Tag: mawitjere

Optimalkan Penataan Birokrasi, Wali Kota Manado Bertekad Wujudkan Good Governance

Sedang berlangsungnya acara pembukaan pendampingan (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Wali Kota Manado DR GS Vicky Lumentut melalui Asisten III bidang Administrasi Umum Frans Mawitjere SH, bertempat di Aula Serba guna Kantor Walikota Manado, diikuti para pejabat Perangkat Daerah (PD), Camat dan Kepala Bagian di lingkup Pemkot Manado. Hadir sebagai supervisor dalam kegiatan tersebut, Asisten Deputi Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Wilayah III Naptalina Sipayung SH bersama tim.

”Kami banyak memberikan masukan kepada Menteri PAN-RB terkait penataan birokrasi pemerintahan agar berjalan baik dan sesuai harapan Pak Presiden Joko Widodo. Dan kami memberikan pendampingan kepada Pemerintah Daerah, karena banyak terjadi pelampauan anggaran yang berujung pada tidak efektifnya pengelolaan pemerintahan,” ujar Sipayung, seraya memberikan apresiasi terhadap kehadiran pejabat Pemkot Manado dalam acara itu yang dirasakan sangat serius.

Dikatakannya, langkah-langkah dalam reformasi birokrasi memerlukan komitmen pemimpin yang kuat dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan untuk membentuk Tim Reformasi Birokrasi. Langkah awal yang harus dilakukan yakni dengan menetapkan Road Map yang mencakup 8 area perubahan dan menerapkan manajemen berbasis kinerja.

Upaya dan hasil secara berkala, kata Sipayung termasuk quick wins juga harus diinformasikan. Sedangkan, monitoring dan evaluasi melalui Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) harus dilakukan sebagai tindak lanjut hasil review tersebut.

”Nilai akhir bukanlah suatu ukuran, tetapi pelaksanaan dan implementasi reformasi birokrasilah yang menjadi penilaian,” tutur Sipayung.

Disampaikannya bahwa sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 Tahun 2014 tentang Pedoman Evaluasi Reformasi Birokrasi Instansi Pemerintah, KemenPAN-RB RI telah menugaskan Tim Evaluator guna mengevaluasi pelaksanaan reformasi birokrasi di Pemkot Manado.

”Instansi yang telah melakukan reformasi birokrasi harus dirasakan dan diakui oleh publik ataupun masyarakat dan dapat dibuktikan melalui survei internal dan eksternal,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Wali Kota GSVL dalam sambutannya melalui Asisten III Frans Mawitjere menginstruksikan kepada seluruh unit kerja di jajaran Pemkot Manado untuk memberikan akses data dan informasi yang dibutuhkan oleh tim evaluator. Melakukan koordinasi serta membantu pelaksanaan evaluasi dalam mengumpulkan dan menyampaikan data kepada tim evaluator.

”Mengkoordinasikan pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi agar tercapai perbaikan pelaksanaan reformasi birokrasi di jajaran Pemkot Manado kedepannya,” tutur Wali Kota yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Utara dua periode ini.

Wali Kota GSVL juga memaparkan soal reformasi birokrasi merupakah salah satu upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur.

”Melalui reformasi birokrasi, dilakukan penataan terhadap sistem penyelangggaraan pemerintah dimana uang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi juga reformasi birokrasi menjadi tulang punggung dalam perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Vicky Lumentut.

Terutama untuk tahun 2017 ini, Pemkot Manado bertekad memperbaiki nilai SAKIP. Berdasarkan Laporan Hasil Evaluasi (LHE) SAKIP, KemenPAN-RB RI menetapkan Nilai Hasil Evaluasi tahun 2016 untuk Pemkot Manado mencapai angka 68,32 dengan Tingkat Akuntabilitas Kinerja dengan Nilai B.

”Nilai B yang diraih Pemkot Manado memang sama dengan yang dicapai tahun 2015. Hanya saja evaluasi ini menunjukkan masih banyak hal yang harus dibenahi dalam 5 komponen yang dinilai dalam Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, terutama untuk komponen Pengukuran Kinerja dan Evaluasi Internal. Kami targetkan tahun 2017 ini meningkat, sedapat mungkin naik kategori kalau bisa A. Untuk itu tentu diperlukan komitmen dan kerja keras seluruh Perangkat Daerah dan Aparatur Sipil Negara di jajaran Pemkot Manado,” kata Wali Kota GSVL sebagaimana disampaikan Asisten Mawitjere.

Untuk diketahui, dalam kegiatan yang berlangsung sehari itu dilakukan pengisian kuisioner terkait tata kelola pemerintahan dan layanan publik. Ada 10 Perangkat Daerah yang melaksanakan presentasi dihadapan tim KemenPAN-RB. Hajatan ini sendiri turut didampingi langsung Sekda Drs Rum Usulu, Kepala Inspektorat Drs Hans Tinangon, Kepala Bapelitbang DR Liny Tambajong dan Kabag Orpad Innov Walelang.

Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari usaha keras dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Birokrasi Reformasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia (RI) dalam memberikan pendampingan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dalam rangka penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di ruang Serbaguna Kantor Walikota Manado, Selasa (19/9/2017). (*/TimST)

Wali Kota Manado Bertindak Cepat, Bantu Biaya Rumah Sakit Opa Nabu

Opa Dini Nabu saat berada di rumah sakit (Foto Ist)

Opa Dini Nabu saat berada di rumah sakit (Foto Ist)

MANADO – Setelah mendengarkan informasi terkait keberadaan Opa Dini Nabu warga Kecamatan Wanea, Wali Kota Manado, DR. GS Vicky Lumentut langsung bertindak cepat membantu Opa Nabu yang dalam keadaan sakit. GSVL sapaan akrab Lumentut yang sedang berada di Jakarta langsung memerintahkan instansi terkait bertindak membantu Opa Nabu.

Hal tersebut seperti disampaikan Kadis Kesehatan Kota Manado, dr Robby Mottoh bahwa Wali Kota GSVL sapaan akrab Lumentut memerintahkan agar dirinya mengawal langsung dan membawa Opa Nabu ke Rumah Sakit (RS) serta dibiayai seluruh kebutuhan di Rumah Sakit.

“Saat Pak Wali Kota Vicky Lumentut menghubungi dan memberikan petunjuk, kami langsung mendatangi Opa Nabu di kos-kosan dan segera membawa beliau ke RS Advent Teling. Dan saat ini Puji Tuhan, lewat pemasangan alat Infus dan pengobatan lainnya kondisi Opa Nabu mulai stabil dan tampak ceria lagi,” kata dr Mottoh.

Pemkot Manado melalui program Universal Coverage (UC/kesehatan gratis), lanjut Mottoh yang selama ini dirasakan sangat membantu warga kurang mampu di Ibukota Propinsi Sulawesi Utara Kota Manado tersebut.

Sementara itu, Kadis Sosial Kota Manado Drs Frans Mawitjere, Opa Nabu tidak perlu khawatir lagi saat akan keluar rumah sakit ketika akan menjalani hidupnya. Dimana, lewat arahan langsung Pak Walikota Lumentut. Pihaknya sudah mempersiapkan lokasi guna menampung Opa Nabu, yakni ke tempat Panti yang merupakan binaan Dinas Sosial Kota Manado selama ini.

“Pokoknya tak ada masalah nantinya, jika Opa Nabu keluar rumah sakit. Baik tempat tinggal, makanan, hingga pakaian, semuanya akan terlayani dengan baik oleh Dinas Sosial. Karena program Lansia, termasuk salah satu dari 8 Program Cerdas yang di kumandangkan Pemimpin Cerdas GSVL-MOR hingga lima tahun kedepan,” ujar Mawitjere.

Diketahui sebelumnya, melalui pemberitaan media massa diketahui Opa Dini Nabu (75), terlantar tak berdaya dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Selain tak memiliki keluarga dan hanya sendiri tinggal di kamar kost yang dibayarnya tiap bulan sebesar Rp 250 ribu lewat jerih payahnya menjual koran.(*/Amas)

Program Populis GSVL-MOR Mulai Menggema, Ini yang Dilakukan Dinsos

Kadis Sosial, Frans Mawitjere saat menyerahkan bantuan (Foto Ist)

Kadis Sosial, Frans Mawitjere saat menyerahkan bantuan (Foto Ist)

MANADO – Menerjemahkan spirit dari perumusan program Manado Kota Cerdas 2020 dari Dr GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dan Mor Dominus Bastiaan, SE, Wakil Wali Kota Manado, Dinas Sosial Kota Manado dibawa kepemimpinan Frans Mawitjere, Senin (20/6/2016) langsung melakukan kerja konkrit.

Mawitjere yang memimpin langsung aksi Cerdas tersebut, dimana sekitar seribu lebih penyandang cacata atau difable termasuk didalamnya eks penderita kusta mulai menerima bantuan Pemkot Manado melalui Dinas Sosial.

”Tentunya kegiatan pemberian bantuan bagi difable termasuk dalamnya 21 orang eks penderita kusta ini dalam rangka HUT Kota Manado,” ucap Mawitjere saat diwawancarai Suluttoday.com.

Ditambahkannya lagi bahwa dari jumlah seribu lebih penerima akan dibagi dalam dua tahap. ”Untuk tahap pertama yakni triwulan 1 dan triwulan 2 yang barusan disalurkan sekitar 625 penerima, sasanya pada tahap kedua,” ujar Mawitjere.

Penerima bantuan ketika foto bersama (Foto Ist)

Penerima bantuan ketika foto bersama (Foto Ist)

Tidak hanya itu, Kadis Sosial ini juga menjabarkan program bagi difable merupakan janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. ”Nah ini merupakan komitmen Pak Wali dan Wawali Manado, dimana kegiatan ini merupakan wujud dari janji politik GSVL-MOR yang dituangkan dalam program di SKPD,” papar Mawitjere menutup.

Sekedar diketahui bantuan setiap orang berupa beras, ikan kaleng, mie instan, susu, gula pasir, terigu, minyak goreng, deterjgent dan telur.(Amas)

Terobosan Lagi, Dinsos Manado Gagas Program Keluarga Bebas Narkoba

Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere saat menerima penghargaan PKH Award

Kepala Dinas Sosial Kota Manado, Frans Mawitjere saat menerima penghargaan PKH Award

MANADO – Selain munculnya contoh positif gerakan melawan praktek konsumsi dan peredaran Narkoba, kini di Kota Manado mulai digalakkannya program Keluarga Bebas Narkoba. Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Sosisal (Dinsos) Kota Manado, Frans Mawitjere saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/6/2016) siang tadi.

Menurut Frans saat diwawancarai Suluttoday.com, menyebutkan efektifnya upaya melawan peredaran barang haram Narkoba adalah melalui pendidikan keluarga. Dirinya menilai giat yang dilakukan instansi pemerintah akan lebih optimal melahirkan dampak kepada masyarakat, manakala didukung dengan pendidikan Keluarga Bebas Narkoba sebagai benteng.

”Menghindari bahaya laten Narkoba sudah menjadi gerakan secara Nasionak yang digaungkan Pak Presiden Jokowi. Dimana Indonesia juga menjadi Negara darurat Narkoba, untuk itu semangat ini harus bisa diterjemahkan di daerah, kami Dinas Sosial Kota Manado mengejawantahkan ini melalui program Keluarga Bebas Narkoba. Atau bisa disebut keluarga percontohan yang memposisikan Narkoba sebagai musuh yang patut dihindari dan dilawan,” ujar Mawitjere.

Lanjut ditambahkan birokrat senior ini menyampaikan langkah tersebut mulai dilakukan Dinsos dengan melakukan sosialisasi hindari Narkoba dan bebaskan keluarga dari pengaruh buruk Narkoba melalui spanduk, sosialisasi media massa, dan himbauan lisat, serta himbauan tertulis lainnya.

”Nah kita sudah mulai action, saya berharap peran penting keluarga betul-betul dijalankan. Karena pengaruh jahat Narkoba bisa dibentengi dengan berbagai kegiatan positif yang dilakukan dari lingkup keluarga, selanjutnya bila kita menghitung waktu belajar anak-anak kita di Sekolah maupun Perguruan Tinggi, ternyata lebih banyak waktu mereka adalah bersama keluarga. Sehingga demikian, kita tidak bisa begitu saja melimpahkan tugas memerangi Narkoba pada institusi pendidikan semata,” kata Mawitjere menutup. (Amas)

 

Lakukan Razia, Dinsos Ungkap Sebagian Besar Gepeng Bukan Orang Manado

Ilustrasi, seorang Gepeng sedang melakukan rutinitasnya (Foto Ist)

Ilustrasi, seorang Gepeng sedang melakukan rutinitasnya (Foto Ist)

MANADO – Hari ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Manado, kembali turun ke jalan untuk melakukan raziah para gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang kembali menjamur di Manado. Hal ini dikatakan Kadis Dinsos Frans Mawitjere. Menurutnya, upaya ini bukan yang pertama kali dilakukan, namun sudah yang kesekian kali.

”Hanya memang pemberantasan gepeng ini tak bisa langsung hilang. Artinya harus bertahap, dan terus dilakukan raziah,” ujar Mawitjere. Data yang diperoleh, lanjutnya, gepeng paling banyak di wilayah Pasar 45.

”Namun data kami menunjukkan, sebagian besar bukan warga Manado. Ini yang jadi masalah tersendiri,” terang Mawitjere.

Meski begitu, pihak Dinsos Manado, akan tetap melakukan penertiban serta mencari langkah-langkah yang tepat untuk mencari solusi. “Kita menggandeng Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Manado untuk langkah ini,” pungkasnya. (Tim Redaksi)

iklan1