Tag: noho poiyo

Meski Hari Minggu Jarod Tetap Ramai, Ada Apa?

Tampak depan Kawasan Jalan Roda Manado

Tampak depan Kawasan Jalan Roda Manado

MANADO – Salah satu tempat yang terbilang cukup memiliki dinamika dan dilirik banyak kalangan, terutama bagi aktivis mahasiswa, aktivis LSM, pebisnis, para politisi, anggota DPRD, Budayawan, akademisi, tokoh agama, penjual koran, hingga penjual besi bekas, tempat itu tidak lain adalah Jalan Roda (Jarod) Manado. Minggu (2/11/2014), saat kunjungan Suluttoday.Com ke Jarod ditemui masih terdapat banyak pengunjung disana.

Terlihat beberapa tokoh pemuda dan aktivis LSM, seperti Noho Poiyo, Vian Walintukan, beberapa pengurus Asprov PSSI Sulut, aktivis HMI, pengurus Ansor Sulut, dan pengunjung lainnya. Noho yang adalah Ketua Lembaga Pemberdayaan Pedagang Mandiri (LP2M) Manado saat diwawancarai menyebutkan Jarod memiliki ketertarikan yang berbeda dengan tempat rumah kopi lainnya.

Siasana Jarod yang terlihat ramai

Suasana Jarod yang terlihat ramai, Minggu (2/11/2014)

Disini memeng berbeda, Jarod sering dinamakan DPRD tingkat III. Karena di Jarod ini muncul banyak ide, banyak tokoh yang bergerak dari bawah hingga menjadi hebat semua dari sini. Jarod merupakan tempat bagi pengusaha kecil, mereka berusaha disini rasanya lebih nyaman. – Noho Poiyo, Ketua LP2M Manado.

Poiyo menyebutkan ketertarikan lainnya adalah pedagang Jarod Manado memiliki rasa sosial yang tinggi, sehingga ada pembeli yang hanya membeli kopi setengah gelas juga dilayani walaupun kopi itu diminumnya hingga berjam-jam.

”Banyak yang tertarik ke Jarod karena pedagang disini ramah-ramah, dan juga memiliki jiwa sosial tinggi. Ada pembeli yang hanya memesan atau membeli kopi setengah gelas pun dilayani. Bahkan sebagian yang tidak membawa duit juga bisa dimaklumi pemilik warung, nanti besok baru bayar. Ini yang luar biasa, bukan hanya itu, terkadang hanya memesan kopi setengan gelas kita duduk berdiskusi dengan berjam-jam, kadang sampai malam tiba.” tutur Noho yang juga pengurus DPD KNPI Sulut ini. (Amas Mahmud)

Demo KNPI ‘Guncangkan’ PLN, 1 November Listrik Tak Lagi Padam

Massa aksi KNPI Sulut menuju kantor PLN Suluttenggo

Massa aksi KNPI Sulut menuju kantor PLN Suluttenggo

MANADO – Janji pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) untuk menduduki kantor PLN Wilayah Suluttenggo akhirnya terbukti, Selasa (28/10/20/2014), usai menggelar upacara Sumpah Pemuda, KNPI Sulut gelar demonstrasi. Bertindak selaku Koordinator Lapangan (Korlap), Jackson Kumaaat yang tidak lain adalah Ketua Umum DPD KNPI Sulut.

Ribuan massa aksi berkumpul di Sekretariat DPD KNPI Sulut, tepatnya dilapangan KONI Manado, dan kemudian bergegas menuju kantor PLN Suluttenggo. Seperti yang disampaikan Jacko sebelumnya bahwa KNPI Sulut bakal meminta mundur GM PLN Suluttenggo jika tidak dapat memenuhi tuntutan masyarakat Sulut yang disampaikan KNPI pada demo tersebut.

Disaat menyampaikan orasi didepan kantor PLN Wilayah Suluttenggo Jacko dengan suara lantang meminta pimpinan PLN Suluttenggo tidak lagi melakukan pemadaman Listrik. Dirinya melanjut dengan mengurai berbagai kerugian yang diderita warga Sulut atas pemadaman Listrik dari PLN tersebut.

“Kami hadiri disini dengan satu tuntutan, pemadaman Listrik harus dihentikan. PLN Suluttenggo bertanggung jawab memberikan pelayanan yang baik bagi warga sebagai konsumen Listrik, pemadaman Listrik akhir-akhir ini mengundang keresahan dan kerugian yang besar dirasakan warga Sulut. Maka dengan itu, kami sekali lagi mendesak pimpinan PLN tidak lagi melakukan pemadaman Listrik,’’ teriak Jackson Kumaat saat menyampaikan orasi.

Jackson Kumaat saat memegang tuntutan KNPI Sulut

Jackson Kumaat saat memegang tuntutan KNPI Sulut

Ketua KNPI Sulut inipun menyampaikan pada pimpinan PLN terkait kerusakan barang elektronik, dan pemutusan jaringan Listrik jika para pelanggan (konsumen) terlambat membayar iuran Listrik. Jacko meminta PLN tidak mengambil kebijakan yang ‘’merugikan’’ konsumen, tak hanya itu dirinya saat diwawancarai berharap PLN Wilayah Suluttenggo agar lebih profesional lagi dalam manajemennya.

‘’Selalu saja alasan klasik disampaikan PLN jika ada masyarakat yang mengeluh terkaiat pemadaman Listrik, kali ini KNPI Sulut tidak mau lagi berkompromi dengan alasan-alasan semacam itu. Yang pasti, kewajiban masyarakat untuk membayar iuran Listrik ditunaikan dan kita meminta hak kita, jangan kemudan terkesan sesuka hati pihak PLN melakukan pemadaman Listrik. Apalagi ada informasi yang kami peroleh, dititik-titik tertentu tidak ada pemadaman Listrik sama-sekali, sudah banyak keluhan masyarakat yang kami tamping, diantaranya kerusakan barang-barang elektronik, pemutusan lampu dan lain-lain yang cenderung merugikan masyarakat. Kami akan membantu pihak PLN sesuai dengan alasan mereka, tapi ingat jangan korbankan masyarakat lagi,’’ ujar Kumaat menutup.

Sementara itu, Batian Pongayou, Manager Bidang Perencanaan saat menerima para pendemo menyampaikan janji PLN bahwa pihaknya tidak akan melakukan pemadaman Listrik dengan cara meminimalisir pemadaman, dan seterusnya. Tak hanya itu, Pongayou, berjanji jikalau ada pemadaman pada tanggal 1 November 2014, dirinya siap untuk mundur diri dari pekerjaannya.

Suasana demo KNPI didepan kantor PLN Suluttenggo

Suasana demo KNPI didepan kantor PLN Suluttenggo

“Kami memohon maaf sebesar besarnya kepada masyarakat karena selama ini telah terjadi pemadaman listrik. Kami meminta agar masyarakat dapat membantu kami untuk berjuang ke pusat agar supaya kami bisa mendapatkan pembangkit listrik baru,” kata Pongayou di hadapan massa.

Aksi yang dipelopori KNPI Sulut ini juga dihadiri oleh pengurus organisasi Kemahasiswaan seperti KAMMI, seluruh pengurus DPD II KNPI se-Sulut, OKP, dan masyarakat, terlihat juga hadir para senior KNPI dan mereka ikut memberikan orasi. Para aktivis pemuda seperti Jim Robert Tindi, Vian Walintukan, Hamdan, Octavianus Kerap ‘Edos’, Stevi Suawa, Yudistira Nusrin, Iswadi Amali, Noho Poiyo, dan sejumlah mantan aktivis mahasiswa lainnya terlihat ikut dalam demo dan melakukan orasi kali ini. Massa aksi diterima langsung jajaran pimpinan PLN Wilayah Suluttenggo dengan penjagaan ketat Polisi. (Amas Mahmud)

PLN ‘Menyiksa’ Pedagang, LP2M Apresiasi Demo KNPI Sulut

Noho Poiyo, Ketua LP2M Manado

Noho Poiyo, Ketua LP2M Manado

MANADO – Demo yang digelar Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) mendapat dukungan berbagai kalangan. Organisasi pedagang seperti Lembaga Pemberdayaan Pedagang Mandiri (LP2M) Manado mengapresiasi demo yang dilakukan KNPI Sulut, menurut Noho Poiyo, Ketua LP2M Manado pedagang juga merasakan dampak dari pemadaman Listrik di Manado.

Pemadaman di Manado memberikan dampak besar terhadap pedagang, makanya demo yang dilakukan KNPI Sulut yang dipimpin langsung Bung Jackson Kumaat membantu para pedagang. Kami memberikan apresiasi atas demo ini. – Noho Poiyo, Ketua LP2M Manado.

Lanjut ditambahkan Noho sapaan akrab pendekar Perisai Putih Sulut itu menyebutkan ulah PLN memberikan efek pada para pedagang. Dikatakannya juga bahwa pedagang mengecam sikap PLN Wilayah Suluttenggo yang terlalu melakukan pemadaman Listrik.

”Pedagang merasakan sekali tentang pemadaman Listrik ini, kami meminta kesulitan pedagang terkait pemdaman Listrik dikurangi sebagaimana kesemapakat PLN dengan KNPI Sulut disaat demonstrasi berlangsung. Ini sangat dirasakan dampaknya oleh pedagang,” ujar Poiyo, Rabu (29/10/2014) pada Suluttoday.Com. (Amas Mahmud)

Dinilai Tak Berhasil, Affan Mokodongan Diminta Fokus Jadi DPRD

Affan Mokodongan (Foto Ist)

Affan Mokodongan (Foto Ist)

MANADO – Serangan terhadap Affan Mokodongan, Sekretaris Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Utara (Sulut) terus bergulir. Menurut Noho Poiyo, setelah sebelumnya beberapa aktivis OKPI melontarkan mengkritik, sebaiknya Affan fokus dalam menjalankan amanah dan memilih yang terbaik agar tidak terganggu konsentrasinya.

Affan Mokodongan yang saat ini menjabat Sekretaris Umum KNPI Sulut, tidak lain adalah representasi kaum muslim. Beliau juga merupakan anggota DPRD Provinsi Sulut, bila diamati memang tidak efektif kerjanya selama kurang lebih dua tahun ini di KNPI Sulut. Affan tidak pro-aktif, dia harusnya memilih, apakah sebagai anggota DPRD Provinsi atau Sekum KNPI Sulut. – Noho Poiyo, Wakil Ketua KNPI Sulut dan aktivis Organisasi Kepemudaan Islam Sulut.

Tambah Noho yang juga Ketua Lembaga Pemberdayaan Pedagang Mandiri (LP2M) Manado ini saat ditemui di Jarod, Sabtu (4/10/2014) bersama Rolandy Thalib dan beberapa aktivis OKPI lainnya menyebutkan sebaiknya Mokodongan yang juga anak dari Sekretaris Provinsi Sulut ini mengambil sikap tegas agar lebih maksimal menjalankan tugasnya.

”Jujur saja kalau seperti ini kinerjanya Affan, sebaiknya mundur saja dari Sekretaris KNPI. Masih banyak yang lebih berkompetensi dibanding dirinya, kelihatannya Affan gagal sebagai Sekum KNPI, baiknya dia mengabdi saja sebagai anggota DPRD Provinsi Sulut,” terang Noho pada Suluttoday.Com. (AmasMahmud)

iklan1