Tag: Mor Bastiaan

Tersebar Baliho MOR Bastiaan, Ada Apa?

Baliho Mor Bastiaan (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Masyarakat Kota Manado kini akan memasuki pesta demokrasi yakni Pilkada Serentak 2020 yang akan dihelat, 23 September 2020. Termasuk di dalamnya kontestasi Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado, menuju ke momentum hari pelaksanaannya, warga Kota Manado mulai disuguhi realitas yang begitu ramai. Hal itu terlihat di ruas-ruas jalan, di lingkungan masyarakat, di pinggiran jalan, dan tempat-tempat strategis lainnya, terpasang baliho dan spanduk.

Menariknya, sejumlah masyarakat Kota Manado mengaku tertarik, meski tidak kaget, malah kagum dengan baliho yang bertuliskan nama Mor Dominus Bastiaan, SE yang kini berkapasitas sebagai Wakil Wali Kota Manado. Mor yang sudah populer itu, kian menjadi populer dengan dipasangnya baliho yang bertuliskan ajakan menjaga kebersamaan dan kerukunan.

Muksin salah satu warga Manado yang mengaku penasaran dan mengharapkan agar baliho yang dipasang tim Mor Bastiaan itu menjelaskan secara tegas kalau Mor nanti dimajukan masyarakat untuk menjadi calon Wali Kota Manado. Muksin menyampaikan bahwa masyarakat mengharapkan agar Mor masih bersedia untuk membangun Kota Manado, karena figur yang satu ini dinilainya layak memimpin Kota Manado.

Terpasang luas baliho Mor Bastiaan (Foto Suluttoday.com)

”Ada baliho Pak Mor Bastiaan yang sudah menyebar di sudut-sudut Kota Manado. Tulisannya Mor Bastiaan voor Manado, ada berisi himbauan ‘Mari Jo Torang Hidop Baku-Baku Bae’. Selaku warga kecil, kita berharap Pak Mor Maju sebagai calon Wali Kota Manado, memang beliau ini sosok yang layak. Beliau sangat tepat memimpin warga Kota Manado,” kata Muksin, Selasa (18/2/2020).

Untuk diketahui, baliho yang memuat foto Mor Bastiaan, dengan tulisan menyejukkan itu ternyata memberi pesan yang luar biasa di tengah masyarakat. Bahkan mendapatkan respon positif dari masyarakat, karena Mor Bastiaan telah teruji, dan layak didukung untuk menjadi Wali Kota Manado dalam suksesi di Pilwako Manado 2020. (*/Am)

MOR BASTIAAN: Mari Baku-Baku Sayang dan Baku-Baku Bae

Wawali MOR BASTIAAN (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sebagai Wakil Wali Kota (Wawali) Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE tak henti mengajak masyarakatnya untuk menjaga kerukunan. Mor yang juga akrab dengan singkatan MDB (Manado Di Berkati) itu menyebut suasana keakraban di tengah-tengah masyarakat menjadi modal utama dalam merajut pembangunan. Politisi yang murah senyum itu, mengharapkan agar Manado selalu menjadi role model perdamaian.

‘’Kita warga Manado dikenal rukun dan toleran, mari kita jaga bersama itu. Bagi saya pemerintah dan masyarakat perlu sama-sama memperkuat kebersamaan, kerukunan terus dijaga. Hal utama dalam memicu gerak dan laju pembangunan di Kota Manado ialah situasi yang kondusif. Saya mengajak semua warga mari baki-baku sayang dan baku-baku bae,’’ ujar Mor saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (17/2/2020).

Wawali Manado yang juga dikenal akrab dengan para ASN dijajaran pemerintah Kota Manado ini mengingatkan pentingnya para birokrat meningkatkan kinerja untuk memantapkan pelayanan. Dalam konteks momentum Pilkada 2020, Mor juga menuturkan bahwa semua elemen masyarakat Kota Manado harus menyukseskan itu dengan menjaga keakraban. Menurutnya, jangan karena politik membuat kekeluargaan di masyarakat memudar.

‘’Saya mengingatkan para birokrat ayo fokus bekerja, memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat. Jangan sibukkan diri dengan Pilkada 2020, biar urusan pihak dan instansi terkait, kita cukup memberi partisipasi menyukseskan agenda tersebut. Kita semua bertugas melahirkan suasana yang tertib dan aman demi kelancaran agenda demokrasi di tahun 2020. Ingat, jangan karena kepentingan politik masyarakat saling beradu, kita utamakan kebersamaan dan kekeluargaan, bukan politik membuat hubungan sosial masyarakat menjadi renggang,’’ kata Mor menutp.

Sekedar diketahui, akhir-akhir ini juga begitu santer terdengar sapaan akrab Mor dengan singkatan MDB atau Mor Dominus Bastiaan, atau Manado Di Berkati. Tanggapan masyarakat atas singkatan tersebut juga relatif beragaman. Sejumlah pihak memberi apresiasi dan menyampaikan dukungan yang positif terhadap MDB jika maju di Pilwako Manado. (*/Am)

Sayangi Keluarga, MOR BASTIAAN Juga Beberkan Prinsip Politik Profetik

Keceriaan keluarga Mor Dominus Bastiaan – Markus (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Banyak politisi diketahui punya kiat berbeda dalam menerapkan strategi politiknya. Hal itu menjadi lumrah dalam rangka pemenangan politik. Prinsip berbeda juga dipegang teguh Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE. Politisi yang dikenal murah senyum ini ternyata mempersepsikan politik dengan diksi yang sederhana.

Bagi Mor politik sebagai sarana pengabdian harus dijalankan dengan kegembiraan. Yang paling utama ialah ketulusan melayani masyarakat. Menurut Mor kunci dalam politik ialah ketenangan, karena politisi itu harus dekat dengan sang pencipta. Diyakininya, ikatan moral dan ketaatan terhadap nilai-nilai keagamaan akan membawa politisi pada muara kesuksesan.

”Politisi itu harus ikhlas dan tulus melayani. Kalau ditanya ke saya bagaimana pandangan saya sebagai politisi, tentu sesuai rutinitas atau kebiasaan saya mengartikan politik, yakni politisi harus dekat dengan Tuhan. Bermohon, meminta tuntunan Tuhan dalam tiap aktivitas pelayanan yang kita lakukan. Karena sumber keagunan, kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Kita harus meminta Tuhan menuntun kita, agar terhindari dari salah dan kecerobohan. Dengan begitu, hikmat ketenangan bisa menyertai kita sebagai politisi. Selain itu, prinsipnya kita tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita dalam menjalankan kewenangan,” kata Mor yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Hal lain yang dikatakannya juga yaitu tentang kecemasan politisi. Mor yang dikenal sebagai politisi senior yang memiliki karir sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Manado itu tidak gegabah dalam merespon dan mengambil sikap politik, ia dikenal selalu tenang dan bijaksana. Tidak hanya itu, Mor mempunyai harapan besar terhadap pembangunan Kota Manado agar dilakukan pembangunan berkelanjutan. Menariknya, Mor juga menyampaikan pentingnya menyayangi keluarga, meski sibuk apapun tetap punya waktu dengan keluarga.

”Kadang kala, tanpa kita sadari atas berbagai pengaruh situasi membuat politisi cemas. Padahal, kalau kita berpolitik dengan prinsip meminta ketenangan, bimbingan dan kearifan dari sang pencipta, serumit apapun tugas yang diemban, akan kita selesaikan dengan baik. Menurut saya politisi juga tidak boleh tergesah-gesah dalam mengambil keputusan. Sebab kepanikan akan membuat politisi kehilangan rasionalitas, dan hilang kendali. Mari kita bersama mendorong pembangunan di Kota Manado. Nah, satu lagi, saya selalu mengingatkan bahwa keluarga nomor satu. Ayo sayangi keluarga, dan kita harus punya waktu spesial bersama keluarga,” ujar Mor kepada Suluttoday.com, Senin (10/2/2020) di ruang kerjanya.

Untuk diketahui, cara-cara dan prinsip politik profetik dijalankan Mor. Sikap yang berkenan dengan tata cara dan teladan Nabi dinilainya harus diikuti. Menjadi jalan bagi dirinya untuk berbenah, belajar dan memperkuat komitmen pengabdiannya kepada masyarakat. Dasar dari semua wujud pelayanan menurutnya adalah keteladanan, bersikap adil dan tidak berbuat curang. (*/Am)

Soal Polemik Incinerator, AMTI Desak Penegak Hukum Turun Tangan

Tommy Turangan SH, Ketua AMTI

MANADO, Suluttoday.com – Sering kali terjadi kejanggalan, bahkan musibah yang berdampak hukum, ketika diakhir periode pemerintahan tidak dikontrolnya kebijakan eksekutif secara selektif dan bertanggung jawab. Menghindari problem hukum kedepan, LSM Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI) ikut ambil andil, memberi solusi atas polemik yang mengemuka terkait pengadaan mesin pengering sampah (incinerator) di Kota Manado.

Ketua Umum AMTI, Tommy Turangan, SH mendesak agar penegak hukum segera turun tangan atas persoalan yang mengemuka. Argumen yang berbau pertanyaan teknis dari anggota DPRD Kota Manado, kemudian jawaban maupun pembenaran dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado, Treesje Mokalu perlu diinvestigasi lebih jauh.

”Harus segera diselesaikan. Tak boleh berpolemik terus, apalagi ini dipenghujung periode Wali Kota GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor Bastiaan. Supaya tidak menjadi pekerjaan rumah pemerintahan yang baru, maka dengan itu kami mendesak penegak hukum mengusut tuntas masalah ini. Berbantah-bantahan dari anggota DPRD Kota Manado dan Kadis, tidak cukup menyelesaikan masalah,” ujar Turangan, Rabu (22/1/2020).

Sekedar diketahui, incinerator yang dianggarkan lewat APBD Perubahan tahun 2019 itu ditetapkan bulan September 2019. Dan dimulai lelang proyeknya Oktober, kemudian beberapa kali lelang mengalami gagal lelang. Proyek berbanrol Rp. 11,5 miliar itu berada dibawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Manado. Pengerjaannya dengan melakukan Penunjukan Langsung (PL) yang menurut Kadis Mokalu telah memenuhi prosedur.

Turangan juga menyarankan agar ada transparansi dari pihak Dinas dalam menyampaikan pernyataan di publik sehingga tidak memunculkan polemik berkepanjangan. Bagaimana pun legislator saat mempertanyakan atau memberikan statement sebagai bagian dari mereka menjalankan tugas pengawasan, sehingga perlu diberi apresiasi.

”AMTI juga menghimbau Kadis DLH Manado untuk secara terbuka dan apa adanya menyampaikan keterangan ke publik. Jangan sampai ada kesan menutup-nutupi hal atau informasi tertentu. Soal siapa yang memenangkan atau mengerjakan proyek pengadaan tersebut pun silahkan dipublikasikan. Kalau juga ada kecurigaan soal incinerator itu merupakan barang bekas, jangan marah-marah, jawab saja dengan menujukkan bukti. Kami sedang menginvestigasi ini, dan mengajak penegak hukum segera usut tuntas hal ini. Anggaran masyarakat yang sangat besar, jangan ada kesan main-main disini. Kadis harus bertanggung jawab atas hal ini,” ucap Turangan menutup.

Sebelumnya, ada anggota DPRD Kota Manado pun sempat mempertanyakan kenapa ada lima insenerator yang diadakan, namun listriknya tidak ada. Menurut Dewan, bila mendesak harusnya incinerator sekaligus dengan listrik. Alasan pihak DLH Manado soal mendesaknya proyek pengadaan tersebut menuai kritik dan mengudang tanya para Wakil Rakyat Manado. (*/Am)

Tembus Peringkat Dunia, Pemkot Manado Peroleh Medali Emas

Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan menerima penghargaan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Atas bimbingan Tuhan dan penyertaan-Nya, warga Kota Manado patut bersyukur kepada Tuhan, karena tepatnya, Jumat (6/12/2019) bertempat di Hotel Fairmont Rey Barcelona, pemerintah Kota Manado baru saja berhasil menerima penghargaan medali emas atau Gold Medal. Penghargaan ini sudah kali kedua diterima.

Menurut Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut, peringkat dunia dalam lomba Contact Center World untuk kategori Best In Emergency Service Center, hal ini menjadi prestasi. Melalui lomba yang dilaksanakan di Barcelona sejak tanggal 2 – 5 Desember 2019 itu Kota Manado dinobatkan sebagai juara.

“Terima kasih buat Wakil Wali Kota Manado, Pak Mor D. Bastiaan, SE.,STh.,SH yang sudah mewakili dan mengikuti lomba dengan baik dan berhasil atas nama kota Manado sekaligus Manado mewakili lndonesia dan mewakili Asia Pasific. Puji Tuhan,” kata Wali Kota yang akrab disapa GSVL ini kepada Suluttoday.com, Sabtu (7/12/2019).

Bersama rombongan Wakil Wali Kota Manado, kompak (FOTO Ist)

Bukan hanya kemenangan saja yang diraih, tambah Wali Kota Vicky Lumentut, tetapi melalui penghargaan ini dapat memperkenalkan kepada dunia internasional mengenai keberadaan Kota Manado. Wali Kota juga mengajak warga Manado terus memberi support agar terwujudnya visi besar pembangunan Kota.

“Ayo rakyatku kita trus doakan Mdo makin diberkati. Wujudkan Manado Kota Cerdas. Torang Manado Torang Rukun dan Manado Kota Doa. Terima kasih,” ujar Wali Kota Manado dua periode ini menutup.

Wali Kota Vicky Lumentut menyampaikan terima kasih kepada warganya yang telah mendukung dan memanfaatkan layanan kedaruratan Pemkot Mdo melalui Call center 112. (*/Redaksi)

iklan1