Tag: olly dondokambey

Gelar Rakor, PPP Sulawesi Utara All Out Menangkan Olly-Steven

Sambutan calon Gubernur Sulut, Olly Dondokambey (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak main-main dukungan pengurus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kepada calon Gubernur Olly Dondokambey dan calon Wakil Gubernur Steven Kandouw (ODSK). Keseriusan ditunjukkan, hal itu ditandai dengan dilaksanakannya rapat koordinasi (Rakor) untuk pemenangan Olly-Steven, Sabtu (31/10/2020). Rakor yang dilaksanakan di Grand Whiz Manado itu dihadiri seluruh pengurus PPP tingkat Kabupaten/Kota se-Sulut.

Dala sambutannya, Ketua PPP Sulut, Drs. H. Depri Pontoh, yang diwakili Sekretaris Wilayah PPP Sulut, Agus Abdullah menyampaikan pentingnya kegiatan ini dilaksanakan. PPP Sulut, kata Agus akan all out berjuang memenangkan paslon Gubernur Sulut Olly-Steven. Pilihan PPP untuk bersama-sama calon Gubernur petahana itu bukan tanpa alasa, melainkan menurut Agus karena keberpihakan dan kontribusi Olly-Steven kepada masyarakat sudah terwujud.

”PPP Sulawesi Utara siap berjuang, mendukung Olly-Steven untuk menang di Pilgub. Tidak main-main, kita akan all out. Dengan potensi pengurus, anggota dan simpatisan PPP yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota se-Sulut, maka kami optimis pejuangan ini akan menang. Olly-Steven harus memenangkan kompetisi Pilgub Sulut. Kita memilih kedua figur ini karena telah teruji. Satu periode memimpin warga Sulut, memperlihatkan mereka sukses memajukan daerah ini. Olly-Steven berkontribusi nyata membangun Sulut, dan program kerakyatannya menyentuh kebutuhan masyarakat kecil,” kata Agus dalam sambutannya.

Sekretaris PPP Sulut, Agus Abdullah saat sambutan (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, calon Gubernur Olly Dondokambey dalam sambutannya mengapresiasi sikap politik PPP Sulut. Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) menilai dengan bertambahnya PPP dalam koalisi ODSK akan memudahkan kandidat Gubernur dan Wagub yang juga diusung PDI Perjuangan, PSI, Partai Gerindra dan Partai Hanura itu meraih kemenangan.

”Saya tentu bersyukur dan memberi apresiasi atas pilihan PPP Sulawesi Utara untuk berjuang bersama Olly-Steven dalam Pilgub. Sikap Partai Persatuan Pembangunan ini menandakan bahwa partai yang sangat tua di Indonesia ini tau membaca tanda-tanda kemenangan. Dengan bertambahnya PPP, membuat Olly-Steven makin mudah menang di Pilgub Sulut. Mari kita berjuang bersama, melanjutkan kepemimpinan di Sulut,” ujar Olly.

Berlangsungnya Rakor pemenangan Olly-Steven (Foto Suluttoday.com)

Selain itu, dalam sesi Rakor, calon Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw dalam kesempatan memberi sambutan menegaskan kalau masuknya PPP di lingkar Olly-Steven merupakan pilihan yang tepat. PPP dikatakannya telah melahirkan banyak pemimpin, termasuk di Sulut. Itu sebabnya, Steven menambahkan masa keemasan PPP Sulut harus direbut kembali.

”Tentu kehadiran PPP Sulut menjadi motivasi dan kekuatan buat kita Olly-Steven. Rakor hari ini diharapkan dapat memperkuat konsolidasi partai, agar kita saling berbagi tugas untuk memenangkan Pilgub Sulut. Kader-kader PPP begitu hebat-hebat, termasuk di Sulut. Saya juga banyak belajar dari senior-senior PPP, seperti Pak Djitro Tamengge. Ayo rebut kembali kejayaan PPP Sulut dengan cara berkolaborasi dan berkoalisi dengan PDI Perjuangan, salah satunya,” tutur Steven.

Steven Kandouw, calon Wakil Gubernur Sulut ketika sambutan (Foto Suluttoday.com)

Sekedar diketahui, Rakor ini juga dihadiri Wakil Bupati Bolmut, Amin Lasena. Sekretaris PPP Provinsi Gorontalo, Ichsan Adrias Male juga hadir, para pengurus DPC PPP Kabupaten/Kota seluruh Sulawesi Utara. Tidak hanya itu, para undangan serta simpatisan PPP juga ikut hadir menyukseskan kegiatan Rakor pemenangan tersebut. Setelahnya dilanjutkan dengan konferensi pers yang dihadiri Olly-Steven dan didampingi Marhany Pua selaku Ketua Tim Pemenangan Olly-Steven. Selain itu, Olly-Steven merupakan kandidat pasangan calon Gubernur Sulut Nomor Urut 3 ini.

(*/Amas)

ODSK Masih Teratas di Pilgub Sulut, Ini Hasil Rilis Resmi LSI

Ikrama Masloman ketika memaparkan hasil Survei LSI (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui rilis resmi Konsultan Citra Indonesia bersama Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network memaparkan data terbari per Oktober 2020. Bertempat di Hotel Grand Central Manado, Sabtu (31/10/2020), Ikrama Masloman, peneliti senior LSI dalam konferensi pers bertema Efek Kampanye dan Lima Kekuatan Petahana di Masa Kampanye menyebutkan posisi Olly DondokambeyStaven Kandouw (ODSK) sebagai paslon petahana di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Provensi Sulawesi Utara (Sulut) masih unggul jauh.

Keunggulan petahana dibanding penantang disebutkan karena petahana memiliki 5 kekuatan di masa kampanye. Ikrama juga menyebutkan citra ODSK dinilai masyarakat sebagai figur yang memiliki kans besar untuk melanjutkan kembali kepemimpinan di Provinsi Sulawesi Utara. Tidak hanya itu, jebolan Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu mengatakan dengan perhitungan waktu tinggal 39 hari lagi menuju Hari H pencoblosan, rasanya penantang (CEP-Sehan dan VAP-Hendri) sulit melewati elektabilitas petahana.

”Ada 5 (lima) kekuatan petahana semenjak kampanye Pilgub Sulawesi Utara resmi dilaksanakan. Pertama, satu bulan masa kampanye petahana dipersepsi sulit dikalahkan, dengan variabel alasan masyarakat. Kedua, satu bulan masa kampanye juga elektabilitas petahana kokoh diatas 60%. Ketiga, petahana dinilai paling dominan, Keempat, Nomor Urut petahana (ODSK) paling banyak diingat masyarakat, dan kelima, selama satu bulan kampanye, antusiasme pemilih petahana paling tinggi,” ujar Ikrama dihadapan sejumlah wartawan, Sabtu (31/10/2020).

Penjelasan materi yang disampaikan Ikrama Masloman (Foto Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, pria yang aktif terlibat sebagai pembicara di media nasional, sebagai analis politik dan juga Alumni aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado ini mengungkap rahasia kenapa Olly-Steven sangat perkasa, diuraikannya dalam sejumlah poin. Menurut Ikrama nilai lebih petahana di Pilgub Sulut berpotensi menambah suara disaat pencoblosan, Rabu 9 Desember 2020.

”Tentu Olly-Steven perkasa karena paling populer dan paling disukai. Kemudian, unggul disemua aspek personaliti, tingkat kepuasan kinerja diatas 80%, tingkat menginginkan kembali memimpin Sulut diatas 65%. Selain itu, isu Bolmong Raya tak berpengaruh karena dukungan 4 Bupati/Wali Kota ke petahana menambah kuat posisi Olly-Steven untuk menang. Yang terakhir, jangkar isu Nusa Utara, diperkokoh dengan penunjukan Ketua DPRD Provinsi Sulut, Andi Silangen yang merupakan putra Nusa Utara. Tren kenaikan ini, bisa menambah khasanah kekuatan bagi petahana, jika kampanye dan sosialisasi terus dipertahankan intensitasnya,” kata Ikrama.

(*/Amas)

Tak Mau Jumawa, OLLY: Kerja Kami Diapresiasi Masyarakat Sulut

Gubernur Olly dan Wakil Gubernur Steven (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Makin dekat pemilihan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), elektabilitas pasangan calon (paslon) Olly Dondokambey-Steven Kandouw makin menanjak. Jauh di atas dua paslon lain pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulawesi Utara (Sulut). Sesuai hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, elektabilitas Olly-Steven mencapai 68,1 persen.

Sementara elektabilitas Christiany Eugenia Paruntu-Sehan Salim Landjar (Cep-Sehan) sebesar 16,9 persen, dan Vonny A Panambunan-Hendry Runtuwene (VAP-Hendry) sebanyak 7,2 persen. Olly mengatakan hasil survei itu merupakan apresiasi masyarakat atas kinerjanya dan Steven.

“Survei yang memperlihatkan tingginya dukungan masyarakat merupakan indikasi kalau kerja kami memang diapresiasi masyarakat Sulut,” kata Olly dalam keterangannya, Senin (14/9/2020).

Olly menegaskan, sejak dipercaya masyarakat pada Pilgub Sulut 2015, prinsip utama yang dijalankan yakni terus bekerja.

“Prinsip saya dan Steven adalah kerja, kerja, kerja. Kami bukan mencari popularitas atau elektabilitas. Kami inginkan selalu agar bagaimana membawa Sulut menjadi lebih hebat dan lebih maju,” ujar Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

Menurut Olly, pemungutan suara Pilgub Sulut akan digelar pada 9 Desember 2020 sama dengan sejumlah daerah lain pada Pilkada serentak 2020. Olly menganggap dua paslon lain juga hebat. Karena itu, Olly tidak mau bersikap tinggi hati. “Jalan masih panjang. Kita tak boleh takabur. Kita anggap semua lawan itu hebat,” ucap mantan anggota DPR ini.

Survei

LSI bertema “Tiga Bulan Jelang Pilkada Sulut, Kekuatan Para Kandidat di Enam Kantong Pemilih Penting, Sebelum Masa Kampanye” digelar pada 22-29 Agustus 2020. Jumlah responden sebanyak 800 orang. Survei dilakukan di seluruh kabupaten/kota di Sulut dengan metode multistage random samping. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei 3,5 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode focus group discussion (FGD), analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. “Dengan unggul di atas 40 persen, maka pasangan Olly-Steven berpeluang menang,” kata peneliti LSI Denny JA, Ikrama Masloman.

Keunggulan pasangan Olly-Steven terhadap CEP-Sehan dan VAP-Hendry didasari oleh keunggulan pada kantong-kantong pemilih penting. Kantong pertama yang penting adalah pemilih kaum perempuan dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Pada pemilih perempuan, Olly-Steven unggul sebesar 69 persen, CEP-Sehan 13 persen VAP-Hendry 10 persen. Sementara di kalangan ibu rumah tangga, elektabilitas Olly-Steven mencapai 71 persen, CEP-Sehan 13,6 persen, dan VAP-Hendry 7,7 persen.

Kantong kedua yakni pemilih protestan. Basis pemilih populasi ini paling besar (64 persen). Dalam pertarungan yang mengikutsertakan tiga kontestan, perebutan segmen ini menjadi penting. Survei LSI menunjukkan bahwa Olly-Steven masih unggul di kantong pemilih protestan. Dukungan terhadap Olly-Steven pada segmen pemilih ini mencapai 69,5 persen, CEP-Sehan 12 persen, dan VAP-Hendry 11,2 persen.

Kantong ketiga ialah pemilih muslim. Basis pemilih pada populasi ini mencapai 30,4 persen. Meski satu dari tiga kandidat memiliki pasangan beragama muslim, tetapi potret elektabilitas pemilih muslim cenderung tidak terasosiasi secara linier. Survei LSI menunjukkan bahwa Olly-Steven masih unggul di kantong pemilih beragama Islam. Dukungan terhadap Olly-Steven pada segmen pemilih ini mencapai 67,6 persen, CEP-Sehan 19 persen, dan VAP-Hendry 5,5 persen.

“Di kantong pemilih milenial, Olly-Steven juga unggul, yakni mencapai 70,3 persen, CEP-Sehan 15,6 persen, dan VAP-Hendry sebesar 5,5 persen,” ujar Ikrama.

(*/Bung Amas)

Tiga Bulan Jelang Pilkada di Sulut, LSI Beberkan ODSK Menang di Kantong Muslim

Ikrama Masloman (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Makin dekatnya hajatan politik di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mulai melahirkan iklim demokrasi yang dinamis. Hal itu disampaikan Peneliti senior Lembaga Survey Indonesia (LSI) Denny JA, Ikrama Masloman. Melalui tatap muka dengan wartawan di Hotel Aston Manado, Ikrama membeberkan hasil survey terbarunya bahwa tiap-tiap kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur mengalami peningkatan elektabilitas.

“Hasil survey terbaru, metode riset dengan memperdiksi suara pemilih masing-masing pasangan calon Kepala Daerah secara tatap muka langsung. Data diambil tanggal 22-29 Agustus 2020,” kata Ikrama, jebolan Unsrat Manado ini, Minggu (13/9/2020).

Selain itu, Ikrama mengatakan petahana masih unggul di 6 kantong besar suara. Walau begitu pergerakan suara disebutnya akan terus mengalami peningkatan pergeseran suara. Disebutnya ODSK (Olly Dondokambey-Steven Kandouw) masih perkasa di kontestasi Pilgub Sulut 2020 yang popularitas dan elektabilitasnya begitu tinggi.

Pemaparan hasil survey (Foto Suluttoday.com)

“Patahana dan penantang masing-masing mengalami peningkatan elektabilitas pasangan, kata Ikrama. Jebolan aktivis HMI Cabang Manado itu menuturkan pula bahwa dinamisnya Pilkada Serentak 2020 juga diperkirakan akan melahirkan kejutan-kejutan tertentu. Petahana sendiri masih menang 60% lebih menang di basis pemilih muslim,” ujar Ikarama yang mengatakan potret elektabilitas didapati melalui 6 kantong pemilih.

Segmen pemilih gender, kantong pemilih Prostestan, kantong pemilih muslim, pemilih milenial, kantong pemilih terpelajar dan terakhir pemilih etnis, yang dipetakan Minahasa, Sanger dan Bolmong.

(*/Bung Amas)

FERRY Beri Tanggapan Hasil Survei LSI untuk Pilgub Sulut

Dr Ferry Daud Liando (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Ada beberapa sebab mengapa hasil survei LSI menurut Dr. Ferry Daud Liando, S.IP.,M.Si saat diwawancarai Suluttoday.com, Senin (10/8/2020). Dimana hasil survei tersebut menempatkan Olly Dondokambey, petahana pada posisi puncak meraih elektabilitas tinggi. Pertama, Olly di dukung oleh pdip yg merupakan parpol pemenang pemilu 2019.

”Bisa jadi pemilih di pemilu akan sama dengan sikapnya di Pilkada. Walaupun hal ini Tak selamanya akan terjadi. Kedua, pdip adalah parpol yang memiliki struktir kelembagan yg kuat. Dibanding dengan parpol lain, pdip dinilai yang paling solid. Para pemilih pun adalah para pemilih militan. Ketiga, sebagai pejabat yang masih menjabat, Pak Olly sangat diuntungkan lewat pemberitaan media massa. Ketiga, dukungan 6 bupati/walikota terhadap Olly bisa juga berpengaruh,” ujar Ferry.

Selain itu, keempat, bisa jadi posisi Pak olly makin diperkuat karena telah memiliki kejelasan dgn siapa ia akan berpasanagan. Figur Pak Steven Kandouw tentu memberikan pengaruh. Ibu Tety berada diurutan kedua karena juga telah memikii calon pendamping. Bisa jadi pengaruh Pak sehan juga sehingga ikut mendorong elektabilitas ibu Tetty. Yang menarik posisi ibu Vonny Panambunan yang berada di posisi buntut.

”Ternyata publik kemungkinan tidak akan terpengaruh dengan kebiasaan beliau membagi-bagi uang dimana beliau pergi. Ini pertanda sebagian besar masyarkat Sulut makin dewasa berpolitik. Ciri kedewasaan berpolitik tidak akan terpengaruh dengan hadiah dari calon. Namun demikian hasil survey yang dipublikasi diatas belum tentu akan stabil hingga hari pencoblosan. Masih ada sekitar 4 bulan lagi. Sehingga potensi berubah bisa saja terjadi. Ibu Vonny belum unumkam siapa pendampingnya,” tutur Ferry yang juga Dosen FISPOL Unsrat Manado ini.

Jika pemdampingnya figur besar, tambah Ferry, maka kemungkinan tingkat elektabilitasnya masih bisa naik. Kemudian, informan yang digunakan dalam survei itu tidak menggunakan pendekatan sensus tapi hanya mengunakan sampel sebanyak 800 responden. Angka ini belum tentu bisa mewakili. Apalagi jika fokus dalam penetapan sampel itu tidak merata.

(*/APN)

iklan1