Tag: natal

NATAL dan MUSLIM MANADO

Taufik Bilfaqih (Foto Ist)

Oleh : Taufik Bilfaqih, Anggota Bawaslu Kota Manado

Di Manado, Natal tidak saja sebagai momen sakral bagi ummat Kristiani. Tidak sekadar menjadi momen terbaik untuk peribadatan. Bahkan bukan hanya momen libur panjang apalagi untuk menyambut pergantian tahun.

Natal, bagi masyarakat disini, telah mendarah daging. Ia membudaya, semacam menjadi kebutuhan akan melanjutkan peradaban hidup. Uniknya, itu tidak hanya bagi para penganutnya, melainkan umat dari golongan lain. Mereka memanfaatkan natal untuk ajang memperat silaturahmi kepada umat yang merayakan hingga turut berperan dalam menyukseskan program-program kegiatan menjelang, saat hingga pasca natal.

Mereka yang dimaksud, sebagian Muslim Manado dengan kesedaran dan keinsafan internal dalam diri untuk terlibat pada perayaan natal. Ibadah di Gereja yang dijaga oleh sebagian pemuda dengan seragam ala muslim, adalah pemandangan yang sudah tak asing dan bahkan biasa-biasa saja. Namun, jauh dari sekadar menjaga gereja dan atau sekadar memberikan ucapan selamat, sebagian Muslim di sini justru terlibat dalam rangkaian peribadatan, kunjung mengunjung rumah, makan bersama hingga aktivitas perayaan lainnya.

Tentu, yang dimaksud terlibat dalam rangkaian peribadatan bukan berarti ikut beribadah ala umat Kristiani, melainkan sekadar menghadiri prosesi ceremoni kegiatan natal. Meski demikian, Muslim Manado yang dimaksud, bukanlah kelompok tertentu. Yakni golongan yang memakai dalil “Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum”; barangsiapa yang berusaha sekuat tenaga menyerupai suatu kaum maka ia termasuk diantara mereka*. Kalimat ini mejadi senjata bagi kalangan muslim tertentu untuk tidak mentolerir golongan muslim yang suka bergaul dengan ummat lain. Bahkan, mereka tidak segan-segan melabeli kafir.

Di Manado, kelompok Muslim ini tidak nyaring, meski sesekali bissing. Keberadaan mereka patut dihargai. Sebab, demikianlah ragam orang dalam bersikap. Tak perlu disalahkan. Semua kelompok bahkan pribadi, punya hak berkeyakinan dan berpendapat. Selama semua itu tidak dibarengi dengan tindakan paksaan, kekerasan bahkan cenderung menghakimi orang lain.

Natal adalah kesempatan untuk memberikan pesan Islam yang damai kepada ummat Kristiani. Natal, merupakan momen bagi Muslim Manado yang berpikir terbuka, sebagai ajang menggambarkan betapa Islam adalah agama yang universal dan senantiasa menjaga semangat solidaritas dan soliditas antar umat manusia. Natal, secara hakikat adalah perayaan bagi ummat Kristen, tapi momen seperti ini menjadi Muslim di Manado menyampaikan bahwa, Kita tak bersaudara dalam aqidah, namun dipersaudarakan dalam ikatan kemanusiaan. [**]

Demikian, pesan Natal. Baku-baku bae. Baku-baku Sayang. Baku-baku jaga.

Selamat Natal buat seluruh yang menikmatinya. Berkah hidup, damailah negeri.

Salam Takdzim untuk semua…

*terkait dalil ini, begitu banyak tafsirnya. Bisa ditinjau dari sisi bahasa, filosofi hingga subtansinya. Silahkan mondok (langsung ke mursyid, boleh juga ke mbah yai Google).

Semoga Allah memudahkan hidup Kita semua dari kebelengguan hidup.

Kapolri Tito: Selamat Natal untuk Semuanya

Kapolri saat memberikan sambutan di Gereja (Foto Ist)

Kapolri saat memberikan sambutan di Gereja (Foto Ist)

JAKARTA – Bertepatan pada Hari Raya Natal 2016, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melanjutkan safari pengamanan malam Natal di sejumlah gereja di Jakarta. Setelah menyambangi Gereja HKBP Menteng, Tito datang ke Gereja Reformed Injili Indonesia di Kemayoran, Jakarta.

Sama seperti di tempat sebelumnya, kedatangan Tito dan rombongan disambut dengan antusias oleh jemaat.

Tito didampingi oleh Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, Pangdam Jaya Major Jenderal TNI Teddy Lhaksmana, Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, Kapolda Metro Jaya Irjen Muhammad Iriawan, dan Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.

Saat berdiri di atas mimbar, Tito mengingatkan agar tak ada perpecahan atas nama agama.

“Semenjak Presiden pertama, kita mencanangkan semua perbedaan itu bukan pemecah justru jadi pemersatu kita,” ujar Tito di hadapan jemaat Gereja Reformed Injili Indonesia di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (24/12/2016).

“Karena kita semua satu bangsa meski ada berbagai perbedaan,” lanjut dia.

Dalam rangkaiam safarinya, Tito beserta rombongan mengunjungi Gereja HKBP Menteng, Gereja Reformed Injili Indonesia Kemayoran, Gereja Immanuel, dan Gereja Katedral.

Tito mengatakan, kunjungannya ke gereja-gereja tersebut untuk memantau pengamanan malam Natal. Ia memastikan tak ada kejadian menonjol malam ini.

“Selamat Natal untuk semuanya. Semoga senantiasa damai memberkati kita semua,” kata Tito seperti dilansir Suluttoday.com dari Kompas.com.

Polri menerjunkan sekitar 85.000 personel dibantu dari TNI untuk mengamankan Natal.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan, sejak dua hari sebelum Natal, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak gereja untuk pengamanan tempat ibadah masing-masing.

Termasuk berkoordinasi soal pintu masuk dan keluar, sterilisasi ruangan, dan kebutuhan pemeriksaan barang pengunjung sebelum masuk ke ruangan.

Untuk gereja besar seperti Katedral, polisi yang menjaga di sekitar lokasi bisa mencapai 100 personel. Sementara di gereja biasa, jumlahnya puluhan polisi. Ada juga petugas yang berkeliling mengamankan area jalanan umum.

“Pengamanan disesuaikan banyaknya pengunjung, besarnya gereja, dan kegiatannya,” kata Rikwanto. (*/Red)

Mau Kunjungi Rumah Sinterklas, Silahkan Klik Disini

Wah, ternyata ini rumah Sinterklas (Foto Ist)

Wah, ternyata ini rumah Sinterklas (Foto Ist)

JAKARTA – Ini ceritanya rumah Sinterklas, pada awalnya tempat yang berada di Alaska ini lebih dikenal dengan nama aslinya yaitu Fairbanks. Tetapi mulai terjadi perubahan ketika sepasang suami istri bernama Nellie dan Con Miller mulai pindah ke daerah tersebut.

Dilansir dari Atlas Obscura, Con Miller awalnya hanya bekerja sebagai pedagang sambil sesekali menghibur anak-anak di sekitar dengan menggunakan baju Sinterklas. Pada awal kepinadahannya tersebut dia dan istrinya masih belum memiliki banyak uang sehingga tidak dapat memiliki rumah sendiri. Beberapa tahun kemudian mereka mulai memiliki rumah di daerah luar Fairbanks dan memberinya nama North Pole.

Kombinasi Sinterklas dan nama North Pole yang berarti kutub utara ini lah yang membuat daerah itu kini terkenal dan rumah milik Con Miller tersebut disangka sebagai rumah Sinterklas. Pada awalnya Con dan Nellie sama seklai tidak bermaksud untuk membuat rumah mereka dianggap sebagai milik Sinterklas. Tetapi seringnya anak-anak salah sangka telah membuat mereka memutuskan untuk mengakui bahwa itu adalah rumah Sinterklas dan mendekorasinya agar benar-benar mirip.

Setelah berita tentang rumah tersebut menyebar melalui media cetak, banyak surat dari anak-anak di seluruh penjuru dunia dialamatkan ke tempat tersebut. Banyak anak tersebut menganggap bahwa mereka sungguh-sungguh mengirim surat ke Sinterklas dan mengharap balasan.

Bahkan hingga lebih dari 60 tahun berlalu, tempat tersebut masih menjadi tujuan bagi banyak surat dari anak-anak di berbagai belahan dunia. Tetapi surat-surat tersebut tidak sia-sia, karena tetap dibalas oleh orang-orang di rumah tersebut yang mengaku sebagai Sinterklas. Tentu saja surat balasan ini membuat banyak anak-anak itu merasa senang.

Sekarang North Pole telah menjadi sebuah kota dan dianggap sebagai rumah Sinterklas yang sesungguhnya. Bahkan banyak wisatawan yang datang ke tempat tersebut untuk merasakan sendiri kampung halaman Sinterklas.

Ucapkan Selamat Natal, Jokowi Juga Akan Keliling Indonesia Timur

Joko Widodo (Foto Ist)

Joko Widodo (Foto Ist)

JAKARTA – Selaku Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo berharap perayaan Natal tahun ini penuh kedamaian. Semangat Natal harus membawa kegembiraan.

“Saya mengucapkan selamat merayakan Natal bagi ummat Kristiani. Semoga semangat Natal membawa kegembiraan dan damai untuk kita semua -Jkw,” tulis Presiden Jokowi melalui akun twitter resminya, Jumat (25/12/2015).

Perayaan Natal hingga saat ini memang masih terpantau aman. Tidak ada ancaman keamanan, umat Kristiani merayakan Natal dengan khidmat.

Lanjutnya lagi mengatakan pada perayaan Natal tahun ini, Presiden Joko Widodo akan berkeliling ke wilayah Indonesia timur. Presiden Jokowi akan meninjau beberapa wilayah di Indonesia bagian timur, seperti Kupang dan Papua.

Presiden berangkat ke Kupang sore nanti dan akan kembali ke Jakarta pada Senin (28/12/2015). (Detik.com/Isnain)

Perayaan Natal Aman, Badrodin: Antisipasi Ancaman Teror Sudah Dilakukan

Badrodin Haiti (Foto Ist)

Badrodin Haiti (Foto Ist)

JAKARTA – Dalam rangka menjaga keamanan saat Natal tahun 2015, Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyatakan, tidak ada kejadian menonjol saat perayaan malam misa Natal di seluruh Indonesia. “Sampai saat ini berjalan aman, tidak ada kejadian menonjol dan berarti,” kata Kapolri di Jakarta, Kamis (24/12/2015) malam.

Badrodin menyatakan hal itu saat melihat keamanan di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Badrodin didampingi Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kabaharkam Komjen Polisi Putut Eko Bayuseno, Kadiv Humas Polri Irjen Polisi Anton Charlian, Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Tito Karnavian, dan pejabat utama Polri lainnya.

Kapolri menyebutkan, proses pengamanan Natal dan Tahun Baru telah direncanakan secara matang sebelumnya sehingga kondisi keamanan berjalan baik.

“Ini karena perencanaannya yang bagus,” ujar jenderal polisi bintang empat itu.

Terkait ancaman teroris, Badrodin menyatakan, anggota Polri telah melakukan deteksi dini sejak bulan lalu terhadap keberadaan teroris yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Masalah antisipasi ancaman teror sudah dilakukan untuk menjamin perayaan Natal dan Tahun Baru agar tidak ada aksi yang mengganggu,” ucap Badrodin.

Saat ini, Badrodin menambahkan, petugas berkonsentrasi mengamankan gereja, selanjutnya mengawasi tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lokasi konsentrasi massa.

Polri menerapkan Siaga I bagi anggota dalam menghadapi perayaan Natal dan Tahun Baru dengan mengerahkan duapertiga kekuatan Polri dibantu TNI dan pemerintah daerah setempat hingga 150.000 personel. (Kompas.com/Adi)

iklan1