Tag: minahasa utara

Wagub Lepas 21 Calon Mahasiswa Lingkar Tambang

Wagub foto bersama calon mahasiswa dan perusahaan tambang (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw di Ruang WOC Kantor Gubernur, Jumat (09/11/2018) melepas 21 calon mahasiswa yang berdomisili di lingkar tambang di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Puluhan siswa lulusan sekolah menengah atas tersebut berkesempatan untuk kuliah di Universitas Shoufu Taiwan tanpa mengeluarkan biaya pribadi hingga jutaan rupiah. Ini merupakan sumbangsih dari perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Untuk itu, Wagub yang didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Grace Punuh meminta para calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk total dalam menempuh pendidikan, dan pulang ke Sulawesi Utara dengan gelar dan hasil yang memuaskan.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Bara Hasibua, atas nama pemerintah, Wagub pun memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan tambang yang telah memberikan beasiswa internasional demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara. Tak lupa Wagub mengisyaratkan hal serupa dapat dilakukan oleh perusahaan lainnya.(Cat)

BPJS Kesehatan Manado Laksanakan Eksekutif Frontliner di Kota Bitung

Kegiatan eksekutif frontliner BPJS Kesehatan di Kota Bitung (FOTO Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Lebih dari empat tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan.  Sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Direksi, Deputi Direksi Wilayah dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, mereka pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

”Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Manado Greisthy E.L Borotoding usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Kota Bitung, Jumat (06/07/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor BPJS Kesehatan di Kota Bitung, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat). “Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Greisthy.

Pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS di Indonesia terbilang berkembang pesat melampaui perkembangan kepesertaan negara-negara lain di dunia, dimana dalam kurun waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100%.

”Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, dimana secara Nasional jumlah kepesertaannya telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminankesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Greisthy.

Menurut Greisthy, pertumbuhan kepesertaan program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Dimana hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS di wilayah kerja cabang manado (Kota Manado, Kab. Minahasa Utara, Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sitaro) telah mencapai 84,6% dari total penduduk.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Manado, telah bekerja sama dengan 219 FKTP yang terdiri atas 87 Puskesmas, 75 Dokter Praktik Perorangan, 10 Klinik Polri, 12 Klinik TNI, 19 Klinik Pratama, serta 16 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan Cabang Manado telah bermitradengan 26 Rumah Sakit 7 Apotik dan 8 Optik. (Cat)

Tak Terima Gaji 4 Bulan, Guru THL Minut Mengadu ke DPRD

Anggota Komisi D DPRD Minut saat hearing (FOTO Ist)

MINUT, Suluttoday.com – Memang sangat menyedihkan Oemar Bakri tenaga pendidik khususnya yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer yang ada di Minahasa Utara (Minut) terabaikan.

Meski kabarnya telah tertata dalam APBD 2018 terkait tunjangan bulanan, namun hingga kini hak mereka memasuki triwulan kedua tak kunjung tiba di rekening mereka. Kepada wartawan, sejumlah guru THL mengeluh. Beban biaya hidup pun jadi persoalan. Pemerintah lewat Dinas Pendidikan dinilai kerap mengabaikan kepentingan mereka.

“Torang so kesulitan. Biaya ekonomi tinggi tali torang pe hak belum torang terima sampe sekarang so empat bulan (Januari, Februari, Maret, April red) memasuki lima bulan,” keluh sejumlah guru THL Minut yang enggan namanya ditulis.

Para guru THL berharap Pemkab Minut merespon dan meminta DPRD merespon keluhan mereka karena wakil rakyat menjadi tempat para guru honor ini bermohon diperjuangkan kepentingan mereka itu. Akan hal ini, Ketua Komisi I DPRD Minut Stendy S Rondonuwu SE meminta Pemkab Minut segeranya mencairkan hak guru THL.

“Hak guru jangan ditahan. Ini soal kehidupan mereka. Kami meminta Pemkab lewat Dinas terkait menjelaskan persoalan tertahannya realisasi honor THL,” ujar Rondonuwu.

Salah satu THL saat menyampaikan keluhannya (FOTO Ist)

Terkait ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan Minut Alpret Pusungulaa yang dimintai konfirmasinya mengatakan masih akan mengecek soal anggaran honor THL mengingat dirinya yang masih baru menjabat sebagai Plt Kepala Dinas.

“Saya akan cek dulu. Saya masih baru. Pasti itu berproses,” jawabnya singkat belum lama ini.

Diketahui, pada penganggaran APBD-Perubahan 2017, ada sekitar 600-an guru THL yang dibiayai Pemkab per bulannya dan diharapkan bersabar.(Eman)

Volume Air Berkurang, Warga 4 Desa Kecamatan Talawaan Minta Pemerintah Perketat Pembobol Bendungan

Pembobol bendungan (FOTO Suluttoday.com)

MINUT, Suluttoday.com – Di mana Kementerian PUPR dan Kementerian Pertanian sedang gencar-gencarnya mendongkrak sektor Pertanian sesuai intruksi Presiden Joko Widodo menariknya masyarakat petani di Kecamatan Talawaan Minut banyak yang terancam beralih profesi.

Pasalnya, tidak sedikit kolam ikan dan sawah milik masyarakat setempat, apalagi yang berada dibagian bawah dari Desa Talawaan, mengalami kekeringan.

“Memang akhir-akhir ini volume air di bendungan mengalami pengurangan, tapi tidak separah yang sekarang ini,” tutur Pak Yan warga Desa Mapanget Kecamatan Talawaan Senin (21/5/2018).

Penyebab kekeringan sawah dan telaga di Bendungan Talawaan itu memang terdampak oleh kekurangan volume air. Dan hal itu kian parah karena adanya warga petani yang telah berani membobol dan menimbun beberapa titik di sepanjang bendungan tersebut (sesuai pantauab wartawan di lokasi Sabtu 19 Mei 2018).

Seperti diketahui bersama, jarak antara Bendungan di Desa Talawaan ke Desa Winetin, ada sekitar 3,5 Km (3.500 meter). Sedangkan warga petani yang bersandar hidup dari suplay air bendublngan itu, meliputi 4 desa, yaitu Desa Kolongan, Mapanget, Winetin, Wusa.

“Sudah bertahun-tahun kami mengalami masalah air seperti ini, jadi jangan heran kalau persawahan kami terpaksa tidak kami garap karena takut gagal panen lagi seperti yang lalu-lalu,” tukas Marthen warga Desa Winetin.

Tak tahan dengan keadaan air bendungan yang mengancam panen warga, maka puluhan warga pun bersama beberapa wartawan menyisir bantaran bendungan Talawaan sampai ke pintu air 1 di Desa Talawaan Jaga Satu. Warga datang membawa alat-alat untuk membobol bendungan, namun uring karena kesigapan aparat gabungan TNI/Polri dari Polsek dan Koramil Dimembe.

Dua Anggota Kodim 1310-04/Dimembe, Babinsa Mapanget Serda Agus Kaunang dan Bainsa Talawaan Kopda Rafael Solung, mendampingi Kanit Sabhara Ipda Mandagi, mengajak warga 4 desa untuk bersabar tak melakukan pengrusakan bendungan tersebut.

“Mari kita bersabar, jangan merusak aset pemerintah yang sama-sama kita butuhkan, kami akan mengawal agar tidak ada yang merubah keadaan akir seperti yang sudah disepakati sekarang ini,” ajak Mandagi.

Ketiga aparat gabungan itu juga menyarankan warga untuk menggelar rapat bersama, kemudian menyurat kepada pemerintah, agar dapat solusi.

“Mari kita kembali ke kediaman masing-masing dan beraktifitas sepwrti semula, sambil mencari solusi bersama,” tandas Ipda Mandagi diamini kedua Babinsa itu.

Warga akhirnya menarik diri dan pulang ke keduaman masing-masing, namun sempat melontatkan harapan, bahwa tidak ada yang boleh mengutak-atik keadaan bendungan Talawaan yang sudah disepakati sementara waktu. Mewakili warga masyarakat Yules Mondigir Wakil Ketua Intelijen dan Investigasi Barisan Masyarakat (Barmas) Adat Sulut, mewakili masyarakat meminta kepada seluruh pihak berkompeten dengan Bendungan Talawaan untuk tidak mengutak-atik bendungan, apalagi hanya karena kepentingan pribadi.

“Kasihan saudara petani yang lain, mari kita bersabar, sambil menunggu waktu tepat dan membuat konsep, kita ajak pemerintah untuk rapat bersama, mencari solusi atas nasib bendungan dan masyarakat petani di Kecamatan Talawaan ini,” ungkap Mondigir.(Eman)

Dispar Sulut Tingkatkan Standar Prima Hotel, Tour dan Travel

Suasana yang berlangsung dalam pelatihan (FOTO Suluttoday.com)

MAUMBI, Suluttoday.com – Seiring meningkatnya kunjungan turis asing melalui terovosan hebat ODSK, maka secara otomatis standar yang diterapkan hotel dan travel pun harus meningkat. Dan untuk lebih membekali pemilik hotel, tour dan travel, Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Utara menghelat kegiatan yang hasil outputnya adalah peningkatan pelayanan prima pada tamu yang berkunjung ke daerah ini.

Dalam keterangannya kepada media Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga merupakan, Kabid Pengembangan Industri Pariwisata Dispar, Drs Ferdi Tamarindang menyatakan maksud kegiatan yang diikuti pelaku usaha hotel, tour dan travel di Kota Manado, Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara adalah meningkatkan pemahaman, mengembangkan serta meningkatkan standart prima serta sumber daya manusia yang ada.

Sementara itu, Kadis Pariwisata Sulut, Daniel Mewengkang memberikan apresiasi atas kegiatan ini yang dilangsungkan di Kabupaten Minahasa Utara ini Selasa (15/5/2018). Mewengkang juga menyinggung sikap dari sumber daya manusia yang bergerak di bidang pariwisata belum kompeten dan masih terkesan ada uang lebih atau tip maka servis mantap disajikan. Menurut Mewengkang dalam industri pariwisata tidak dibenarkan dimana SOP itu semua dilayani siapa pun dia, tanpa melihat orang.(Cat)

iklan1