Tag: nusa utara

Membaca Nusa Utara Melalui Diskusi Forum Studi Islam di Asia-Pasifik

Foto bersama usai diskusi dari Forum Study Islam Asia-Pasifik (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Bertempat di Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Sulawesi Utara, Rabu (29/11/2019), Forum Studi Islam di Asia-Pasifik yang tergabung didalam yakni Mahasiswa IAIN Manado, Politeknik Manado, serta Universitas Sam Ratulangi Manado, telah melaksanakan Diskusi. Acara yang dihadiri oleh 50 orang Peserta ini mengangat tema: ”Membaca Nusa Utara: Sejarah, Budaya dan jejak-jejak jalur Niaga”.

Untuk diketahui, kegiatan dimulai pukul 15.30 Wita, dengan pemateri Dr. Ivan R.B Kaunang M.Hum. Selain itu, tahapan Diskusi dipimpin langsung oleh Koordinator Studi Islam Asia-Pasifik, Abdul Muis, M.Pd. Dalam pengantarnya, Menurut Abdul Muis M.Pd, Studi Islam Asia-Pasifik adalah bentuk upaya membaca Islam Nusantara dalam narasi Asia-pasifik.

Karena, sebagaimana kita ketahui, Islam nusantara itu, selain dapat dilihat dari proses akulturasi antara agama dan budaya, Islam nusantara juga memiliki kontribusi besar terhadap upaya mewujudkan rasa cinta tanah air, toleran kepada sesama umat beragama, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun selama ini, menurut Abdul Muis, M.Pd, Islam Nusantara yang ditulis dan dibicarakan hingga saat ini kebanyakan masih berada di seputaran narasi lokalitas Jawa, dan kurang membahas Islam Nusantara dalam perspektif Timur Nusantara. Oleh karena itu, forum Studi Islam Asia-Pasifik ini mencoba menyoroti “Islam Nusantara” dalam narasi Timur-Nusantara, juga pada tingkatan yang lebih makro membicarakan proses relasi dan akulturasi antara Islam dan Budaya hingga dalam Narasi Asia-Pasifik.

”Tema Asia-pasifik, karena selain letak teritori sulawesi utara berada di wilayah pasifik, juga masih belum adanya forum-forum diskusi yang membicarakan Islam Nusantara dalam persepktif Timur Nusantara dan Asia-Pasifik”. Jadi, studi islam Asia-pasifik ini dapat dikatakan suatu upaya untuk mengumpulkan “Serpihan-Serpihan sejarah” yang mungkin masih tertinggal dan belum di narasikan oleh para sejarawan,” ujar Muis.

Oleh Karena itu, diskusi dengan tema “membaca Nusa Utara” ini, kata Muis, hanyalah salah satu bentuk upaya melihat “serpihan sejarah” tersebut, dengan mendiskusikannya dengan para pakar, salah satunya adalah Mener Ivan R.B Kaunang.”

Selama Proses diskusi, Dr. Ivan Kaunang M.Hum menyampaikan bahwa masyarakat Nusa-Utara adalah masyarakat Bahari yang memiliki tradisi maritim. Mereka juga pada umumnya tidak suka menulis, melainkan lebih kepada tradisi lisan, seperti penanda-penanda Alam, dan sebagainya. Selain itu, Mener Ivan juga menjelaskan bahwa di Nusa Utara, terdapat bahasa-bahasa “Sandi” atau bahasa rahasia seperti bahasa Sasahara sebagai bahasa laut, dan Sasalili sebagai bahasa orang-orang di daratan.

Mener Ivan Kaunang Juga menjelaskan bahwa Nusa-Utara di Abad 16, khususnya setelah jatuhnya kerajaan Malaka, merupakan daerah lintasan perdagangan khusunya dengan Sulu-Ternate. Tradisi Lisan inilah yang kemudian berpengaruh terhadap Islam Tua (masade’) di Sangihe Talaud yang juga melestarikan tradisi berdiskusi. Kemudian, berdasarkan kesimpulan notulensi dari hasil diskusi dinataranya, Islam yang berakulturasi dengan budaya lokal merupakan Islam yang cenderung ramah dan toleran, karena seperti yang kita ketahui, mereka bahkan menjaga dan melestarikan nilai-nilai dan spirit Lokalitas, bukan malah merusaknya. (*/Amas)

Mahasiswa Nusa Utara Sulut Deklarasi Siap Sukseskan Nawa Cita di Wilayah Perbatasan

Prosesi pembukaan Dialog Publik di Aston Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Membahas tema: ‘’Mewujudkan Wawasan Kebangsaan dan Realisasinya Dalam Mewujudkan Nawacita Sulawesi Utara’’, pengurus Himpunan Mahasiswa Nusa Utara (HIMSTAR) Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (24/5/2017) di Hotel Aston Manado menggelar Dialog Publik. Dalam pemaparannya selaku narasumber, DR Michael Mamentu, MA, menyebutkan bahwa pentingnya komitmen pemerintah dalam melakukan pembangunan di wilayah perbatasan.

”Pemerintah harus serius dan konsisten melakukan pembangunan di wilayah perbatasan, terumasuk di Nusa Utara Provinsi Sulawesi Utara. Bagi saya pemerataan dan keadilan pembangunan di daerah perbatasan yang dilakukan pemerintah saat ini masih lemah, kesadaran masyarakat di wilayah kepulauan pun perlu ditingkatkan, agar rasa nasionalisme terpelihara. Nah, mewujudkan Nawa cita berarti pemerintah perlu memperhatikan pemerataan dan keadilan pembangunan,” kata Mamentu pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISPOL) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado ini.

Berlangsungnya diskusi di Hotel Aston Manado (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, selaku pembicara kedua, Jim R Tindi Pemerhati Wilayah Perbatasan menyampaikan bahwa tak ada gunanya slogan Nawa Cita dan Trisakti digemakkan, manakala pemerintah masih belum benar-benar menjunjung tinggi keadilan. Tindi menyebutkan desentralisasi kesejahteraan merupakan kunci penting dalam mewujudkan cita-cita mulia dari Negara Indonesia tercinta.

”Percuma adanya Nawa Cita dan Trisakti bila keadilan ditengah rakyat diabaikan, pemerintah masih mengabaikan kemerosotan ekonomi, tidak memperhatikan keadilan dalam aspek publik. Kebijakan dilapangan semisal penyaluran bantuan yang diberikan pemerintah kepada warga perbatasan atau warga Kepulauan di Sulawesi Utara ini masih belum tepat sasaran, dan tidak efektif. Sudah saatnya perubahan paradigma pembangunan bahwa perencanaan program digagas dengan disertai pengasan (supervisi) yakni bagaimana pemerintah memastikan kalau program yang berjalan itu benar-benar diberikan kepada rakyat,” ujar Tindi tegas.

Deklarasi mahasiswa Nusa Utara sukseskan Nawa Cita (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui Dialog Publik ini juga dihadiri Kesbangpol dan Linmas Manado, Kaban Hanny Solang, S.Sos.,M.Si yang diwakili Kabid Kajian Strategis Daerah Kebangpol Manado, Fadli Kasim, SH, Sekretaris KNPI Kota Manado, Amas Mahmud, S.IP, ratusan mahasiswa asal Nusa Utara, bertindak selaku moderator, Boy Paparang. Kegiatan ini dirangkaikan dengan Deklarasi Dukungan Masyarakat Sulawesi Utara Dalam Mensukseskan Nawa Cita. (Rahmat)

NKRI Harga Mati, Warga Perbatasan Sulut Khusu Rayakan HUT RI

Upacara yang dilakukan di daerah Perbatasan Sulut-Filiphina (Foto Ist)

Upacara yang dilaksanakan di Marore (Foto Ist)

NUSA UTARA – Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-71 langsung disambuat dengan semangat Nasionalisme oleh warga perbatasan di Propinsi Sulawesi Utara (Sulut), seperti yang terpantau media ini di dua pulau terdepan sebagai pulau perbatasan Sulut dengan negara Filipina yaitu pulau Miangas dan Marore, warga intens menjaga rasa Nasionalismenya.

Seperti di pulau Miangas, upacara bendera bertempat di lapangan Desa Miangas, Kecamatan Miangas, Kab.Kepulauan Talaud, Sulut. Dalam kegiatan tersebut turut serta hadir Mr.Frank D sebagai perwakilan dari pemerintah Filipina. Upacara juga turut dimeriahkan oleh 70 peserta yang terdiri dari tokoh pemuda, adat dan mahasiswa KKN dari Unhas.

Perlu diketahui, bertindak sebagai irup adalah Stevenheiner (camat Miangas), dalam amanatnya irup menyampaikan bahwa pulau Miangas sebagai garda terdepan di utara NKRI harus selalu dijaga oleh seluruh elemen yang ada di Miangas, karena kedaulatan sebuah bangsa tercermin dari partisipasi masyarakatnya dalam mempertahankan keutuhan bangsa.

Sekedar diketahui, upacara di pulau Marore berlangsung di lapangan helypad Pulau Marore. Dalam kegiatan tersebut turut serta diikuti oleh ratusan peserta upacara dari seluruh komponen masyarakat yang ada di pulau tersebut. Upacara bendera dipimpin langsung oleh Sahruly, Y Onthoni (camat Marore).

Salah satu peserta upacara, Jenly Golio Othoni saat diwawancarai menegaskan bahwa pelaksanaan peringatan HUT RI ke-71 di pulau Marore merupakan sebuah kebanggaan dan identitas bangsa Indonesia, khususnya bagi masyrakat di perbatasan untuk memperkokoh rasa nasionalisme penghuni pulau terluar, dirinya juga mengapresiasi Pemprop Sulut yang mampu menghadirkan perangkat pemerintahan terbawah di tingkat Kecamatan dalam pelaksanaan rangkaian HUT RI ke – 71. (*/Ikhy)

Tindi: OD-SK Tanpa E2L Kian Pasti Nakhodai Sulut

Olly Dondokambey-Steven Kandou (Foto Ist)

Olly Dondokambey-Steven Kandou (Foto Ist)

MANADO – Pendukung militan Elly Lasut yang pernah menjadi calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), menyampaikan komentarnya terhadap konstalasi politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut. Walau Pilkada nanti di gelar 9 Desember 2015 nanti, namun Jim R. Tindi pendukung Elly ini memastikan bahwa Kemenangan akan diraih pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandou (OD-SK).

”Pasca di gugurkannya E2L dari calon gubernur maka hal ini akan lebih memudahkan Pasangan yang diusung PDIP ini akan meraih kemenangan sempurna. Pernyataan ini bukan tanpa fakta, tak bisa di pungkiri bahwa sosok E2L merupakan figur muda yang elektabilitasnya kian menanjak, namun karena satu lain hal sepertinya ada ‘musuh dalam selimut’ yang menggunting dalam lipatan memanfaatkan situasi ini,” ujar Tindi pada Suluttoday.com, Minggu (27/9/2015).

Tindi juga membeberkan sejumlah alasan kenapa OD-SK yang menurutnya akan menang dalam Pilgub Sulut, karena SK yang tidak lain adalah kader terbaik PDI Perjuangan ini juga memiliki garis keturunan Nusa Utara. ”Hal ini juga sangat diuntungkan dengan ‘darah Nusa Utara’ yang mengalir dalam sosok Steven Kandou tentu mampu menarik perhatian kurang lebih 200 ribu pemilih dari ‘Nusa Utara’ (Talaud, Sangihe dan Sitaro),” kata Tindi menutup. (Amas Mahmud)

Hadiri Tulude di Air Terang, Wawali Mangindaan Mengaku Tersanjung

Harley Mangindaan saat berada di pesat Tulude (Foto Ist)

Dr Harley Mangindaan saat berada di pesat Tulude (Foto Ist)

MANADO – Kebersamaan dan persatuan warga Nusa Utara melalui ibadah Tulude kembali terlihat. Sabtu (14/2/2015), di Tulude Air Terang Malalayang 1 Timur lingkungan 6 kecamatan Malalayang yang juga dihadiri Wagub Sulut Kansil.
Menarikanya, sosok Wakil Wali Kota (Wawali) Manado Dr Harley Mangindaan hadir di ibadah syukuran warga Nusa Utara tersebut.

Ketua BPJM Air Terang Pdt Agnes Febry Lalawi-Langoy Sth dan masyarakat setempat mengucapkan terima kasih akan kehadiran Wawali yang sangat dinanti.

“Saya merasa tersanjung dengan undangan warga air terang dalam ibadah syukuran Tulude. Terima kasih atas undangannya,” tutur Harley.

Wagub sendiri dalam sambutannya berpesan agar terus menjaga kebersamaan serta jauhilah kekerasan agar kerukunan yang tercipta selama ii terus terpelihara. “Lebe bae ba ampa wayer daripada panah wayer,” terang Wagub.

Wawali pun menambahkan, kerukunan dan kebersamaan telah dibuktikan pada momentum Tulude. “Kita bisa bersama dengan beribadah serta bersyukur kepada Tuhan dalam Tulude menjadi bukti kita satu. Tulude adalah pemersatu dan ini jelas menjadi contoh yang baik bagi Kota Manado,” jelas Wawali. 

Wawali pun memohon agar masyarakat dan jemaat di air terang terus mendukung Pemkot Manado. Tulude pun berjalan meriah dan penuh kekeluargaan dengan budaya khas Nusa Utara. (**/Amas Mahmud)

iklan1