Tag: Mor Bastiaan

Bangun Manado, Lumentut Juga Terinspirasi dari Penderita Difabel

Wali Kota GSVL, Mor Bastiaan dan Denny (Foto Suluttoday.com)

Wali Kota GSVL, Mor Bastiaan dan Denny Rotinsulu (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Upaya pemerintah Kota Manado, seperti yang dilakukan DR GS Vicky Lumentut, selaku Wali Kota Manado untuk membantu dan mensejahterakan warga Kota Manado tentunya. Kali ini, Vicky Lumentut terinspirasi penderitaan penyandang Difference Ability (Difable) seorang yang memiliki kemampuan berbeda, Denny Rotinsulu warga Karombasan Selatan Manado, yang sejak berumur Dua tahun akibat Polio.

Menyebabkan hati nurani GSVL tersentuh untuk memprogramkan khusus fasilitas bantuan dan santunan sosial bagi penyandang Disability. Tentunya, ini kabar menggembirakan bagi para penyandang Difable yang ada di Kota Manado.

Gagasan brillian itu tercetus saat GSVL, Rabu (23/09/2015) kemarin, mendatangi dan melihat langsung bagaimana penderitaan Denny yang kesehariannya berprofesi sebagai penjual Koran keliling kota dengan hanya mengandalkan sepatu boots dan kursi roda terlihat bahagia menyambut kedatangan GSVL bersama Mor Bastiaan.

Ada hal luar biasa, Denny dengan keterbatasan fisiknya, mampu menjadi tulang punggung bagi keluarga mereka. Karenanya untuk memudahkan dirinya beraktivitas, Denny dalam kesempatan itu mengajukan permohonan bantuan ke Pemkot Manado.

Sayangnya, Pemkot Manado belum memprogramkan bantuan bagi penyandang Disability. Alhasil, GSVL secara pribadi berinisiatif untuk membantu Denny secara pribadi dengan mengadakan satu unit kursi roda.

Suasana haru bercampur gembira terpancar jelas diraut wajah Denny, yang meskipun agak kurang jelas berbicara. Bersama orang tua dan adik-adiknya, keluarga ini menyatakan sangat berterima kasih atas kepedulian dan perhatian Wali Kota Manado DR Ir GS Vicky Lumentut terhadap kaum penyandang Difable.

”Terlebih sudah berkunjung langsung ke rumah kami. Ini merupakan penghargaan yang tak ternilai dari Walikota kepada warganya,” ujar Hendrik Rotinsulu ayah Denny.

Kemudian, aksi simpati kemanusiaan inipun membuat warga sekitarnya terharu dan memberi apresiasi dengan appalus atas kepedulian GSVL yang datang bersama Mor Bastiaan ini ikut menguatkan Denny dan keluarga. (Tim Redaksi)

Warga Malalayang: Torang Ingin Pak Vicky Lumentut Lanjutkan

Oma bersama beberapa warga lainnya (Foto Ist)

Oma Parera Samadi bersama beberapa warga lainnya (Foto Ist)

MANADO – Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut, Rabu (24/9/2015) setelah menyerahkan 11 ekor sapi kepada masing – masing Masjid di 11 kecamatan, Wali Kota Manado GSVL sapaan akrab Lumentut melanjutkan kunjungan ke beberapa lokasi untuk bertatap muka dengan warga. Salah satu lokasi di malalayang. Oma Parera Samadi saat ditemui mengungkapkan kerinduannya kepada Wali Kota.

”Kami rindu pak wali Kota Vicky Lumentut, sudah lama tidak ketemu,” ujar Samadi.

Lanjut Oma Parera Samadi mengatakan bahwa pihaknya tetap loyal memberikan dukungan kepada sosok GS Vicky Lumentut dalam Pilwako tahun 2015 ini.

”Pak Vicky so tau torang tetap setia. So nda mo ba laeng. Torang samua disini harga mati untuk pak Vicky deng pak Mor. Pokoknya nda mo lupa sampe mati. Pak Vicky so banyak membantu pa torang disini, makanya torang ingin pak Vicky Lumentut Lanjutkan. Karena pak Vicky torang boleh bebas berjualan di lokasi pantai,” tukas Oma Parera Samadi yang mengaku sudah berjualan di lokasi tersebut sejak tahun 1992 lalu.

Alhasil, saat salah seorang Tim Sukses (TS) menawarkan pamlet bergambar Calon Walikota DR Ir GS Vicky Lumentut bersama Calon Wakil Wali Kota Mor Bastiaan, spontan Oma Parera mengambilnya kemudian menempelkan pada dinding kios. Aksi menempelkan pamlet ini kemudian diikuti para pemilik kios kawasan wisata kuliner pantai Malalayang.

”Torang nda mo lupa sama pak Vicky,” tuturl Om Eman pemilik RM Eman warga Malalayang 2 lingkungan 8 seraya meminta salah seorang TS untuk menempelkan pamlet bergambar GSVL-Mor Bastian pada kiosnya Berturut-turut RM MM milik Ibu yulin Samadi, RM Merry milik Om Jimmy, serta RM Frelly milik Tante Elisabeth Pianaung meminta dipasangkan pamlet bergambar GSVL-Mor Bastian.

Sementara pasangan GSVL-Mor Bastian beserta sejumlah petinggi Partai Demokrat melakukan kampanye simpati di sepanjang jalur Malalayang disambut simpati pendukung mereka. Sebelumnya, Wali Kota membagikan sapi di 11 kecamatan dan menambah sumbangan 9 ekor sapi secara pribadi. (Tim Redaksi)

Kampanye di Malalayang, GSVL-Mor Bastiaan Diserang Warga

GSVL-Mor Bastiaan saat melakukan kampanye dialogis (Foto Ist)

GSVL-Mor Bastiaan saat melakukan kampanye dialogis (Foto Ist)

MANADO – Jadwal kampanye pasangan calon (Paslon) Wali Kota, GS Vicky Lumentut dan Wakil Wali Kota Manado, Mor D Bastiaan, Rabu (23/9/2015) kemarin berlangsung meriah dan mendapat sambuat luar biasa ditengah masyarakat. Tak hanya itu, penampilan Palon Wali Kota ini terkesan unik serta berbeda, hal tersebut terpantau langsung wartawan media ini, kampanye yang berlokasi di Perumahan Bangun Indah Celebes Kelurahan Malalayang I Barat Kota Manado ini begitu menyedot perhatian warga. Bahkan warga terlihat menyerbu kelokasi tersebut untuk melihat langsung calon pimpinan Manado kedepan ini.

Dengan cara bertatap muka dan berdialog langsung dengan masyarakat, terlihat juga warga yang hadir dalam kampanye tersebut sangat akrab dengan Paslon GSVL-Mor. Incumbent GS Vicky Lumentut pada kesempatan itu, memaparkan keberhasilannya menjalankan 8 program pro rakyat yang pernah ditawarkannya kepada masyarakat, saat maju pada perhelatan Pilwako Manado 2010 lalu.

Kedelapan program tersebut diantaranya, pengobatn gratis melalui program Universal Coverge (UC), santunan dana duka, tunjangan naik bagi Kepala Lingkungan (Pala), insentif untuk rohaniawan, progrm berbasis lingkungan (PBL) Mapalus, dan lain sebagainya.

”Kalau Tuhan berkenan dan masih diijinkan masyarakat untuk memimpin kembali kota manado periode 2015-2020, Saya dan pasangan Wakil Walikota Pak Mor Bastian akan melanjutkan dan meningkatkan kualitas 8 program pro rakyat,” ucap GSVL disambut aplous dan teriakan dari masyarakat yang hadir, sekaligus teriakan L a n j u t k a n.

GSVL sapaan akrab Lumentut menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, yang sekolah di sekolah negeri akan digratiskan alias tidak dipungut biaya, tetapi program ini tidak berlaku di sekolah swasta. Begitu juga bagi yang mau melanjutkan study ke perguruan tinggi, akan ada seleksi program mahasiswa dari tingkat Lingkungan, Kelurahan dan Kecamatan.

”8 program itu telah dirumuskan untuk ditingkatkan. Seperti, tunjangan Pala akan naik Rp3 juta per bulan, insentif rohaniawan akan naik menjadi Rp1,5 juta per bulan, santunan dana duka akan naik jadi Rp3 juta. Kemudian pelajar, yang sekolah di sekolah negeri akan digratiskan, tidak ada biaya. Untuk peningkatan program unggulan UC akan dibangun Rumah Sakit Daerah milik Pemkot Manado, agar program UC bisa lebih berkualitas. Begitu juga dengan Lansia ada dana bulanan untuk lansia,” kata GSVL yang juga ketua APEKSI ini.

Sementara itu, sejumlah warga mengapresiasi cara berkampanye dari Paslon berjargon CERDAS (GSVL-Mor), dengan tatap muka langsung dan berdialog dengan masyarakat. Mereka pun mendukung GSVL-Mor untuk melanjutkan dan tingkatkan 8 prtogram pro rakyat, yang telah berhasil di jalankan oleh GS Vicky Lumentut selama menjabat Wali Kota manado periode 2010-2015.

”Program Pro rakyat sangat membantu kami masyarakat manado, apalagi program UC dan Dana Duka itu sudah kami rasakan semuanya dan benar sangat bermanfaat. GSVL-Mor itu pasti dan jelas program kerjanya, untuk membangun dan mensejahterahkan masyarakat Kota Manado, Lanjutkan….” papar Ibu Agnes saat di wawancarai Wartawan media ini, usai tatap muka dan berdialog dengan Paslon GSVL-Mor. (Amas)

Gunung Lokon Terbakar, Ini Himbauan Wali Kota Tomohon

Gunung Lokon saat terbakar (Foto Ist)

Gunung Lokon saat terbakar (Foto Ist)

MANADO – Peristiwa yang tak diduga terjadi di Tomohon Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dimana gunung Lokon di Kota Tomohon Sulut Rabu (23/9/2015) sekitar pukul 17:00 Wita sore ini terbakar. Menanggapi hal itu, Wali Kota Tomohon Jimmy F Eman langsung memerintahkan jajarannya yang terkait untuk turun langsung memadamkan titik-titik api agar jangan melebar.

Dikatakan Walikota Eman,sebenarnya malam ini saya harus ke Manado untuk mengikuti pembukaan Pameran dalam rangka Hut Provinsi,namun karena ada kejadian kebakaran ini saya batalkan menghadiri pembukaan pameran tersebut

“Saat ini saya terus memantau dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang ada di lapangan mengenai perkembangan yang terjadi,”Ujar Eman.

Tambah Eman juga mengatakan saat ini pihak BPBD dibantu dengan TNI dan masyarakat sekitar sementara memadamkan api secara manual.

”Diharapkan agar pihak kepolisian dan TNI dapat menginvestigasi kejadian ini secara tuntas apakah ini benar-benar kejadian alam atau ada oknum-oknum yang tak bertanggung yang sengaja melakukannya untuk membuat stabilitas kota Tomohon menjadi kisruh,dan untuk masyarakat sekitar di himbau agar tetap waspada” Ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Tomohon Drs Robby Kalangi SH,MM saat di hubungi mengatakan pihaknya langsung bertindak. Petugas langsung diturunkan untuk mempersempit pergerakan api.

”Hari ini, pihaknya memang disibukkan dengan terbakarnya sejumlah lahan di Kota Tomohon dan kami terus mengimbau agar jangan ada pembakaran lahan atau membuang puntung sembarangan,” kata Kalangi.(Tim Redaksi)

Rudswie: GSVL-Mor Batiaan Pemimpin yang Kharismatik

GSVL dan Mor Bastiaan (Foto Ist)

GSVL dan Mor Bastiaan (Foto Ist)

MANADO – Keberadaan GS Vicky Lumentut dan Mor D Bastiaan, selaku calon Wali Kota serta calon Wakil Wali Kota Manado ternyata mendapat perhatian tersendiri bagi warga Kota Manado. Sebut saja Rudswie Yone, salah satu warga Manado mengakui bahwa sosok GSVL sapaan akrab Lumentut dan Mor memiliki karakter kepemimpinan.

”Pada umumnya, pemimpin yang sukses itu salah satu faktor penentunya berada pada kecerdasan pemimpin, kecerdasan emosional, spiritual dan kecerdasan intelektual. Kemudian, potensi itu ada pada diri Pak GSVL dan Pak Mor,” ucap Rudswie.

Yone merupakan seorang guide yang kesehariaannya sebagai pemandu wisata sejumlah turis manca negara yang datang ke Manado ingin menikmati panorama wisata di Bumi Nyiur Melambai ini.

”Saya tak kenal persis GSVL-MOR, hanya tau begitu saja. Tapi mereka punya kharismatik. Pemimpin yang penuh kharismatik,” ujar Yone.

Lanjutnya lagi mengaku mengetahui GSVL itu dari program-programnya sejak 5 tahun ini pimpin Manado. Sososk GSVL dan Mor Bastian menurutnya sangat selaras dalam berpasangan sebagai calon Wali Kota serta Wakil Wali Kota Manado.

”Kalo pak Mor saya tahu, yah pernah jadi anggota DPRD Manado selama 10 tahun. Selain itu, Pak Mor juga kan punya usaha bergerak di bidang pariwisata. Tempatnya jadi langganan saya antar turis nginap,” tandas Yone seraya menyebut beberapa tempat usaha Mor yang dinilai ikut mendukung visi menjadikan Manado Kota Model Ekowosata Dunia.

”Jadi cocok memang kalau Pak GSVL dengan Pak Mor bisa pimpin Kota Manado 5 tahun kedepan. Manado Model City Ecotourism bisa menfaatkan jaringan Pak Mor menggaet turis-turis mancanegara. Beliau punya jaringan khusus dengan orang-orang besar luar negeri. Setidaknya bisa diundang agar lebih mempromosikan lagi dunia pariwisata Kota Manado,” papar Yone.

Ditambahkannya lagi bahwa terobosan program-program pro rakyat yang telah dicetuskan GSVL menurut Yone, sebagai bukti kalau GSVL adalah pemimpin yang melayani. Akan halnya Mor. Modal selama 2 periode menjadi wakil rakyat di DPRD Manado, otomatis mengetahui persis aspirasi dan kemauan masyarakat Kota Manado.

”Inilah perpaduan kepemimpin melayani antara Pak GSVL dan Pak Mor bisa membawa Kota Manado lebih maju. Sama-sama punya naluri jiwa takut akan Tuhan. Pak GSVL pasti orang tahu kapasistasnya di GMIM. Begitu juga Pak Mor, sebagai gembala muda di GPdI. Secara religius, keduanya sosok pelayan. Pasti keseharian di tengah masyarakat, keduanya punya sifat melayani untuk masyarakat,” kunci Yone. (Tim Redaksi)

iklan1