Tag: mpm unsrat

AL2EM Sulut Bantu Korban Banjir di Mahawu Manado

Berlangsungnya penyerahan bantuan (Foto Suluttoday.com)

Berlangsungnya penyerahan bantuan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Pertama kalinya lembaga-lembaga kemahasiswaan se-Sulawesi Utara (Sulut) melaksanakan kegiatan bersama berupa pemberian bantuan pasca banjir di Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting Kota Manado, lembaga ini di beri nama Aliansi Lembaga Legislatif Eksekutif Mahasiswa Sulut disingkat AL2EM Sulut.

Dimana menjadi wadah berhimpunnya BEM dan DPM se-Sulut, diketahui AL2EM ini untuk sementara tergabung dari kampus UTSU Manado, Unsrat Manado, Politeknik Negri Manado, Dela Salle, STIBA Bumber, Poltekes Manado, STAKN Manado. Presiden Mahasiswa UTSU saat di wawancarai mengatakan ini adalah kegiatan awal yang di lakukan AL2EM untuk berkontribusi pada warga Manado.

”Ini kegiatan pertama kami untuk kota kami Manado, ini baru awal pengabdian kami dan akan banyak lagi yang di jalankan oleh AL2EM kedepannya sebagai wadah berhimpun ormawa tertinggi di kampus se-Sulawesi Utara. Dibarapkan pula dapat menjadi mitra kritis pemerintahan,” ujar Ardy Sangkoy, dari Persma UTSU, Jumat (10/2/2017).

Ditambahkannya lagi bahwa AL2EM Sulut berkomitmen melakukan pengawalan dan ikut membantu terhadap persoalan yang dialami warga Manado. ”Kami akan terus adakan advokasi mengenai permasalahan di kota manado dsktrnya dan dalam waktu dekat ini kami akan membahas ttg banjir ini,” tutup Ardy yang menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan, Kamis (9/2/2017) kemarin.

Senada dengan Presma UTSU, mahasiswi Perwakilan Politeknik Manado, Natalia Kawatu menambahkan AL2EM akan banyak melakukan pengabdian kepada masyarakat untuk melaksankan salah satu panggilan Tridarma Perguruan Tinggi, dan akan menunjukan eksistensinya yang berpihak sepenuhnya kepada kepentingan masyarakat Sulut.

Pengurus AL saat menggelar kegiatan sosial (Foto Suluttoday.com)

Pengurus AL2EM Sulut saat menggelar kegiatan sosial (Foto Suluttoday.com)

”Tentu kita akan memberi diri kepada masyarakat dalam merespon persoalan sosial, ini sebagai wujud dan panggilan dari kami untuk mengaktualisasikan yang namanya Tridarma Perguruan Tinggi. Untuk sementara, kami fokus ke permasalahan banjir di karenakan setiap tahun sudah langganan di beberapa titik di Manado, tanpa ada penyelesaian yang dilakukan dan AL2EM sedang melakukan kajian agar dapat memberikan solusi konkrit untuk permasalahan ini,” papar Nata sapaan akrab Bendum Dewan Mahasiswa Politeknik Manaod ini yang turut dibenarkan Enal Lumendak salah satu petinggi MPM Unsrat.

Sekedar diketahui, bantuan yang di berikan AL2EM Sulut berupa bahan-bahan makanan sehari-hari, aksi sosial AL2EM ini mendapat respon dan sambutan hangat dari warga saat menerima bantuan ini. (*/Amas)

KPUM Diduga Banyak Lakukan Pelanggaran Saat Suksesi BEM Unsrat

Logo BEM Unsrat (Foto Ist)

Logo BEM Unsrat (Foto Ist)

MANADO – Proses implementasi demokrasi ditingkat mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado juga tak luput dari ”kecurangan” dan komplein. Dimana hajatan demokrasi yang telah dilaksanakan pada 29 Maret 2016 dinilai memiliki banyak pelanggaran. Sejumlah pelanggaran tersebut justru dilakukan oleh pihak Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM) sebagai pihak penyelenggara.

Berdasarkan rilis yang diterima Suluttoday.com, Minggu (3/4/2016), Christian Hendrik, salah satu mahasiswa Unsrat Manado menyoroti kinerja KPUM yang dinilainnya gagal menyelenggarakan demokrasi kampus kali ini. KPUM dikatakannya telah melakukan pelanggaran–pelanggaran yang bersifat mendasar dan tidak bisa ditolerir.

”Pihak Penyelenggara telah melakukan beberapa pelanggaran yang bersifat esensi, 2 diantaranya adalah Waktu pelaksanaan pemungutan suara dimulai pada pukul 11.00 Wita hampir diseluruh fakultas yang ada, padahal Pemungutan suara seharusnya dimulai pada 7.30 Wita menurut petunjuk teknis (Juknis) yang dipakai oleh KPUM sebagai pedoman pelaksanaan pesta demokrasi selanjutnya juga banyak ditemukan kotak suara yang tidak tersegel, ini jelas terindikasi ada ‘permainan’ oleh KPUM,” ujar Christian, yang merupakan mahasiswa Unsrat Manado ini.

Begitu masifnya pelanggaran – pelanggaran yang dilakukan oleh KPUM mengundang pertanyaan tentang kesiapan pelaksanaan pemilihan Ketua/Wakil Ketua BEM UNSRAT. Lanjut dikatakan Carol Alexander, ketidaksiapan pelaksanaan Pesta Demokrasi Unsrat ini menjadi pembelajaran demokrasi yang kurang baik.

”KPUM memberikan pembelajaran demokrasi yang kurang baik, saya pun menilai apabila pelanggaran – pelanggaran seperti ini benar terjadi maka KPUM harus diperiksa terlebih dahulu oleh pansus yang nantinya dibentuk oleh Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (MPM UNSRAT) terkait pelaksanaan tahapan dan penggunaan anggaran. Karena menurut KEPMEN 155 Tahun 1998 tentang Organisasi Kemahasiswaan, indonesia menggunakan asas ‘dari, oleh dan untuk’ mahasiswa terkait pelaksanaan Organisasi Kemahasiswaan,” ucap Carol, yang juga Ketua BEM FH Unsrat demisioner ini. (**/Amas)

Richard Rimbing Resmi Plt MPM Unsrat Manado

Logo MPM Unsrat (Foto ist)

Logo MPM Unsrat (Foto ist)

MANADO – Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado mempunyai Pejabat Sementara Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) yang sah. Berdasarkan Keputusan Rektor Tentang Penunjukan Pjs. Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Tahun 2015, Richard Rimbing dipercayakan menjadi Pjs. Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa Universitas Sam Ratulangi Manado.

Seperti yang diketahui sebelumnya bahwa MPM dan BEM Unsrat mengalami kevakuman dalam beberapa waktu terakhir. Selaku Pjs. Ketua MPM Unsrat Richard mempunyai beberapa tugas, tugas yang paling pokok adalah menyelenggarakan Pemilihan MPM definitif yang baru. Dia sangat mengharapkan kerjasama dari semua pihak terkait agar pemilihan ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

”Saya mengajak semua stakeholder agar dapat bersama–sama membantu menyukseskan Proses Pemilihan ini, karena ini menyangkut masa depan Civitas Akademika Unsrat yang selama ini merindukan keberadaan MPM dan BEM tingkat Universitas yang definitif,” ujar Richard setelah menerima SK pada Senin, (24/6/2015).

Dia juga menambahkan bahwa MPM definitif yang akan terpilih nantinya harus membentuk Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa, yang akan menyelenggarakan Pemilihan Umum untuk Badan Eksekutif Mahasiswa yang baru.”“MPM yang akan terpilih sebentar akan membentuk KPUM untuk melaksanakan Pemilihan Umum BEM tingkat Universitas,” terang Richard, yang juga Mahasiswa IBA FEB Unsrat ini. (Iky Tukuboya)

iklan1