Tag: minahasa tenggara

Soal Tahapan PAW Komisioner KPU Mintra, KPU Sulut Diwarning

Hasil pemeriksaan kesehatan calon Anggota Komisioner KPU Mitra (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com РBegitu ketat proteksi yang dilakukan masyarakat terhadap tahapan klarifikasi yang tengah bergulir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dalam hal klarifikasi terhadap Komisioner KPU Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) yang akan dilakukan Penggantian Antar Waktu (PAW). Seperti disampaikan aktivis Gerakan Mahasiswa Peduli Indonesia (Gempindo) Sulut, Mirdad Husein.

”Kami meminta kepada Komisi Pmilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara agar maksimal melakukan klarifikasi, jujur dan selektif. Begitu juga KPU Republik Indonesia agar lebih jelih dan teliti mengenai kelayakan siapa yang akan menggantikan posisi Almarhum Irvan Rabuka sebagai komisioner KPU Kabupaten Minahasa Tenggara. Karena sepengetahuan kami tahu ada beberapa nama yang hasil test kesehatannya disebut kurang sehat,” kata Mirdad, yang merupakan Plt Ketua LSM Gempindo Sulut ini, saat diwawancarai Suluttoday.com, Rabu (8/7/2020).

Tambahnya lagi, bahwa Gempindo memperoleh data dimana nomor urut 6 (enam) yaitu saudara Gladies Kowureng tidak mendapatkan izin dari Bupati Minahasa Tenggara selaku pembina kepegawaian karena yang bersangkutan adalah ASN di Kabupaten Mitra. Selain itu, peringkat ke 7, 8 dan 9 pun mempunyai hasil pemeriksaan kesehatan yang bermasalah alias kurang sehat.

Potongan surat dari Pemda Mitra (Foto Istimewa)

”Peringkat 6 dari 10 besar seleksi KPU Mitra pada beberapa waktu lalu lewat surat keterangan dari pemerintah Kabupaten Mitra kepada KPU Sulut. Setelahnya untuk peringkat ke 7, 8 sampai ke 9 yaitu saudara Hensli Peleng, Jefry Sumarauw dan Meldi Lontaan telah dinyatakan tidak sehat pada tes kesehataan saat seleksi KPU Kabupaten Mitra pada beberpa waktu lalu. Maka dari itu kami dari Gempindo sulut meminta kepada KPU RI dan KPU Sulut agar bersikap netral dan objektif dalam proses PAW Komisioner KPU Kabupaten Mitra. Kami mengingatkan KPU Sulut agar tidak bermain-maian dalam soal ini,” ujar Mirdad tegas.

(*/Bung Amas)

Pemkab Mitra Akan Terapkan Jalan Keluar Masuk Desa Hanya Satu Akses

Bupati James Sumendap

Mitra, Suluttoday.com – Pekan depan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) akan lebih memperketat akses jalan keluar masuk di Mitra dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona.

“Mulai minggu depan, semua jalan desa itu hanya satu akses. Kalau ada lima desa berdekatan, cukup satu akses jalan untuk keluar masuk. Lainnya tidak boleh lagi dibuka,” tegas Bupati James Sumendap, Senin (04/05/2020).

Dijelaskan Sumendap, pemberlakuan satu akses jalan ini, agar terkontrol semua orang yang keluar dan masuk. Termasuk lorong, tidak semua lorong dibuka. “Jalan lorong cukup hanya satu akses saja. Jadi kita akan liat mana-mana yang akan di portal serta akan diatur jadwalnya,” jelas Sumendap.

Untuk pemberlakuan ini, Sumendap pun meminta maaf bagi pelaku perjalanan yang nantinya terganggu. “Lebih baik terganggu dalam perjalanan dari pada mulus dalam perjalanan kemudian anda terjangkit covid,” pungkas Sumendap sembari menambahkan untuk desa-desa yang berdekatan akan rapat untuk menentukan jalan-jalan mana yang nantinya akan dibuka. (Hengly Langoy)

Larangan Bepergian, Sumendap Akan Tindak Tegas ASN Yang Melanggar

Bupati James Sumendap

Ratahan, Suluttoday.com – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) terus membuktikan slogan “Mitra Bergerak Cepat” yang dicanangkan Bupati James Sumendap SH, pada awal tahun 2020 lalu. Terbukti, sejumlah kebijakan yang dilakukan dilingkungan pemerintah kabupaten bahkan selalu lebih cepat dibanding pemerintah pusat secara khusus kementerian.
Teranyar, soal penjatuhan hukuman disiplin kepada aparatur sipil negara yang melakukan kegiatan bepergian keluar daerah atau kegiatan mudik pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat covid 19, sebagaimana surat edaran badan kepegawaian negara (BKN) tertanggal 24 April 2020.
Bupati James Sumendap SH, saat dimintakan tanggapannya menyambut baik edaran pihak BKN. Hanya saja politisi PDIP yang sudah dua periode memimpin Mitra ini mengungkapkan, pihaknya sudah lebih dulu menerapkan sebelum dikeluarkannya surat edaran dari kepala BKN.
“Kabupaten Minahasa Tenggara sudah menerapkannya sejak tahun lalu,” ungkap Sumendap, Minggu (26/04/2020).
Meski begitu lanjut Sumendap, dirinya kembali mengingatkan seluruh jajaran ASN dan THL untuk patuh terhadap aturan pembatasan bepergian keluar daerah maupun mudik dalam upaya pencegahan penyebaran covid 19.
“Saya sudah minta camat-camat hari ini tepatnya pukul 18.00 wita memberikan laporan semua ASN dan THL yang tinggal atau berdomisili di desa dan kelurahan. Kalo terbukti ada bawahan bapak ibu pejabat tidak tinggal di Mitra, mohon maaf untuk siap menanggung resiko!,” tegas Sumendap.
Ditambahkan Sumendap, selaku pejabat pembina kepegawaian di daerah, dirinya akan melakukan tindakan tegas bagi ASN yang melanggar aturan larangan bepergian maupun mudik, “termasuk saya akan secara intens memantau dan mengawasi aktivitas ASN,” tutup Sumendap. (Hengly Langoy)

LSM Transparansi Sulut Minta Polisi Tindak Tegas Oknum Anggota DPRD Mitra

Donal Pakuku (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua Lembawa Swadaya Masyarajat (LSM) Transparansi Sulawesi Utara (Sulut), Donal Pakuku yang juga merupakan warga masyarakat Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Sulut, secara tegas meminta kepada pihak kepolisian agar dapat menindak tegas oknum anggota DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara yang diduga kuta melecehkan Keputusan Bupati Mitra, James Sumendap, SH.

”Jangan main-main dengan Keputusan Bupati. Saudara Amar Kosoloi yang merupakan anggota DPRD Mitra diduga telah melecehkan keputusan Bupati tentang pembentukan relawan Penanganan pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 di Kabupaten Mitra melalui akun media sosial Facebook miliknya,” ujar Pakuku, Senin (20/4/2020).

Aktivis muda vokal itu menilai tanggapan dan publikasi yang dilakukan Amar tidak tepat, seharusnya dukungan diberikan terhadap pemerintah daerah Mitra yang tengah memerangi penyebaran Virus Corona (Covid-19). Bukan malah bertindak tendensius yang memberi dampak ke masyarakat sikap kontra terhadap upaya memerangi wabah Covid-19 di Kabupaten Mitra.

”Karena Keputusan Bupati ini sudah sesuai dengan instruksi pemerintah Provinsi yaitu Pak Gubernur Sulawesi Utara dalam hal pemulasaran dan penanganan pemakaman jenazah Covid-19. Karena berkaca dari pengalaman beberapa daerah yang telah terjadi penolakan terhadap pemakaman jenazah korban Covid 19, dan apa yang dilakukan Bupati Mitra tersebut adalah positif. Jika memang anggota legislatif tersebut ingin memperjuangkan nasib rakyat, bukan di Medsos tempatnya, tapi di forum-forum rapat pembahasan resmi antara legislatif dan eksekutif. Memberikan postingan di Medsos, berarti yang bersangkutan sama saja memberi peluang akan ada polemik berkepanjangan. Ini menimbulkan kegaduhan dan kecemasan di tengah masyarakat,” tutur Pakuku tegas.

(*/Red)

Lakukan Penganiayaan, Rully Warga Belang Dipolisikan

Rully Simbala (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kejahatan dan kekerasan masih menjadi pendekatan yang diminati masyarakat. Padahal cara-cara tersebut adalah tindakan kanibal yang berbuntut pajang. Tidak hanya itu, tindakam main hakim sendiri atau penganiayaan menjadi penanda bahwa masyarakat tidak menghormati tatanan hukum di Republik Indonesia (RI) tercinta.

Insiden yang memalukan dan kasar, seperti kekerasan itu terjadi, Sabtu (10/4/2020) di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Pasalnya, terjadi tindak pidana kriminal penganiayaan berat yang dilakukan pelaku atas nama Rully Simbala, warga Kecamatan Belang Mitra, terhadap korban bernama Frendy Kakambong, warga Desa Ratatotok Dua hal itu akhirnya bermuara ke laporan polisi.

“Terjadinya penganiayaan dan telah kami laporkan ke Polsek Belang tadi malam sekitar pukul 22:00 Wita, dengan nomor laporan STPL/27/ IV/2020/SULUT/RESMITRA /SEK BLG. Kami harap segara diproses hukum pelakunya,” ujar Donal Pakuku, Ketua LSM Transparansi Sulawesi Utara bersama pihak Keluarga korban beserta dengan kepala pemerintah Sesa Ratatotok Dua yaitu Hukumtua Desa Ratatotok Dua Marnex Kamudi yang Turut Mendampingi korban saat melapor di Polsek Belang.

Kejadian yang terjadi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Dermaga Belang itu berlangsung Sabtu (10/4/2020), malam hari sekitar 19.30 Wita dan saat ini korban Frendy Kakambong mengalami luka yang cukup serius yaitu wajah dan kepalanya bengkak serta tangan dan kakinya luka.

Selanjutnya pihak korban mendesak pihak berwajib agar segera memproses hukum pelaku.

(*/Red)

iklan1