Tag: minahasa

Insiden Tataaran, Brigade Manguni Minta Polisi dan Ormas Adat Berperan

Moning Mamengko (Foto Ist)

Moning Mamengko (Foto Ist)

MANADO – Tragedi main hakim sendiri yang terjadi di Tataaran Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, Minggu (19/10/2014) yang melibatkan mahasiswa asal Papua dengan warga Tataaran sehingga melahirkan korban jiwa mendapat tanggapan dari organisasi Adat Minahasa, Brigade Manguni (BM) Kota Manado. Saat dikonfirmasi, Suluttoday.Com, Tonaas Brigade Manguni Kota Manado, Moning Mamengko meminta semua pihak yang terlibat untuk menahan diri.

Kami meminta warga Tataaran dapat menahan diri, begitupun dengan teman-teman mahasiswa asal Papua yang terlibat dalam pertikayan ini. Jika ini salah paham, mari diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku. Kami menghimbau para Ormas Adat, Kepolisian dan pihak yang terlibat untuk menyelesaikan masalah ini secara baik tanpa memunculkan lagi konflik yang lebih besar. – Moning Mamengko, Ketua Brigade Manguni Kota Manado.

Tonaas juga meminta agar pihak Kepolisian mengusut tutas kasus ini, lanjut dikatakannya pihak BM Manado merasa prihati dengan insiden tersebt. Ditambahkannya lagi jika Polisi telah menangani maka kedua pihak yang bertikai diminta juga ikut memberikan support agar permasalahan yang ada terselesaikan.

”BM Manado juga prihatin, dan kita mendorong agar cepat selesai insiden yang ada. Kepolisian sebagai harapan kita semua, kami minta jaga keamanan, hindari situasi yang memicu permasalahan lanjutan, dan masyarakat yang bertikai kami minta mendorong agar masalah ini ditangani Polisi,” ujar Moning yang juga Ketua Umum LAKRI Sulut ini. (Amas Mahmud)

Tawuran di Tataaran Satu Nyawa Melayang, Ini Kronologis Lengkapnya

Foto para korban (Foto Ist)

Foto para korban (Foto Ist)

TONDANO – Kejadian tindakan kriminal kembali terjadi di Sulawesi Utara (Sulut), kali ini di Kabupaten Minahasa (Tondano) tepatnya pada hari Minggu (19/10/14) pkl 0300 wita di Kelurahan Tataaran Patar Kabupaten Minahasa telah terjadi perkelahian antara Mahasiswa Papua dengan Warga Masyarakat Kelurahan Tataaran II Kabupaten Minahasa.

Ini kronologis yang berhasil dirangkum Suluttoday.Com

Kronologis kejadian, pada hari jumat beberapa org mah asal papua melak acarah WISUDA pertandanya selesai perkuliahan di Universitas Negeri Manado (UNIMA) Tondano Kabupaten Minahasa, dan pada Sabtu (18/10/2014) pukul 18.00 wita, mahasiswa asal Papua melaksanakan acarah syukuran dengan tradisi adat Papua dengan cara bakar batu dan minum-minum (miras).

Kemudian Pada pukul 03.00 wita, mah papua turun di pertigaan jalan kelurahan tataaran 2 dlm kondisi sudah mabuk minum miras sambil berteriak dan melempar rumah warga. Warga masyarakat melihat cara-cara mahasiswa sudah tidak ada ‘etika’, warga langsung membalas dgn melempar batu dan kayu sehingga salah satu warga mengalami korban :
1. Saudara Jhon Moningka kena lemparan batu di bagian kepala.
2. Saudara Viki Rambing terkena lemparan batu di bagian kepala.
3. Salah satu Mahasiswa asal Sanger yang belum di ketahui identitasnya mengalami luka kena parang dibagian kepala.

Masyarakat Tataaran melihat warganya sdh menjadi korban maka sebaliknya menyerang balik mahasiswa Papua sehingga terjadi korban luka-luka dan 1 orang meninggal dunia atas nama Fesius Tabun mahasiswa Unsrat Manado Fakultas Tekhnik. Pukul 04.00 wita mahasiswa Papua kembali bersatu dan menyerang masyarakat Tataaran dengan menggunakan panah asli Papua, parang, batu besi serta melempar rumah warga, merusak ran yang terparkir dijalan, menjarah barang-barang dagangan yang ada didalam kios.

Pukul 05.30 wita, Kapolres Minahasa dan Dandim langsung turun ke TKP untuk menenangkan masyarakat Kelurahan Tataaran dan mahasiswa Papua. Saat ini anggota Polres dan Kodim 1302/Minahasa masih di TKP untuk mengantisipasi bentrok susulan.

Menanggapi hal tersebut, pengurus BKPRMI Sulut meminta pihak berwajib mengawal dan melakukan pengusutan agar pehiak terlibat dapat diberikan sanksi hukum. ”Dalam rangka penegakan hukum, para pelaku atau mereka yang diduga memprovokasi warga sehingga terjadinya tindakan kriminal dapat diproses hukum,” kata Muhammad Dzakir Sani. (Amas Mahmud)

Warga Desak Bupati Minut Cabut SK IUP MMP

Maria Taramen ketika menggelar demo beberapa waktu lalu (Foto Ist)

Maria Taramen ketika menggelar demo beberapa waktu lalu (Foto Ist)

MINUT – Penolakan warga Pulau Bangka, Kecamatan Likupang Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Provinsi Sulawesi Utara terhadap beroperasinya perusahaan pertambangan PT. Mikro Metal Perdana (MMP), terus berlanjut. Jumat, (17/10/2014), Maria Taramen aktivis Tunas Hijau yang dikenal konsen pada isu-isu lingkungan secara tegas mendesak Bupati Minut, Sompie Singgal mencabut SK Ijin Usaha Pertambangan (IUP).

Bupati Minut harusnya mencabut SK IUP yang di berikan kepada PT. MMP karena berdasarkan putusan Mahkamah Agung (MA) PT. MMP tidak layak dan tidak boleh ada di Pulau Bangka. – Maria Taramen, warga Minut dan aktivis lingkungan.

Ditambahkan aktivis perempuan yang dikenal memiliki nyali besar saat berhadapan dengan Kepolisian ketika demo itu menuturkan apa yang telah dilakukan PT. MMP dalam hal pembangunan fasilitas untuk beroperasinya tambang terus mendapat penolakan warga Minut.

”Secara kasat mata, kegiatan perusahaan di Pulau Bangka Kabupaten Minahasa Utara, sudah di tahap pembangunan infrastruktur, seperti membangun rumah sementara buat warga yang akan di relokasi, pembuatan jetti/dermaga, pembagunan gudang-gedung bahan peledak. Padahal proses ini masih mendapat penolakan masyarakat,” ujar Maria.

Bahkan secara tegas, Taramen menyindiri Bupati Minut yang dinilainnya tidak pro rakyat. ”Bukannya mengusir PT. MMP yang ilegal itu dari Pulau Bangka, Buapati Minut yang di dukung penuh oleh Gubernur Sulut dan Kapolda Sulut,” tegas Maria pada Suluttoday.Com. (Amas Mahmud)

Dubes Vatikan Kunjungi Minahasa

dubes vatikan minahasaMinahasa  – Duta Besar (Dubes) Vatikan untuk Indonesia, Mgr Antonio Guido Filli Pazzi, berkunjung ke Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), dan disambut oleh Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi.

“Saya sangat senang dengan kunjungan dubes Vatikan untuk Indonesia Mgr Antonio Guido Filli Pazzi di tanah Minahasa,” kata Jantje, di Tondano, Sabtu.

Bupati mengatakan kedatangan Duta Besar Vatikan ini merupakan berkat tersendiri bagi daerah Minahasa.

“Secara pribadi saya menganggap ini adalah hal yang jarang terjadi di hidup ini. Namun yang pasti, beliau tidak akan pulang tanpa meninggal berkat bagi tanah Minahasa,” kata Jantje.

Selain karena keberadaan sekolah Seminari Tinggi Filsafat Pineleng bagi para calon imam ini ada di wilayah Kabupaten Minahasa, ini juga merupakan berkat tersendiri bagi tanah Minahasa.

“Itu adalah kekayaan yang dapat membangun masyarakat dalam segala hal,” katanya. (antara)

iklan1