Tag: may day

Serikat Pekerja Desak OD Tentukan Pilihan untuk Manado

Pertemuan Serikat Pekerja dengan Gubernur Sulut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Konfederasi Serikat Pekerja dan Buruh memanfaatkan momen jelang pelaksanaan May Day bertemu dengan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey (OD) untuk menyuarakan dukungan pada calon pemimpin Kota Manado.

Menurut Tommy Sampelan dari Serikat Pekerja menyatakan bahwa ibukota Sulawesi Utara butuh pemimpin perempuan.

Hal ini sama diutarakan Lucky Sanger dari Serikat Buruh yang mengusulkan Dondokambey menetapkan Ir Erny Bhayangkarita Tumundo MSi sebagai keterwakilan perempuan yang layak sebagai calon Walikota Manado pada pemilihan Walikota tahun 2020.

Dondokambey sendiri selaku pimpinan partai pemenang pemilu belum menentukan siapa yang siap diajukan sebagai calon dan hanya tersenyum. Seperti diketahui dukungan buat Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut ini semakin banyak selain dari Serikat Pekerja dan Buruh, ada juga tokoh-tokoh masyarakat Minahasa Selatan pun telah menyetujui dan menyatakan dukungannya.

Tumundo sendiri saat dikonfirmasi mengatakan bahwa belum ada pemikiran untuk maju pada percaturan pemimpin Kota Manado dan masih fokus pada kerja yang dibebankan oleh pimpinan untuk mensejahterakan pekerja dan buruh.(cat)

SAS Apresiasi Peringatan 169 Negeri Rurukan

SAS berbaur dengan masyarakat Negeridi Awan alias Kampung Rurukan dalam kemeriahan ulang tahun ke-169 wilayah yang penuh pesona wisata alam ini di Kawasan Timur Kota Tomohon (Foto Suluttoday.com)

TOMOHON – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-169 Negeri Rurukan (30 April 1848 – 30 April 2017) ikut mendapatkan apresiasi dari Wakil Wali Kota Tomohon Syerly Adelyn Sompotan (SAS) dengan menghadiri kegiatan ini dan berbaur bersama masyarakat.

Kegiatan spektakuler yang melibatkan masyarakat Kelurahan Rurukan dan Rurukan Satu sebagai wujud menanamkan kembali jati diri dengan membangkitkan semangat ‘satu kampung’ yang mengambil tema “Kita Tumete Witu Untete Tinetean Ne Nimatete” ini diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pendeta Yansen Apouw STh.

Wawali SAS dalam sambutannya menyampaikan selamat hari jadi ke- 169 kepada seluruh masyarakat Negeri Rurukan dan berharap akan menjadi kelurahan yang aman, nyaman, damai dan ramah bagi masyarakat Rurukan serta juga bagi pendatang/wisatawan yang berkunjung di negeri penuh pesona wisata alam ini. Berbagai kegiatan budaya menjadi program yang diselenggarakan selama dua hari dalam rangka hari jadi ini, antara lain ibadah syukur, lomba ma’zani, pagelaran budaya seni lokal, pameran makanan khas Negeri Rurukan dan pesta rakyat.

HUT Ke- 169 Negeri Rurukan ini dihadiri juga oleh jajaran Pemerintah Kota Tomohon, Ketua Panitia Jhony Roring SPd MPdK, Anggota DPRD Kota Tomohon Hudson Bogia, Lurah Rurukan Berty Apouw SPd MM., Lurah Rurukan Satu Sidonia Palit, SPi MM, Mantan Hukum Tua dan Lurah Rurukan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Seluruh Masyarakat Negeri Rurukan. (Stevy)

Peringati May Day, Wali Kota Manado: Pemkot Berupaya Tingkatkan Upah Buruh

Drs H. Rum Usulu ketika sambutan (Foto Ist)

MANADO – Memperingati May Day, tepatnya pada Senin (1/5/2017), pemerintah Kota (Pemkot) menggelarnya dengan beragam rangkaian kegiatan. Karena kaum buruh di seluruh dunia disaat yang bersamaan menyambut momentum ini untuk memperjuangkan keadilan, dan menolak diskriminasi pekerja yang merugikan buruh. Wali Kota Manado DR G.S Vicky Lumentut, melalui Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado di Lapangan Sparta Tikala, pagi tadi menyampaikan pentingnya posisi buruh.

GSVL begitu Lumentut akrab disapa, dalam sambutan yang disampaikan Sekda Usulu meningkatkan gaji buruh merupakan komitmen Pemerintah Kota Manado, karena Buruh merupakan elemen yang sangat penting dalam dunia usaha. Dimana, melalui keringat dan jeri payah buruh maka roda perkenomian bergerak dan menghidupi masyarakat.

“Posisi penting Buruh dalam aktivitas Perekonomian harus berbanding lurus dengan kesejahteraan yang didapatkan mereka. Jadi Pemkot Manado akan berupaya agar buruh atau para pekerja, mendapatkan upah yang layak melalui peningkatan Upah Minimum Kota (UMK). Karena UMK Kota Manado berperan penting terhadap aktivitas perekonomian dan dunia usaha. Upaya ini akan terus dilakukan hingga setiap pekerja di Kota Manado memperoleh kesejahteraan yang benar-benar layak,” jelas Usulu.

Plt Sekda Kota Manado bersama ASN saat perayaan Hari Buruh Internasional (Foto Ist)

Lanjutnya lagi disampaikan Usulu bahwa pemerintah bangga kepada para pekerja, karena telah bersama-sama memajukan daerah baik dari perusahaan maupun pekerja itu sendiri. Tak lupa juga di ingatkan hubungan kemitraan antara pengusaha dan pekerjanya. Kemitraan yang sehat dan harmonis akan mendorong pertumbuhan dunia usaha yang pastinya akan meningkatkan kesejahteraan dan memicu terciptanya lapangan kerja di Kota Manado.

Untuk diketahui, yang hadir dalam kegiatan ini diantaranya; Asisten Pemerintahan dan Kesra Micler Lakat, SH, MH, staf ahli Atto Bulo, Kadis Disnakertrans M Nainggolan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Moh. Nasrullah, Kepala Cabang BPJS Manado dr. Greisthy Borotoding, Ketua Serikat Buruh Sejahtera Indonesia, Kepala Perangkat Daerah, para pengusaha, para Buruh dan ASN Kota Manado.

Acara yang diawali dengan senam Zumba, pemeriksaan kesehatan, donor darah, pemeriksaan kanker serviks bekerjasama dengan BPJS, juga di meriahkan dengan pemberian door prize kepada para buruh dan masyarakat Kota Manado yang ada. (*/Mas)

May Day, Ketua AJI: Wujudkan Upah Sektoral Media

Logo AJI

Logo AJI

JAKARTA/MANADO – Secara serentak di dunia momentum 1 Mei menjadi bagian penting dalam sejarah bagi para kaum buruh. Begitupun Aliansi Jurnalis Independen (AJI) turut barisan buruh dalam aksi serentak May Day 1 Mei 2015 di seluruh Indonesia. AJI mengusung dua tema besar pada peringatan Hari Buruh tahun ini, yakni terkait hak untuk memeroleh jaminan sosial bagi jurnalis serta upaya mewujudkan upah sektoral pekerja media.

”Untuk memperjuangkan dua agenda tersebut, kami mendukung Forum Pekerja media yang terdiri dari serikat pekerja dan berbagai kalangan pekerja untuk mendesak kepada Menteri Tenaga Kerja agar menetapkan Upah Sektor Media,” ujar Suwarjono, Ketua Umum AJI Indonesia dalam siaran pers May Day 2015.

Penjelasan lebih detil disampaikan Ketua Bidang Ketenagakerjaan AJI, Yudie Thirzano. Yudie mengatakan dengan adanya upah sektoral pekerja media, maka jurnalis di masing-masing media diharapkan bersatu dengan seluruh pekerja untuk menuntut upah layak di perusahaan media. Yudie Thirzano mengimbau jurnalis agar tak ragu membentuk serikat pekerja di masing-masing media bersatu dengan pekerja di bagian lain. “Jika dulu ancaman terhadap kebebasan pers dilakukan oleh negara, kini AJI melihat ancaman terhadap kebebasan pers justru dari dalam industri media itu sendiri,” ujar Yudie Thirzano.

AJI melihat posisi tawar jurnalis yang buruk karena tidak berserikat membuat pemilik media kurang memperhatikan kesejahteraan jurnalis atau pekerja media secara umum. Industri media yang berkembang pesat juga tak berbanding lurus dengan kesejahteraan jurnalis. Belum lagi tren konvergensi media membuat beban kerja jurnalis dan pekerja media semakin bertambah namun dalam hal kesejahteraan jalan di tempat. Sebagian jurnalis ini berstatus tidak tetap. Sebutan mereka beragam, mulai dari koresponden, kontributor, ‘freelance’, ‘stringer’, sampai ‘Tuyul’.

Para jurnalis dengan status tak tetap ini terus berjuang untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik dari perusahaan media. AJI yang lebih dari 40 persen anggotanya berstatus pekerja tidak tetap ini menemukan sebagian besar dari mereka mendapat upah yang rendah. Sebagian menerima penghasilan jauh di bawah ketentuan upah minimum regional yang berlaku di masing-masing provinsi. AJI juga menyerukan kepada seluruh jurnalis agar ikut mengawal pelaksanaan jaminan sosial nasional pekerja melalui BPJS Ketenagakerjaan. Ini terkait rencana dimulainya pembayaran iuran pensiun per 1 Juli 2015. Namun hingga kini belum ada kepastian besaran iuran yang semestinya ditetapkan oleh pemerintah.

Di sisi lain, ada potensi besaran iuran BPJS Ketenagakerjaan akan membuat perusahaan media mengurangi fasilitas yang sudah diberikan selama ini. AJI mengingatkan perusahaan media tak serta merta memangkas hak karyawan yang sudah ada terkait berlakunya iuran BPJS Ketenagakerjaan.

AJI juga menyoroti belum terwujudnyakesetaraan hak antara jurnalis perempuan di setiap perusahaan media. Sebagai contoh, masih ada perbedaan dalam pemberian tunjangan pemeliharaan kesehatan untuk keluarga jurnalis perempuan dibandingkan jurnalis laki-laki. Belum lagi, masih banyak perusahaan yang tidak memberikan cuti haid atau fasilitas laktasi bagi pekerja perempuan yang masih menyusui anak. (**/Amas Mahmud)

iklan1