Tag: Masril Karim

Sekjen PB HMI Ditangkap Paksa, HMI Manado Kecam Polda Metro Jaya

Tirta Modeong, bersama Bang Akbar Tanjung senior HMI dan Ketum HMI cabang Manado, Masril Karim (Foto Ist)

Ketum HMI cabang Manado dan pengurus saat bersama Bang Akbar Tanjung (Foto Ist)

MANADO – Perlakuan yang arogan dan tidak berdasarkan prosedur diduga dilakukan Polda Metro Jaya terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Senin (7/11/2016) tadi malam, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) HMI dijemput paksa di Sekretariat PB HMI di Jakarta.

Menaggapi hal itu, pengurus HMI Cabang Manado mengecam tindakan sepihak pihak Polda Metro Jaya tersebut. Selasa (8/11/2016) menurut Ketua Umum HMI Cabang Manado Masril Karim, menyesalkan perilaku sewenang-wenang dari aparat kepolisian tersebut.

”Tindakan penangkapan Sekjen PB HMI dan sejumlah kader HMI ditengah malam dengan alasan yang tidak jelas, merupakan tindakan melawan hukum yang dilakukan aparat keamanan sendiri. Kami menyesalkan dan mengutuk tindakan Polda Metro Jaya ini, kami minta segera mereka dibebaskan,” tegas Masril.

Lanjut Masril menyebutkan bahwa untuk merespon tindakan pihak kepolisian, maka HMI Cabang Manado akan melakukan aksi besar-besar sebagai wujud protes atas tindakan aparat kepolisian yang penuh tandatanya ini.

“Penangkapan Sekjen PB HMI di sekretariat PB HMI mencoreng wajah negara kita yang demokratis dan Pancasilais. Kasus penangkapan Sekjen sama seperti berada di zaman PKI, HMI akan turun ke jalan secara besar-besaran termasuk di Manado,” ucap Masril. (*/Amas)

Muhammad Rifki Resmi Dilantik Pimpin LKMI HMI cabang Manado

Masril Karim saat melantik pengurus LKMI HMI cabang Manado periode 2016-2017 (Foto Ist)

Masril Karim saat melantik pengurus LKMI HMI cabang Manado periode 2016-2017 (Foto Ist)

MANADO – Pelantikan pengurus Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) Himpunan Manado Islam (HMI) cabang Manado periode 2016-2017, resmi dilantik Ketua Umum HMI cabang Manado, Masril Karim, Sabtu (20/8/2016). Bertempat di Aula kantor DPD RI Sulawesi Utara (Sulut) tepatnya di Tikala Kota Manado pelantikan juga dihadiri sejumlah senior LKMI.

Dengan mengangkat tema “Satukan Tujuan Satukan Gagasan, LKMI baru LKMI bisa”, terlihat para pengurus begitu antusias, apalagi kegiatan ini juga diisi dengan stadium general umum dari Dr. dr. Taufik Pasiak, yang menyampaikan soal upaya perbaikan komunikasi terapeutik, untuk meningkatkan profesionalisme tenaga kesehatan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif LKMI HMI cabang Manado Muhamad Rifki, S.Ked dalam sambutannya mengingatkan pentingnya tanggungjawab yang harus dijalankan pengurus LKMI, menurutnya berorganisasi bukan sekedar upaya bergagah-gagahan semata.

Pengurus LKMI HMI Manado usai dilantik (Foto Ist)

Pengurus LKMI HMI Manado usai dilantik (Foto Ist)

”Memimpin sebuah organisasi bukan cuman kebanggaan, tetapi ada amanat dan tanggungjawab besar yang harus diemban. Kalau kita berorganisasi banyak yg harus diperjuangkan dan ketika berjuang banyak yang harus dikorbankan. Semoga usaha kita bersama dapat membawa LKMI lebih baik dan lebih maju lagi,” ujar Rifki.

Terlihat yang hadir juga dr. Zainal Ginzu senior LKMI, Ketua Umum HMI Cabang Manado dan pengurusnya, serta ketua-ketua komisariat. Proses pelantikan pengurus LKMI Manado periode 2016-2017 berjalan sukses. (*/Amas)

Musda HMI SulutGo Alot, Ini Penjelasan Masril Karim

Presidium sidang saat membacakan konsideran hal Musda (Foto Suluttoday.com)

Presidium sidang saat membacakan konsideran hal Musda (Foto Suluttoday.com)

MANADO -Dinamika yang terlahir di Musyawarah Daerah (Musda) Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulawesi Utara-Gorontalo (SulutGo) tahun 2016 kali ini relatif alot. Dimulai dari Musda yang dilaksanakan di Sekretariat DPD KNPI Sulawesi Utara (Sulut) yang berakhir deadlock kemudian berlanjut di Kota Kotamubagu Sulawesi Utara (Sulut).

Alhasil, Selasa (9/8/2016) Musda tersebut berakhir. Menurut pemaparan Masril Karim, Ketua Umum HMI cabang Manado terdapat beberapa catatan hingga adanya Ketua Umum Badko SulutGo terpilih. Masri menyampaikan sejumlah kronologis yang menjadi pertimbangan pihanya untuk menyukseskan Musda.

”1. Musda Badko SulutGo awalnya di laksanakan pada tanggal 23 Juni 2016 di Kota Mando dibawah kepemimpinan Hazrudin Al Gebra, 2. cabang-cabang yang berada dibawa Badko SulutGo adalah cabang Tondano, Manado, Bolomong Raya, Gorontalo, Pohuwato dan Limboto, tetapi yang hadir pada Musda Badko itu hanya 3 cabang yaitu cabang Manado, Tondano dan Gorontalo. Forum sempat molor samapai pada tanggal 29 sehingga di serahkan kepada PB HMI, PB HMI kemudian membentuk tim carateker dan koordinator carateker adalah Ilham Akbar Mustafa yang juga merupakan pengurus PB HMI,” beber Masril

Lanjut diurainya bahwa yang ke-3. Koordinator carateker kemudian melakukan Musda Badko di Kotamubagu pada tanggal 6 dan molor, serta berakhir sampai tanggal 9 Agustus 2016. Forum yang molor itu di sebabkan oleh kesalahan yang dibuat koordinator carateker Ilham Akbar Mustafa yang terlalu mempolitisasi forum sehingga terjadi kemoloran.

Masril Karim sebgai Ketum melakukan sanggahan bahwa koordinator Carateker yg di utus PB HMI tdk mau menyelesaikn forum musda secara konstitusional tetapi menyelesaikan dengan cara yg mempolitisasi forum semisal ingin merbut salah satu cabang untuk mendukung kandidat yang di bawa Ilham Akbar Mustafa yang menyebabkan forum molor panjang.

Hal senada ditegaskan Fuzan Azim selaku Ketua Umum HMI cabang Gorontalo yang menyayangkan sikap koordinator caretaker yang diduga sengaja mengulur-ulur waktu tersebut.

”Kemudian, karena koordinator carateker ingin merebut salah satu dari tiga cabang yaitu cabang Manado, Tondano dan Gorontalo gagal, maka koordinator carateker sengaja melakukan musda badko di Kabupaten Bolomong kecamatan dumoga timur kelurahan imandi di ruang sekolah SD N 1 Imandi,” ujar Fauzan Azim ketum HMI cabang Gorontalo

Selanjutnya, Ketum cabang Tondano Ahmad Syakur jua menunjukkan sikap protesnya dengan sikap koordinator carateker yang melakukan cara-cara kurang elok untuk menyelesaikan Musda Badko SulutGo tidak dengan cara konstitusional.

”Ada cara-cara inkonstitusional yang sengaja mereka lakukan, sehingga Musda Badko berahir dengan dualisme. Cabang yang mengikuti koordinator carateker dan Hazrudin Al Gebra adalah cabang Bolomong Raya, Limboto, Pohuto dengan jumlah suara 6, sedangkan 3 Cabang yaitu Manado, Tondano, Gorontalo dibawa anggota team carateker lainnya adalah Wulan dengan jumalah suara adalah 9,” tukas Ahmad yang menyebutkan kalau Melys H. Ali akhirnya terpilih secara sah. (*/Amas)