara (Sulut), terjadi semacam pembangkangan dan teladan yang tidak etis ditunjukkan instansi tertentu. Insiden masuknya puluhan TKA China itu berpotensi melahirkan penolakan dan protes rakyat.

“Akhirnya apa?, rakyat menjadi tidak patuh dan berpotensi melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Harusnya jangan ada tebang pilih, para TKA itu jangan diloloskan masuk ke Indonesia ditengah kita sedang melawan meluasnya wabah Cavid-19. Sekali lagi janganlah pemerintah mendegradasi kepercayaan rakyat,” ujar Djafar tegas.

Mantan Ketua Umum Wilayah BKPRMI Sulut itu mendesak agar pihak Imigrasi dan PT. Bintan Alumina Indonesia (BAI) diberi sanksi tegas. Dimana kondisi Indonesia sedang darurat Covid-19, mereka masih melakukan praktek standar ganda. Sikap yang dinilainya tidak paralel dengan perintah pemerintah.

Puluhan TKA saat tiba di Kabupaten Bintan (Foto Istimewa)

“Saya sangat menyesalkan hal ini. Pihak Imigrasi segera diberikan sanksi tegas. Seperti itu pula, izin usana beroperasinya PT. Bintan Alumina Indonesia dicabut sekarang juga. Jangan ada kompromi demi keselamatan rakyat kita. Ingat kesehatan dan jiwa rakyat kita lebih penting diatas kepentingan usaha, investasi atau bisnis. Pemulihan, pencegahan dilakukan dengan prinsip kerja kolektif yang dimotori pemerintah, bukan ini caranya,” tutur Senator Djafar.

Selanjutnya, Djafar mengajak pemerintah bersama para Menteri mengutamakan kepentingan kemanusiaan. Apa yang diarahkan Presiden itu menjadi tugas kolosal, bukan ruang dan peluang yang dimainkan guna mendatangkan atau meloloskan TKA yang kehadiran mereka membawa resiko ketidaknyamanan dari rakyat.

“Sudah tentu rakyat khawatir dan takut kalau penyakit menular Covid-19 ini dibawa para TKA itu. Kan sekedar pernyataan atau surat keterangan sehat dari TKA tidak membuat serta-merta rakyat percaya. Jangan kita menambah-nambah kepanikan di tengah rakyat yang cemas saat ini,” tutur Djafar.

Tidak hanya itu, Senator vokal itu mengatakan bahwa pemerintah harus adil dalam menerapkan sistem menghadapi Bencana Nasional Covid-19. Djafar menyebut bila masih saja pemerintah berlaku lunak terhadap TKA, maka satu kelak akan terungkap ke publik apa sebetulnya yang dilakukan pemerintah.

“Rakyat Indonesia itu membutuhkan pemerintah berlaku adil. Jangan hanya rakyat kecil dituntut menjaga jarak, pembatasan sosial. Lantas yang lainnya dibiarkan, tidak ditindak. Siapa sebetulnya yang bermain dibalik ini?. Harus ditelusuri, bahkan sampai setelah Virus Corona ini hilang. Oknum atau kelompok yang meloloskan ini harus ditindak,” tukar Djafar menutup.

Untuk diketahui, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang Agus Jamaludin, juga telah membenarkan kedatangan puluhan TKA asal China ke Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, melalui Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban.

“Benar, hari ini ada sekitar 39 TKA asal China masuk ke Kabupaten Bintan,” kata Agus Jamaludin di Bintan, Kepulauan Riau, seperti dikutip dari CNN Indonesia.com, Selasa (31/3/2020).

Sementara itu, pemerintah daerah Kabupaten Bintan melalui pihak Dinas Kesehatan Bintan mengaku tidak tahu dengan kedatangan para TKA China tersebut.

(*/Bung Amas)

Warga Pertanyakan Baliho E2L Gunakan Lambang NasDem

Baliho Elly Lasut (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tak ada proses yang jalan tertib dan seragam, politik memang selalu penuh dinamika. Seperti itu yang kini terpotret ditengah masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) jelang Pilkada Serentak 2020. Sejumlah warga sepertinya penasaran, bercampur ragu cara berpolitik sosok Elly Engelbert Lasut (E2L). Pasalnya, beberapa baliho E2L menggunakan lambang Partai NasDem menuai perhatian publik.

“Di beberapa tempat kami melihat ada baliho Pak Elly Lasut yang disosialisasikan untuk maju di Pilgub Sulawesi Utara. Tapi agak aneh, kami penasaran dan menaruh curiga bertanya-tanya, kenapa ya beliau memakai lambang Partai NasDem?. Kan beliau ini yang kami tau bukan kader NasDem,” ujar Usman Lihawa, warga Kota Manado, Sabtu (28/3/2020).

Tidak hanya itu, Fatiya warga Manado yang satu ini juga menuturkan bahwa apa yang dilakukan E2L bila beliau bukan kader NasDem adalah cara yang kurang elok. Meski begitu, menurut Fatiya harusnya kader Partai NasDem mempertanyakan manuver politik dari E2L.

Baliho E2L yang menggunakan lambang NasDem (Foto Suluttoday.com)

“Kalau kebenarannya bahwa Pak Elly ternyata bukan kader NasDem lantas dibaliho menggunakan lambang NasDem, ini bertanda tidak elok. Beliau harus mengajarkan cara-cara berpolitik yang lebih elegan. Saya berpendapat, harusnya kader Partai NasDem pertanyakan ini di internal. Akhirnya orang-orang beranggapan Pak Elly adalah kader NasDem, padahal kan saya tau beliau ini di Partai Berkarya,” tutur Fatiya.

(*/Red)

NATAL dan MUSLIM MANADO

Taufik Bilfaqih (Foto Ist)

Oleh : Taufik Bilfaqih, Anggota Bawaslu Kota Manado

Di Manado, Natal tidak saja sebagai momen sakral bagi ummat Kristiani. Tidak sekadar menjadi momen terbaik untuk peribadatan. Bahkan bukan hanya momen libur panjang apalagi untuk menyambut pergantian tahun.

Natal, bagi masyarakat disini, telah mendarah daging. Ia membudaya, semacam menjadi kebutuhan akan melanjutkan peradaban hidup. Uniknya, itu tidak hanya bagi para penganutnya, melainkan umat dari golongan lain. Mereka memanfaatkan natal untuk ajang memperat silaturahmi kepada umat yang merayakan hingga turut berperan dalam menyukseskan program-program kegiatan menjelang, saat hingga pasca natal.

Mereka yang dimaksud, sebagian Muslim Manado dengan kesedaran dan keinsafan internal dalam diri untuk terlibat pada perayaan natal. Ibadah di Gereja yang dijaga oleh sebagian pemuda dengan seragam ala muslim, adalah pemandangan yang sudah tak asing dan bahkan biasa-biasa saja. Namun, jauh dari sekadar menjaga gereja dan atau sekadar memberikan ucapan selamat, sebagian Muslim di sini justru terlibat dalam rangkaian peribadatan, kunjung mengunjung rumah, makan bersama hingga aktivitas perayaan lainnya.

Tentu, yang dimaksud terlibat dalam rangkaian peribadatan bukan berarti ikut beribadah ala umat Kristiani, melainkan sekadar menghadiri prosesi ceremoni kegiatan natal. Meski demikian, Muslim Manado yang dimaksud, bukanlah kelompok tertentu. Yakni golongan yang memakai dalil “Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum”; barangsiapa yang berusaha sekuat tenaga menyerupai suatu kaum maka ia termasuk diantara mereka*. Kalimat ini mejadi senjata bagi kalangan muslim tertentu untuk tidak mentolerir golongan muslim yang suka bergaul dengan ummat lain. Bahkan, mereka tidak segan-segan melabeli kafir.

Di Manado, kelompok Muslim ini tidak nyaring, meski sesekali bissing. Keberadaan mereka patut dihargai. Sebab, demikianlah ragam orang dalam bersikap. Tak perlu disalahkan. Semua kelompok bahkan pribadi, punya hak berkeyakinan dan berpendapat. Selama semua itu tidak dibarengi dengan tindakan paksaan, kekerasan bahkan cenderung menghakimi orang lain.

Natal adalah kesempatan untuk memberikan pesan Islam yang damai kepada ummat Kristiani. Natal, merupakan momen bagi Muslim Manado yang berpikir terbuka, sebagai ajang menggambarkan betapa Islam adalah agama yang universal dan senantiasa menjaga semangat solidaritas dan soliditas antar umat manusia. Natal, secara hakikat adalah perayaan bagi ummat Kristen, tapi momen seperti ini menjadi Muslim di Manado menyampaikan bahwa, Kita tak bersaudara dalam aqidah, namun dipersaudarakan dalam ikatan kemanusiaan. [**]

Demikian, pesan Natal. Baku-baku bae. Baku-baku Sayang. Baku-baku jaga.

Selamat Natal buat seluruh yang menikmatinya. Berkah hidup, damailah negeri.

Salam Takdzim untuk semua…

*terkait dalil ini, begitu banyak tafsirnya. Bisa ditinjau dari sisi bahasa, filosofi hingga subtansinya. Silahkan mondok (langsung ke mursyid, boleh juga ke mbah yai Google).

Semoga Allah memudahkan hidup Kita semua dari kebelengguan hidup.

iklan1