Tag: MPR RI

Gelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Senator Djafar Cerahkan Masyarakat

Sosialisasi Empat Pilar disampaikan Senator Djafar Alkatiri (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kondisi yang kian sulit karena penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak membuat Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) dari unsur Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. H. Djafar Alkatiri, M.M.,M.PdI menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (18/6/2020).

Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Ibnu Amin Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting Kota Manado itu dihadiri ratusan masyarakat. Senator Djafar menjelaskan soal penguatan, pengamalan Pancasila, pentingnya wawasan kebangsaan dan integrasi bangsa. Tidak hanya itu, meski di tengah Covid-19 tak henti-hentinya mengajak masyarakat menghadirkan partisipasi masyarakat. Terlebih soal kerja para wakil rakyat perlu juga mendapat masukan dan evaluasi dari masyarakat.

‘’Pancasila sebagai nafas dan filosofi kita bernegara. Inilah landasan hukum kita yang sudah final, dan melalui kesempatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan ini saya mengajak masyarakat untuk mengamalkan Pancasila. Jangan tumbuhkan paham-paham atau pemikiran yang bertentangan dengan spirit Pancasila. Kemudian, dalam situasi pandemi masyarakat jangan pasar dan mudah terprovokasi, melainkan menumbuhkan solidaritas. Silahkan awasi para wakil rakyatnya, termasuk DPD RI. Saya menerima kritik publik, ayo kita maju mendukung pemerintah dalam agenda pembangunan Negara Indonesia tercinta,’’ ujar Senator Djafar yang juga mantan Sekretaris Jenderal DPP BKPRMI ini.

Senator Djafar saat menyerahkan buku Empat Pilar Kebangsaan (Foto Istimewa)

Sementara itu dalam sesi tanya jawab, para hadirin yang mengaku belum memahami soal draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP) merasa mulai ada kegaduhan yang dicipatakan dari gedung Senayan (DPR RI). Berdasarkan informasi, kemunculan RUU HIP terindikasi adanya upaya melemahkan dan mereduksi nilai Pancasila yang universal. Menanggapi hal itu, Senator Djafar memberikan ulasan kepada masyarakat.

‘’Terkait RUU HIP sedang dipending pembahasannya. Saya juga secara pribadi menilai RUU HIP yang merupakan insiatif Dewan belumlah penting saat ini. Kemudian berkaitan dengan kekhawatiran masyarakat agar tidak muncul lagi bahaya laten Komunisme (PKI), ini penting. Kita akan ketat dan konsisten menolak nanti. Apalagi ada pemikiran rendahan yang menafsir-nasfir Pancasila. Itu sama saja kita ikut memperkecil marwah Pancasila. Ingat, jangan pernah kita lupakan sejarah dan warisan para pendiri Negara ini. Produk Pancasila sudah sempurna, tidak perlu lagi regulasi atau konstitusi dibawah yang ‘mengambil alih’ tafsir Pancasila menjadi parsial,’’ kata Senator asal Sulawesi Utara ini tegas.

Wakil Ketua Komite 1 DPD RI, Djafar Alkatiri mendengarkan pertanyaan masyarakat (Foto Istimewa)

Senator Djafar yang juga Wakil Ketua Komite 1 DPD RI itu menegaskan arah pembangunan yang ditetapkan pemerintah mendapat dukungan masyarakat luas. Ancaman terhadap Pancasila memang dinilai Djafar sebagai ‘penanda’ bahwa keberagaman pemikiran, keluhan dan keperluan masyarakat harus dicarikan solusinya. Pemerintah jangan berdiam diri, selain melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Djafar menyebut perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan konkrit. Solusi mewujudkan kesejahteraan masyarakat, perlakuan adil terhadap masyarakat dan menghapus kesenjangan antara orang kaya miskin juga menjadi solusinya.

Masyarakat saat mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (Foto Istimewa)

Untuk diketahui, beberapa pertanyaan yang disampaikan masyarakat diantaranya terkait rumusan Pancasila yang terdapat dalam pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 merupakan konsensus para pendiri bangsa yang sudah final, konsekuen dan tidak perlu ada tafsiran lain dari Undang-Undang yang lebih rendah derajatnya. Kehidupan era new normal juga dinilai dipertanyakan masyarakat. Menurut mereka apakah ada UU atau PERPPU yang mengatur soal new normal?. Masyarakat menyebut peran pemerintah dalam menangani penyebaran dan penularan Covid-19 perlu dimaksaimalkan.

(*/Bung Amas)

Menjadi Narsum di FGD MPR RI, Danrem 131 Santiago Ajak Perkuat Pertahanan Wilayah

Para narasumber (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui Focus group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Lembaga Pengkajian MPR RI, Sabtu (23/3/2019). Danrem 131 Santiago, Brigjen TNI Robert Giri, SIP, MSi yang hadir sebagai salah satu narasumber menyampaikan pentingnya memperkuat pertahanan Negara. FGD kali ini mengambil tema: ‘Pertahanan dan Keamanan serta Wilayah Negara’.

”Pertahanan Negara perlu terus diperkuat, mari kita perkuat jaga wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu upaya mewujudkan pertahanan negara di wilayah perbatasan Sulawesi Utara, perlu adanya pengawasan terhadap daerah perbatasan dimana terdapat ancaman infiltrasi para teroris yang menyamar dan juga adanya sel2 tidur yang dapat mengancam daerah Sulut karena berbatasan langsung dengan negara Philipina,” ujar Brigjen TNI Robert di Hotel Aryaduta Manado.

Yang hadir dalam FGD diantaranya, Ketua Tim pengkajian MPR RI Dr. Ir. H. M.Jafar Hafsah yang juga memimpin kegiatan FGD. Hadir pula Dr. Pataniari Siahaan, ST, MH, (Anggota lembaga Pengkajian MPR RI), Theo L Sambuaga (Anggota lembaga Pengkajian MPR RI), Dr. Herman Kadir , SH.M,Hum, (Anggota Pengkajian MPR RI), Dr. H Wahidin Ismail (Anggota Pengkajian MPR RI), Ishak Latuconsina (Anggota Lembaga MPR RI), Brigjen TNI Robert Giri, SIP, MSi, (Danrem 131/Stg), dan AKBP Pol Iwan Parmadi.

Danrem 131 Santiago ketika memaparkan materi (FOTO Ist)

Selain itu, Kepala Sub Dit Cyber (Mewakili Direskrim Sus Polda Sulut), Fery Daud Liando (Dosen FISIP Unsrat), Kol Arm Soegeng Riyadi (Kasiintel Rem), Kol inf Brantas, Kol. CZI Andi Kusuma, serta para undangan lainnya.

FGD di lantai 5 Aryaduta Kelurahan Wenang Selatan, Kecamatan Wenang Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara itu dihadiri sekitar 50 peserta diskusi dan tamu undangan. Beberapa catatan yang dirangkum media Suluttoday.com, sebagai berikut:

– Upaya mewujudkan pertahanan negara di wilayah perbatasan Sulawesi Utara, perlu adanya pengawasan terhadap daerah perbatasan dimana terdapat ancaman infiltrasi para teroris yang menyamar dan juga adanya sel2 tidur yang dapat mengancam daerah Sulut karena berbatasan langsung dengan negara Philipina .

– Keterbatasan sarana prasarana terkendala dengan alat transportasi air distribusi logistik , serta kondisi Pos pengamanan pulau terluar kurang memadai, kegiatan fisik pihak aparat keamanan didaerah perbatasan memberikan materi wawasan kebangsaan, bela negara, kerukunan antar umat beragama adanya bahaya terorisme, bahaya narkoba.

Foto bersama para narasumber (FOTO Ist)

– Perlunya adanya dukungan kapasitas personil, perlunya dukungan perbaikan pos pam, perlunya pembangunan fisik dan non fisik secara berkelanjutan. Dalam kesempatan itu pula AKBP Pol Iwan Parmadi, Kepala Sub Dit Cyber, mewakili Direskrim Sus Polda Sulut menyampaikan tentang materi yang intinya.

Kesiapan Indonesia dalam menghadapi perang Cyber , dimana kondisi cyber Indonesia sangat genting terhadap pelaku kejahatan cyber yang disalahgunakan. Ancaman cyber akan melakukan memantau secara intensif sasarannya memanfaatkan jaringan komputer yang dimasuki pelakutanpa diketahui sasarannya. (*/Redaksi)

Kunker Wakil Ketua MPR RI, Serap Aspirasi Masyarakat Minsel

E.E Mangindaan (Foto Suluttoday.com)

AMURANG, Suluttoday.com – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia, Letjen TNI (PURN) E.E Mangindaan, S.IP mengadakan kunjungan kerja anggota DPR RI Di Daerah pemilihan Sulawesi Utara, Selasa (25/07/17). Pelaksanaan Kunjungan kerja (Kunker) itu sendiri di laksanakan soreh tadi di Hello kafe 88 Kelurahan Pondang kecamatan Amurang Timur kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), yang juga merupakan kampung halaman dari Wakil Ketua MPR RI, E.E Mangindaan.

“Ini dalam rangka kunjungan kerja ke daerah – daerah pemilihan di Sulawesi Utara, guna mencari serta menampung aspirasi masyarakat Sulut untuk kemudian dibahas di MPR – RI,” ujar Mangindaan.

Ketika dimintai tanggapan oleh media ini mengenai Pemkab Minsel, dikatakan Mangindaan. Yang saya lihat sudah cukup banyak kemajuan di Kabupaten Minsel,tapi ada sesuatu yang saya lihat harus di pacu lagi jangan sampai ketinggalan dengan daerah lain.

”Perlu ada perbandingan dengan daerah lain sebanyak mungkin, biar kita membangun tepat tidak asal bangun. Banyak contoh – contoh pembangunan di daerah lain untuk menjadi acuan dan bisa di kembangkan di Minsel,” terangnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, keluarga besar Mangindaan serta para karabat dan lapisan warga masyarakat kelurahan Pondang Amurang.(Friska,)

Gelar RDP, Didepan Ratusan Warga Manado Hasibuan Sentil Kerukunan di Sulut

Bara Hasibuan ketika berdialog dengan ratusan warga (Foto Ist)

MANADO – Kiprah seorang legislator Senayan yang tidak lain adalah Bara Hasibuan, tak perlu lagi diraguukan kepeduluannya kepada rakyat. Selasa (18/4/2017), Bara yang merupakan anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia yang berasal dari daerah pemilihan Sulawesi Utara menjumpai masyarakat Manado Utara dalam acara Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam rangkaian Sosialisasi empat Pilar MPR di Sulawesi Utara Dihadapan ratusan masyarakat di Kelurahan Sindulang Satu Kecamatan Tuminting Kota Manado.

Dalam pertemuan tersebut, Bara menyatakan apresiasi atas contoh yang ditunjukkan warga Kota Manado yang hidup rukun dan damai ditengah perbedaan agama, suku, ras dan antar golongan. Bara menghimbau agar masayarakat untuk terus menjaga kedamaian dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

Tak hanya itu, Bara mengatakan, masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) adalah yang cinta damai dan selalu hidup rukun tanpa membedakan suku, agama, ras dan antar golongan. Sehingga Sulut layak menjadi contoh untuk kehidupan yang toleran dalam keberagaman.

”Kebhinekaan Indonesia itu terrefleksikan di daerah Sulawesi Utara, karena Sulut begitu beragam namun mewujudkan kerukunan yang luar biasa. Daerah lain di nusantara ini harus menjadikan Sulut sebagai contoh kehidupan yang toleran dalam keberagaman,” kata Bara Bara juga menghimbau.

Sementara itu, bagi Bara menjaga kedamaian dan terus mengedepankan toleransi merupakan harga mati, selayaknya warga Kota manado terus berupaya membenahi kota yang penuh potensi ini untuk semakin maju. Apalagi saat ini, komitmen pemerintah dalam membangun Kota Manado sangat jelas.

Kemudian, setelah acara, Bara menyempatkan diri untuk berdiskusi secara informal dengan masyarakat yang hadir sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk berfoto bersama. (*/Amas)

Serap Aspirasi dan Sosialisasi Empat Pilar, Bara Hasibuan Sebut Sulut Jadi Contoh

Bara Hasibuan saat memberikan sosialisasi (Foto Suluttoday.com)

BITUNG – Kepedulian terhadap kondisi bangsa yang mulai mengalami kemerosotan nilai kebangsaan, maka Bara Hasibun anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Republik Indonesia (RI) turun bertemu warganya di Sulawesi Utara (Sulut) untuk melakukan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan (MPR). Kali ini Bara juga menyapa warga Kota Bitung, khususnya di Kelurahan Girian Weru Satu Kecamatan Tiruan Kota Bitung.

Bara mengajak warga masayarakat untuk terus menjaga kedamaian dalam menjalani kehidupan bermasyarakat. Bara mengatakan, masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) adalah yang cinta damai dan selalu hidup rukun tanpa membedakan suku, agana, ras dan antar golongan. Sehingga Sulut layak menjadi contoh untuk kehidupan yang toleran dalam keberagaman.

“Daerah lain di nusantara ini harus menjadikan Sulut sebagai contoh kehidupan yang toleran dalam keberagaman,” ujar Bara dihadapan ratusan warga Kota Bitung.

Lanjut dikatakan Bara menghimbau, selain menjaga kedamaian dan terus mengedepankan toleransi, selayaknya warga Kota Bitung terus berupaya membenahi kota yang penuh potensi ini untuk semakin maju. Apalagi saat ini, komitmen pemerintah dalam membangun Kota Bitung sangat jelas. Ada berbagai proyek raksasa yang sedang dan akan di bangun di Kota Bitung saat ini seperti tol Manado – Bitung, pelabuhan internasional dan ada banyak lagi.

Setelah acara, Bara menyempatkan diri untuk berdiskusi secara informal dengan masyarakat yang hadir sekaligus menjadi kesempatan bagi warga untuk berfoto bersama. (*/Amas)

iklan1