Tag: Mesak Habari

Aktivis LMND Desak Rencana Reklamasi Manado Utara Dibatalkan

Bung Mesak, Gubernur Olly dan Bung Jim Tindi (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Gelombang protes atas rencana dilakukannya reklamasi di wilayah Manado Utara terus berdatangan. Setelah Walhi Sulawesi Utara (Sulut), sejumlah tokoh masyarakat menolak, kali ini aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Sulut angkat bicara. Menurut Mesak Habari, aktivis LMND Sulut reklamasi tidak ada manfaatnya bagi masyarakat.

”Coba dilakukan studi komparasi secara komprehensif terkait reklamasi, sebetulnya tak ada manfaatnya bagi masyarakat. Masyarakat akhirnya dijadikan bagian yang dikomersilkan, segala urusan masyarakat terkait akses pantai akhirnya tidak bebas, tidak alamiah lagi dan tentu berbayar. Padahal mereka yang sebelumnya masuk keluar area pantai dengan kendaraan tidak dipungut biaya. Itu sebabnya, saya menilai bila baru sebatas rencana reklamasi pantai di Manado Utara sebaiknya dibatalkan saja,” ujar Mesak tegas.

Jebolan Fakultas Hukum Unsrat itu mendesak Gubernur Sulut Olly Dondokambey agar mengutamakan kebutuhan masyarakat pesisir. Solusi untuk masyarakat ialah pemberdayaan bagi warga sekitar pantai, bukan reklamasi. Aktivis yang dikenal keras dalam orasi-orasinya saat berdemonstrasi itu mengkritik kebijakan pemerintah yang memberatkan masyarakat.

”Sebetulnya Pak Gubernur Sulut ini punya niat baik memberdayakan masyarakat pesisir, itu juga kami support. Tapi, solusinya bukan memberikan kesempatan kepada pengembang untuk mereklamasi pantai, ini tidak tepat. Masyarakat nelayan itu butuh fasilitas dan sarana untuk pengembangan usaha atau profesi mereka. Kalau diberikan pemberdayaan, maka ekonomi masyarakat lebih meningkat pesat. Kami juga akan turun berkomunikasi dengan masyarakat guna melakukan advokasi soal rencana reklamasi pantai ini,” tutur Mesak, Selasa (10/9/2019).

Hal senada juga ditanggapi PRD Sulut, Jim R Tindi menilai pengembangan ekonomi dan pengembangan wilayah itu tidak hanya terfokus pada reklamasi. Pemerintah daerah disampaikannya juga punya sasaran pembangunan yang harus direlasikan dengan kebutuhan masyarakat, jangan ada kesan represif.

”Prinsipnya kami juga mendorong pembangunan, tidak anti terhadap pembangunan. Asalkan catatannya jangan mengabaikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat. Terutama hak hidup masyarakat jangan diganggu, membangun daerah itu bukan hanya dengan melakukan reklamasi, saya mengajak pemerintah berfikir jauh kedepan. Jangan sampai efek reklamasi ini menyusahkan anak cucu kita kedepannya. Selain itu, kebijakan pemerintah harus dihitung matang dan diminimalisir konsekuensi negatifnya, agar tidak berdampak merepresif masyarakat kecil,” ucap Tindi tegas. (*/Redaksi)

Genap 3 Tahun Kepemimpinan Jokowi-JK, GNP 33 Sulut Geruduk Kantor Deprov

GNP 33 saat memasukan kantor Deprov Sulawesi Utara (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mendatangi Kantor DPRD Provinsi (Deprov) Sulawesi Utara (Sulut) di Kairagi Mapanget Kota Manado, ratusan mahasiswa dan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pasal 33 (GNP 33), Jumat (20/10/2017) berdemonstrasi menyampaikan sejumlah tuntutan. Demo GNP 33 bertepatan dengan 3 tahun kepemimpinan rezim Jokowi-JK, menurut Mesak Habari selaku Korlap pemerintahan Jokowi-JK tidak melahirkan solusi kebijakan yang pro rakyat, terutama dalam konteks investasi pertambangan.

‘’Jalan ideologi yang dijanjikan Jokowi-JK ibarat kata, hanya menjadi ‘janji palsu’ yang digunakan untuk menarik simpati rakyat, mendulang suara dan target memenagi Pilpres 2014. Selamat 3 tahun, pemerintahan Jokowi-JK agresif menghapus subsidi, seperti BBM, gas elpiji dan listrik menyerahkan ke harga pasar. Tidak hanya itu, Kadar liberalisasi pemerintahan di era Jokowi lebih tinggi disbanding rezim-rezim sebelumnya, lihat saja banyak buktinya, dan investasi asing begitu diberikan ruang oleh pemerintah, ketidak tegasan itulah yang membuat rakyat terus dimarginalisasi di negerinya sendiri,’’ teriak Mesak mahasiswa Unsrat Manado ini.

Kompak massa aksi berada di kantor Deprov Sulut (Foto Suluttoday.com)

Kemudian, pada sesi yang lain orator atas nama Jim R Tindi, yang juga Ketua KPW PRD Sulawesi Utara memberikan kritik kerasnya kepeda pemerintah daerah yang dinilainya mulai inkar janji terhadap program pembangunan dibidang pertanian di Sulawesi Utara. Secara nasional, Tindi juga menyorot soal eksploitasi Sumber Daya Alam (SDM) yang mepengelolaannya mengesampingkan masyarakat lokal, dimana seringkali terjadi PHK yang korbannya adalah rakyat Indonesia. Tindi, mendesak agar rezim ugal-ugalan Jokowi-JK dikoreksi secara total dan kembali ke spirit Nawacita sesungguhnya.

‘’3 Tahun kepemimpinan Jokowi-JK, apa yang telah dilakukan pemerintah saat ini, faktanya banyak rakyat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan, di Sulawesi Utara program di sektor pertanian harus dijalankan dengan serius, bukan sekedar menjadi janji-janji semata. Kemiskinan yang sistematik karena ‘kekerasan’ kebijakan pemerintah tentunya, PRD, LMND dan simpul-simpul pergerakannya hari ini turun di seluruh penjuru Indonesia, mengutuk rezim ungal-ugalan Jokowi-JK yang menyembah pada neoliberalisme, menyembah pada pemodal asing. Kita menghendaki pemerintah yang tegas, menolak takluk kepada investor asing, bukan kita menjadi boneka atau menjadi tamu di Negara sendiri, asset-aset Negara jangan biarkan dikelola asing. Maka dengan itu, kami mendesak kembali pada pasal 33, tinggalkan rezim ugal-ugalan dan menangkan pancasila, stop liberalisasi,’’ tegas Tindi.

Pendemo berorasi didepan kantor Deprov (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, GNP 33 Sulawesi Utara yang tergabung dalam aksi kali ini, yakni KPW PRD Sulut, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), PMHU, IMALEGA, IPMK, IPMKB. Bagi pendemo dalam selebaran yang dibagikan, dituliskan ‘Trisakti menjadi Trisakit, dan Nawacita bukanlah cita-cita di rezim liberalisasi ugal-ugalan. (Amas)

Bersemangat Hibualamo, Mahasiswa Halut Sulut Gelar MAPER ke-X

Berlangsungnya pembukaan MAPER PMHU Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Solidaritas dan kebersamaan mahasiswa Kabupaten Halmahera Utara (Sulut) di tanah rantau Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang sedang menempuh studi dan tergabung dalam wadah Perhimpunan Mahasiswa Halmahera Utara (PMHU) menggelar Masa Perkenalan (MAPER) atau penerimaan anggota baru. Pelaksanaan MAPER yang dilaksanakan di Kalasey Indah, Sabtu (22/9/2017) dalam pembukaan berjalan lancar.

Kali ini, pada MAPER ke-X PMHU Sulawesi Utara mengangkat tema: Rekonstruksi Kader yang berpikir Ilmiah, kritis, dengan semangat Hibualamo” dibuka secara resmi oleh Mohammad Guntur Hi L Goraahe, selaku anggota kehormatan. Eros begitu Goraahe akrab disapa mengajak warga PMHU agar terus kompak, dan mengharapkan agar kegiatan MAPER melahirkan kader-kader PMHU Sulut yang kritis, ulet dalam belajar, konsisten terus berusaha menjalankan studi.

”Kegiatan MAPER ini kita harapkan dapat melahirkan kader-kader penerus yang unggul, berfikir kritis dan solid dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai mahasiswa. Begitu pula dengan tugas organisasi, kiranya kita dapat membiasakan diri untuk mengembangkan potensi diri tiap saat, saya juga mengajak kita semua kader-kader PMHU Sulut agar peduli pada lingkungan sosial, berintegritas, independen, kompak dalam memajukan organisasi serta tidak menjadi generasi insan akademis yang apatis,” ujar Eros.

Pembukaan yang dimulai pukul 20:10 Wita itu diikuti peserta yang berjumlah 50 orang. Sementara itu, Ketua Panitia pelaksana, Nofensi Pagaya dalam penyampaiannya berharap agar kader-kader PMHU bisa berpikir kritis agar ketika pulang ke daerah menjadi ‘penonton’ di daerah. Tapi, mampu bersaing secara intelektual dan mampu menjaga kebersaam dalam bingkai hibualamo.

Para peserta saat mengikuti MAPER (Foto Suluttoday.com)

Begitu pula, yang disampaikan Ketua Umum PMHU Wiber Sarita yang menegaskan bahwa kegiatan ini berorientasi membentuk kaderisasi yang berkelanjutan, yakni lahirnya potret kader-kader PMHU yang selalu berpikir berdasarkan kaidah-kaidah ilmu pengetahuan agar tertanam jiwa-jiwa kritis di setiap kader.

”Tentunya MAPER ini begitu penting, bagi mahasiswa asal Halut di Sulawesi Utara yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan kali ini, maka sangatlah merugi karena melewatkan kesempatan emas. Silahkan, ia menyesuaikan ke Maper selanjutnya. Nah, sebarang tentu sebagai organisasi paguyuban yang memelihara semangat kebersamaan yang berbasis nilai-nilai kedaerahan, pengurus PMHU Sulut berkepentingan mewujudkan kader yang mampu mengabdi pada Negara terlebih khususnya Halmahera Utara,” kata Wiber.

Untuk diketahui, kegiatan ini juga dihadiri beberapa anggota kehormatan dan juga Mantan Ketua PMHU Sulut, diantaranya Mesak Habari, dan beberapa orang lainnya. (Fahry)

KPW PRD Sulawesi Utara Gelar Refleksi 21 Tahun Berkimprah untuk Indonesia

Jim R Tindi (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Rakyat Demokratik (PRD), yang sejak dideklarasi pada tanggal 22 Juli 1996 memang diakui telah ikut memberikan kontribusi, kritik dan koreksinya terhadap pembangunan Bangsa Indonesia tercinta. Untuk di Sulawesi Utara (Sulut), KPW PRD Sulut merayakan HUT PRD ke-21 dengan melakukan refleksi melalui Diskusi dan Konsolidasi.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Mesak Habari, salah satu pengurus PRD Sulut saat diwawancarai media ini menyampaikan bahwa pihaknya selaku panitia pelaksana kegiatan sedang menyiapkan segala perlengkapan guna suksesnya refleksi tersebut. Menurut Mesak, giat refleksi dimulai dengan pidato politik yang disampaikan Ketua KPW PRD Sulut, Jim Robert Tindi.

”Tak terasa PRD sudah berusia 21 tahun, dalam perayaan HUT kali ini kami KPW PRD Sulut akan melakukan refleksi, karena dalam rekaman sejarah yang ditorehkan bahwa PRD telah membuktikan dirinya sebagai Pelopor Pergerakan Perubahan. Refleksi 21 Tahun PRD akan dilaksanakan, Kamis 27 Juli 2017, bertempat di Kopination Tikala Kota Manado, pukul : 15.00 Wita – Selesai,” ujar Mesak.

Lanjut Mesak yang didampingi Tindi saat diwawancarai menyebutkan kalau diskusi yang dilaksanakan nantinya mengahadirkan Melky Pangemanan (Ketua PSI Sulut) dan Frans Kurniawan (Ideolog PRD Sulut), selaku narasumber. Dikatakannya lagi, panitia memberikan undangan terbuka kepada pimpinan Parpol se-Sulut, pimpinan Ormas dan aktivis mahasiswa maupun aktivis LSM yang hadir dalam kegiatan ini. (*/Ikhy)

PMHU Sulut Sukses Laksanakan Maper

Kompak pengurus dan anggota PMHU Sulut (Foto Suluttoday.com)

Kompak pengurus dan anggota PMHU Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Persatuan Mahasiswa Halmahera Utara (PMHU) Sulawesi Utara (Sulut) melakukan Masa Perkenalan (MAPER) kepada para Mahasiswa Baru dengan Tema “Melalui Masa Perkenalan Kita Aplikasikan Nilai-Nilai Hibualamo dalam Semangat Berorganiasi” yang laksanakan di pantai Lomban Tateli, Minggu (4/9/2016).

Ketua Panitia MAPER, Eston Ais Widadari mengatakan, masa perkenalan ini sebagai bentuk pembelajaran perkenalan berorganisasi di dalam PMHU sendiri, sehingga bisa berguna dan bermanfaat bagi Bangsa dan Negara umumnya serta masyarakat Halmahera Utara pada khususnya.

“Kegiatan maper kali ini kami tanamkan nilai-nilai persaudaraan dan kebersamaan, tak lupa pula saya mengucapakan banyak terima kasih kepada senior-senior yang telah banyak membantu hingga kegiatan maper ini berjalan dengan baik serta para kader-kader yang progresif dan mempunyai semangat yang tinggi dalam mengikuti kegiatan ini,” tutur Widadari.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Umum PMHU Sulut, Lexi F Malani dalam sambutannya, MAPER ini merupakan sala satu kegiatan yang wajib di dalam organisasi PMHU, pada MAPER yang ke III, dengan makna tema yang sangat luas, karena dimana nilai-nilai Hibualamo adalah salah satu alat atau senjata untuk menyatukan segala perbedaan.

“Maka dari itu kami menarik nilai-nilai Hibualamo ke dalam semangat berorganisasi, didalam MAPER saat ini agar setiap kader atau anggota mempunyai rasa hingga memaknai nilai-nilai Hibualamo tersebut agar mereka lebih menhetahui atau mendalami rasa kesatuan, kebersamaan dan tanggung jawab yang tinggi karena di dalam organisasi hal-hal tersebut sangatlah penting bagi sebuah organisasi,” jelas Aktivis Fispol Unsrat itu.

Kader PMHU usai melaksanakan Maper (Foto Suluttoday.com)

Kader PMHU usai melaksanakan Maper (Foto Suluttoday.com)

Mantan Ketua Umum PMHU, Mesak Habari yang juga mewakili Pembina PMHU Sulut menegaskan kepada seluruh peserta MAPER agar bisa saling mengenal satu sama lainnya antara senior dan junior, dalam mengikuti kegiatan MAPER ini banyak hal positif yang harus di pelajari karena sangat penting dalam melati akan mental serta psikologi, proses pembelajaran dimana jati diri masing-masing individu.

“Semangat dan komitmen rasa persaudaraan serta kebersamaan yang sudah tertanam dalam jiwa peserta jangan samapai hanya sebatas retorika belaka tapi juga harus di implementasikan dalam bentuk nyata,” ujar Habari yang juga sebagai Aktivis Mahasiswa Hukum Unsrat. (Rahmat)

iklan1