Tag: Muhammad Assagaf

Bupati Sehan Kritik Balai Jalan Nasional

Kondisi jalan nasional Buyat – Molobog yang rusak parah (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur, Sehan Landjar, menyoroti kondisi jalan nasional Buyat –Molobog yang rusak dan memprihatinkan. Khususnya ruas jalan antara Desa Togid sampai Desa Motongkad. Kata bupati, kondisi jalan itu nyaris tidak bisa dilalui kendaraan.

“Seminggu belakangan ini kondisi jalan ini semakin membahayakan dan sangat mengganggu arus lalulintas. Bahkan, kebanyakan kendaraan tak bisa melanjutkan perjalananya karena jalan sudah tak bisa dilalui.” Katanya pada minggu (09/04/2017).

Ia mendesak agar Balai Jalan Nasioanal Sulawesi Utara (Sulut) segera melakukan penanggulangan kerusakan di jalan itu.

”Kami meminta Balai Jalan Sulut memperhatikan dan menseriusinya.” Tegas Eyang sapaan akrabnya.

Bupati dua periode itu menjelaskan, sejak 2012, ia sudah memberi masukan kepada Balai Jalan Sulut melalui Penanggunggung jawab pekerjaan waktu itu, agar khusus ruas jalan Buyat-Molobog di Desa Togid agar dipindah titikk koordinatnya. Kontur tanah di wilayah itu sangat labil, karena ada sungai di bawah jalan itu.

”Masukan saya tak ditanggapi (balai jalan). Malah perencanaan dan pelaksanaan proyek jalan itu pada posisi yang kurang tepat. Dan akibatnya apa yg dikhawatirkan justru terjadi.” Jelas Sehan.

Ia pun menyangkan pekerjaan jalan yang memakan anggaran yang sangat besar itu. Harusnya sejak awal  perencanaan dan analisisnya betul-betul matang. Apalagi  Pemkab Boltim sudah mengeluarkan biaya pembebasan lahan lebih dari Rp600 juta.

”Harusnya, masukan pemkab dan masyarakat jangan diabaikan. Karena kami di daerah yang lebih tahu tentang keberadaan jalan itu.” Kata Sehan. (Rahman)

Bupati Warning ASN Indisipliner

Sehan Landjar, Bupati Boltim (Foto: Ist)

BOLTIM, Suluttoday.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar SH, tidak main-main dalam hal penegakan disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintahannya. Betapa tidak, penegakan disiplin ternyata bukan hanya pada peraturan etos kerja, tapi juga menyangkut seragam yang digunakan ASN.

Seperti yang disampaikan Bupati pada Jumat (07/04/2017). Ia menyayangkan, belakangan ini tidak sedikit ASN Boltim yang menggunakan kaos dan celana jeans pada hari jumat. Padahal, menurutnya hari tersebut masih merupakan hari kerja kantor yang seyogyanya seorang ASN harus berpakaian sebagaimana mestinya seorang abdi negara.

“Saya mewarning untuk yang terakhir kalinya, hari jumat yang akan datang, saya tidak mau melihat ada ASN yang menggunakan kaos dan celana jeans,” tegas Eyang sapaan akrabnya.

Bahkan, dalam mewujudkan keseragaman pakaian tersebut, Bupati menginstruksikan kepada seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), agar masing-masing menganggarkan pengadaan pakaian batik untuk pegawainya.

“Semua SKPD harus secepatnya melakukan pengadaan seragam di tahun ini, khususnya batik,” tukasnya. (Rahman)

Buka Diklat PIM IV, Eyang: ASN Harus Perbaiki Moral dan Etika

Bupati Boltim menyamatkan tanda peserta kepada peserta diklat PIM IV (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sehan Landjar, SH. Jumat (07/04/2017) secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan (DIKLAT PIM) tingkat empat angkatan ke dua tahun 2017.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang peserta diklat yang terdiri dari 26 peserta pria dan 14 peserta wanita.

Dalam sambutannya, Bupati menegaskan jika setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti diklat tersebut, benar-benar memahami dan memaknai semua materi yang nantinya akan diterima selama kegiatan berlangsung. Sehingga, ouput yang dihasilkan nanti, dapat melahirkan ASN yang benar-benar memiliki moral dan etika yang baik dan profesional.

“Diklat adalah salah satu cara untuk membentuk karakteristik ASN, bukan sekedar kegiatan untuk mendapatkan legitimasi saja tapi merupakan upaya guna merubah cara berfikir dan cara berkeinginan para ASN.” Kata Eyang sapaan akrab Bupati.

Lebih lanjut dijelaskannya, Pendidikan dan pelatihan seperti ini sarat akan makna kepada ASN. Disamping itu, lewat amanat undang-undang nomor 05 tahun 2015 jelas dikatakan bahwa jenjang pendidikan merupakan salah satu dasar penilaian kompetensi ASN pada jenjang kedudukan jabatannya. Sehingga, diperlukan ketekunan dan keseriusan dalam pendidikan pelatihan seperti ini.

“Sehebat apapun instruktur kita di dalam diklat tersebut, jika moral dan daya dorong kita kurang, itu pasti tidak akan bermanfaat apa-apa. Jadi, kuncinya hanyalah keinginan yang sungguh-sungguh untuk mengikuti diklat. Saya yakin kalian bisa mengikuti diklat ini dengan ouput yang maksimal nanti.” Tutupnya. (Rahman).

Wabup Buka Pelatihan Manajemen Bumdes

Peserta Bumdes pada pelatihan manajemen yang di buka oleh Wakil Bupati Rusdi Gumalangit (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tutuyan Dua Kecamatan Tutuyan, Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar pelatihan Manajemen Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Hal ini guna untuk meningkatkan kemampuan keuangan Pemerintah Desa dalam penyelenggaraan pemerintahan dan meningkatkan pendapatan masyarakat melalui berbagai macam kegiatan usaha ekonomii masyarakat perdesaan, maka perlu didirikan Bumdes.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa saat memaparkan tujuan dari pertemuan (Rahman)

Wakil Bupati Boltim Rusdi Gumalangit sebelum membuka kegiatan pelatihan manajemen Bumdes terlebih dahulu mengecek kehadiran peserta mulai dari manager Bumdes dan anggota. Di katakannya, mulai dari manager sampai anggota harus jelas dulu pembentukannya di Desa, sangadi memilih pengurus karena faktor kedekatan. Nah ini yang tidak boleh terjadi. harus orang yang benar-benar memahami administrasi karena bumdes butuh orang selain kejujuran juga harus memahami administrasi.

“Meskipun sangadi punya kewenangan menunjuk pengurus, tapi jangan tunjuk itu orang tidak tau administasi. Di kuatirkan ketika program ini sudah jalan dia tidak tahu menulis.” Terang Wabup Rusdi Gumalangit sekaligus membuka kegiatan pelatihan manajemen Bumdes. Selasa, (4/04/2017).

Lanjutnya, namun ketika program ini sudah jalan Sangadi tidak bisa masuk ke dalam pengelolaan Bumdes ini atau sengaja intervensi pengurus.

“Ketika sudah di serahkan kepada pengurus Bumdes, Sangadi tidak boleh ikut campur, nda boleh masuk kedalam pengolaan. Sangadi hanya wajib oleh pengoelola untuk mesampaikan. Bukan sangadi masuk ke dalam dan mengobok-obok. Serahkan kepada pengurus nanti mereka yang mengatur.” Tegasnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) mengatakan, dengan adanya pelatihan ini guna memberikan ilmu manajemen kepada pengurus di tingkat desa terdiri dari sangadi, pengurus dan manager Bumdes yang ada di masing-masing Desa di Kabupaten Boltim.

“Harapan saya dengan adanya pelatihan ini dapat menambah ilmu manajemen serta penyusunan administrasi pengelolaan Bumdes di semua Desa yang ada di Boltim.” Singkatnya. (Rahman).

Gelar Razia Pengguna Lem Ehabon, Satu Pelajar SMP Diamankan Polisi

Anak masih terbilang di bawah umur pengguna lem ehabon saat di amankan Polsek Urban Kotabunan dan langsung mendapat pembinaan dari Kapolsek Urban Kotabunan (Rahman)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kepolisian Sektor Urban Kotabunam terus berupaya meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat, terlebih khusus terhadap perilaku anak remaja yang sering mabuk dengan menghirup lem ehabon.

Kapolsek Urban Kotabunan Kompol. Meidy Wowiling mengungkapkan, tepat pada sabtu malam (Malam minggu, red) pekan lalu mengamankan seorang anak remaja yang baru berumur 12 tahun sedang menghirup lem ehabon.

“Kita lakukan operasi menindaki laporan masyarakat dimana banyak anak remaja yang melakukan tindakan mabuk dengan menghirup ehabon. Kita amankan satu anak laki yang masih bersatus pelajar SMP dari desa bulawan dua.” Ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pelaku yang masih dibawah umur tersebut diamankan di kantor polisi dan diberikan pembinaan agar jangan sampai mengulang lagi perilaku bermasalah terebut.

“Kita bina, panggil orang tua yang bersangkutan dan diingatkan jangan sampai mengulang lagi. Karena jika ditemukan, maka pembinaan yang lebih tegas akan diberikan.” Ujarnya.

Dirinya menambahkan, operasi terhadap perilaku kenakalan remaja tersebut akan terus digiatkan oleh polsek Urban Kotabunan.

“Kita akan laksanakan rutin untuk memberikan pembinaan pada anak remaja, sekaligus mencegah tindakan kriminal yang bisa saja dilakukan para remaja jika dalam pengaruh lem maupun mabuk minuman keras.” Tegasnya.

Hal ini mendapat dukungan dari tokoh pemuda di Boltim. Salah satunya, Ketua KNPI Boltim Harris Sumanta. Dirinya mengapresiasi tindakan dari polsek Urban Kotabunan yang melakukan penindakan terhadap para anak muda yang masih menghirup ehabon.

“Tindakan ini perlu agar para remaja terhindar perilaku yang merugikan masa depan sendiri. Sambil itu, pemerintah berupaya agar ada pengalihan aktivtas postif dan bermanfaat bagi masa depan generasi muda Boltim.” Ungkapnya. (Rahman)

iklan1