Tag: menpora

FOSSBI Sulut Siap jadi Pelopor Pembinaan Usia Dini

Marvil Budiman bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Rabu (23/5/2018), setelah melaksanakan Whorshop/Bimtek bersama Kemenpora dan seluruh Ketua-Ketua Forum Sekolah Sepak Bola Indonesia (FOSSBI) belum lama ini. Ketua FOSSBI Sulawesi Utara (Sulut), Marvil Budiman langsung mensosialisasikan Gelaran Fossbi tingkat Kabupaten dan kota Se-Sulut.

”Gelaran FOSSBI Sulut tingkat kabupaten telah Dimulai di Kabupaten talaud di lapangan Kota Melonguane. Dan melahirkan Juara 1 adalah SSB Melonguane Asuhan Coach Nando yang akan berhak Mewakili mengikuti Region Provinsi bersama jatah 3 tim Region talaud akan di ikut sertakan,” ujar Marvil.

Jadi 4 semifinalis mendapat jatah ikut Region Provinsi karena ini sifatnya pembinaan dan Festival maka kami membri peluang sebesar-besarnya buat 4 tim Finalis dalam Region kabupaten maupun kota untuk bisa ikut Region Provinsi tegas Mavil.

”Untuk gelaran Kabupateb dan Kota seperti sudah terkonfirmasi yang siap melaksanakan pada bulan Mei ini adalah Kabupaten Sitaro dan Kota Tomohon. Untuk Bolmong akan di jadikan satu bolmong Raya dan Akan di gelar di Lapangan Inobonto Bolmong,” kata Coach Farib Suma.

Wilalayah Bitung Sangihe Minahasa Minut Serta Mitra lagi di kordinasi kan dengan Operator setempat untuk Region kota Manado akan dilaksankan oleh operator dan akan bekerja sama dengan Asosiasi Pssi Kota Manado untuk menjalanakan regulasi dan agar tertip administrasi.

Perkumpulan yang akan menjadi peserta FOSSBI Region Manado Kegiatan Fossbi U 12 ini Go To Balikpapan Haornas memperebutkan Piala Menpora 2018 Pada 4- 10 Sptember di bumi Kalimantan Kota Balikpapan.

Dimana utusan Provinsi Sulawesi utara akan berada di Group C 1. Provinsi Kepri RIAU 2. Provinsi Aceh 3. Provinsi Sulawesi Utara. 4. Provinsi Malut, dan Region Sulut akan dilaksanakan Pada Minggu ke 3 atau 4 bulan Juli 2018 di Manado Rencananya ujar Marvil Budiman.

”Kami berharap Kegiatan U 12 ini dapat membangun tatanan fondasi pembinaan sepakbola di Bumi Nyiur melampai ini. Sehinga 5 atau 10 tahun kedepan Kita akan mempunyai banyak pemain Sepakbola yang handal dan sepakbola sulut bangkit dan berjaya asalkan dilaksanakan secara kontinyu dan berkala serta kompetisi berjenjang umur aktif dilkasanakan bayangkan setiap Kabupaten mempunyai 20 SSB atau perkumpulan dan mempunyai anak didik 25 anak U 12 thn dI 15 Kabupaten/Kota yang ada,” tutur Marvil.

Maka pihaknya akan Membina 7500 Pesepakbola anak U 12 tahun dan jika di buat data base perkembangan anak dengan baik maka 5 sampai 10 tahun datang Sulut mempunyai gudang pemain Handal dan hebat !!! Sepakbola sulut harus bangkit dan disegani kembali seperti era lalu. (*/Don)

FOTO-FOTO Rakornas DPP KNPI, Bersama Wapres RI dan Menpora

Wapres Jusuf Kalla saat foto bersama peserta Rakornas di Hotel Peninsula Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DPP KNPI tahun 2017 yang diselenggarakan selama tanggal 23-25 April 2017 di Hotel Sintesa Peninsula Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) berjalan sukses. Hajatan pemuda berskala nasional ini dihadiri Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla dan Menteri Pemuda & Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.

Foto bersama Menpora dan peserta Rakornas DPP KNPI tahun 2017 (Foto Suluttoday.com)

Menurut Ketua Umum DPP KNPI, Muhammad Rifai Darus, kegiatan ini selain bertujuan konsolidasi diantaranya adalah mengukuhkan niat dan komitmen pemuda Indonesia dalam mengawal agenda pembangunan bangsa. Bung Rifai, begitu aktivis jebolan PMII ini menyampaikan bahwa pentingnya elemen pemuda melahirkan kesadaran kritis dan progresif dalam mengawal pembangunan.

Para Ketua-Ketua DPD KNPI Provinsi seluruh Indonesia saat rembuk bersama (Foto Suluttoday.com)

”KNPI telah berkomitmen menjadi mitra kritis pemerintah, melalui Rakornas DPP KNPI ini kita kukuhkan dan kuatkan komitmen bersama membangun Indonesia maju, mandiri secara ekonomi serta berdaya saing. Elemen pemuda begitu penting peranannya dalam membangun bangsa ini, sehingga demikian kesadaran kolektif itu penting dibangun, kita akan mewujudkan gerakan transformasi bersama pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wapresi RI,” ujar Bung Rifai.

Ketum DPP KNPI, Ketua DPD KNPI Sulawesi Utara dan Ketum HIMPI (Foto Suluttoday.com)

Berikut kami tampilkan foto-foto yang dirangkum dari Rakornas DPP KNPI di Kota Manado. (*/Amas)

Pengurus organisasi Cipayung Plus foto bersama Menpora Imam Nahrawi (Foto Suluttoday.com)

Keakraban Menpora Imam Nahrawi dan Ketua DPD KNPI Sulut, Jackson Kumaat (Foto Suluttoday.com)

Wapres Jusuf Kalla ketika sambutan (Foto Suluttoday.com)

Ketum HIMPI saat memberi sambutan dihadapan Wapres JK (Foto Suluttoday.com)

Perbincangan serius antara Ketum DPP KNPI, Ketua DPD KNPI Sulut dan Ketum HIMPI (Foto Suluttoday.com)

Menpora saat memberikan minuman kepada Jackson Kumaat (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya Rakornas DPP KNPI (Foto Suluttoday.com)

Ketum DPP KNPI, Sekretaris Jenderal, Korwil DPD KNPI Sulut, Ketua DPD KNPI Sulut, Waka 1 DPD KNPI Sulut dan Ketua-Ketua DPD Kabupaten/Kota se-Sulut (Foto Suluttoday.com)

Kemenpora Siapkan Anggaran untuk Revitalisasi Lapangan Olahraga

Kemenpora (Foto Ist)

Kemenpora (Foto Ist)

JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) ingin memastikan pemberian bantuan untuk pembangunan atau revitalisasi lapangan olahraga desa dan lapangan pendidikan sesuai dengan prosedur, mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga pelaporan.

Untuk itu, Kemenpora pun menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga dan melakukan verifikasi langsung lapangan terhadap desa atau lembaga pendidikan calon penerima bantuan tersebut.

“Kami dari Kemenpora ingin bantuan dijalankan sesuai prosedur dan ketentuan karena semua akan diaudit BPK. Persyaratan-persyaratan harus dipenuhi dan nantinya juga harus dibuat laporan pertanggung jawaban. Kita tidak ingin hal-hal yang tidak kita inginkan sebelumnya terulang lagi,” kata Asisten Deputi Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga Kemenpora, Samsudin saat memberikan pengarahan pada acara Bimbingan Teknis Pengembangan Sarana dan Prasarana Olahraga di Hotel Aston, Bandung, Jawa Barat.

Samsudin menjelaskan, untuk tahun 2016, program lapangan desa ditargetkan mencapai 1000 lapangan yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut meningkat berlipat dari tahun lalu yakni 470 lapangan. Lapangan desa yang diusulkan bisa berupa lapangan sepakbola, bulutangkis, bola voli, futsal atau panjat tebing.

Program 1000 lapangan desa ini menjadi pogram unggulan Kemenpora sesuai dengan salah satu poin Nawa Cita pemerintahan Jokowi-JK yakni membangun Indonesia dari pinggiran dan pedesaan.

“Sebelumnya, bantuan fisik hanya sampai provinsi dan sedikit kabupaten kota. Sekarang, pembangunan bisa dimulai dari desa,” tegas Samsudin yang didampingi Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Pendidikan, Edy Suryanto, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Prestasi, Anang Kosim dan Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Rekreasi, Rinilda.

Tujuan program ini untuk meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang keolahragaan dengan semangat gotong royong, meningkatkan prasarana dan sarana olahraga yang layak dan memenuhi standar, serta mengembangkan minat, bakat dan potensi olahraga di daerah. Wilayah timur Indonesia, terutama Papua menjadi salah satu provinsi yang akan menjadi fokus pemerintah untuk mendapatkan bantuan ini.

Dari 1000 paket lapangan, lanjutnya, tercatat masuk sekitar 5 ribu proposal sehingga harus dilakukan seleksi yang ketat. Selain lapangan desa, Kemenpora juga memberikan bantuan untuk lapangan pendidikan. “Semula Kemenpora akan menyediakan sekitar 104 paket untuk lapangan pendidikan, namun karena ada kebijakan pemotongan anggaran, jadinya hanya 44 lapangan pendidikan,” tambah Samsudin.

Pada kesempatan ini, Samsudin juga menyampaikan asas pelaksanaan program nasional bantuan sarana dan prasarana olahraga. Diantaranya efsiensi yakni menggunakan dana dan daya yang minimum untuk mencapai kualitas sasaran dalam waktu yang ditetapkan, atau menggunakan dana yang ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimal.

Kemudian Efektif, sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaaat sebesar-besarnya, dan transparan yang maksudnya dilakasanakan secara terbuka baik pada perencanaan, pelaksanaan maupun pelaporan.

“Dana bantuan sebaiknya digunakan untuk membangun atau merevitalisasi lapangan olahraga desa sehingga bisa langsung digunakan. Dana bantuan tersebut jangan digunakan untuk pengurukan lahan. Pengurukan bisa dilakukan secara swadaya atau gotong royong masyarakat desa,” tambah Samsudin saat dilansir Merdeka.com.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Olahraga Pendidikan Kemenpora yang juga Ketua Panitia Bimtek ini Edy Suryanto menyampaikan, digelarnya Bimtek agar calon penerima bantuan lapangan olahraga desa dan lapangan pendidikan mengetahui berbagai kelengkapan administrasi dan syarat yang harus dipenuhi agar bisa mendapatkan bantuan.

“Mulai dari persyaratan-persyaratan dalam proses pengajuan sampai pembuatan laporan pertanggung jawaban,” jelasnya.

Bimtek kali ini diikuti oleh sekitar 80 kepala desa dan perwakilan desa serta lembaga pendidikan se-Jawa Barat. Hadir pula perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Setelah kegiatan Bimtek ini, Tim dari Kemenpora yang dipimpin langsung Asisten Deputi Standarisasi dan Infrastruktur Olahraga Kemenpora, melakukan verifikasi lapangan ke desa-desa dan lembaga pendidikan calon penerima bantuan di provinsi Jawa Barat.

“Verifikasi kita mulai dari Jawa Barat sebagai provinsi terdekat dari Jakarta. Setelah Jawa Barat, verifikasi akan kami lakukan ke provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia,” tutur Samsudin. (*/Rahmat)

Menpora RI Beri Ucapan Dirgahayu KNPI Hanya Darus yang Diakui

MANADO – Terlahirnya klaim simpang siur tentang adanya dua faksi ditubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) terjawab sudah. Pasalnya eksistensi KNPI sebagai wadah berhimpunnya pemuda Indonesia ini berdasarkan kewenangan Negara berada dibawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia (KNPI), dan pengakuan pemerintah ternyata hanya menegaskan satu KNPI.

Pada momentum HUT KNPI ini juga, memjadi jelas teka-teki soal KNPI ‘terbelah’, dan ada yang mengaku sebagai KNPI yang sah selain Muhammad Rifai Darus selaku Ketua Umum DPP KNPI ternyata terbantahkan, tidak hanya dengan mekanisme organisasi dan SK Menkum-HAM.

Bahkan, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melalui akun twtter KEMENPORA RI, Sabtu (23/7/2016) saat menyampaikan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) KNPI ke-43, memberikan keistimewaan pada Rifai Darus.

Ini kutipan twitt KEMENPORA RI dengan memposting foto Menteri Imam Nahrawi bersama Ketum DPP KNPI Muhammad Rifai Darus dan jajaran pengurus DPP KNPI lainnya.

”Selamat HUT Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Masa depan Indonesia milik pemuda Indonesia.

Postingan twitter KEMENPORA RI (Foto Ist)

Postingan twitter KEMENPORA RI (Foto Ist)

Hal itu secara otomatis memberikan isyarat betapa kentalnya seorang Menpora memahami dan mengakui keberadaan DPP KNPI yang dipimpin Muhammad Rifai Darus. (Amas)

Menpora Cup U-14 Bakal Menggema di Sulut

Feliks Lasut (Foto Ist)

Feliks Lasut (Foto Ist)

MANADO – Koordinator kompetisi sepak bola Menpora Cup U-14 wilayah Sulawesi Utara, Feliks Lasut menyampaikan kegiatan kompetisi wilayah Sulut akan diputar mulai dari kabupaten kota, dimana juara masing-masing daerah akan berlaga di tingkat Provinsi. Diputarnya kompetisi usia muda ini mendapat support penuh dari KONI Sulut dan Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dispora Sulut.

“Tanggal 23 Juli pembukaan seluruh Indonesia, jadi serentak di 34 provinsi tanah air,” ujar Lasut kepada wartawan, Minggu (1/5/2016).

Lasut memberikan apresiasi kepada Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta dan Asisten Deputi Pengelolaan Pembinaan Sentra dan Sekolah Khusus Olahraga Teguh Raharjo Kemenpora RI, yang turut mensuport kegiatan kompetisi U-14 ini.

”Salut atas dukungan positif dari Bapak Deputi Raden Isnata dan Asisten Deputi Teguh Raharjo. Karena kegiatan menpora Cup U-14 merupakan ajang positif guna pengembangan sepak bola di tanah air,” sebut Lasut yang juga mantan pemain Liga.

Terkait kegiatan di daerah, Lasut memberikan kewenangan kepada koordinator kabupaten kota untuk menggelar kompetisi. Nantinya, juara kabupaten kota akan berhadapan di tingkat provinsi.

“Tiap daerah kabupaten kota harus ada koordinatornya juga, untuk bisa memutar kompetisi. Ini satu kegiatan kompetisi terbesar dari pihak Kemenpora RI, artinya pemain-pemain muda bisa menyalurkan bakat lewat kegiatan bertaraf nasional,” imbaunya.

Di ajang Menpora Cup U-14 ini, Sulut masuk di Grup A bersamaan dengan Kalimantan Tengah, Aceh dan Papua. Berdasarkan kesepakatan dalam workshop di Jakarta, kick-off akan digelar sesuai dengan persiapan wilayah masing-masing. Namun tetap ada batas waktu penyelenggaraan sampai awal September 2016.(don)

iklan1