Tag: ntb

Bantu Korban Bencana di Lombok, Mahasiswa FIP Unima Turun Jalan

Mahasiswa FIP UNIMA dengan penuh semangat melakukan penggalangan dana (FOTO Suluttoday.com)

MINAHASA, Suluttoday.com – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Manado (UNIMA) Peduli Lombok Tomohon, Kamis (16/8/)2018), melaksanakan Aksi Penggalangan Dana. Menurut Koordinator Aksi Gusty Prayogo Aziz menyampaikan bahwa rute aksi dari Kampus, bundaran Tomohon sampai titik akhir di Gedung AlfaOmega sekaligus do’a bersama.

”5 Agustus 2018 tepatnya 12 hari yang lalu musibah besar telah terjadi menyisakan duka lara dan air mata yang teergores dihati saudara-saudari kita sebangsa dan setanah air. Gemba bumi berkekuatan 7.0 SR. diikuti dengan tanah longsor yang mengakibatkan ratusan bahkan ribuan korban jiwa dan korban luka. 22.721 unit rumah rusak, 381 korban jiwa , 1033 orang luka-luka, 270.168 orang telah mengungsi,” kata Gusty.

Dikatakannya lagi bahwa sejauh ini tercatat sudah 355 gempa telah mengguncang wilayah Lombok Lombok sedang berduka kawanku! Lombok membutuhkan kita saudaraku, untuk itu kami yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa FIP UNIMA Peduli Lombok terpanggil hatinya demi membantu saudara sebangsa dan setanah air kita yang berada di Lombok NTB. Karena keterpanggilan nurani itu berasal dari hati yang suci. Bukan sebagai alasan untuk pamer aksi ataupun koalisi dalam dunia politisi.

Sementara itu, dalam rangka realisasi tridarma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat maka melalui ini kami turun sebagai penyambung lidah dari saudara kita yang jauh disana yang sedang terkena musibah. Apalah daya ekspektasi selalu tidak seirama dengan realita.

Untuk saudaraku di Lombok bersabarlah karena ketika kalian mendapat musibah kami juga pasti merasakannya. Mengutip filosofi hidup atau semboyan dari orang-orang yang berpengaruh di dunia bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Juga yang telah dikatakan oleh Pahlawan nasional Indonesia yang berasal dari Sulawesi utara Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi atau yang biasa kita kenal dengan nama Sam Ratulangi yakni Si tou timou tumou tou, manusia hidup untuk memanusiakan manusia.

Untuk itu kami meminta kerelaan saudara saudariku untuk memberikan donasinya demi membantu saudara saudari kita yang berada di Lombok sana. Selain itu, 1000, 2000, ataupun 5000 mungkin bukan uang yang banyak untuk kita, ongkos parkir pun lebih mahal dari itu tetapi saudara saudari kita di lombok yang telah kehilangan rumah harta dan keluarga sangat mengharapkan bantuan itu. Pakaian yang mereka pakai mungkin tidak lagi layak.

Tenda pengungsian mereka mungkin tidak lagi kuat. Lombok berduka ayo bersama ringankan beban mereka. Lombok, tomohon, minahasa, Indonesia ibarat satu tubuh yang tak terpisah. Apabila Lombok terkena musibah maka kita juga akan merasakannya. Semoga apa yang telah saudara-saudari berikan ini dapat bermanfaat bagi keluarga kita yang berada di Lombok dan semoga kita senantiasa mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Mengutip kata-kata dari Anne Frank yaitu ‘tidak ada orang yang jatuh miskin hanya karna memberi’, untuk itu marilah kita berdonasi untuk keluarga kita di Lombok. Lombok saudara kita, Lombok membutuhkan kita. (*/Redaksi)

Berjalan Sukses, Sampai Jumpa di Tour de Flores 2017

Tour de Flores (Foto Ist)

Tour de Flores (Foto Ist)

LABUAN BAJO – Para pemangku event Tour de Flores 2016 sepakat, balap sepeda internasional yang menyusuri dari ujung timur Larantuka sampai Labuan Bajo itu bakal dilanjutkan seri-2 tahun depan. Menpar Arief Yahya, Menpora Imam Nahrawi, Gubernur NTT Frans Lebu Raya sudah satu kata, 2017 harus dibuat lebih rapi, lebih besar, dan lebih sempurna lagi.

“Sampai jumpa di TDF 2017,” kata Menpar Arief Yahya dalam press conference di Kantor Bupati Manggarai Barat itu.

Begitupun para sponsor, James Riyadi Lippo Group, Bank Mandiri dan Bank Rakyat Indonesia yang berada di lokasi finish etape akhir itu. Mereka setuju melanjutkan event yang menyita perhatian banyak masyarakat itu.

“Kita buat Flores semakin terkenal di dunia dari olahraga TDF yang sudah kita bangun bersama ini,” ucap James Riyadi semangat.

Gubernur Frans juga memohon kepada dua kementerian itu untuk kembali memprogramkan TDF di 2017. Dia sudah merencanakan untuk menggunakan jalur yang tahun ini dilalui. Baru tahun 2018 nanti dia mengusulkan untuk melewati jalur utara, menyusuri pantai Flores. “Saat ini jalannya masih belum bagus, dalam dua tahun ini biar diperbaiki. Kalau soal pemandangan, pantai utara sangat indah,” jelas Frans Lebu Raya.

Dia menjelaskan, TDF 2016 ini adalah gagasan besar. Biasanya ide besar selalu menimbulkan polemik. Apalagi ini direncanakan hanya dalam waktu 6 bulan.

“Tetapi akhirnya, semua bisa mengerti, semua mendukung, dan akhirnya sukses,” ungkap Frans, yang berjanji setelah ini akan melakukan evaluasi 2016 dan membangun komitmen untuk 2017.

“Manfaat buat daerah sangat besar. Jalan-jalan yang dilalui menjadi mulus sepanjang 661 kilometer. TDF juga memberikan motivasi masyarakat Flores, terutama anak-anak muda untuk maju. Optimisme dan semangatnya semakin tinggi. Manfaatnya tidak langsung dirasakan sekarang. Bali itu masa lalu, sudah kuat pariwisatanya. Lombok NTB itu masa kini! NTT itu masa depan!” jelasnya.

Frans juga mengingatkan kepada warganya tentang kebersihan. Sampai tiga kali Frans menyebut: bersih, bersih, bersih! Wisatawan tidak mau melihat yang jorok-jorok.

“Pak Menko Maritim sempat mengingatkan, agar senyum!” tuturnya.

Menpar Arief Yahya menyebut ada tiga sukses di Tour de Flores 2016 ini. Pertama, sukses pelaksanaan, yang merupakan gabungan antara sport (olahraga) dan tourism (pariwisata). Kedua, sukses membuat Flores terkenal di seluruh dunia. Dalam seminggu terakhir selalu menjadi trending topic di media sosial.

“Ketiga, sukses menjadi hiburan rakyat, pesta rakyat, seluruh masyarakat hadir di selanjang race yang dilalui balap sepeda ini,” ungkap Arief Yahya.

Tiga sukses itu merupakan modal untuk menggelar event yang sama di tahun 2017. Memang ada satu dua kekurangan, entah itu soal koordinasi maupun pelaksanaan teknis di lapangan. Pengalaman ini bisa dijadikan bahan untuk perbaikan dan penyempurnaan di pelaksanaan tahun depan.

“Sport tourism seperti ini adalah cara cerdas, cara pintar, untuk mempopulerkan destinasi pariwisata Flores,” tandasnya.

Suasana panas di titik finish, yang persis di depan halaman Kantor Bupati Manggarai Barat itu tidak membuat warga beranjak dari pembatas. Mereka yang memakai payung pun rela untuk menyimpan alat berteduh dari terik matahari itu.

“Ini menjadi semacam pesta rakyat, jadi dalam suasana apapun, mereka terhibur,” kata Arief Yahya.

Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch Dula mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mensupport kegiatan ini. “Tour de Flores memang tidak dirasakan sekarang. Saya pengalaman dengan Sail Komodo, begitu selesai dibangun lapangan terbang dan sekarang sudah punya rumah sakit internasional. Sekarang Labuan Bajo menjadi seperti sekarang,” ucap Agustinus.

Chairmen TDF 2016, Primus D mengajak semua audience untuk bertepuk tangan, sebagai rasa syukur atas berakhirnya event ini. “Dari 100 pembalap sepeda yang ikut start, sekitar 70 an atlet yang sukses sampai di garis finish. Kita sudah menorehkan sejarah baru dengan event internasional pertama di NTT,” ucap Primus.

Dia menyebut, tidak mudah menyelenggarakan TDF 2016 ini. Pengurus ISSI, Raja Sapta Okto Hari menjelaskan, event seperti ini hanya bisa dijalankan oleh orang yang sudah berpengalaman. “Tetapi kami bisa menjalankan dengan baik, dari start di Larantuka sampai finish di Labuan Bajo,” papar Primus.(*/Amas)

Gigi Bakal Meriahkan Lombok Barat Beach Festival 2016

Band Gigi akan tampil di Lombok Barat Beach Festival 2016 (Foto Ist)

Band Gigi akan tampil di Lombok Barat Beach Festival 2016 (Foto Ist)

JAKARTA – Lombok Barat terus berbenah, dan kreatif menciptakan momentum atraksi wisata. Kali ini, potensi destinasi, kuliner dan kebudayaan daerah tersebut akan dipromosikan di dalam kegiatan Lombok Barat Beach Festival 2016 yang acara puncaknya diselenggarakan pada 21 Mei berpusat di Pantai Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Faozal mengatakan, perhelatan ini diselenggarakan untuk memperingari HUT Kabupaten Lombok Barat ke-58. Lombok Barat Beach Festival 2016 juga diselenggarakan dalam rangka memantik wisatawan wisatawan mancanegara ke Lombok Barat.

”Sesuai dengan arahan pak Menteri bahwa kita juga harus cermat dalam menentukan endorser agar banyak datangnya wisatawan, maka dari itu kami mempersiapkan band Gigi di acara ini, Gigi adalah salah satu media yang sangat efektif untuk mendatangkan wisatawan,” tutur Lalu.

Lebih lanjut Lalu mengatakan, Lombok Barat Beach Festival akan diisi sejumlah program kreatif, di antaranya instalasi karya seni berbahan dasar lampu, pameran foto alam Lombok Barat, hiburan musik yang menampilkan Gigi, serta color run untuk menambah kemeriahan rangkaian acara HUT Kabupaten Lombok Barat.

”Festival kuliner akan menjadi bagian dari expo di mana akan menyicipi berbagai jenis jajanan dan makanan. Lombok Barat merupakan wisata andalan kami, termasuk adanya Rinjani di Lombok Barat. Jadi kami harus jaga dengan konsisten semua kegiatannya,” ujar Lalu.

Pada tahun 2016 ini, Kabupaten Lombok Barat akan menginjak usia 58 tahun. Lombok Barat memiliki obyek wisata yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai destinasi obyek pariwisata. Terdapat 49 obyek pariwisata dengan berbagai karakter dan ciri khas masing-masing. Sebagian besar merupakan obyek wisata baru yang masih belum dikembangkan secara menyeluruh.

Kabupaten Lombok Barat sendiri, dengan tagline “Secret Heaven” telah lama menggaungkan Pantai Senggigi sebagai destinasi wisata unggulan. Pantai berpasir putih ini mempunyai daya tarik yang luar biasa bagaikan magnet yang menarik wisatawan datang berkunjung untuk menikmati pesona alami pantai ini.

”Kabupaten ini juga memiliki Taman Narmada, taman bersejarah yang digunakan sebagai tempat peristirahatan keluarga raja pada saat musim kemarau. Destinasi wisata lain adalah Pura Batu Bolong yang merupakan tempat suci bagi para penganut agama Hindu yang digunakan sebagai tempat persembahyangan, sekaligus tempat diadakannya berbagai macam upacara keagamaan. Sangat “ngeri” indahnya lokasi-lokasi ini,” jelas Lalu.

Kata Lalu, wilayah Lombok Barat ini menjadi tujuan wisata yang lengkap karena semua pengunjung bisa melihat proses pembuatan kerajinan secara langsung. ”Banyumulek, merupakan salah satu pusat kerajinan tanah liat yang dibentuk menjadi hiasan rumah. Di daerah Gunung Sari, para wisatawan pun bisa menikmati proses pembuatan kerajinan yang berbahan dasar bambu,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya mendorong agar Lombok Barat terus berkreasi. Untuk mendatangkan banyak wisatawan harus kreatif, membuat event, mempromosikan kegiatan dan keunggulan daya tarik daerahnya, entah itu culture, nature maupun manmade nya. Bukan membuat regulasi yang menyulitkan para pelaku industri pariwisata.

“Konser Gigi di Beach Festival 2016 itu harus dipromosikan yang bagus, agar semakin membuat orang tertarik untuk datang,” kata Menpar Arief Yahya.

Untuk mendapatkan income buat daerah, masyarakat dan industri itu justru harus dipermudah orang datang. Akses dipermudah, amenitas dibuat lebih baik, atraksi dibuat lebih menarik. Semakin mudah, semakin lancar, semakin banyak wisatawan yang datang, semakin penuh hotel, semakin banyak jasa restoran yang laku, dan transport lokal yang disewa, maka daerahnya akan semakin mendapatkan penghasilan pajak yang meningkat. (*/Amas)

Terus Berkompetisi, Pariwisata Lombok Gerilya Via Media Sosial

Sektor Pariwisata di Lombok (Foto Ist)

Sektor Pariwisata di Lombok (Foto Ist)

LOMBOK – Tak hanya status, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB) kian mengikuti langkah Kementerian Pariwisata untuk bergerilya di dunia maya dengan digital marketing. Hari ini (18/5), akun resmi pariwisata NTB diluncurkan di Lombok. Harapannya, lewat instagaram, salah satu media sosial terbesar di dunia, masyarakat bisa mengetahui destinasi wisata di Pulau Seribu Masjid itu. Memang, baru menggunakan satu model medsos yang berbasis gambarbatau picture, yakni instagran.

Mereka memang masih harus memperkuat viral news dengan Twitter, Facebook, Pinterest, Google+, Youtube, dan jika perlu live report dengan Periscope. Tapi, oke saja, itu sudah perkembangan dan kesadaran yang dahsyat. “Kami ingin instagram ini kelak menjadi hub-nya pariwisata termasuk industri pariwisata di NTB,” terang Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi yang didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, Rabu (18/5). Bagi Majdi, promosi via digital itu, termasuk instagram sangat efektif.

Hal yang wajar mengingat Instagram telah digunakan 400 juta orang per bulannya. Dalam sehari, ada sekitar 80 juta foto yang diunggah dan mendatangkan like sekitar 3,5 miliar. Saking banyak pengguna, platform yang dimiliki Facebook Inc. itu kini rajin menerima iklan. Sejak membuka diri untuk konten iklan September 2015 lalu, Instagram kini telah menampung lebih dari 200 ribu pengiklan dari beragam sektor, mulai dari penjualan tiket, promosi aplikasi, hingga penguatan branding suatu perusahaan.

“Bayangkan kalau kekuatan ini digunakan untuk mempromosikan pariwisata. Ajakan mendukung Rinjani menjadi Geopark dunia pasti akan lebih cepat mendapatkan respon,” papar Gubernur Majdi.

Bagi Majdi, berbagi foto dan berbagi cerita tentang destinasi wisata, adalah bagian dari cara mencintai Indonesia. Kenapa? Karena, ada berjuta orang yang memimpikan keindahan, seperti yang ada di Indonesia. Dan itu paralel dengan riset kecil-kecilan yang sudah dilakukan Dinas Pariwisata NTB yang mendapati hasil bahwa setiap orang suka dengan hal yang berhubungan dengan destinasi liburan.

“Mudah-mudahan jumlah wisatawan yang ke NTB semakin meningkat. Lombok itu bukan hanya Gili Trawangan saja. Kita juga punya Rinjani yang sedang berjuang menjadi Geopark dunia yang diakui UNESCO,” paparnya.

Menpar Arief Yahya yang ahli digital marketing itu ingin agar ending dari medaos itu sampai ke payment. Dari look, melalui mesin pencari, dan disupplay data marketing via medsos, lalu book, dan berakhir di pay. Bukan sekedar promosi, tapi sudah mendorong industri untuk menjual paket-paket.

“Dorong tour and travel buat banyak paket pariwisata, pasarkan via semua platform social media, terus diviralkan ke mana-mana,” papar Menpar Arief Yahya.

Menpar juga mengingatkan agar kesiapan destinasinya diperhatikan. Banyak atraksi baru, destinasi baru, populerkan, promosikan, dan manfaatkan semua saluran yang ada. Jangan berhenti membangun destinasi baru yang international standart. “Kembangkan semua potensi yang ada, hadirkan lebih banyak atraksi yang menarik wisman,” kata Arief Yahya.(*/Amas)

Lombok Kembangkan Ecotourism Pantai, URI Ikut Berikan Dukungan

Menteri Arief Yahya (Foto Ist)

Menteri Arief Yahya (Foto Ist)

LOMBOK – Terkenal dengan Pantai, pasir putih, biota laut, terumbu karang, bawah laut, adalah keunggulan Lombok NTB. Wisata berbasis bahari akan menjadi kekuatan pulau di sebelah timur Bali itu. Tidak salah jika provinsi yang beribu kota di Mataram itu memilih pengembangan ecotourism. University of Rhode Island (URI), salah satu kampus terkemuka asal Amerika Serikat itu siap membantu NTB dalam mengembangkan pantai dengan konsep wisata ecotourism dan sustainable tourism development.

Konsep itu saat ini telah menjadi tren global. Sudah menjadi perhatian banyak negara. Bahkan ecotourism telah menjadi salah satu agenda penting bagi pengembangan pariwisata Indonesia ke depan. Dan kebetulan, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki destinasi ecotourism terbaik di dunia.

”University of Rhode Island sangat tertarik dengan potensi yang dimiliki NTB. Mereka berminat untuk bekerjasama, khususnya dalam pengembangan ecotourism,” ujar Gubernur NTB M. Zainul Majdi.

Secara konsep, ecotourism diyakini akan banyak menguntungkan NTB. Model pariwisatanya ramah lingkungan. Ada basis budaya setempat yang diangkat sebagai penguat objek destinasinya. Model pariwisata ini menjadi ideal karena berfungsi ganda. Selain sebagai obyek wisata yang berbasiskan alam dan budaya setempat, ecotourism juga berfungsi sebagai konservasi, observasi, serta sarana pendidikan.

”Sekaligus meminimalisasi kerusakan lingkungan,” tambah Gunernur muda yang cerdas ini.

Seperti diketahui, saat bertandang ke NTB, University of Rhode Island sudah membawa konsep tadi. Semua dipaparkan secara detil. Keunggulan Rhode Island dalam beberapa bidang. Seperti, teknik, kelautan dan perikanan, sains, lingkungan serta pengembangan sumber daya, terlihat jelas.

”Kerjasamanya akan melibatkan Universitas Mataram (Unram). Bersama Unram, URI akan mengkaji konsep ecotourism di wilayah Sekotong, Lombok Barat,” paparnya.

Mengapa Sekotong? Usut punya usut, Sekotong rupanya kawasan wisata yang berpanorama indah. Pamornya memang belum setenar pantai Senggigi, atau rangkaian tiga pulau wisata; Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, di Kabupaten Lombok Utara. Tapi, rangkaian empat pulau kecil di sana tak kalah indah. Gili Kedis, salah satu pulau kecil di kawasan itu, malah sudah punya label tersendiri bagi wisatawan mancanegara. Pulau ini sering disebut sebagai Honeymoon Island.

Belum lagi pesona Gili Nanggu. Pulau seluas 12,5 hektare itu sangat cocok untuk snorkeling dan diving. Spot lain yang tak kalah eksotisnya adalah Gili Sudak. Gili ini terkenal dengan sebutan Romantic Island. Kuliner seafood di GIli Sudak banyak diburu wisman asal Eropa.

”Rangkaian pulau di Sekotong sudah sangat terkenal di negara-negara eropa seperti Perancis, Belanda, dan Jerman. Potensi pariwisata di Sekotong juga banyak dilirik investor. Jadi sangat pas kalau NTB mengembangkan ecotourism di sana,” tukas Kadispar NTB.

Menpar Arief Yahya sependapat dengan konsep sustainable tourism development itu. Kemenpar sendiri bakal menggandeng UN-WTO, Lembaga PBB yang bergerak di sektor pariwisata dunia dan berkantor di Madrid Spanyol itu.

”Nanti akan kita launching di saat PATA TravelMart, September 2016 mendatang,” ucap Menpar Arief Yahya.

Peraih Marketeer of the Year 2013 versi MarkPlus itu sudah berbicara detail dengan Sekjen UN-WTO, Taleb Rifai, saat ITB Berlin 11 Maret 2016 lalu di Paviliun Indonesia di pasar turisme terbesar di dunia itu. Tiga titik yang akan dikerjasamakan dengan UN-WTO, yakni Pangandaran Jawa Barat-ITB Bandung. Lalu Kulonprogo Jogja dengan UGM, dan Mandalika Lombok dengan Unram Mataram. “Temanya sama, sustainable tourism development,” jelas Arief Yahya. (**/Amas)

iklan1