Tag: olly dondokambey

Demi Kesinambungan Pembangunan, Richard Sebut ODSK Lanjutkan

ODSK dan Richard Sualang (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Sejumlah pihak mengapresiasi atas keputusan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) yang memantapkan, dan secara sah memberikan Surat Keputusan (SK) terhadap Olly DondokambeySteven Kandouw (ODSK) untuk maju lagi di Pilkada Serentak 2020. Pertarungan kedua kalinya untuk maju di kompetisi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) rupanya dua figur ini makin mendapatkan banyak dukungan.

Selain menyampaikan selamat, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado, Richard Sualang, Rabu (19/2/2020) juga menyampaikan pendapatnya soal kelayakan sosok ODSK melanjutkan pembangunan di Sulut. Richard yang juga anggota DPRD Sulut ini menilai realitas pembangunan sudah terwujud di daerah ini, hal itu memerlukan kesinambungan agar masyarakat Sulut benar-benar terlayani lagi kedepannya.

”Demi kesinambungan Pembangunan di Sulawesi Utara Tercinta kami persembahkan dua kader terbaik PDI Perjuangan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw untuk kembali di calonkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara untuk periode selanjutnya,” kata Richard.

Richard Sualang dan ODSK Lanjutkan (Foto Ist)

Politisi yang juga diharapkan masyarakat untuk maju dalam kontestasi Pilwako Manado itu menghimbau segenap masyarakat agar gotong royong menyukseskan Pilkada 2020. Tidak hanya itu, putra Alm Freddy Sualang ini mengharapkan agar para politisi dan masyarakat umum tidak saling bermusuhan dalam politik. Momentum Pilkada kata Richard, harus menjadi ajang mempersatukan masyarakat dan peluang menentukan pemimpin terbaik buat masyarakat.

“Kita semua mengharapkan pemimpin hebat mimpin Sulawesi Utara. Selaku kader PDI perjuangan saya optimis kita akan memenangkan Pilkada Serentak 2020 di daerah ini. Pesan saya mari kita terlibat aktif dalam proses demokrasi. Ingat, orang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh, untuk itu mari kita menjalankan politik dengan penuh etik, menegakkan moralitas dan tidak saling menjatuhkan antar satu dengan yang lain. Ayo berpolitik damai dan penuh kegembiraan,” ujar Sualang. (Amas)

Jarang Masuk Kantor, Kadis PUPR Sulut Dikeluhkan

A Tamengkel (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kinerja pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang disiplin dan konsisten dalam pelayanan, salah satu indikatornya adalah rajinnya pimpinan SKPD untuk hadir di ruang kerjanya. Hal tersebut ternyata tidak terlihat dari Kepala Dinas PUPR Sulawesi Utara (Sulut), A Tamengkel. Situasi tersebut sebagaimana disampaikan sejumlah staf PUPR Sulut.

”Banyak staf di ruangan PUPR Sulut mulai resah dengan pelayanan yang cukup memprihatinkan. Tentu banyak urusan terkendala karena Pak Kadis sangat jarang di ruangan, kalau pun ada, beliau tidak berlama-lama di ruang kerjanya. Lebih banyak mengikuti dan setor muka kepada Gubernur, pelayanan publik seperti kurang diperhatikannya,” ujar sumber ASN di kantor PUPR Sulut, yang meminta namanya tak disebutkan belum lama ini.

Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH, angkat bicara. Minggu (16/2/2020), Turangan meminta agar Gubernur Sulut, Olly Dondokambey memberikan teguran keras kepada pimpinan SKPD yang kerjanya hanya berjalan dan jarang berkantor. Turangan menyebut tugas ASN yaitu untuk melakukan pelayanan publik, sehingga bila tugas tersebut terabaikan, maka hal itu wajib dipertanyakan masyarakat.

”Kami sudah mendapatkan informasi dari beberapa sumber soal ini, dimana Kadis PUPR Sulut sangat jarang berada di ruang kerjanya. Malah beliau ini banyak mengawal Gubernur Sulut, pejabat yang tidak memprioritaskan pelayanan publik seperti ini harus segera dievaluasi. AMTI meminta Gubernur Olly secepatnya mengevaluasi kinerja kepala SKPD yang seperti itu. Jangan kemudian menjadi pejabat birokrasi yang mempersulit dan menyimbat pelayanan publik,” kata Turangan saat dihubungi Suluttoday.com.

Sekedar diketahui, sampai berita ini diterbitkan Kadis A Tamengkel belum dapat terkonfirmasi. Di tempat terpisah beberapa masyarakat juga mengeluhkan hal tersebut, padahal pimpinan SKPD idealnya bertugas serius menjalankan kewenangannya yakni pelayanan publik yang prima. (*/Am)

Ketum AMTI: Soal APBD Minsel, Gubernur  Sulut Diduga Bersifat Pasif

Tommy Turangan SH, Ketum AMTI

MANADO, Suluttoday.com – Pembahasan tentang Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), masih terkatung-katung. Penyebannya disebut karena DPRD Minsel dan pihak eksekutif belum mendapatkan titik temu dalam pembahasan. Akhirnya hal tersebut berbuntut panjang. Menjadi polemik di tengah masyarakat, kini seperti bola liar. Saling menyalahkan antara beberapa pihak.

Selain berkonsekuensi pada pencairan anggaran di Minsel, juga yang paling urgen adalah aroma “keributan” politik, saling mendiskreditkan. Menanggapi hal itu, Ketua Umum (Ketum) Aliansi Masyarakat Transparansi Indonesia (AMTI), Tommy Turangan, SH mempertanyakan keterlibatan dan peran Gubernur Sulut, Olly Dondokambay, SE. Menurutnya bila polemik di tingkat Kabupaten tidak selesai, maka pemerintah Provinsi harus turun tangan.

“Kalau tak ada solusi di tingkat Kabupaten, mestinya Gubernur Olly Dondokambey sebagai pemimpin di Sulut memediasi. Atau setidaknya, turun melakukan pembinaan, pendampingan. Jangan diam, dan terlihat pasif di tengah pemerintah daerah Minsel sedang terlibat dinamika politik yang serius seperti saat ini. Gubernur Olly harus turun tangan,” ujar Turangan, Kamis (12/2/2020).

Tidak hanya itu, jebolan Fakultas Hukum Unsrar Manado itu menduga ada pembiaran yang dilakukan pemerintah Provinsi untuk kemudian dijadikan komoditi politik yang melemahkan Bupati Tetty Paruntu di Pilkada Sulut. Keberadaan pemerintah Provinsi Sulut, tambah Turangan harus bersikap adil dan bijaksana dalam merespon seluruh dinamika di Sulut.

“Tak bisa dilihat secara sepenggal saja, bagi saya dinamika politik di Minsel ada kaitannya, dan cukup erat dengan Pilkada Sulut. Kok, Gubernur Olly seperti apatis. Sebagai warga Minsel saya berharap Gubernur Olly bertindak aktif, mengayomi dan membina seluruh Krpala Daerah Kabupaten/Kota se-Sulut secara adil, tidak diskriminasi. Seperti itu pula, memperhatikan nasib warga Minsel. Jangan membiarkan kesan bahwa seolah-olah Gubernur Olly mengabaikan persoalan APBD di Minsel,” kata Turangan tegas. (*/Am)

SELENDANG MERAH KAISAR

Bang Reiner dan Gubernur Sulut (Foto Ist)

Oleh : Reiner Ointoe, Fiksiwan

Setahun silam, mendirgahayukan paruh ketiga kepemimpinan Gubernur Sulut Olly Dondokambey SE dan Wakilnya Drs. Steven O.C. Kandouw (12 Februari 2019), saya didaulat untuk memberikan testimoni dalam bentuk baca puisi. Bagi saya, ini pengalaman berarti yang kesekian sebagai seorang fiksiwan. Di antara ratusan ASN dan pejabat se-Sulut, puisi yg saya tulis dan bacakan tidak melalui sensor atas itikad saya menerima daulat itu lewat Sekprov Edwin Silangen SE.,MSi dan Kabankeu (ketika itu) Gemmy Kawatu SE, MSi sebagai pihak penyelenggara.

Apresiasi mereka terhadap puisi saya sendiri (judul “Kota-Kotaku”) dan tentu honorarium profesi saya ini terbilang mengejutkan. Betapa tidak, puisi itu sendiri — tentu semua hadirin telah mendengarnya sebagai sebuah kritik atas jalannya pemerintahan di 15 kabupaten-kota se-Sulut – hasil renungan saya lebih dari 20 tahun menyambangi setiap daerah itu. Puisi ini, jika saya mengubahnya ketika itu, judulnya bisa seperti apa yang tertera di foto ini (Selendang Merah Kaisar).

“Pemerintahan Merah” di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakilnya (OD-SK, begitu abrivikasi publik atas julukan mereka) telah menorehkan tinta emas lebih dari 24 karat setelah 10 tahun sebelumnya, Gubernur Dr. S.H. Sarundajang (kini, Dubes Filipina), telah menatanya secara strategis dan substantif. Sehingga, bagi OD-SK, “kami hanya melanjutkan apa yang sudah ditorehkan oleh Gubernur sebelumnya.

Kami tak perlu berpikir terlalu keras, karna dasar-dasar dan fondasi pemerintahan yang telah dijalankan sebelumnya sudah memenuhi sebuah persyaratan untuk kami wujudkan,” begitu ungkapan Gubernur OD ketila memberi sambutan pada HUT ke-75 Dr. S.H. Sarundajang, 16 Januari 2020 silam di Ballroom Hotel Fourpoints.

Mari kita simak saja bersama secara obyektif. Tahun keempat “pemerintahan merah” makin menegaskan dukungan rakyat atas kepemimpinan mereka. Tentu, secara pribadi saya membubuhkan WTP A atas semua kebijakan yang telah ditunai dan diakreditasi oleh respon publik itu sendiri. Meski di sana-sini tak luput dari sinisme dan kritik, OD-SK tetap saja melilitkan “selendang merah” yang sudah saya berikan secara simbolis sebagai dukungan formal atas tahun ketiga pemerintah mereka dengan label baru “Pemimpin itu adalah Teladan” pas memasuki tahun keempat pada hari ini.

Dalam sebuah buku yg ditulisnya, “Politik Sebagai Jalan Keselamatan”, OD telah memaknai pemerintahan itu ibarat menunaikan tugas “Mesias” yang tentu saja ia adopsi secara penuh dari “pemerintahan Kristus.” Dalam soal ini, teologi kepemimpinan ala OD-SK, saya tentu memberi apresiasi yang lebih dalam. Bukan semata karna perspektif subyektif imani. Tapi, lebih karna kepemimpinan itu sejatinya adalah amanah alam semesta.

Barangkali, ini yang mendasari bagaimana adagium “Torang Samua Ciptaan Tuhan” hendak menegaskan secara semiotik bahwa itu makna praksis dari “kepemimpinan itu adalah teladan.” Bukankah dlm semua kitab-kitab suci samawi (Zabur-Taurat-Injil-Quran) Tuhan telah berseru: “Ikutlah perintahKU, maka akan kau dapat.”

“Mintalah, maka akan kuberi.” Kiranya, ini sejumput apresiasi saya atas jalannya tahun keempat pemerintahan OD-SK. Dirgahayu. Makapulu’ sama’. Syukurmoanto. Somahe kaikehage.

Akhirnya Gubenur Olly Siap Lantik Elly Lasut

Gubernur Olly Dondokambey (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Ikut hadir dalam sidang ekspos polemik Bupati dan Wakil Bupati Talaud, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Rabu (15/1/2020) memberikan tanggapan positif soal putusan.

Seusai sidang ekspos, Olly Dondokambey menyatakan kalau Bupati Talaud terpilih Elly Engelbert Lasut (E2L) tidak ada masalah. Menurut Olly, sidang ekspos tersebut berjalan baik dan sudah membuat semuanya menjadi jelas. Makanya, dia menyatakan siap melantik Elly Lasut dan Mochtar Parapaga jika diperintah.

“Iya, saya sebagai bawahannya Mendagri tentu patuh. Kalau sudah ada keputusan dari Mendagri terkait ekspos ini, dan saya diperintahkan untuk melantik, maka saya akan melantik mereka berdua,” ujar Olly yang juga Bendahara Umum PDI Perjuangan ini.

Saat ditanya apakah polemik pelantikan ini sudah selesai, dengan lantang Olly menyatakan sudah selesai dan final setelah adanya hasil dari ekspos kasus ini.

“Ekspos ini dilakukan Kemendagri karena ada masalah. Jadi ini yang terakhir, apapun hasilnya kita tunggu saja dan kita wajib menerimanya,” tutur Olly.

Gubernur yang murah senyum itu menyebutkan Elly tidak bermasalah lagi. Dia pun siap melantik keduanya jika sudah diperintahkan Mendagri. (*/Am)

iklan1