Tag: minahasa utara

Melayani dengan Tulus, Shintia Rumumpe Tancap Gas Berbagi Kasih

Shaintia Gelly Rumumpe berbagi berkat (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttodya.com – Politisi perempuan yang satu ini sepertinya tidak pernah lelah dalam memberikan pelayanan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Dialah Shintia Rumumpe, Wakil Ketua DPRD Minut itu, Selasa (7/7/2020) melakukan silaturahmi, berkunjung memberikan kejutan bagi masyarakat.

SGR begitu perempuan murah senyum yang bernama lengkap Shintia Gelly Rumumpe akrab disapa turun menemui masyarakat di Desa Pinenek Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minut. Bersama timnya, SGR berbagi kasih dengan masyarakat. Tanpa panda bulu, dari ujung kampung sampai ke ujungnya lagi tak berhenti politisi yang kini digadang masyarakat dan Partai NasDem untuk maju sebagai calon Bupati Minut itu berbagi uang tunai pecahan Rp. 50.000 dan Rp. 100.000 kepada masyarakat.

Saat diwawancarai SGR berharap agar masyarakat terbantu dengan gerakan yang dilakukannya. Dalam pandangan dan prinsip hidupnya pengabdian kepada banyak orang, serta orang yang bermanfaat merupakan keteladanan penting. SGR berdoa agar pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga masyarakat dapat lebih leluasa beraktivitas dan mencari nafkah hidup.

”Kegiatan berbagi kasih sudah menjadi hal biasa di keluarga kami. Semoga masyarakat dapat terbantu, saya memberikan dengan tulus kepada masyarakat. Tentu melayani orang lain, atau kita hidup lalu dapat memberi manfaat bagi oran-orang sekitar itu sangat mulia. Dan saya melakukan semua ini dengan kegembiraan, rasa syukur. Selain itu, saya juga berharap agar pande COVID-19 ini secepatnya usai,” kata SGR pada Suluttoday.com.

Sampai malam, SGR berbagi berkat (Foto Istimewa)

Terpantau di media sosial, melalui Akun Facebooknya SGR juga mengutip Ayat Alkitab (Mazmur 136:25-26) yang menjelaskan tentang ”Dia yang memberikan roti kepada segala makhluk; bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Bersyukurlah kepada Allah semesta langit! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Puji Tuhan hari ini bisa bersama-sama dengan masyarakat di Desa Pinenek Kecamatan Likupang Timur”.

(*/Bung Amas)

Warga Desa Klabat Berharap SGR Jadi Bupati Minut

Meski hujan, SGR tetap berbagi dengan masyarakat (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Menyapa warga Desa Klabat Kecamatan Dimembe Kabupaten Minahasa Utara dan sekitarnya, Rabu (10/6/2020), Shintia Gelly Rumumpe (SGR) mendapat ragam pujian. Ungkapan salut dan bangga kali ini datang dari masyarakat. Salah satunya dari Ibu Halima Makkah, warga Desa Klabat Minut yang mengaku kagum dengan politisi yang satu ini.

“Terima kasih atas kunjungan Ibu Dede, begitu beliau Ibu SGR sering kami panggil. Kami masyarakat sangat bangga, beliau mengganti Ibu VAP yang selalu mengunjungi kami,” kata Halima.

Tak mau berbasa-basi Ibu berjilbab itu menyampaikan dukungannya terhadap sosok SGR yang dinilainya sangat bermasyarakat. Menurut Halima masyarakat memerlukan figur pemimpin yang rendah hati, peduli dan mau membantu masyarakat tanpa pilih kasih.

“Saya termasuk yang mendukung Ibu Dede. Beliau layak menjadi Bupati Minut. Kami kangen Ibu VAP, saat melihat Ibu Dede kami sangat gembira. Politisi seperti beliau yang kami harapkan,” ujar Halima yang mengaku masyarakat di Desa Klabat kebanyakan menyukai sosok SGR.

Momen saat SGR berbagi uang tunai dan masker kepada masyarakat (Foto Suluttoday.com)

Dengan tegas Ibu Halima juga menyampaikan sikap baik dan peduli yang ditunjukkan Bupati VAP. Hal itulah yang mereka harapkan dapat diwariskan SGR. Baginya figur SGR sangat menjual dan dicintai masyarakat, sehingga ketika maju dalam Pilkada di Minut akan mendapat dukungan luas.

“Kita tahu sendiri bagaimana Ibu VAP yang baik hati dan peduli. Beliau pemimpin andalam kami. Tentu kami berharap Ibu Dede bisa melanjutkan kepemimpinan dengan gaya seperti Ibu VAP. Sosok Ibu Dede banyak disukai masyarakat, jika beliau maju menjadi calon Bupati kami yakin banyak yang akan memilih Ibu Dede. Kami berharap Ibu Dede menjadi Bupati Minut,” tutur Halima menutup.

(*/Bung Amas)

Hukum Tua Desa Watutumou 3 Dinilai Asal Tuding, Ini Cerita Sebenarnya

Richard Sanggor (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dinilai menyampaikan pernyataan sepihak dan tidak akurat yang disampaikan Hukum Tua Desa Watutumou 3 Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat bantahan. Pasal, Richard Sanggor warga yg berdomisili di Desa Watutumou 3 yang nama terkait dalam berita sebelumnya merasa informasi tersebut tendenius dan cenderung tidak tuntas disampaikan ke media massa.

“Berikut hak jawab saya Saya membantah bila yang bersangkutan, dalam hal ini Hukum Tua Desa Watutumou 3 Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara mengatakan ada tanda terima. Hal mengenai tidak akan dikeluarkan kwitansi sudah disampaikan yang bersangkutan waktu ketemu di kantor Desa pada tanggal 2 juni 2020, ini patut diklarifikasi,” ujar Sanggor, Rabu (10/6/2020).

Tidak hanya itu, Sanggor merinci kejadian yang sebenarnya terjadi saat itu. Menurutnya, Sekretaris Desa setempat juga mengetahui, terlibat dan menyaksikan kejadian waktu itu. Sekdes menyebut kalau selama ini pemerintah Desa tak pernah mengeluarkan tanda terima seperti itu.

“Selanjutnya hal yang sama diperkuat lagi oleh saudara Bobby P sebagai Sekretaris Desa, beliau menyampaikan bahwa selama ini tidak pernah Pemdes mengeluarkan tanda terima pembayaran. Bukti lain juga saat hari Senin tanggal 8 Juni 2020 kami datang di kantor Desa, disitu kami diinformasikan oleh staf pemerintah Desa dan beberapa Pala termasuk Pala kami di Jaga 5 Joni Matiho yang ada waktu. Dikatakan bahwa Pemdes selama ini tidak pernah mengeluarkan kwitansi karena sudah kebiasaan,” tutur Sanggor memberikan ulasan kejadian sebenarnya.

Dia mempertanyakan kalimat tendenisus yang keluar dari mulut Hukum Tua sebagai mana dilansir media massa belum lama ini. Disampaikannya pula bahwa ia sampai saat ini merasa tidak pernah bermasalah dengan pemerintah Desa, terlebih Hukum Tua.

“Dan apa maksud statemen yang bersangkutan mengenai masalah subjektif. Karena perlu diketahui bahwa saya tidak pernah bermasalah dengan Pemdes sebelumnya. Awal pertama kami masuk ke perumahan itu sudah melapor ke pemerintah desa waktu itu,” ujar Sanggor tegas.

Ditambahkannya lagi, kalau dirinya selalu kooperatif salama ini. Kewajiban membayar PBB tahunan dan retribusi bulanan yang berlaku di Desa selau secara disiplin diikutinya, tanpa melakukan pelanggaran.

(*/Bung Amas)

Wagub Lepas 21 Calon Mahasiswa Lingkar Tambang

Wagub foto bersama calon mahasiswa dan perusahaan tambang (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Wakil Gubernur Steven O.E. Kandouw di Ruang WOC Kantor Gubernur, Jumat (09/11/2018) melepas 21 calon mahasiswa yang berdomisili di lingkar tambang di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Puluhan siswa lulusan sekolah menengah atas tersebut berkesempatan untuk kuliah di Universitas Shoufu Taiwan tanpa mengeluarkan biaya pribadi hingga jutaan rupiah. Ini merupakan sumbangsih dari perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung.

Untuk itu, Wagub yang didampingi Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Rudi Mokoginta, dan Kepala Dinas Pendidikan Daerah Sulut, Grace Punuh meminta para calon mahasiswa memanfaatkan kesempatan emas tersebut untuk total dalam menempuh pendidikan, dan pulang ke Sulawesi Utara dengan gelar dan hasil yang memuaskan.

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Bara Hasibua, atas nama pemerintah, Wagub pun memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada perusahaan tambang yang telah memberikan beasiswa internasional demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Utara. Tak lupa Wagub mengisyaratkan hal serupa dapat dilakukan oleh perusahaan lainnya.(Cat)

BPJS Kesehatan Manado Laksanakan Eksekutif Frontliner di Kota Bitung

Kegiatan eksekutif frontliner BPJS Kesehatan di Kota Bitung (FOTO Suluttoday.com)

BITUNG, Suluttoday.com – Lebih dari empat tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan berjalan.  Sebagai salah satu rangkaian kegiatan HUT BPJS Kesehatan ke-50, serta dalam rangka memastikan peserta JKN-KIS mendapat pelayanan terbaik, para Direksi, Deputi Direksi Wilayah dan Kepala Cabang BPJS Kesehatan terjun langsung meninjau pelayanan di sejumlah Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Tak hanya itu, mereka pun turut melayani langsung para peserta JKN-KIS yang datang berkunjung.

”Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS. Kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas kami. Untuk itu, ke depannya kami berharap para Duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan karena ekspektasi peserta akan terus meningkat,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Manado Greisthy E.L Borotoding usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Kota Bitung, Jumat (06/07/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Cabang BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS maupun masyarakat umum yang mendatangi Kantor BPJS Kesehatan di Kota Bitung, khususnya di Loket Fast Track (Pelayanan Cepat). “Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan pelayanan peserta JKN-KIS di Kantor BPJS Kesehatan memiliki tantangan tersendiri,” ucap Greisthy.

Pertumbuhan kepesertaan JKN-KIS di Indonesia terbilang berkembang pesat melampaui perkembangan kepesertaan negara-negara lain di dunia, dimana dalam kurun waktu 4 tahun, program JKN-KIS telah meng-cover hampir 80% dari total penduduk Indonesia.

Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85% populasi penduduk. Austria menjalankan selama 79 tahun dan meng-cover 99% populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100%.

”Saat ini program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, dimana secara Nasional jumlah kepesertaannya telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution. Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) alias Cakupan Kesehatan Semesta, sehingga nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminankesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan. Oleh karenanya, semangat Duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tak boleh surut. Pelayanan prima harus tetap jadi yang utama,” kata Greisthy.

Menurut Greisthy, pertumbuhan kepesertaan program jaminan kesehatan di Indonesia terbilang amat pesat. Dimana hanya dalam waktu 4 tahun, program JKN-KIS di wilayah kerja cabang manado (Kota Manado, Kab. Minahasa Utara, Kota Bitung, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kepulauan Sitaro) telah mencapai 84,6% dari total penduduk.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan Cabang Manado, telah bekerja sama dengan 219 FKTP yang terdiri atas 87 Puskesmas, 75 Dokter Praktik Perorangan, 10 Klinik Polri, 12 Klinik TNI, 19 Klinik Pratama, serta 16 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan Cabang Manado telah bermitradengan 26 Rumah Sakit 7 Apotik dan 8 Optik. (Cat)

iklan1