Tag: mui sulut

MUI Sulut Perbolehkan Shalat Idul Fitri 1441 Hijriah Berjamaah di Masjid

Potongan Surat Himbauan MUI Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Mengacu pada Fatwa Majelis Ulama (MUI) Pusat, Nomor 28 Tahun 2020, tertanggal 20 Ramdhan 1441 Hijriah atau 13 medi 2020, tentang panduan Kaifiat Takbir dan Shalat Idul Fitri saat pandemic Corona Virus (Covid-19). Maka, menurut Ketua MUI Sulawesi Utara (Sulut), KH. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc, untuk melaksanakan Fatwa tersebut MUI Sulut menghimbau kepada pengurus MUI Kabupaten/Kota, secara khusus dan umat Islam umumnya agar memperhatikan hal-hal berikut.

‘’Shalat Idul Fitri dapat dilaksanakan secara sendiri-sendiri (munfarid), berjamaah di rumah ataupun di lapangan dan Masjid dengan pertimbangan tingkat kerawanan dan keamanan penyebaran Covid-19, setelah berkonsultasi terlebih dahulu dengan pemerintah daerah dan petugas kesehatan setempat,’’ kata KH. Abdul Wahab, saat diwawancarai media ini, Senin (18/5/2020).

Melalui surat himbauan Nomor 58/MUI-Sulut/V/2020 itu, MUI Sulut juga menjelaskan soal Shalat Idul Fitri 1 Syawwal 1441 Hijriah yang dapat dilakukan secara berjamaah di lapangan dan di Masjid adalah di kawasan yang telah terkendali penyebaran Covid-19 pada saat 1 Syawwal 1441 Hijriah. Atau di kawasan yang bebas Covid-19 dan diyakini tidak terdapat penularannya (seperti di kawasan Pedesaan atau perumahan terbatas yang homogen, tidak ada yang terkena Covid-19 dan tidak ada keluar masuk orang).

‘’Pelaksanaan Shalat Idul Fitri, baik di Masjid atau di lapangan maupun di rumah harus tetap melaksanakan protokol kesehatan dan mencegah terjadinya potensi penularan, antara lain dengan memperpendek bacaan Shalat dan pelaksanaan Khutbah,’’ ujar KH. Abdul Wahab.

Sambil menerangkan bahwa tentang tata cara Shalat Idul Fitri di rumah dapat merujuk pada Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020. Untuk pengurus MUI Kabupaten/Kota diharapkan dapat bersikap arif dengan mengadakan rapat internal agar menghindari terjadinya keresahan umat.

MUI Sulut juga mengharapkan kepada umat Islam Sulawesi Utara untuk senantiasa menjaga kesehatan masing-masing dan selalu patuh untuk mengikuti perintah dan petunjuk dari pemerintah dalam penanggulangan Covid-19, sebagai bentuk ketaatan terhadap ulil amri dengan tetap berada di rumah.

(*/Bung Amas)

Pengurus Majelis Taklim Fathona Dilantik, Prof Paula Runtuwene Ingatkan Pentingnya Keluarga Harmonis

Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut dalam sambutannya (Foto Ist)

MANADO – Pengurus Majelis Taklim Fathona Kota Manado periode 2017-2021 resmi dilantik Kepala Kementerian Agama Kota Manado, melalui Kepala Seksi Bimas Islam, Sabtu (6/5/2017). Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Manado, Prof DR Julyeta PA Lumentut Runtuwene, MS.,DEA yang didampingi Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut juga memberi support yang luar biasa.

Bahkan dalam sambutannya, Enci Paula begitu Runtuwene akrab disapa yang berkapasitas sebagai Ketua Dewan Penasehat Fathona (Cerdas) pada sambutannya mengajak Majelis Fathona berpartisipasi dalam mewujudkan keluarga yang harmonis.

”Saya mengajak kepada kita sekalian khususnya ibu-ibu yang tergabung dalam Majelis Taklim Fathona untuk berperan aktif dalam menciptakan keluarga yang harmonis dengan meningkatkan peran ibu untuk membina anak-anak kita. Ajaklah mereka untuk menjauhi Narkoba serta perbuatan-perbuatan yang tidak baik,” ujar Enci Paula.

Foto bersama pengurus Fathona dengan Prof Paula Lumentut Runtuwene (Foto Ist)

Ditambahkannya bahwa anak-anak harus mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, tidak boleh ada anak-anak yang putus sekolah. Jika ada yang tidak mampu untuk membiayai pendidikan yang lebih tinggi, Pemerintah Kota Manado tengah menyiapkan bea siswa.

”Kemudian, saya tahu pemerintah Kota Manado ada program untuk memberikan beasiswa bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan sampai jenjang perguruan tinggi. Mulai dari tingkat lingkungan, kelurahan sampai kecamatan. Bahkan, sebagai Rektor Unima saya ajak anak-anak untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, kalau tidak mampu ada program Bidik Misi selama kuliah,” ujar Enci Paula.

Prof DR Julyeta Paula Lumentut Runtuwene saat sambutan (Foto Ist)

Sementara, Wali Kota GSVL menandaskan kehidupan yang rukun dengan toleransi antar umat beragama di Kota Manado sudah terbukti. Sehingga, jika media sosial (Medsos) maupun media massa ribut dengan intoleran, namun di Manado justru tidak terpengaruh.

”Saya ajak kita semua untuk terus menjaga keharmonisan kita dengan hidup rukun dan damai, serta saling menghormati dan menghargai umat beragama di Kota Manado,” tutur Wali Kota GSVL.

Pelantikan pengurus Majelis Taklim Fathona yang dipimpin Ny Suratna Kasim, selaku Ketua juga dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Propinsi Sulawesi Utara Abdul Wahab Abdul Gafur, perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Manado, dan Sekda Manado Drs Rum Usulu. Pelantikan ini mengambil tema: ”Cerdas dalam berfikir, amanah dalam melangkah, sabar dalam bersikap menuju masyarakat Manado yang Baldhatun Thayyibatun Warabbun Ghafur”.(*/Mas)

MPW BKPRMI Sulut Mengutuk Pengeboman Gereja di Samarinda

Dr dr Taufik Pasiakm M.Si, M.Kes (Foto Suluttoday.com)

Dr dr Taufik Pasiakm M.Si, M.Kes (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sejumlah kejadian yang mengancam kenyamanan rakyat di Republik Indonesia ini mengharuskan pemerintah serius memperhatikan pentingnya meningkatkan penjagaan keamanan. Seperti yang terjadi, Minggu (13/11/2016) peledakan bom terjadi di depan Gereja Oikumene, Kelurahan Sengkotek, Samarinda Kelimantan Timur betul-betul mengusit kerukunan beragama.

Menanggapi hal itu, Dr. Taufik Pasiak selaku Ketua PMW Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (13/11/2016) tadi malam, mengutuk keras kejadian yang mekan sejumlah korban. Pasiak memberikan dukungan kepada penegak hukum untuk bertindak tegas dan tuntas menyelesaikan kasus itu dengan menangkan oknum pelaku pemboman.

”Insiden pemboman ini merusak kerukunan dan sangat bertentangan dengan nilai-nilai agama, kami BKPRMI Sulawesi Utara mengutuk kejadian bom gereja di Samarinda ini. Kami mendorong pihak kepolisian mengusut tuntas pelakuka pemboman yang tidak memahami ajaran agama dengan baik tersebut,” ujar Pasiak yang juga Ketua Bidang antar agama MUI Sulut ini tegas. (Amas)

Relawan Rumah Zakat Manado Buka Pendaftaran Anggota

Rangkaian kegiatan Relawan RZ Manado (Foto Suluttoday.com)

Rangkaian kegiatan Relawan RZ Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Momentum Open Recruitment Relawan Rumah Zakat (RZ) memberikan kesempatan untuk siapa saja yang ingin menjadi Relawan RZ. Siapkah anda menjadi pribadi penuh manfaat…??. Sukri Umasangaji, Relawan RZ ketika dikonfirmasi menyampaikan bahwa sudah saatnya kalian gabung bersama kami menjadi Relawan RZ sebab bersama kita berbagi kemanfaatan, menebar kebaikan untuk kemanusiaan ke seluruh penjuru Nusantara dan Dunia, Rabu (7/10/2015)

”Jaringan Relawan RZ Manado 0852-5613-3931 dengan Format Pendaftaran Via SMS [ Daftar Relawan RZ_Nama_Usia_Jenis Kelamin_Pekerjaan_Aalamat Lengkap ],” ucap Sukri

Ia juga menyampaikan bahwa untuk menjadi Relawan RZ syaratnya sebagai berikut : Muslim/Muslimah, Sehat mental atau tidak memiliki ganguan kejiwaan, Tidak terlibat dalam organisasi yang dilarang Pemerintah dan MUI, Berusia 17-35 Tahun, Berkomitmen Tinggi, Bersedia mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan oleh Relawan RZ.

Hal senada juga disampaikan oleh Rahman Dani Lasamadi (Relawan RZ) bahwa Cara gabung mudah, pertama : Isi Formulir pendaftaran di www.relawannusantara.org , Kedua : atau dapatkan Formulir Pendaftaran di kantor Rumah Zakat yang terdekat di kota anda, dan yang ketiga : Bisa juga langsung menghubungi Jaringan Relawan RZ di Kota Anda.

”Rencananya kami akan melakukan sosialisasi di Badan Tadzkir ditingkat Fakultas yang ad di Univesitas Sam Ratulangi, dan juga Politeknik Manado,” tutur Rahman. (Faruk)

Buka Puasa Bersama Ratusan Imam, GSVL Minta Jaga Kebersamaan

Ketua MUI Sulut saat memberikan ceramah (Foto Suluttoday.com)

Ketua MUI Sulut saat memberikan ceramah (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sebelum menyampaikan sambutan, GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dalam kesempatan buka puasa bersama para Imam se-Kota Manado. KH Abdul Wahab Abdul Ghafur, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Utara (Sulut) dalam ceramahnya mengingatkan perlunya umat Islam bersatu padu, mengambil bagian terdepan dalam menjaga keamanan dan membina persaudaraan antar sesama.

”Kita umat Islam harus menjadi umat yang benar-benar taat pada perintah Allah SWT, bertaqwa dan takut pada Tuhan, dengan terus meningkatkan kepedulian antar sesama. Menjaga keamanan, bukan menjadi pembuat rusuh, apalagi kita dalam suasana menjalankan ibadah di bulan Suci Ramadhan ini, ingat Islam merupakan agama yang rahmatan lil alamin” ujar Ketua MUI Sulut, di Rudis Wali Kota Manado, Sabtu (11/7/2015).

Setelah Ketua MUI menyampaikan ceramah, dan ucapan selamat datang dari Asisten II pemerintah Kota Manado, Hi Rum Usulu, GSVL sapaan akrab Lumentut diberikan kesempatan menyampaikan sambutan. GSVL mengingatkan para Imam agar terus mempererat hubungan persudaraan dan menjaga kebersamaan, terutama membantu pemerintah dalam pelayanan terhadap masyarakat.

”Peran para tokoh agama ini sangat penting, memang sejak memimpin Kota Manado saya terus memberi perhatian pada para tokoh agama dengan memberikan dana operasional. Saya berharap para Imam dapat bekerja sama dengan pemerintah untuk hal pelayanan demi kepentingan publik tentunya, mari kita terus menjaga kebersamaan, jika terus bersama maka Manado akan lebih baik kedepannya,” kata GSVL yang disambut dengan teriakan Cerdas dan Lanjutkan dari sejumlah Imam yang hadir.

Buka puasa bersama ini juga dihadiri Tim 9 Kongres Umat Islam (KUI) Kota Manado, para Kepala Dinas, Kepala Badan, dan Camat dan wartawan. (Amas Mahmud)

iklan1