Tag: minut

Hukum Tua Desa Watutumou 3 Dinilai Asal Tuding, Ini Cerita Sebenarnya

Richard Sanggor (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Dinilai menyampaikan pernyataan sepihak dan tidak akurat yang disampaikan Hukum Tua Desa Watutumou 3 Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mendapat bantahan. Pasal, Richard Sanggor warga yg berdomisili di Desa Watutumou 3 yang nama terkait dalam berita sebelumnya merasa informasi tersebut tendenius dan cenderung tidak tuntas disampaikan ke media massa.

“Berikut hak jawab saya Saya membantah bila yang bersangkutan, dalam hal ini Hukum Tua Desa Watutumou 3 Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara mengatakan ada tanda terima. Hal mengenai tidak akan dikeluarkan kwitansi sudah disampaikan yang bersangkutan waktu ketemu di kantor Desa pada tanggal 2 juni 2020, ini patut diklarifikasi,” ujar Sanggor, Rabu (10/6/2020).

Tidak hanya itu, Sanggor merinci kejadian yang sebenarnya terjadi saat itu. Menurutnya, Sekretaris Desa setempat juga mengetahui, terlibat dan menyaksikan kejadian waktu itu. Sekdes menyebut kalau selama ini pemerintah Desa tak pernah mengeluarkan tanda terima seperti itu.

“Selanjutnya hal yang sama diperkuat lagi oleh saudara Bobby P sebagai Sekretaris Desa, beliau menyampaikan bahwa selama ini tidak pernah Pemdes mengeluarkan tanda terima pembayaran. Bukti lain juga saat hari Senin tanggal 8 Juni 2020 kami datang di kantor Desa, disitu kami diinformasikan oleh staf pemerintah Desa dan beberapa Pala termasuk Pala kami di Jaga 5 Joni Matiho yang ada waktu. Dikatakan bahwa Pemdes selama ini tidak pernah mengeluarkan kwitansi karena sudah kebiasaan,” tutur Sanggor memberikan ulasan kejadian sebenarnya.

Dia mempertanyakan kalimat tendenisus yang keluar dari mulut Hukum Tua sebagai mana dilansir media massa belum lama ini. Disampaikannya pula bahwa ia sampai saat ini merasa tidak pernah bermasalah dengan pemerintah Desa, terlebih Hukum Tua.

“Dan apa maksud statemen yang bersangkutan mengenai masalah subjektif. Karena perlu diketahui bahwa saya tidak pernah bermasalah dengan Pemdes sebelumnya. Awal pertama kami masuk ke perumahan itu sudah melapor ke pemerintah desa waktu itu,” ujar Sanggor tegas.

Ditambahkannya lagi, kalau dirinya selalu kooperatif salama ini. Kewajiban membayar PBB tahunan dan retribusi bulanan yang berlaku di Desa selau secara disiplin diikutinya, tanpa melakukan pelanggaran.

(*/Bung Amas)

Tak Terima Gaji 4 Bulan, Guru THL Minut Mengadu ke DPRD

Anggota Komisi D DPRD Minut saat hearing (FOTO Ist)

MINUT, Suluttoday.com – Memang sangat menyedihkan Oemar Bakri tenaga pendidik khususnya yang berstatus Tenaga Harian Lepas (THL) atau honorer yang ada di Minahasa Utara (Minut) terabaikan.

Meski kabarnya telah tertata dalam APBD 2018 terkait tunjangan bulanan, namun hingga kini hak mereka memasuki triwulan kedua tak kunjung tiba di rekening mereka. Kepada wartawan, sejumlah guru THL mengeluh. Beban biaya hidup pun jadi persoalan. Pemerintah lewat Dinas Pendidikan dinilai kerap mengabaikan kepentingan mereka.

“Torang so kesulitan. Biaya ekonomi tinggi tali torang pe hak belum torang terima sampe sekarang so empat bulan (Januari, Februari, Maret, April red) memasuki lima bulan,” keluh sejumlah guru THL Minut yang enggan namanya ditulis.

Para guru THL berharap Pemkab Minut merespon dan meminta DPRD merespon keluhan mereka karena wakil rakyat menjadi tempat para guru honor ini bermohon diperjuangkan kepentingan mereka itu. Akan hal ini, Ketua Komisi I DPRD Minut Stendy S Rondonuwu SE meminta Pemkab Minut segeranya mencairkan hak guru THL.

“Hak guru jangan ditahan. Ini soal kehidupan mereka. Kami meminta Pemkab lewat Dinas terkait menjelaskan persoalan tertahannya realisasi honor THL,” ujar Rondonuwu.

Salah satu THL saat menyampaikan keluhannya (FOTO Ist)

Terkait ini, Plt Kepala Dinas Pendidikan Minut Alpret Pusungulaa yang dimintai konfirmasinya mengatakan masih akan mengecek soal anggaran honor THL mengingat dirinya yang masih baru menjabat sebagai Plt Kepala Dinas.

“Saya akan cek dulu. Saya masih baru. Pasti itu berproses,” jawabnya singkat belum lama ini.

Diketahui, pada penganggaran APBD-Perubahan 2017, ada sekitar 600-an guru THL yang dibiayai Pemkab per bulannya dan diharapkan bersabar.(Eman)

UTI Pro Minut Gelar Open Tournament Taekwondo Bupti Cup 2016

Perebutan piala Bupati Minut Cup 2016 (Foto Ist)

Perebutan piala Bupati Minut Cup 2016 (Foto Ist)

MANADO – Mendorong terlahirnya para Atlet, khususnya untuk kejuaraan Taekwondo, maka pengurus Universal Taekwondo Indonesia Profesional (UTI Pro) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (11/9/2016) bekerjasama dengan Pengurus Provinsi Universal Taekwondo Indonesia Profesional Sulawesi Utara (Pengrov UTI Pro Sulut) menyelenggarakan Open Tournament Taekwondo Bupati Cup 2016.

Kegiatan ini dilaksanakan di Hall B Gelanggang Olah Raga (GOR) KONI Kecamatan Sario Manado. Menurut Paul Nelwan S.Sos, Ketua UTI Pro Minut bahwa turnamen kejuaraan Taekwondo yang akan diselenggarakan bersifat terbuka bagi semua insan Taekwondo yang ada di Sulut.

Turnamen kejuaraan juga diikuti seluruh daerah yang ada di Sulut, seperti Manado, Minut, Bitung, Minahasa, sementara dari luar daerah Sulut antara lain Maluku Utara, dan Papua Barat, dengan total keseluruhan peserta sebanyak 342 orang peserta.

Paul Nelwan mengatakan, turnamen ini diselenggarakan bertujuan untuk memunculkan atlet-atlet berprestasi dalam olah raga,khususnya olah raga Taekwondo karena sejatinya Sulut, khususnya Kabupaten Minahasa Utara merupakan lumbung generasi muda yang sangat berprestasi di bidang olah raga Taekwondo di tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Uji kuat antar sesama atlet (Foto Suluttoday.com)

Uji kuat antar sesama atlet (Foto Suluttoday.com)

”Open tournament ini merupakan program kerja awal dari pengurus UTIPRO Minahasa Utara untuk mencari bibit-bibit baru dalam olah raga taekwondo,” ujar Paul. 

Ditambahkan Paul bahwa kegiatan tersebut akan di lakukan setiap tahun.dan kemungkinan kita akan mengundang semua Dojang yang ada di seluruh Indonesia. Nantinya kejuaraan open tournament ini akan di selenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 11 sampai 13 september 2016 mendatang. (*/Amas)

Bejat, Warga Manado yang Satu Ini Jadikan Dua Anaknya Budak Pemerkosaan

Ayah (Foto Ist)

Mar (Foto Ist)

MANADO – 2 gadis kelas 3 SD menjadi budak pemerkosaan di Kota Manado, kali ini dialami oleh Isa (15) dan Pri (12) yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri yaitu M alias Mar (30-an). Kejadian tersebut baru terbongkar dan diketahui ibu kedua putri tersebut, sontak ibu kedua putri itu langsung membuat laporan polisi (LP) di Mapolresta Manado, Rabu (13/07/2016).

Awal kejadian, sehari sebelum terbongkar, ayah dan ibu kedua putri itu panik dan mencari anaknya karena tidak hendak pulang kerumah, kemudian orang tua kedua putri akhirnya mengetahui dan mendapatkan kedua putri itu sedang tidur diruamah teman bersama dengan pasangannya masing-masing.

Tidak terima dengan perbuatan kedua anak, orang tua pun membawah kedua putrinya ke Polsek Dimembe Minahasa Utara (Minut). Setelah itu, kedua putrinya dengan terpaksa membongkar kepada ibunya, apa sudah dilakukan semua ayah kandungnya. Tidak kuat mendengar pengakuan kedua anaknya, ibu tersebut langsung datang di Mapolresta Manado untuk melaporkan kejadian bejat itu yang dilakukan oleh ayahnya sendiri, setelah membuat laporan, akhirnya pelakupun langsung diamankan di Mapolresta Manado.

Saat dikonfirmasi kepada Kapolresta Manado melalui Kasubag Humas AKP Agus Marsidi membenarkan adanya laporan tersebut. “Laporan sudah kami terima dan akan ditindaklanjuti”, jelas Marsidi. (Ghopal)

Kecelakaan, Apriano Vs Sahria Warga Wori Tembus RS Kandou

Ilustrasi terjadinya tabrakan (Foto Ist)

Ilustrasi terjadinya tabrakan (Foto Ist)

MANADO – Kecelakaan lalu lintas dijalan Desa Tiwoho jaga IV Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, antara sepeda motor Suzuki Shogun DB 3309 LB yang dikendarai oleh Rizky Apriano (21) warga Desa tiwoho jaga V Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, dengan sepeda motor Honda Beat DB 2281 FI yang dikendara oleh Sharia Jangoan (14) warga Desa kima bajo jaga V Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara, Kamis (28/04/2016).

Adapun kejadian sebelum kejadian kecelakaan sepeda motor Suzuki Shogun bergerak dari arah Desa wori menuju arah Desa Tiwoho sedangkan sepeda motor Honda Beat bergerak dari arah Desa Tiwoho menuju arah Desa wori dan tepatnya didepan rumah keluarga Sunsalangi-Hole sepeda motor Suzuki Shogun tiba-tiba out atau oleng ke kanan dijalan bersamaan dengan sepeda motor Beat yang bergerak lurus dari arah Desa Tiwoho menuju arah Desa wori dan terjadilah tabrakan.

Kemudian pengendara sepeda motor Suzuki Shogun bersama dengan yang digoncang terpental dan jatuh dibadan jalan. Dengan terjadi kecelakaan tersebut akhirnya Rizky yang pengendara sepeda motor Suzuki Shogun mengalami luka dibagian dahi robek, pelipis kanan dan kiri bengkak, dan jari kaki kanan robek sehingga di larikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara, dan pengendara sepeda motor Honda Beat langsung meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP), yang berboncengan juga mengalami dahi robek dan leher bengkak sehingga rawat di Rumah Sakit Prof. Dr. Kandou Malalayang. Sementara Kasat Lantas Polresta Manado Kompol Roy Tambajong saat dikonfirmasi mengatakan dua orang pengendara motor tersebut belum bisa mengambil data dikarenakan masih mendapatkan perawatan insentif di dua Rumah Sakit yang berada.

“Motor tersebut sudah diamankan untuk pemeriksaan surat-surat motornya kerana dengan kejadian tersebut akhirnya ada yang meninggal dunia”, tegas Tambajong. (Ghopal Umasangaji)

iklan1