Tag: naufal dunggio

Malaikat Maut di Zaman Milenial Bernama Virus Corona

Moh. Naufal Dunggio (Foto Istimewa)

Oleh : Moh. Naufal Dunggio
(Aktivis dan Ustadz Kampung)

Kematian suatu hal yang misteri. Tak satupun makhluk Allah yang bisa tahu kapan dia akan menemui kematian. Kalau tanda-tanda akan menghadapi kematian itu bisa diketahui sesuai beberapa keterangan melalui hadits-hadits Nabi SAW. Namun pas kapan dia akan mati tak satu makhlukpun yang bisa memprediksinya.

Akhir-akhir ini masyarakat dunia bilkhusus negeri 062 lagi dibuat resah dan gelisah dengan virus Cina ini. Masing-masing negara di dunia sudah berusaha dan berikhtiar untuk memutus mata rantai virus Cina yang mematikan ini. Ini disebabkan belum ada obat yang paten yang bisa menyembuhkannya.

Tapi negeri 062 belum melakukan ikhtiar yang serius dalam menghentikan virus ini. Para pejabat dari tingkat presiden masih pada status menghimbau doank. Untuk melakukan Lock Down aja gak mau seperti negera-negara di dunia. Padahal itu tindakan paling murah dan jitu.

Rakyat jadi bertanya-tanya, kenapa presiden gak mau lockdown?.

Ternyata virus cina ini dahsyat sekali gerakan menyerangnya. Dia gak milih². Mau JENDRAL kek, MENTERI kek, rakyat biasa kek atau siapa aja jika dia mau nyerang bisa berujung pada kematian. Di Perancis udah 600 orang yang tewas dengan virus Cina ini. Dan di negeri 062 makin hari makin bertambah baik yang ODP (orang dalam pantauan) atau yang meninggal.

Sudah 8 orang putra terbaik bangsa bidang medis para profesor dan dokter meninggal dunia karena menolong pasien covid 19 ini. Dan nanti berapa orang lagi para medis yang akan mengikuti nasib mereka ….? Na’udzubillah min Dzalik … jauhkan dan hentikan ya Allah.

Supaya virus Cina ini bisa kita hentikan maka mari kita ketuk PINTU LANGIT memohon pada ALLAH yang punya virus dan Allah juga yang MENGHILANGKANNYA. Dengan cara kita amalkan yang penulis sebut DZIKIR POWER.
Mari di setiap ba’da Magrib dan subuh setelah kita selesai shalat dan membaca dzikir² yang biasa kita lakukan maka kita tambah amalkan ini dengan membaca;

A’udzubillahi …
Bismillahi …
1). Membaca al-Fatihah 7 kali.
2). Ayat kursi 7 kali
3). QS. 26;80 7 kali
4). Do’a² ttg kesehatan dan kesembuhan sesuai yang dihafal sebyk 7 kali
5). Hasbunallah wa Ni’mal Wakiil Ni’mal Maulaa wa Ni’man Nashiir. Walaa Haula walaa Quwwata illa Billahil ‘Aliyyil ‘Adziim. 7 kali.
6). Subhanallah wal Hamdulillah wa Laa ilaaha illallah Wallahu Akbar. 7 kali.
7). Diakhiri dengan sholawat pada Rasulullah SAW. 7 kali.

Semoga dengan kekuatan dzikir ini virus cina ini bisa berakhir segera. Kalaupun Malaikat Maut di era milenial ini datang kepada kita maka diri kita sudah terproteksi dengan dzikir power ini. Tapi ingat, jangan hanya dzikir lantas tidak shalat 5 waktu.

Ini gak usah diperdebatkan dalilnya mana. Yang mau kerjakan lakukan. Yang gak mau diam aja sambil nunggu corona bertamu di rumahmu. Ini salah satu ikhtiar mengetuk pintu langit agar kita terlepas dari ujian, cobaan dan adzab ini. Sehingga bulan Ramadhan kita lalui bukan dalam kekwatiran dan ketakutan dengan penyakit.

Hanya kepada Allah jualah kita berserah diri. Dan dijauhkan dari bala’ dan bencana. Aaamiiin.

Wallahu A’lam…..

Maklumat Kapolri Vs Larangan Shalat di Masjid

Moh. Naufal Dunggio (Foto Istimewa)

Oleh : Moh. Naufal Dunggio

Ada yang rasa ganjil dan mengganjal di dada ini dalam menyikapi cobaan Allah berupa virus Cina Corona. Terutama yang terjadi pada umat Islam. Koq umat Islam jadi paranoid dengan ujian dan cobaan dari Allah ini. Seolah-olah gak pernah mendapat cobaan yang akan berakhir dengan kematian. Bukankah cobaan Allah yang kita alami di luar rumah setiap detik mengancam jiwa kita?. Tapi kenapa dengan virus cina ini koq tiba-tiba jadi paranoid akut?

Sampai-sampai dalam menyikapinya harus menjauhi rumah Allah dan bikin syari’at baru?. Bukankah cobaan semacam ini bukan hal yang baru dalam Islam …? Di zaman Nabi SAW dan para SAHABAT pernah terjadi wabah lebih dahsyat dari virus cina ini?. Tapi zaman Nabi dan Sahabat tak pernah Melarang Orang Shalat di Maajid dan Shalat Jama’ah model Tentara dan Polisi berbaris pada acara 17 Agustus.

Tolong kalau ada dalil disaat wabah semacam ini kemudian Nabi dan para sahabat melarang shalat berjama’ah di masjid?. Di kitab mana itu. Yang ada, bila ada orang sakit dilarang baginya shalat di masjid agar penyakitnya gak menular ke orang lain. Bukan menutup masjid dan orang dilarang shalat?.

Kalau mau masuk ke Mall-Mall ada petugas dengan memakai sarung tangan dan memegang kayak pistol air dalam mengecek suhu yang mau masuk Mall plus ada Hadsanitizer. Bila suhunya diatas 38 derajat maka dia tdk diijinkan masuk. Nah, kenapa di masjid tidak dilakukan seperti itu? Ngapain uang kas masjid hanya disimpan di bank berbunga riba tidak mau membeli alat seperti itu?. Bukan harus melarang orang shalat dan menutup masjid?.

Sayyidina Umar bin Khattab kembali ke Madinah gak jadi masuk Syam atau Syiria karena ada wabah Thaun menyerang Syam. Tapi adakah larangan Umar untuk masuk masjid pada Ubaidillah yang bertahan mau masuk Syam?. Jangan bikin hukum baru doonk dengan kasus corona ini?.

Ada yang beranalogi, kalau masjid ada Harimau, maka dilarang kita masuk ke dalamnya karena sama aja bunuh diri. Pertanyaannya, sudah tahu ada harimau, ngapain dimasuki? hanya Orang Bego, Dungu bin Tolol aja yang mau masuk ke masjid yang ada Harimaunya.

Bunuh dulu tu harimau baru masuk. Tapi keberadaan ada binatang buas di dalam masjid seperti itu bukan berati harus meliburkan orang shalat tanpa batas durasinya?. Boleh jadi masjid di tutup satu dua hari dalam proses membunuh binatang itu tapi kalau virus cina ini sampai kapan durasi waktunya bisa teratasi. Dan sampai kapan masjid diliburkan dari shalat 5 waktu dan Jumat?.

Kenapa hanya masjid dilarang-larang tapi Mall-Mall dan Pasar-Pasar tidak?. Kan sama-sama mengumpulkan orang banyak?. Apakah MALL dan Pasar lebih Sakti dari masjiiiid sehingga virus Cina ini lebih senang masuk rumah Allah dari pada masuk MALL dan PASAR …? Kalau niatnya mau mencegah virus Cina maka lebih tepat apa yang dilakukan Pak Kapolri dengan Maklumatnya.

Kapolri mengeluarkan Maklumatnya dalam memutus mata rantai virus Cina Corona sesuai Tupoksinya, tanpa mau masuk pada wilayah Sensitif yang berkaitan dengan Aqidah Umat dengan Melarang Shalat di Masjid. Ini baru mantuuul. Boleh Pak Kapolri masuk dalam wilayah ini asal beliau posisinya seperti Sayyidina Umar bin Kattab seorang Jenderal dan juga sebagai seorang Ulama.

Apakah dengan Maklumat lantas Pak Kapolri masuk menjadi penganut Jabbariyah yakni orang-orang yang Pasrah Totalitas, tanpa reserve kepada Allah. Atau menjadi kaum Qodariyyah yang lebih banyak mengandalkan akal menyampingkan agama?. Tentu tidak.

Beliau adalah Ahlishnnah Wal Jama’ah, yang menempatkan suatu persoalan pada tempatnya. Dan itu memang kerjaan polisi. Maklumat Pak Kapolri itu mantuuuulnya diikuti dengan sangsi hukum bila tidak mentaatinya. Ini sama dengan Malaysia menghukum warganya bila tidak taat dengan maklumatnya soal pencegahan Corona ini dengan denda 1000 ringgit atau 6 bulan kurungan.

Pemimpin itu memang harus seperti ini mengeluarkan perintah pakai ilmu yang dimiliki sesuai dengan kapasitasnya. Bukan asal bunyi (ASBUN) seperti pejabat yang lain. Bilang gak ada virus ternyata ada. Bilang virus cina bisa sembuh sendiri tapi ternyata dokter yang menangani ini udah 3 yang mati.

Bilang udah ada obat yang dibeli tapi ternyata obat keras malaria yang bisa keracunan kalau meminumnya. Jadi cobaan dan ujian virus Cina ini statusnya bukan lagi cobaan dan ujian tapi udah berganti menjadi Adzab dari Allah.

Semoga virus Cina ini cepat berlalu dari negeri ini. Dan mereka yang sudah terkena semoga cepat sembuh. Dan yang telah meninggal dunia semoga Husnul Khatimah. Dan yang belum maka jaga kebersihan, makan makanan yang bergizi lagi halal, istirahat yang cukup dan yang lebih utama jangan jauh² dari Allah SWT. Hanya kepada Allah SWT jualah kita berserah diri.

Wallahu A’lam ……

__________________

Penulis adalah Aktivis dan ustadz Kampung

iklan1