Tag: olly dondokambey

Sinergitas PDI Perjuangan Dinanti Masyarakat Sulut

Adrian Yoro Naleng (Foto Suluttoday.com)

Penulis : Adrian Yoro Naleng, Penulis Buku OD-SK Moving Forward

Cinta dan Sinergi adalah dua kata yang membayangi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) di Sulawesi Utara sejak kontestasi kekuasaan Pilkada 2020 sampai 2024 nanti. Sebab, tepat hari Minggu 13 Desember 2020 saat telah terkonfirmasi kemengan telak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dalam Pilkada serentak 9 Desember 2020 di Sulawesi Utara (Sulut), Ibu Megawati Soekarno Putri (Bu Mega) melalui Sekjen Hasto Kristianto, menitipkan salam hangat untuk warga Sulawesi Utara, lebih khusus pemilih PDI-P “Makase So bapilih, torang samua cinta Sulawesi Utara, Torang samua basudara”.

Mendahului pesan Cinta Bu Mega, kata Sinergi telah menjadi kata sakti kandidat, Tim pemenangan atau bahkan pendukung PDI-P di berbaggai kabupaten/kota yang dipakai untuk meyakinkan pemilih bahwa kandidat dari PDI-P membawa harapan sinergitas politik antar level pemerintahan (Pusat-Provinsi-Kabupaten). Kini pilkada telah usai, kontestan pemenang Gubernur-Wakil Gubernur, Bupati-Wakil Bupati serta Walikota-Wakil Walikota yang hampir seluruhnya dari PDI-P, sebagian telah dilantik.

Karena itu kita bertanya bagaimana dengan pesan Cinta dan Sinergi PDI-P? Bagaimana kita memahami pesan cinta dan sinergi tersebut dalam narasi politik? Dan bagaimana cinta dan sinergi diwujudkan dalam relasi pemerintahan yang kompleks dan politis sehingga dapat menghasilkan buah yaitu kesejahteraan rakyat? Tulisan singkat ini berupaya mengelaborasi pertanyaan-pertanyaan tersebut, yang diawali dengan memaknai cinta dan sinergi dalam politik, kemudian mendiskusikan bagaimana sinergi dikonstruksi sebagai model tata kelola pemerintahan yang kompleks dan politis. Sehingga pada akhirnya kita bisa menagi buah dari pesan cinta dan sinergi yang ditebar untuk masyarakat Sulawesi Utara.

Cinta dan Sinergis: Perspektif Politik

Suara Cinta PDI-P yang sejuk melalui Bu Mega bagi warga Sulut tentu bukan cinta personal. Suara Cinta itu penting dimaknai dalam trajektori kontestasi kekuasaan. Sebab, kita seperti baru mengangkat kepala dari sungai kontestasi Pilkada langsung yang berisiko dan menakutkan. Dengan mata telanjang kita menyaksikan sampah-sampah perpecahan mengapung akibat perbedaan pilihan. Sinisme dan fitna begitu kental mengalir mengikuti alur kontestasi.

Sebagian besar kekuatan jeraring sosial yang fundamen termasuk organisasi keagamaan juga ikut menanggung rembesan air kotor kontestasi. Bersamaan dengan itu, risiko kesehatan akibat Pilkada di masa pandemi Covid-19 mengintai semua pihak yang terlibat, yang efeknya sampai kini masih kita rasakan. Dalam trajektori kontestasi kekuasaan tersebut, pesan Cinta PDI-P menemukan relevansi yang sangat mendasar. Karya akademik Eleanor Wilkinson yang diberi judul On love as an (im)properly political concept, menjelaskan bahwa cinta dalam politik sangat dibutuhkan.

Cinta telah diteorikan sebagai cara untuk membangun kembali komunitas yang terpecah, dan Cinta potensial untuk mengatasi perbedaan, sebab Cinta menentang kekerasan dan dominasi. Lebih jauh dalam buku Love and Politics, Eszter Kováts mengurai bahwa Cinta adalah perasaan komunal yang mendalam. Cinta dalam politik jauh dari “masalah pribadi” yang menyangkut dua orang yang sedang jatuh cinta. Cinta adalah tautan penghubung yang berharga bagi komunitas.

Karena itu Cinta mendorong emansipasi dan transformasi pembangunan yang melibatkan dan untuk semua pihak. Meskipun Cinta adalah kekuatan yang mengikat individu-individu yang berbeda dan terpecah menjadi sebuah gerakan kolektif yang lebih tangguh, kita perlu memikirkan ambivalensi pesan cinta PDI-P dalam politik yang dinamis, karena bagaimanapun cinta bisa menyenangkan tetapi juga bisa menyakitkan. Cinta dalam politik bisa bertahan lama tetapi juga bisa hanya sasaat, atau cinta dalam relasi pemerintahan yang multy level bisa ekspansif tetapi juga bisa berkontraksi.

Maka untuk menjaga kehangatan pesan Cinta PDI-P, kata Sinergi yang sejak awal menjadi tool dalam marketing dan strategi politik, harus mampu “bermetamorfosis” sehingga dapat memfasilitasi komitmen PDI-P untuk terus berjuang bersama rakyat, dan mampu membersihkan suangai imajiner kontestasi kekuasaan, dan mengeringkan pakaian masyarakat yang basah oleh air kotor dari sungai imajiner itu. Kata Sinergi adalah kata yang dipinjam dari bahasa Latin “synergia” yang menggabungkan dua akar kata yang diturunkan dari bahasa Yunani yaitu “syn-” yang berarti “bersama”, dan “ergon” yang berarti “bekerja”.

Kata Sinergi pertama kali muncul dalam bahasa Inggris pada abad ke-17, yang digunakan oleh para teolog untuk merujuk pada kerja sama antara kehendak manusia dan kasih karunia Allah. Tetapi baru pada akhir abad ke-20 Kata sinergi kemudian menjelma menjadi kata yang sangat terkenal di bidang pengembangan kepribadian dan organisasi. Stephen R. Covey adalah salah satu penulis yang mentransformasikan kata Sinergi melalui buku International best-seller-nya “The Seven Habits of Highly Effective People” dimana sinergi menurut Covey adalah salah satu ciri manusia efektif.

Dalam literatur Ilmu politik kontemporer, kata sinergi muncul dan popular digunakan sebagai kritik terhadap sistem dan model pemerintahan hirarki tradisional diakhir abad ke-20. Model organisasi hirarki tradisional dianggap bermasalah dimana fitur-fitur yang dijadikan alat organisasi pemerintahan untuk bekerja lebih efektif, tidak dapat berfungsi secara maksimal karena over control dan dominasi.

Pada saat bersamaan, pemerintahan hirarki tidak dapat menyelesaikan masalah yang kompleks di ruang publik, sehingga pemerintah membutuhkan berbagai pihak untuk bersinergi. Dari sinilah muncul apa yang disebut sebagai tata kelola (governance) yang dalam penerapannya biasa kita temukan menggunakan konsep kunci seperti Good Governance, New Public Management, Inter-governmental relations, Multy level governance dan self-steering atau non-self-steering atau tata kelola jaringan.

Metamorfosis Sinergi: Membangun Tata Kelola jaringan

Pemahaman Cinta dan Sinergi dalam ruang politik adalah sebuah interpretasi atas narasi. Dan sebuah narasi hanya dimaksudkan untuk menghidupkan akal dan menguji ide dalam wacana. Yang jauh lebih penting dari itu adalah komitmen moral untuk mewujudkan cinta melalui kerja sinergis sehingga rakyat menikmati buah cinta itu. Sebab bersinergi dalam ruang kekuasaan dengan berbagai aktor, melalui relasi politik dalam jaringan pemerintahan yang kompleks juga potensial mengakibatkan pemerintahan tidak lagi kuat sebagai sebuah sistem kekuasaan di level pemerintahan tertentu.

Kita harus jujur, bahwa ruang kekuasaan yang sekarang dikendalikan oleh PDI-P di level pemerintahan Provinsi dan sebagian besar kabupaten/kota di Sulawesi Utara merupakan ruang yang bermanfaat secara ideologis sekaligus menggiurkan. Tetapi ada banyak contoh lain yang dapat disebutkan dimana kejahatan politik justru terjadi dalam ruang kekuasaan itu. Besarnya legitimasi kekuasaan untuk mengendalikan struktur birokrasi dan jaringan dalam relasi kekuasaan, seringkali dimanfaatkan untuk membajak kepentingan rakyat tanpa peduli pada kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Ruang itu juga sering digunakan untuk membangun kolusi merampok hak rakyat, tanpa peduli rakyat kesulitan mengakses kebutuhan dasarnya. Ruang itu juga dijadikan tempat oligarki berkumpul (para oligark dan elit) untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri dengan memangkas apa yang semestinya di dapatkan oleh rakyat dari proyek-proyek pemerintah. Dan dalam banyak kasus, kemiskinan, ketimpangan, kesenjangan dan layanan publik yang buruk di daerah justru disebabkan oleh pemimpin pemerintahan yang suka tebar pesona cinta dan vokal munyuarakan perjuangan bersama rakyat tetapi abai mengurus ruang kekuasaannya.

Saya menyebut contoh kegagalan pengelolaan ruang kekuasaan ini bukan supaya orang menjadi pesimis atau putus asa, tapi untuk mengingatkan kita semua bahwa untuk mencapai perubahan yang berarti, kita harus memulai dengan penilaian jujur tentang di mana keberadaan kita sekarang dan bagaimana komitmen moral pemimpin pemerintahan untuk membangun sinergi. Maka langkah PDI-P untuk melakukan metamorfosis Sinergi dari marketing politik menjadi tata kelola jaringan penting dilakukan.

Sinergi dalam tata kelola jaringan pemerintahan adalah sebuah kemampuan leadership dan komitmen moral untuk membangun jaringan pemerintahan yang multi-level, menghidupkan relasi partisipatoris aktor publik, swasta, dan masyarakat, termasuk individu, kelompok, organisasi, dan organisasi politik dalam satu paket kebijakan. Jadi sinergi bukan saja sinergi vertikal antar level pemerintahan, tapi juga sinergi horisontal bersama elemen-elemen masyarakat. Apakah ini hal yang Sulit diwujudkan? Tentu tidak.

Studi evaluasi kualitatif yang Lembaga Kajian Pemerintahan dan Strategi Pembangunan (LKPSP) lakukan dalam satu periode pemerintahan Pak Olly Dondokambey dan Pak Steven Kandouw (ODSK) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur menjunjukan praktik tata kelola jaringan pemerintahan yang sangat baik. ODSK berhasil mensinergikan visi, kepentingan dan kekuasaan pemerintah pusat (yang dominan) dengan Provinsi dan Kabupaten Kota, mengarahkan partai politik, mengakomodasikan kepentingan swasta, menggerakan birokrasi untuk berinovasi, membangun gotong royong dengan tokoh agama dan masyarakat.

Hasilnya, progesifitas ekonomi dan kemajuan diberbagai bidang dapat dinikmati masyarakat (Kami memberi catatan khusus saat Pandemi). Karena itu penting ditegaskan bahwa kunci keberhasilan membangun sinergi untuk mengelola jaringan pemerintahan terletak pada kredibilitas moral politik dan kapasitas leadership yang mampu mengintegrasikan kepentingan aktor dalam jaringan pemerintahan melalui paket kebijakan pemerintahan.

Oleh karena itu, sebagai tanda kepemimpinan yang terbangun dalam satu gerbong ideologis dan perjuangan maka pemimpin pemerintahan dari PDI-P di Kabupaten/Kota harus mampu membangun tata kelola jaringan sebagai jalan untuk bersinergi dan gotong royong sekaligus menunaikan tanggung jawab ideologis. Sebab dengan sinergi dan gotong-royong pemimpin akan menggerakkan elemen masyarakat untuk berjuang bersama dan mengawal kerja politik ideologis yang membumi untuk mencapai kemerdekaan seutuhnya. Dari situlah kita akan menemukan bahwa Cinta dan Sinergi memiliki makna yang aktif, dinamis sekaligus ideologis bagi PDI-P.

Cinta dan Sinergi buka kata-kata tanpa makna. Ia harus mewujud dalam tata kelola jaringan untuk menghasilkan kebijakan yang mensejahterakan masyarakat. Karena hanya dengan begitu, masyarakat akan memahami bahwa Cinta dan Sinergi PDI-P bukanlah jalan politik yang semata-mata hanya untuk meraih kekuasaan, tetapi Cinta dan Sinergi akan nyata dan bersatu dengan rakyat dalam bahasa kemanusiaan. Masyarakat Sulawesi Utara menanti buah cinta yang menyenangkan bukan yang menyakitkan, buah cinta yang bertahan lama bukan yang datang sesaat di musim Pemilu tiba. Salam…

 

________________________

Penulis juga merupakan Sekretaris Eksekutif Lembaga Kajian Pemerintahan dan Strategi Pembangunan (LKPSP)

Menang Lagi, ODSK Raih 58,44% Suara Jauh Tinggalkan Penantang

Firman ketika memaparkan data (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Pemaparan hasil quick count (hitung cepat) yang disampaikan Konsultan Citra Indonesia (KCI) – LSI Denny JA, Rabu (9/12/2020), menempatkan Olly Dondokambey-Steven Kandouw, selaku petahana Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) sebagai pemenang. Calon Gubernur Nomor Urut 3 tersebut meraih suara yang signifikan, seperti yang dilansir media ini.

Olly Dondokambey dan Steven Kandouw atau yang disingkat ODSK mengungguli perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut 2020. Berdasarkan hasil quick count yang dirilis pada Rabu (09/12/2020), ODSK menang telak atas dua paslon lainnya.

”Tak terkejar, kemenangan petahana begitu telak. Yakni menang dengan meraihan suara 58,04 persen. Saingan terdekat ODSK yaitu paslon Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (CEP-SSL) meraih 33.03 persen. Sedangkan Vonny Anneke Panambunan-Hendry Runtuwene di urutan terakhir dengan 8,95 persen,” ujar Firman, selaku Supevisor Riset KCI, di Swissbell Hotel Manado.

Lanjut disampaikan Firman, bahwa sampel dalam quick count adalah Pilgub Sulut sebanyak 310 TPS dari total 5.809 TPS di Sulut, dengan margin of error (MoE) sebesar 1 persen.

”Sesuai data yang masuk 98,1 persen totalnya masih ODSK yang unggul. Sedangkan tingkat partisipasi pemilih di Sulut mencapai 79,89 persen,” kata Firman.

(*/Redaksi)

Data Terbaru LSI, OLLY STEVEN di Ambang 2 Periode Sulit Terkejar

Aji Alfarabi ketika menyampaikan hasil survey LSI di Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tersisa 7 hari lagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, Rabu 9 Desember 2020. Kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), menyajikan aneka warna konstelasi politik tersendiri. Umumnya, di menit-menit terakhir ada pergerakan politik yang makin kencang. Di Pilgub Sulut kekuatan petahana Olly DondokambeySteven Kandouw atau yang akrab disingkat Olly Steven makin kokoh elektabilitasnya.

Berdasarkan hasil survey yang disampaikan LSI Denny JA, per Desember 2020, Rabu (2/12/2020) menempatkan Olly Steven makin sulit terkejar penantang. Menurut Aji Alfarabi, peneliti senior LSI Denny JA tingkat kepuasan kinerja, persepsi keberhasilan, populer dan disukai, dan aspek personality, Olly disebut masih unggul. Kecerdasan masih menjadi magnet bagi masyarakat Sulut untuk memilih kembali Olly Steven.

”Sejumlah alasan menguatkan kenapa Olly Steven perkasa?, diantaranya karena tingkat kepuasan kinerja diatas 80%. Selain itu, persepsi berhasil diatas 80%, ODSK paling populer dan paling disukai. Diatas 65% masyarakat menginginkan petahana memimpin kembali Provinsi Sulawesi Utara. Mereka yang berkeinginan petahana terpilih, diatas 75%. Setelahnya, Olly ditemukan dalam survey unggul dari semua aspek personality,” kata Aji.

Melalui sesi tanya jawab bersama wartawan, Aji juga menegaskan saat merespon sejumlah pertanyaan wartawan, mengatakan bahwa sesuai waktu yang tersedia dan posisi elektabilitas Olly Steven yang masih tinggi, maka penantang menemui kesulitan serius untuk mengejar Olly Steven. Disebutnya, sangat mustahil penantang dapat mengalahkan petahana dengan tren simpati publik yang ada.

”Elektabilitas ODSK (Olly Steven) diatas 65%. Jarak elektabilitas dengan kompetitor terdekat +/-40%, modal ODSK diantaranya juga karena punya pemilih militan diatas 55%. Hampir mustahil kompetitor mengejar elektabilitas petahana,” ujar Aji di Swiss-Belhotel Maleosan Manado.

Suasana usai konfrensi pers, Aji ketika diwawancarai (Foto Suluttoday.com)

Lanjut dipaparkan Aji bahwa LSI juga mengantongi rincian data terkait sebaran suara Olly Steven di Sulut. Berdasarkan peta kekuatan kandidat 6 (enam) segmen pemilih penting, kata Aji keberadaan petahana masih mengungguli semua segmen. Tidak tanggung-tanggung, bahkan untuk pemilih muslim di Sulut Olly Steven masih mendapatkan dukungan lebih dari 50%.

”Ada enam segmen pemilih penting yang kami klasifikasi. Diantaranya, ODSK unggul di pemilih laki-laki maupun perempuan. Yang sebarannya seperti ditampilkan. ODSK juga unggul di semua penganut agama, terlebih untuk di segmen pemilih Islam ODSK mendapatkan 51,6%, protestan dan Katolik di atas 71,5%. Tidak hanya itu, ODSK pun unggul di semua generasi, milenial hingga lansia. ODSK unggul di pemilih pendidikan rendah, hingga terpelajar. Selanjutnya, ODSK unggul di Wong Cilik hingga mereka yang mapan. Dan yang terakhir, ODSK unggul di semua profesi pemilih,” tutur Aji tegas.

LSI dalam paparan tersebut menyimpulkan, 7 hari menjelang pemilihan, ODSK di ambang 2 periode. Elektabilitas petahana diatas 65%, ODSK perkasa di 6 segmen pemilih penting. Pada semua aspek (variabel) yang menjadi pertimbangan pemilih dalam memilih diungguli petahana. Sulit sekali (hampir mustahil) kompetitor mampu mengejar elektabilitas petahana.

(*/Amas)

Gelar Rakor, PPP Sulawesi Utara All Out Menangkan Olly-Steven

Sambutan calon Gubernur Sulut, Olly Dondokambey (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak main-main dukungan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kepada calon Gubernur Olly Dondokambey dan calon Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK). Keseriusan ditunjukkan, hal itu ditandai dengan dilaksanakannya rapat koordinasi (Rakor) untuk pemenangan Olly-Steven, Sabtu (31/10/2020). Rakor yang dilaksanakan di Grand Whiz Manado itu dihadiri seluruh pengurus PPP tingkat Kabupaten/Kota se-Sulut.

Dala sambutannya, Ketua PPP Sulut, Drs. H. Depri Pontoh, yang diwakili Sekretaris Wilayah PPP Sulut, Agus Abdullah menyampaikan pentingnya kegiatan ini dilaksanakan. PPP Sulut, kata Agus akan all out berjuang memenangkan paslon Gubernur Sulut Olly-Steven. Pilihan PPP untuk bersama-sama calon Gubernur petahana itu bukan tanpa alasa, melainkan menurut Agus karena keberpihakan dan kontribusi Olly-Steven kepada masyarakat sudah terwujud.

”PPP Sulawesi Utara siap berjuang, mendukung Olly-Steven untuk menang di Pilgub. Tidak main-main, kita akan all out. Dengan potensi pengurus, anggota dan simpatisan PPP yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se-Sulut, maka kami optimis pejuangan ini akan menang. Olly-Steven harus memenangkan kompetisi Pilgub Sulut. Kita memilih kedua figur ini karena telah teruji. Satu periode memimpin warga Sulut, memperlihatkan mereka sukses memajukan daerah ini. Olly-Steven berkontribusi nyata membangun Sulut, dan program kerakyatannya menyentuh kebutuhan masyarakat kecil,” kata Agus dalam sambutannya.

Sekretaris PPP Sulut, Agus Abdullah saat sambutan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, calon Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya mengapresiasi sikap politik PPP Sulut. Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menilai dengan bertambahnya PPP dalam koalisi ODSK akan memudahkan kandidat Gubernur dan Wagub yang juga diusung PDI Perjuangan, PSI, Partai Gerindra dan Partai Hanura itu meraih kemenangan.

”Saya tentu bersyukur dan memberi apresiasi atas pilihan PPP Sulawesi Utara untuk berjuang bersama Olly-Steven dalam Pilgub. Sikap Partai Persatuan Pembangunan ini menandakan bahwa partai yang sangat tua di Indonesia ini tau membaca tanda-tanda kemenangan. Dengan bertambahnya PPP, membuat Olly-Steven makin mudah menang di Pilgub Sulut. Mari kita berjuang bersama, melanjutkan kepemimpinan di Sulut,” ujar Olly.

Berlangsungnya Rakor pemenangan Olly-Steven (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, dalam sesi Rakor, calon Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dalam kesempatan memberi sambutan menegaskan kalau masuknya PPP di lingkar Olly-Steven merupakan pilihan yang tepat. PPP dikatakannya telah melahirkan banyak pemimpin, termasuk di Sulut. Itu sebabnya, Steven menambahkan masa keemasan PPP Sulut harus direbut kembali.

”Tentu kehadiran PPP Sulut menjadi motivasi dan kekuatan buat kita Olly-Steven. Rakor hari ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi partai, agar kita saling berbagi tugas untuk memenangkan Pilgub Sulut. Kader-kader PPP begitu hebat-hebat, termasuk di Sulut. Saya juga banyak belajar dari senior-senior PPP, seperti Pak Djitro Tamengge. Ayo rebut kembali kejayaan PPP Sulut dengan cara berkolaborasi dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, salah satunya,” tutur Steven.

Steven Kandouw, calon Wakil Gubernur Sulut ketika sambutan (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, Rakor ini juga dihadiri Wakil Bupati Bolmut, Amin Lasena. Sekretaris PPP Provinsi Gorontalo, Ichsan Adrias Male juga hadir, para pengurus DPC PPP Kabupaten/Kota seluruh Sulawesi Utara. Tidak hanya itu, para undangan serta simpatisan PPP juga ikut hadir menyukseskan kegiatan Rakor pemenangan tersebut. Setelahnya dilanjutkan dengan konferensi pers yang dihadiri Olly-Steven dan didampingi Marhany Pua selaku Ketua Tim Pemenangan Olly-Steven. Selain itu, Olly-Steven merupakan kandidat pasangan calon Gubernur Sulut Nomor Urut 3 ini.

(*/Amas)

ODSK Masih Teratas di Pilgub Sulut, Ini Hasil Rilis Resmi LSI

Ikrama Masloman ketika memaparkan hasil Survei LSI (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui rilis resmi Konsultan Citra Indonesia bersama Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network memaparkan data terbari per Oktober 2020. Bertempat di Hotel Grand Central Manado, Sabtu (31/10/2020), Ikrama Masloman, peneliti senior LSI dalam konferensi pers bertema Efek Kampanye dan Lima Kekuatan Petahana di Masa Kampanye menyebutkan posisi Olly DondokambeyStaven Kandouw (ODSK) sebagai paslon petahana di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provensi Sulawesi Utara (Sulut) masih unggul jauh.

Keunggulan petahana dibanding penantang disebutkan karena petahana memiliki 5 kekuatan di masa kampanye. Ikrama juga menyebutkan citra ODSK dinilai masyarakat sebagai figur yang memiliki kans besar untuk melanjutkan kembali kepemimpinan di Provinsi Sulawesi Utara. Tidak hanya itu, jebolan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu mengatakan dengan perhitungan waktu tinggal 39 hari lagi menuju Hari H pencoblosan, rasanya penantang (CEP-Sehan dan VAP-Hendri) sulit melewati elektabilitas petahana.

”Ada 5 (lima) kekuatan petahana semenjak kampanye Pilgub Sulawesi Utara resmi dilaksanakan. Pertama, satu bulan masa kampanye petahana dipersepsi sulit dikalahkan, dengan variabel alasan masyarakat. Kedua, satu bulan masa kampanye juga elektabilitas petahana kokoh diatas 60%. Ketiga, petahana dinilai paling dominan, Keempat, Nomor Urut petahana (ODSK) paling banyak diingat masyarakat, dan kelima, selama satu bulan kampanye, antusiasme pemilih petahana paling tinggi,” ujar Ikrama dihadapan sejumlah wartawan, Sabtu (31/10/2020).

Penjelasan materi yang disampaikan Ikrama Masloman (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, pria yang aktif terlibat sebagai pembicara di media nasional, sebagai analis politik dan juga Alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado ini mengungkap rahasia kenapa Olly-Steven sangat perkasa, diuraikannya dalam sejumlah poin. Menurut Ikrama nilai lebih petahana di Pilgub Sulut berpotensi menambah suara disaat pencoblosan, Rabu 9 Desember 2020.

”Tentu Olly-Steven perkasa karena paling populer dan paling disukai. Kemudian, unggul disemua aspek personaliti, tingkat kepuasan kinerja diatas 80%, tingkat menginginkan kembali memimpin Sulut diatas 65%. Selain itu, isu Bolmong Raya tak berpengaruh karena dukungan 4 Bupati/Wali Kota ke petahana menambah kuat posisi Olly-Steven untuk menang. Yang terakhir, jangkar isu Nusa Utara, diperkokoh dengan penunjukan Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andi Silangen yang merupakan putra Nusa Utara. Tren kenaikan ini, bisa menambah khasanah kekuatan bagi petahana, jika kampanye dan sosialisasi terus dipertahankan intensitasnya,” kata Ikrama.

(*/Amas)

iklan1