Tag: menpar arief yahya

Kemenpar Gelar Festival Wonderful Indonesia di Viantiane

Menpar Arief Yahya (Foto Ist)

Menpar Arief Yahya (Foto Ist)

LAOS – Pasar Asia Tenggara merupakan wisatawan yang seksi bagi Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Selain Singapura dan Malaysia, ada pasar ASEAN yang akan menjadi incaran Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu, yakni negara, Laos. Kemenpar akan menggelar Wonderful Indonesia Festival yang akan dilaksanakan di Viantiane, Laos, 27 hingga 29 Mei mendatang.

Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pemasaran Pariwisata Wilayah Asia Tenggara Kemenpar Rizki Handayani mengatakan bahwa festival itu akan dilaksanakan dengan dua metode.

”Di Laos nanti akan kami persembahkan wonderful Indonesia dengan mengemas Pameran dan Cultural Night,” ujar Pitana.

Lebih lanjut Pitana menjelaskan, pameran akan dilaksanakan dari 27 hingga 29 Mei 2016 di Vientiane Center, sedangkan cultural night di Lao National Cultural Hall tanggal 29 Mei.

”Nanti akan ada peserta exhibition-nya adalah 40 UKM Indonesia, 10 UKM Lokal dan 17 Universitas dari Indonesia,” kata pria asal Bali ini.

Bukan itu aja, masih kata Pitana, profil acara nantinya juga akan dikemas dan dipersembahkan kepada perwakilan berbagai embassy di Laos, expatriat yang ada di Vientiane dan orang lokal golongan menengah ke atas.

”Kami targetkan 800 pengunjung setiap harinya. Selain itu, Wonderful Indonesia akan menghadirkan 10 pengisi acara, berupa pertunjukan seni musik Angklung dan Penari Tradisional,” jelas pria asal Bali itu.

Untuk sensasi lokasi, pria yang hobi senyum itu memastikan bahwa paviliun Indonesia menempati posisi strategis di depan panggung dengan luas 4m x 6m.

”Yang lebih menarik adalah selama 27 hingga 29 Mei 2016 di Vientiane Centre, akan terdapat aktivasi Workshop Batik, Workshop Pahat Kayu dan Spa Treatment dari Bali. Kami akan perlihatkan bahwa betapa lengkap dan indahnya Indonesia,” kata Pitana sumringah.

Sekadar informasi, Indonesia, Laos dan negara ASEAN lainnya Kamboja, Mynmar, dan Vietnam memiliki kesamaan nilai-nilai budaya dalam Budha. Indonesia bersama empat negara ASEAN tersebut telah menandatangani Deklarasi Borobudur, yang tela menghasilkan “Trail of Civilization of Buddhism in Performing Arts”.

Selama tiga tahun terakhir Indonesia menjadi tuan rumah untuk “Trail of Civilization of Buddhism in Performing Arts”, yang diselenggarakan di Candi Borobudur. Penyelenggaraan “Trail of Civilization of Buddhism in Performing Arts” tahun 2009, juga diselenggarakan di Indonesia, di Candi Borobudur, dengan tema “Tilakhana”. Pemerintah Indonesia akan tetap memberikan bantun kepada Pemerintah Laos dalam bidang ‘capacity building’.

Pemerintah Indonesia juga terus berupaya untuk mengembangkan kerjasama dengan Laos, dengan memberikan bantuan pendidikan dan pelatihan kepada pelajar dan pejabat Laos yang berkeinginan untuk mempelajari bahasa dan budaya Indonesia. Pemerintah Indonesia berharap agar hubungan bilateral dengan Pemerintah Laos dapat lebih ditingkatkan melalui pendekatan hubungan ‘people-to-people.

Menpar Arief Yahya menyebutkan strategi promosi Wonderful Indonesia memang melalui tiga hal, yang biasa disebut BAS. Branding, advertising, dan selling. Festival adalah bagian dari selling, selain fam trip dan sales mission yang selalu digelar oleh Kemenpar. “Ketiga strategi itu harus connect sampai menghasilkan wisman,” jelas Arief Yahya.(*/Amas)

Menpar Arief Yahya Ingatkan 3A di Labuan Bajo

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

Suasana pelabuhan di Labuan Bajo (Foto Ist)

LABUAN BAJO – Hingar bingar Tour de Flores sudah berakhir Senin malam, 23 Mei 2016, kemarin. Menpar Arief Yahya kembali mengingatkan delapan bupati di Flores yang dipimpin Gubernur NTT, Frans Lebu Raya, di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, untuk percepatan Badan Otoritas Pariwisata-nya (BOP).

“Tugas utamanya, memastikan dan mengawal konsep 3A sebagai prasyarat pengembangan destinasi utama,” ujar Arief Yahya.

Yang dimaksud 3A itu adalah Atraksi, Akses dan Amenitas. Soal Atraksi, tidak ada yang meragukan kualitas, keunikan, kehebatan NTT dengan ikon Komodo. Termasuk di dalamnya Labuan Bajo, Komodo, Rinca, Wae Rebo sampai ke Ende yang punya danau Kelimutu, Alor, Larantuka, dan semua potensi wisata yang ada di pulau eksotik itu.

“Semua bagus-bagus, semua layak disebut kelas dunia!” tutur Arief Yahya.

Soal Akses, Arief Yahya juga sudah mendapatkan komitmen dari Menhub Ignatius Jonan untuk menaikkan status Bandara Komodo. Landasan diperpanjang dan diperlebar sebagai syarat bisa didarati pesawat-pesawat langsung dari negara originasi. Diminta atau tidak diminta, kalau kebutuhan sektor pariwisata mensyaratkan infrastruktur perhubungan, sudah pasti akan dibangun negara.

“Ini yang sering kami sebut Indonesia Incorporated,” jelas Arief Yahya.

Saat ini Bandara Komodo rata-rata mengangkut 600 orang setiap harinya. Tentu, kapasitas dan daya angkutnya harus dinaikkan, untuk memenuhi target 500 ribu wisman setahun di 2019. Akses itu mirip benwidth dalam transfer data dalam telekomunikasi yang dihitung dengan bit per second (bps).

Kalau benwidth nya rendah, jangan berharap bisa up load dan down load data dan gambar dengan cepat. Soal Amenitas, itu “pekerjaan rumah” yang harus segera dikebut. Jika target tahun 2019 kunjungan wisman ke Flores dengan ikon Komodo, Labuan Bajo, adalah 500 ribu, maka kapasitas kamar dan segala fasilitasnya pun harus sebanding. Tentu saat ini, daya tampung kamar hotel dan resort jauh dari cukup. Dan untuk membangunnya butuh waktu.

Belum lagi kelengkapan untuk convention, conference, meeting, dan expo, yang bisa menjadi harus ada untuk menjadi destinasi berkelas dunia. Amenitas ini mirip dengan server dalam teknologi komunikasi. Jika akses atau benwidth sudah besar, server atau memory cardnya tidak cukup, maka data pun tidak bisa terkirim dan tersimpan dengan baik. Mana yang harus didahulukan? Dua dari tiga A itu?.

“Dua-duanya harus dimulai secara paralel! Tiga A itu adalah syarat sebuah destinasi bisa dipromosikan besar-besaran sesuai dengan target originasi. Itulah mengapa Kemenpar di awal tahun mengutamakan tiga greaters, Bali, Jakarta dan Kepri (Batam-Bintan)? Karena di tiga tempat inilah yang paling siap dengan 3A-nya. Paling siap infrastruktur pariwisatanya,” papar Arief Yahya.

Karena itulah, Arief Yahya mencontohkan Tanjung Kelayang Belitung. Satu dari 10 “Bali Baru” yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di era Presiden Joko Widodo, yang cepat di proses, hanya dalam tiga bulan. Agustus 2016 nanti sudah ada ground breaking beberapa hotel chain yang bertaraf internasional di sana.

“Bupati dan Gubernurnya semangat dan agresif. Saya sering bilang, CEO commitment itu paling penting. Keseriusan pimpinan daerah itu paling strategis untuk percepatan sebuah kawasan itu jadi,” kata Arief Yahya.

Lahan yang dikelola untuk KEK tahap I sudah diselesaikan 324,4 hektar. Ini sudah diserahkan lagi 757 hektar di Desa Juru Sebrang, untuk dibangun KEK lagi di Belitung.

“Dan sekarang gubernur menyiapkan lahan lagi 1000 hektar di Bangka untuk KEK. Ini bisa menjadi pusat amnitas yang berkelas dunia, dan siap menampung wisatawan lebih banyak lagi,” kata Arief Yahya.

Ketika 3A itu progres, maka segala rupa promosi dan sales bisa dilakukan lebih gencar dan terarah. Kegiatan-kegiatan sport tourism seperti Tour de Flores juga bisa digarap lebih profesional. Ini akan menambah atraksi di Flores, sekaligus meningkatkan promosi destinasinya. Akhirnya, Arief Yahya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung acara TDF 2016 itu.

Gubernur NTT, 8 Bupati, ISSI, para sponsor, media dan masyarakat luas yang welcome dengan sport tourism ini. Secara khusus dia juga berterima kasih pada PT Telkom yang secara khusus membantu menyediakan akses informasi di 6 media center di 6 kota dari start hingga finish.

Menpar juga mendapat laporan, di Larantuka, Telkom memfasilitasi para pelajar dengan wifi corner berkecepatan 100 Mbps sehingga memudahkan mereka mengakses internet dan mempublikasikan keindahan kotanya. Akses internet mobile dari Telkomsel berupa layanan 4G LTE di Larantuka dan Labuhan Bajo.

l”Makin banyak yang up load ke media sosial, makin membuat TDF 2016 nge-hits, makin memperkenalkan Flores dan promosi Komodo Labuan Bajo yang mendunia!” ungkap Arief Yahya mengapresiasi PT Telkom.(*)

Liburan Hari Raya, Ayo Siapkan Sejak Sekarang

Paket wisata (Foto Ist)

Paket wisata (Foto Ist)

JAKARTA – Setelah liburan panjang Isra Miraj dan Kenaikan Isa Al Masih, awal Mei 2016 lalu, masyarakat Indonesia akan menghadapi liburan panjang Lebaran atau hari raya Idul Fitri. Siap-siap, industri pariwisata bakal kebanjiran wisatawan nusantara (wisnus) yang bergerak cepat dalam dua minggu.

“Saya yakin, industri sudah mulai buat paket-paket wisata,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Dari hotel, transportasi lokal, restoran, handicraft, sampai ke destinasi di darrah-daerah sudah mulai bersiap paket. Dengan online system, mungkin sudah banyak yang sold out, karena orang modern selalu membuat perencanaan panjang jauh hari sebelumnya.

“Masyarakat juga sudah mulai pintar membuat skedul liburan bersama keluarga,” kata Menpar.

Begitu pun Maskapai berbiaya murah (LCC) seperti PT Citilink Indonesia. Perusahaan plat merah itu akan mengerahkan armada cadangan berupa dua pesawat Boeing 737-500 dari lima pesawat cadangan yang dimiliki Citilink Indonesia untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang saat libur Lebaran 2016.

“Citilink Indonesia akan mengajukan izin extra fight minimal 136 penerbangan tambahan dan 34.000 kursi ekstra dalam rangka libur Lebaran 2016. Adapun rute-rute penerbangan yang ditambah adalah rute pulang pergi dengan kota asal Jakarta menuju ke kota-kota tujuan yang terkenal padat penumpang seperti Yogyakarta, Medan, Padang, dan Denpasar, karena selain berlebaran, mereka juga akan berwisata,” kata Presiden & CEO Citilink Indonesia Albert Burhan di Jakarta.

Albert Burhan menjelaskan, penerbangan tambahan ini, katanya, mulai berlaku pada puncak arus mudik Lebaran, yaitu dari tanggal 2 – 14 Juli 2016. Dengan rencana pengajuan penerbangan tambahan tersebut, maka Citilink akan terbang 245 kali dalam sehari atau naik sekitar 5 persen dibandingkan hari biasa sejumlah 234 penerbangan.

Adapun rute Jakarta – Padang yang biasanya terbang empat kali sehari (dua penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan dua penerbangan dariBandara Halim Perdanakusumah Jakarta), akan bertambah dua penerbangan ekstra menjadi enam kali penerbangan dalam sehari. Untuk rute Jakarta – Denpasar, dari enam penerbangan sehari (dua dari Bandara Halim Perdanakusumah dan empat dari Bandara Soekarno Hatta), akan bertambah dua penerbangan ekstra menjadi delapan kali penerbangan dalam sehari.

Sementara untuk rute Jakarta-Medan yang biasanya terbang enam kali sehari (empat dari Bandara Soekarno Hatta dan dua dari Bandara Halim Perdanakusuma), akan bertambah satu kali penerbangan menjadi tujuh kali penerbangan sehari. Terakhir, untuk rute Jakarta-Yogyakarta yang biasanya terbang lima kali sehari (satu dari Bandara Soekarno Hatta dan empat dari Bandara Halim Perdanakusuma), akan bertambah dua kali penerbangan menjadi tujuh kali penerbangan sehari.

Albert menambahkan bahwa Citilink memperkirakan lonjakan arus mudik dan arus balik pada Lebaran kali ini, justru dapat terjadi jauh hari sebelum puncak arus mudik, mengingat kondisi angkutan udara pada musim lebaran saat ini. Diperkirakan pada puncak arus mudik akan terjadi lonjakan yang signifikan, itu sebabnya Citilink mengerahkan armada cadangan berupa pesawat B737-500 guna memenuhi permintaan pasar.

“Kami menghimbau agar penumpang selama Lebaran sebaiknya membeli tiket pulang pergi guna memastikan agar tidak kehabisan tiket”, pungkasnya.

Saat ini, total armada Citilink berjumlah 42 pesawat yang terdiri dari Airbus A320 (37 pesawat) dan Boeing 737-500 (5 pesawat). Kementerian Perhubungan mencatat total penumpang selama periode lebaran 2015 adalah sebanyak 17,45 juta penumpang atau berkurang dari periode yang sama tahun 2014 sebanyak 17,73 juta penumpang.

Selain itu, menurut Direktur Komersial Hans Nugroho, Citilink Indonesia juga menawarkan nilai tambah dari boarding pass yang dimiliki penumpang Citilink Indonesia, Adapun keunggulan dari boarding pass Citilink Indonesia adalah diskon hotel, restoran, kemudahan angkutan trasportasi khususnya di Batam (Batam Fast Ferry), dan Medan (angkutan kereta api Railink – dari Bandara Kualanamu menuju Medan atau sebaliknya. (*/Amas)

Batam Sambangi Johor Promosikan Wonderful Indonesia

Wonderful Indonesia (Foto Ist)

Wonderful Indonesia (Foto Ist)

BATAM – Batam dan Bintan selama ini populer sebagai destinasi week end Singapore, entah ekspatriat, wisman mereka atau Singaporean. Sebagian menjadikan arena main golf, yang murah, meriah, tetapi tetap berstandar internasional. Kini Pemkot Batam berniat melebarkan sayap menebar pesona ke Negeri Jiran Malaysia, dengan tema yang berbeda, bukan sport tourism lagi.

“Kami akan menggelar acara Muhibah Kebudayaan, di Mall Johor Bahru, Malaysia, 27 Mei, mendatang. Kami akan menggoda mereka, dengan keindahan tarian-tarian. Sekitar 40 orang akan diboyong ke Malaysia. Kami akan pentas di Mall terbesar di Johor. Kami akan sajikan karya seni Batam agar mereka datang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Batam, Yusfa Hendri.

Yusfa tidak mau kunjungan wisatawan di Batam surut, maka pihaknya terus mencari cara untuk promosi Wonderful Indonesia.

”Daerah-daerah di semenanjung pantai Malaysia sangat berpotensi untuk terus bertambah, seperti Johor dan Negri Sembilan. Jaraknya dekat, budayanya dekat,” ujarnya.

Yusfa tidak mau angka-angkanya punya jarak yang besar. Seperti diketahui, saat ini Singapura merupakan wisatawan mancanegara yang paling banyak datang ke Batam, Malaysia berada di nomer dua sebagai wisman. ”Namun jaraknya sangat jomplang, 70 persen Singapura mendominasi kedatangan wisman ke Batam, kami mau Malaysia juga bertambah banyak yang datang, karena penduduk mereka sangat banyak. Saat ini per Januari-Maret 2016 kemarin itu 203.587 orang sedangkan Malaysia 41.579 orang.

Malaysia turun 4 persen di 2015, yang datang ke Indonesia saat itu 43.342 orang. Maka dari itu, kami akan genjot lagi,” bebernya. Letak Kota Batam yang strategis berbatasan langsung dengan negara Singapura dan Malaysia yang terdiri dari ± 400 pulau. Luas wilayah 3.990 km2 terdiri dari Luas wilayah Daratan 1.380,85 km2 dan Luas wilayah Lautan 2.950 km2.

Secara geografis kota Batam berbatasan dengan, Selat Singapura. Posisi Batam yg berdekatan dengan Singapura dan Malaysia sebagai salah satu tujuan wisata dunia dapat dikembangkan sebagai gerbang wisata Indonesia. Batam memang menjadi tempat yang strategis bagi Indonesia untuk menggenjot wisman. Batam dan Bintan juga biasa disebut dengan “Border Tourism”.

Yakni mencari wisatawan dari Singapore dan Malaysia. Seperti diketahui, Singapore itu dihuni oleh 3,5 juta Singaporean, 1,5 juta ekspatriat, dan 15 juta setahun turis yang datang ke Singapore, mereka juga berpeluang besar masuk ke Indonesia dengan fasilitas Visa Free yang saat ini sudah diputuskan pemerintah Indonesia.

”Kami juga punya keunggulan banyak dirrect flight ke daerah destinasi lain di Indonesia, ini yang membuat kami terus berjuang untuk tetap menjadi pintu masuk bagi tanah air Indonesia,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya memang berharap atraksi budaya Melayu yang menjadi karakter bersama Malaysia-Indonesia itu dijadikan “pintu masuk” untuk menarik wisman di border area. Musik, tari, seni berpantun, dimiliki bersama di Kepulauan Riau dan Malaysia.

“Kalau dicari, pasti akan ketemu connecting dari sisi budaya yang bisa mendatangkan wisman,” kata Arief Yahya.

Dia mencontohkan musik. Artis musik Indonesia sangat dikenal dan lagu-lagunya banyak yang nge-hits di Malaysia. Penyanyi seperti (Datuk) Rosa, Afgan, Iyet Bustami, Cakra Khan, Bunga Citra Lestari, Krisdayanti, Grup Wali, Noah, Repvblik Niji dan sebangsanya sangat populer di Malaysia. “Show musik dengan bintang-bintang yang dikenal di sana, akan menjadi daya tarik yang sangat efektif untuk menarik pasar Malaysia,” jelas Arief Yahya. (*/Amas)

Menteri Pariwisata: Sport Tourism Kenalkan 10 Top Destinasi

Arief Yahya (Foto Ist)

Arief Yahya (Foto Ist)

LABUAN BAJO – Sport Tourism menjadi salah satu andalan untuk memperkenalkan 10 Top Destinasi pariwisata prioritas. Itulah kata sepakat Menpar Arief Yahya dan Menpora Imam Nahrawi, saat penutupan Tour de Flores 2016, Senin, 23 Mei 2016. Terutama olahraga yang ada unsur fun, memperlihatkan keindahan alam, dan diminati banyak peserta mancanegara, seperti cycling, marathon, half marathon, 10K, triathlon, golf, dan segala modifikasinya.

“Tour de Flores 2016 misalnya, saya bertemu dengan puluhan reporter dan fotografer dari China, ada Xinhua, CNS, CCTV, media dari Hongkong, Shenyang, Shanghai, dan lainnya. Mereka exciting melihat alam, sepanjang race dari Larantuka ke Labuan Bajo. Mereka pasti membuat laporan di media yang dibaca oleh orang-orang Tiongkok,” kata Menpar Arief Yahya di Labuan Bajo.

Tour de Flores adalah event internasional pertama dan terbesar selama ini di Indonesia Timur. Media-media internasional juga terus melaporkan event ini, lengkap dengan foto dan video yang sangat menantang.

“Tahun depan sudah pasti, akan lebih banyak dan lebih seru lagi tim cycling yang akan tampil di TDF 2016,” paparnya. Selain cycling, marathon juga sedang ngetop di kalangan anak-anak muda.

Mereka bukan untuk mencari juara, mengejar hadiah utama, atau ngotot untuk mendapatkan posisi terhebat. Marathon sudah menjadi life style, gaya hidup yang sehat dan menjaga kebugaran.

“Kita sudah punya kalender yang besar, seperti Jakarta Marathon, Borobudur Marathon, Bali Marathon dan diikuti oleh marathon yang lain di banyak daerah. Jika ini dilangsungkan di destinasi wisata, akan mendapat banyak benefit. Media ekspose nya besar, media valuenya besar, destinasinya terkenal, masyarakatnya juga terhibur. Jadi hiburan gratis buat masyarakat,” kata dia.

Hal serupa terjadi di golf juga. Musim hujan yang tengah mengguyur kawasan Batam, Bintan, Kepualaun Riau, tak membuat peminat wisata golf di sana sepi peminat. Pada WTM Connect Asia di Penang, Malaysia, 19-21 Maret silam, sekitar 23 perusahaan tour and travel Asia dan Eropa banyak yang menyatakan ketertarikannya untuk membeli paket wisata golf Batam.

“Mau hujan pun, itu bukan penghambat. Ada 23 perusahaan tour and travel Asia dan Eropa yang sudah menyatakan ketertarikannya saat kami digandeng Kemenpar ikut WTM Connect Asia di Penang, Malaysia. Saat ini sedang kami follow up hasil pertemuan di Penang,” terang Anddy Fong, General Manager Batam View, Senin (23/5/2016).

Yang membuat Anddy happy, minat wisata golf tadi sudah tak lagi didominasi travel tour atau travel agent asal Singapore dan Malaysia, dua negara yang tak pernah absen hadir ke Batam saat akhir pekan menyapa. Denmark, Jepang, Tiongkok serta Inggris, kini sudah mulai ikut nimbrung memburu info dan harga paket seputar wisata golf di Batam.

“Chingging Holiday Inn, Beijing Luxtrip Holding, Euro Asia Holiday, Eastern Travel Tours, China International Travels dan Luxury Dreams Berlin, termasuk yang potensial. Saat kami paparkan yang ada di Batam, umumnya sangat tertarik,” tambah Anddy.

Di Penang, Malaysia, puluhan travel tour dan travel agent asal Eropa dan Asia, mencari info seputar lapangan golf yang sudah berstandar internasional. Lapangan golf dengan view pantai, hutan tropis dengan kiri kanan pepohonan, bernuansa bukit-bukit kecil yang menantang hingga panorama taman dan danau yang tersebar di Batam, dinilai sangat pas untuk merepresentasikan kehidupan turis berkantung tebal asal Asia dan Eropa. Untuk urusan ini, Anddy mengaku tak khawatir. Ada Batam Hill Golf, Tering Bay Golf Resort, Palm Spring and Beach Resort, South Links Golf, Tamarin Santana Golf, Indah Puri Golf Resort, dan Padang Golf Sukajadi yang bisa dinikmati di Batam.

“Bagi para pegolf yang menyukai golf course dengan view pinggir pantai bisa memilih Palm Spring Golf, Tering Bay Golf Resort, Indah Puri Golf atau Tamarin Santana Golf Club. Sedangkan untuk golfer yang suka dengan suasana pusat kota dengan dikelilingi perumahan bisa memilih Sukajadi Golf Club House dan Southlinks Country Club,” terangnya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, mengaku tak heran dengan minat wisata golf di Batam. Apalagi, saat Jumat, Sabtu Minggu dan hari-hari libur internasional wisata golf di Batam selalu kebanjiran wisatawan. Itu membuat Greater Batam, menjadi pilihan penyaluran hobi mereka.

“Kalau di luar sana main golf itu sangat mahal. Untuk menjadi member sebuah klub golf bisa mencapai miliaran rupiah. Di Batam, tarif lapangan golf berstandar internasional sangat murah. Panoramanya cantik, lapangannya juga sangat menantang. Jadi, silahkan datang ke Batam. Silahkan nikmati sensasi bermain golf di Batam Hill Golf, Tering Bay Golf Resort, Palm Spring and Beach Resort, South Links Golf, Tamarin Santana Golf, Indah Puri Golf Resort, dan Padang Golf Sukajadi,” ujar Pitana. (*/Amas)

iklan1