Tag: minahasa

ONIBALA, Hukum Tua Tolok Satu Membagikan Pengalaman Pernah Menjadi Pala di Manado

Meldy Onibala (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Siapa yang dapat memastikan masa depannya?, tentu semua prosesi dan perkembangan dalam kehidupan semua manusia, hanya Tuhan yang tau secara mutlak. Manusia hanya dapat berusaha serta bekerja keras, hal itu menjadi bagian dari transformasi nasib seorang Meldy Onibala, Hukum Tua, Desa Tolok Satu Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahas Provinsi Sulawesi Utara (Sulut).

Saat ditemui, Senin(9/10/2017) di Kantor Walikota Manado, Onibala menceritakan sekelumit pengalamannya sebelum menjadi Hukum Tua. Onibala memang dikenal begitu memiliki pemikiran yang maju terkait kepemimpinan, menurutnya untuk memajukan Desa konsep pembangunan yang harus dilakukan yakni dengan melibatkan semua komponen masyarakat dalam konteks pembangunan.

”Sudah sekitar satu tahun dilantik menjadi Hukum Tua, dimana sebelumnya saya pernah menjabat Kepala Lingkungan (Pala) 3 Kelurahan Ranotana Kecamatan Sario Kota Mando, pernah menjadi Pala sekiranya 8 tahun. Nah, saya mendapati pengalaman yang luar biasa semenjak menjadi Kepala Lingkungan, hingga bertarung menjadi Hukum Tua di Desa Tolok Satu saya melewati dengan optimisme dan tulus, karena saya yakin perubahan nasib manusia itu ditentukan Tuhan,” ucap Onibala.

Lanjut disampaikannya lagi kepada Suluttoday.com, bahwa prinsip melayani masyarakat yang dipegang teguhnya yaitu menyatu dengan masyarakat. Tidak ada pembedaan terhadap masyarakat yang dipimpinnya, meski saat pertarungan menjadi Hukum Tua ada perbedaan pilihan politik.

”Perbedaan pilihan politik itu hal wajar, tapi saat saya terpilih dan resmi menjadi Hukum Tua saya merangkul semua masyarakat, tak perlu mendiskriminasi masyarakat. Karena membangun Desa itu untuk kepetingan semua, bukan segelintir orang semata, dengan begitu partisipasi masyarakat sangat kita butuhkan.” kata Onibala menutup. (Amas)

Dikenal Konsisten, Youla Jebolan FH Unsrat Ini Bernazar Mengabdi untuk Minahasa

Youla Lariwa Mantik (Foto Ist)

MINAHASA, Suluttoday.com – Semangat juang yang tinggi menjadi prinsip, serta berpegang pada falsafah Si Tou Timou Tumou Tou atau Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Orang Lain, menjadikan Youla Lariwa Mantik (YLM) sebagai sosok wanita kelahiran Tondano Kabupaten Minahasa yang berkarakter dan pedulia. YLM memang selalu risih ketika melihat kondisi masyarakat yang masih jauh dari akses pemeritahan dan hidup dibawa garis kemiskinan.

Mewujudkan tekadnya, YLM merantau dengan satu Nazar kembali dengan kesuksesan untuk merubah daerahnya menjadi lebih baik. YLM juga pernah berjanji kepada orang tuanya ingin merantau keluar daerah untuk merubah nasib karena tekanan hidup pas-pasan di kampung halaman. Dengan niat dan semangatnya, YLM selesaikan studi S1 Fakultas Hukum di Universitas Sam Ratulangi Manado, Ia langsung berangkat ke Jakarta beradu nasib dengan kerasnya ibukota.

“Saya harus merantau keluar daerah, karena keluarga kami hanya pas-pasan, waktu saya keluar dari rumah dan berangkat ke Jakarta di hadapan ke dua orang tua, saya berjanji tidak mencintai kampung sebelum sukses di rantau,” kata Youla saat diwawancarai wartawan, Sabtu (16/9/2017).

Selanjutnya, ketika di singgung bahwa dirinya masuk dalam bursa pencalon Bupati di Kabupaten Minahasa, YLM pun langsung menjawab secara spontanitas.

“Sekarang saya menagi janji saya kepada diri saya sendiri, dulukan waktu mau merantau saya bernasar bahwa tidak mencintai kampung kalau belum berhasil, sekarang saya sudah mencintai daerah ini karena saya sudah sukses di rantau. Saya ingin Minahasa berubah seperti perubahan diri saya sendiri dan saya selalu mengandalkan Tuhan, tanpa Tuhan kita tidak seperti ini,” ujar pengusaha sukses ini.

Seperti diketahui, dalam pemberitan sebelumnya YLM banyak mendapat dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, akademisi, pegiat LSM, aktivis pemuda, dan masyarakat kalangan menengah ke bawa.(*/Amas)

Evaluasi Kondisi Perpolitikan Sulut Pasca Unjuk Rasa Penolakan Fahri Hamzah

Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Foto Ist)

Mohon kiranya diperkenan oleh para Kawan-Kawan dan Saudara para Politisi dan Aktifis di Sulut /Manado dengan tidak ada maksud apapun selain Rasa Cinta Kampunghalaman, Saya sebagai mantan Aktifis Politisi di Sulut ingin menyampaikan pandangan dan evaluasi atas keadaan Politik di Sulut Pascha Aksi Penolakan kunjungan Fahri Hamzah (FH) ke Sulut / Manado dalam suatu analisa subjektif atas pendapat pribadi.

Pertama dengan Rasa sangat Bangga mengapresiasi Aksi Penolakan kunjungan FH, bangga atas keberanian serta militansi Masyarakat Sulut, ‘SAYA BANGGA DICIPTAKAN TUHAN JADI ORANG MINAHASA’. Sejarah Bangsa ini mencatat secara jelas bahwa sejak dahulu Zaman Penjajahan, Perang kemerdekaan, Orde baru sampai kini Era Revormasi tertulis dengan Tinta Emas bahwa Kemampuan Politik dan Militansi Orang Sulut / Minahasa berada pd Skala di atas rata-rata pada Bangsa Indonesia.

Oleh karenanya marilah kita berpoliti secara Prima serta canggih. Janganlah hanya berorentasi Regional Sulut tanpa memperhitungkan sikon Nasional dan Dunia. Khususnya dalam mengantisipasi langkah-langkah Politik sosok Fahri Hamzah. Harus lah kita bermsin Catur Politik secara Prima. Kalau jujur mengefaluasi Reaksi Politik Nasional soal Penolakan FH jelas terlihat anginnya mulai berputar arah, yang pada awalnya banyak yg mendukung ttpi beberapa hri terakhir mulai banyak yg menolak dan mencela.

Banyak pihak yg awal mulanya memihak namun kemudian berbalik dgn mengomentari : “Mengapa bertindak demikian , katanya dasar menolak kunjungan FH dan FPI krn menilai mereka Intoleran dan Anarkhis” ? Koq kenapa Aksi Unjuk Rasa Penolakannya juga terkesan INTOLRAN dan Aksinya juga Anarkhis .. ? Ada yg berkomentar sangat tajam dan Menusuk : “JANGAN MENJADI RAMPOK YG TERIAKI MALING”… !

Bersyukulah kita semua bahwa keadaan penilaian Negatif secara Nasional dan Dunia dpt terbantah dan teriliminer oleh Tindakan Bijak Sang Gubernur OLLY DONDOKAMBEY yang menerima dan mengamankan FH serta Rombongan. Tindakan Gubernur ini membuat Sulut tidak Cacat secara Nasional dan Dimata Dunia. Ternyata secara diam-diam namun Pasti Gub OLLY DONDOKAMBEY telah memaikan Catur Politik Secara Prima dengan Menyelamatkan Sulut dlm kancah Perpolitikan Nas dan Dunia terutama menyelamatkan dan melindungi Warga Sulut yang berada di Luar Daerah.

Sedih Rasanya klu langkah2 kebijakan dan Politik Gub masih mau disalahkan oleh segelitir Orang yg mau Berpolitik ttpi tdk paham bermain Politik yang canggih. Semoga kita semua Warga Sulut Khususnya yg berada di kampunghalaman memahami akan hal ini.

BERHENTILAH BERPOLEMIK TTG SIKAP GUBERNUR KRN TINDAKANNYA SECARA POLITIK ADALAH 100% BENAR DAN TELAH MENYELAMATKAN KITA SEMUA ORANG2 SULUT dan YG PENTING OLEH LANGKA POLITIK GUBERNUR TSB TELAH MELURUSKAN SERTA MEMBENARKAN AKSI MENOLAK KUNJUNANGA FH SEHINGGA DIDUKUNG SECARA NASIONAL OLEH SEBAHAGIAN BESAR WARGA BANGSA INI…

PAHAMILAH AKAN HAL INI DAN HENTIKANLAH SEGALA SIKAP YG MEMPERSALAHKAN LANGKAH2 YG TELAH DILAKUKAN OLEH BP GUBERNUR OLIE DONDOKAMBEY. JANGANLAH SAUDARA2 TERCINTA PARA AKTIFIS DAN KALANGAN POLITISI TEPERDAYA DGN MENARI-NARI MENGIKUTI IRAMA GENDANG YG DITABUH OLEH PARAPIHAK YG SENANG MELIHAT SULUT KACAU.

HATI-HATI DALAM BERPOLITIK JANGAN SAMPAI KITA MENJADI KAYUBAKAR UTK MEMSAK NASI LAWAN KITA. MARILAH KITARAPATKAN BARISAN DGN MENGGALANG PERSATUAAN. BERSATU KITA TEGUH DAN KUAT. I YAYAT UN SANTIE…! JAYALAH SULUT OLEH RACHMAT KASI KARUNIAN dan DAMAI SEJAHTERA “MAHABESAR TUHAN.”…

 

Tulisan Philip P Pantouw, tokoh Minahasa 

GMIM Paulus Tounsaru Sukses Gelar LKPG-TD

Pemateri dan peserta saat foto bersama (Foto Ist)

Pemateri dan peserta saat foto bersama (Foto Ist)

MINAHASA – Latihan Kepemimpinan Pemuda Gereja (LKPG) Tingkat Dasar tahun 2016 yang diprakarsai oleh Pemuda GMIM Wilayah Tondano III yang dilaksanakan pada Jumat-Sabtu (11-12/11-2016) di Jemaat GMIM “Paulus” Tounsaru berjalan lancar dan sukses. Menurut Ketua Panitia LKPG, Alvaine Tumimomor, S.AP , bahwa kegiatan yang dilaksanakan ini merupakan program Sinode yang dijabarkan di wilayah-wilayah.

”Untuk program ini (LKPG) wilayah Tondano III selalu melaksanakannya, ini salah satu upaya agar proses kaderisasi dalam pelayanan pemuda GMIM baik di jemaat maupun di wilayah terus berjalan,” kata Vain, sapaan akrab ketua panitia. Data yang ada, tercatat, 86 peserta dari masing-masing 9 jemaat yang ada di Wilayah Tondano III ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Sebenarnya ada 10 jemaat di Wil. Tondano III, namun ada 1 jemaat yang tidak mengikuti kegiatan ini. Ditambahkan Bendahara Komisi Pemuda Jemaat GMIM “Paulus” Tounsaru, Jenisa Malonda, S.Pd, manfaat dari kegiataan ini adalah membangun integritas kader-kader pemuda GMIM dan sebagai wadah pembinaan bagi generasi muda GMIM dalam rangka menyikapi persoalan-persoalan social di jemaat bahkan masyarakat baik yang bertaraf lokal maupun nasional.

”Kiranya melalui pelatihan LKPG-TD tahun 2016, pemuda GMIM khususnya yang ada di wilayah Tondano III mampu memberikan karya nyata pelayanan baik dalam jemaat maupun bermasyarakat,” ucap Malonda.

Hadir sebagai pemateri dalam kegiatan ini adalah Pdt. Dr. Arthur R. Rumengan, M.Teol., M.Pd.K selaku Wakil Ketua BPMS Bid. APP (Dogma GMIM); Pnt. Melky Nender (Kepastian Keselamatan dan Pertumbuhan Rohani); Pdt. Mieke Pangemanan, S.Th (Teknik Berkhotbah); Pnt. Fendy Ratulangi, Sh., MH (Kepemimpinan Kristen); Pnt. Toar Pangkey, ST., MT (Pola dan Strategi Pelayanan Pemuda); Clance Teddy, S.IP (Manajemen Pelayanan Pemuda) dan ditutup dengan materi dari Vic. Pdt. Aprila Ph. Regar, M.Th tentang Doa dan Konseling Pastoral di dalamnya ada simulasi bagaimana menjadi seorang konselor yang baik dan terampil.

Panitia pelaksanan LKPG mengucapkan terimakasih untuk semua yang telah mengambil bagian dalam suksesnya kegiatan ini. (*/Rahmat)

MenristekDikti Kunjungi Unima Ikut Beri Angin Segar

Mohamad Nasir saat berkunjung di UNIMA (Foto Suluttoday.com)

Prof. H Mohamad Nasir, P.hD saat berkunjung di UNIMA (Foto Suluttoday.com)

TONDANO – Kedatangan Menteri Ristekdikti Prof DR H Mohamad Nasir di UNIMA dalam  kaitan peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Pembinaan Mentalitas Pancasila di UNIMA. Menristekdikti Mohamad Nasir didampingi oleh Plh. Rektor Unima Jamal Wiwoho serta pembantu-pembantu Rektor Unima.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati Minahasa Jantje Wowiling Sajow serta  sebagian besar senat/guru besar Universitas Negeri Manado. Ketiga calon Rektor UNIMA, Paula Runtuwene, Joulanda Rawis dan Raymond Rumampuk juga hadir dalam acara ini.

Kedatangan Menristekdikti juga membawa Surat Keputusan Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) menjadi program Studi di UNIMA yang sebelumnya konsentrasi Ilmu Kesehatan Masyarakat.

”Pemberian Izin ini adalah ingin meyelamatkan Mahasiswa, karena proses perkuliahan sudah berlangsung  10 semester,” ujar Menristekdikti, pada saat konfrensi pers.

Pemberian ijin ini bertujuan untuk menyelamatkan mahasiswa, jika dilihat dari jumlah mahasiswa IKM sudah mencapai 2000-an mahasiswa yang belum bisa menjadi sarjana IKM. (JW)

iklan1