Tag: olly dondokambey

Siswa Lingkar Tambang Bakal Sekolah di Taiwan

Pertemuan Dikda Sulut dan Perusahaan Tambang (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kepala Dinas Pendidikan Daerah, dr Liesje Grace Punuh MKes menegaskan bahwa ada beberapa siswa yang berdomisili di lingkar tambang di Kabupaten Minahasa Utara berhak menimba ilmu di luar negeri.

“Sebuah komitmen dari sebuah perusahaan tambang yang ada di Kabupaten Minahasa Utara untuk dunia pendidikan dan generasi muda dengan memberikan beasiswa bagi anak-anak yang tinggal dilingkar tambang untuk mendapatkan pendidikan di luar negeri tepatnya di Taiwan,” ujarnya kepada media ini Sabtu (03/11/2018).

Menurut Punuh, di awal bulan November ini, siswa-siswa yang mendapatkan kesempatan tersebut segera diberangkatkan.

“Rencana tanggal 9 November somo pelepasan siswa yang mo lanjut sekolah di Taiwan. Siswa-siswa tersebut telah seleksi oleh pihak perusahaan untuk tahun ini,” jelasnya sembari menambahkan bahwa rencana tersebut diungkapkan perusahaan tambang Jumat (02/11/2018).(Cat)

ABID TAKALAMINGAN: …Seperti Laju Kereta Kuda

Gubernur Olly dan Wakil Gubernur Steven (FOTO Ist)

Catatan : Abid Takalamingan, S.Sos.,MH

SINERGITAS Pemerintahan sebuah kebutuhan bagi pembangunan. Semakin dapat dipahami ketika Pemerintahan diatas nya selalu menginginkan Pemerintahan dibawahnya berada segaris dengannya dalam visi maupun misi. Bagi Pemerintahan yang demokratis mewujudkan nya tak semudah membalikkan telapak tangan karena masih ada faktor elektoral yang harus dilewati lewat Sebuah pemilihan yang melibatkan banyak orang (Pemilu).

Disinilah crusial pointnya; dimana Kebutuhan sinegritas terkendala oleh sistem pemilu yang tidak ditentukkan oleh satu tangan. Pemerintahan diatas membutuhkan sinegritas Pemerintahan dibawahnya tapi yang memilih dan menentukan adalah tangan yang lain yakni rakyat sebagai pemilik kedaulatan.

Dalam silaturahim tokoh dan aktivis Muslim Sulut dengan Gubernur Sulut Kebutuhan sinergisitas ini semakin menemukan konteksnya ketika sinergisitas tidak ada banyak kerugian yang di dapat oleh rakyat sebagai contoh dalam soal anggaran pembanguanan.

Walaupun dana APBN telah tersedia untuk sebuah proyek pembangunan akan tetapi karena ketidak siapan lahan yang menjadi kewenangan Pemerintahan Kabupaten/Kota maka proyek tersebut tak bisa dilaksanakan yang berakibat kepada baliknya dana kepada pemerintah pusat karena tak bisa diserap.

Inilah yang kemudian salah satu yang menjadi perhatian banyak aktivis dan tokoh ternyata sebegitu dahsyatnya dampak jika sinergisitas tidak ada dalam strata Pemerintahan dari atas sampai bawah.

Oleh karena itu dalam penggalan komentar salah seorang aktivis Muslim yang kebetulan hadir pada malam silaturahim tersebut yakni Mahyuddin Damis mengulang-ulang kata ini karena kesadaran bahwa sinergisitas ternyata bukan hanya kebutuhan oligarki tapi dia juga adalah kebutuhan demokrasi sekaligus.

Kerja keras, kemampuan lobby, jaringan, dan marketing daerah yang dilakukan oleh Pemerintahan Sulut dibawah kepemimpinan duet Olly Dondokambey Dan Steven Kandow yang sgt luar biasa HEBAT juga akan terkendala jika sinergisitas Pemerintahan dibawahnya tdk di dapat.

Saya katakan luar biasa hebat karena bagaimana tdk luar biasa ditahun 2018 ini saja Ada hampir 30T Dana yang bisa ditarik ke daerah oleh Pemprov Sulut yang jika dibanding dengan APBD yang hanya sekitar 4T dan PAD yang hanya sekitar 1,2T.

Dana yang begitu besar itu turun ke Sulut salah satu sebabnya adalah karena adanya sinergisitas antara pemerintah pusat dan pemerintah Sulut disamping mmg faktor kepemimpinan provinsi yang mumpuni, berkapasitas dan full power.

Akan tetapi ditingkat lokal Sulut Ada beberapa proyek tak bisa dilaksanakan karena persoalan sinergisitas tdk dimiliki antara pemerintahan provinsi Dan Kabupaten/kota dibawahnya. Ini diakibatkan karena tdk se Visi dan se Misi, bisa juga karena tdk se garis politik antara pemerintahan provinsi dan sebagian Pemerintahan Kabupaten/Kota yang berada dibawahnya.

Menurut hemat saya hal-hal tersebut sejatinya tak perlu terjadi jika para politisi yang hari ini dipercayakan rakyat mau menempatkan diri sebagai negarawan dan mau mengorbankan segalanya demi kemajuan daerah serta mengabdikan dirinya kepada kepentingan rakyatnya.

Terima kasih Pak Gubernur yang telah menjelaskan secara baik dan sederhana akan makna sinergitas dan betapa penting kata itu hadir untuk memaknai kesinambungan pembangunan yang terus digelorakan oleh Pemerintahan ODSK.

Akan tetapi satu hal sebagai akhir dari tulisan ini boleh jadi memang Pemerintahan dibawahnya tak bisa mengikuti kecepatan lari pemerintah provinsi dan karenanya dia menjadi daya pe “lambat” pembangunan di sebagian wilayah nyiur melambai sebagaimana adagium lama yang saya ingat bahwa “Laju Kereta Kuda Tidak Ditentukkan Oleh Kuda Yang Paling Cepat tapi Justru Oleh Kuda Yang Paling Lambat”.

”Saatnya kami akan berusaha menemukan kuda-kuda cepat agar laju kereta tak lagi bermasalah untuk sebuah Sinergisitas. Semoga… [***]

Peduli Disabilitas dan Lansia, Sulawesi Utara Tuai Pujian

Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Drs Ade Rustama MP saat memberikan pemaparan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Kepedulian Pemerintah Sulawesi Utara pada penyandang Disabilitas dan lanjut usia (Lansia) menuai pujian pemerintah pusat dalam hal ini Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI.

“Atas nama Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, memberikan apresiasi kepada Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sulut yang menyelenggarakan kegiatan ini,” ujar Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lansia Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Drs Ade Rustama MP kepada media.

Lanjutnya lagi dalam kegiatan rapat koordinasi peningkatan kualitas pemberdayaan disabilitas dan lansia disalah satu hotel di Kota Manado, Selasa (30/10/2018) tersebut. Lebih lanjut Rustama mengatakan keterlibatan organisasi, perwakilan kabupaten/kota dan perangkat daerah yang berkaitan sudah menjadi modal awal dan penting.

“Berbicara soal kontek pengutan kebijakan kegiatan yang diprakarsai oleh Dr Kartika Devi Tanos MARS Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sulut sudah mapan karena menghadirkan pemerintah di 15 kabupaten dan kota, ini modal penting,” ujarnya.

Terlebih dengan hadirnya organisasi yang menangani disabilitas dan lansia, Rustama mengangkat dua jempolnya. “Pertemuan ini menjadi sangat penting dan berarti di mana ada organisasi yang mengurusi masalah disabilitas dan lansia, sehingga output kegiatan sudah sangat jelas,” tutup Rustama.(Cat)

Utusan Sulut Raih Top 10 INAGARA 2018

Piagam penghargaan (FOTO Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Ir Erny Bhayangkarita Tumundo MSi dinilai layak menerima penghargaan Inovasi Administrasi Negara (INAGARA) dari Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Tumundo yang keseharian dipercayakan Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi dinobatkan lembaga tinggi negara menjadi 10 besar penerima penghargaan INAGARA 2018 di Jakarta Selasa (30/10/2018).

Karya inovatif yang diluncurkan Tumundo, Paliatif – Perlindungan Anak yang Holistik dan Intergratif di Sulawesi Utara yang mengantarkan Srikandi Ketenagakerjaan Sulut menerima penghargaan bersama 9 penerima lainnya oleh Kepala LAN RI DR Adi Suryanto MSi, dan Sekjen Kementerian Desa PDTT RI, Anwar Sanusi di gedung Makarti Bhakti Nagari LAN RI, Penjompongan Jakarta Pusat.

Seperti dirangkum media ini, peserta adalah perutusan dari Pemerintah Kabupaten/Kota, Provinsi dan Kementerian /Lembaga yang merupakan alumni Diklat PIM I dan PIM II tahun 2014 – 2017. Mantan Kepala BP3A Sulawesi Utara ini menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Pemerintah Sulawesi Utara pada dirinya sebagai utusan dari provinsi. Dan kepercayaan tersebut pun di emban serta dijawab dengan sebuah prestasi gemilang.(Cat)

Silaturahmi Pimpinan Ormas Muslim Sulut dan Gubernur Olly Sepakat Kuatkan Persatuan

Abid Takalamingan saat moderator pada silaturahmi tersebut (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Merespon berbagai dinamika sosial yang seringkali melahirkan sesuatu yang rentan menyulut perpecahan ditengah masyarakat, juga menjadi latar belakang para pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) dan Aktivis Muslim Sulawesi Utara (Sulut) menggelar pertemuan dengan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.

Pertemuan yang berlangsung Sabtu (27/10/2018) malam itu, digagas sejumlah senior aktivis muslim diantaranya Abid Takalamingan, Syahrul Poli, Mahmud Turuis dan tokoh muslim Sulut lainnya. Menurut Abid pertemuan itu melahirkan sejumlah inspirasi dan poin penting untuk mengeratkan lagi persaudaraan, sebagai pengingat bahwa perlunya merawat komunikasi dan aktif menjaga kerukunan di daerah Nyiur Melambai tercinta.

”Dari silaturahim pimpinan Ormas dan Aktivis Muslim Sulut bersama Pak Gubernur Sulut Olly Dondokambey Sabtu, 27 Oktober 2018 bertempat di kediaman Pak Gubernur Sulut di daerah Kolongan Minut selepas sholat Insya itu berjalan penuh suasana kekeluargaan. Setelah dijamu makan bersama acara, Silaturahim ini berlanjut dengan saling berbagi informasi antara Pak Gubernur, para tokoh dan Aktivis Muslim,” ujar Abdi sebagaimana dikutip media ini.

Ditambahkannya lagi, banyak tema yang tersampaikan mulai dari membicarakan pembangunan, stabilitas keamanan, investasi sampai dengan masalah pengembangan kegiatan keagamaan. Acara yang sangat santai dan terkesan informal ini mengalir tanpa beban tapi harus dihentikan karena waktu telah menunjukkan pukul 23.00 Wita.

”Sebenarnya acara ini dimaksudkan sebagai sarana untuk saling silaturahim yang wajar saja antara pimpinan daerah dann rakyat yang dipimpinnya, serta mengefektifkan pola komunikasi dua arah antara kedua stake holders pembangunan yakni pemerintah dan pimpinan dan aktivis Muslim Sulut agar mereka sebagai bagian dari masyarakat Sulut juga memiliki peran dalam memberikan masukan bagi pemerintah dalam mendorong pembangunan di daerah Sulut,” tutur Abid yang juga mantan Legislator DPRD Provinsi Sulut ini.

Gubernur Olly saat menjawab sejumlah pertanyaan para Aktivis Muslim Sulut (FOTO Suluttoday.com)

Tidak hanya itu, kata Abid banyak pikiran dan informasi positif dua arah yang terungkap agar kesinambungan pembangunan Sulut yang luar biasa pesat dibawah kepemimpinan ODSK semakin menemukan konteksnya. Berbagai tanggapan baik berupa saran dan kritik sekalipun, ditanggapi positif oleh Pak Gubernur sehingga para tokoh dan aktivis pun merasa tak memiliki beban atau jarak untuk menyampaikan pandangan-pandangannya.

”Memang tak semua yang hadir mendapat kesempatan untuk berbicara karena terbatasi oleh waktu, akan tetapi paling tidak bisa mewakili harapan dari sebagian yg hadir pada malam itu walaupun mungkin bukan semuanya. Sebagai salah seorang penginisiatif acara tersebut mengucapkan terima kasih atas perhatian bapak Gubernur yang mau menyediakan waktu dan rumah kediamannya untuk acara dimaksud padahal kami tahu kesibukan beliau amat padat apalagi bertepatan dengan dilaksanakannya giat nasional Pekan kerja Revolusi Mental 2018 dimana Sulut menjadi tuan rumahnya yang berlangsung sejak Hari Senin, 22 Oktober 2018 dan ditutup Hari ini ahad, 28 Oktober 2018 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda,” ucap Abid.

Suasana cair ditengah silaturahmi (FOTO Suluttoday.com)

Pria yang pernah melakukan advokasi terhadap warga lingkar tambang di Buyat itu berterima kasih kepada Gubernur Olly dan kepada semua pihak tokoh dan aktivis yang sdh mengambil bagian dalam silaturahim ini walaupun guyuran hujan yang cukup deras sebenarnya dapat menjadi alasan untuk tdk menghadirinya akan tetapi tetap memberikan waktunya untuk menghadiri acara tersebut.

”Semoga ini menjadi kontribusi kebaikan yang bisa mengurai segala kesalah-pahaman yang terjadi terutama dalam bingkai kebersamaan sebagai anak bangsa yang ditakdirkan lahir dan menghuni daerah ini, paling tdk dari perspective tokoh dan aktivis Muslim Sulut. Semoga pula Allah SWT ridho atas apa yang Kita lakukan dan mudah2an dapat digelar pada waktu2 yang akan datang,” tutur Abid, Senin (29/10/2018).

Diakhir wawancara, Abid mengatakan tak ada alasan untuk tidak saling memuliakan dan menyayangi karena manusia adalah karya Tuhan yang paling sempurna dan memang Torang Samua Ciptaan Tuhan sebagaimana jargon kebersamaan daerah Nyiur Melambai dimana Kita ditakdirkan Tuhan sebagai penghuninya. Semoga Sulut semakin maju dan dijauhkan dari mara bahaya.

Foto bersama Gubernur Olly Dondokambey dan Aktivis Muslim Sulut (FOTO Suluttoday.com)

Untuk diketahui, Gubernur Olly pada pertemuan itu didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen mengapresiasi adanya pertemuan tersebut. Olly yang juga mantan Ketua Banggar DPR RI itu mengharapkan agar pertemuan berkala dapat dilakukan guna membahas berbagai hal strategis terkait pembangunan Sulut.

”Terima kasih kepada penggagas pertemuan ini dan seluruh Aktivis Muslim Sulut bersama pimpinan Ormas. Sebetulnya silaturahmi semacam ini terus kita giatkan, dari sini pula saya mendapatkan berbagai pikiran-pikiran positif tentang menopang pembangunan, menjaga kerukunan dan usulan konstruktif agar kita lebih maksimal lagi membangun Sulut. Saya berharap partisipasi aktif masyarakat Sulut dalam mendorong pembangunan terus ditingkatkan,” tutur Olly sambil menitipkan pesan agar masyarakat dan pemerintah bersinergi menjaga kerukunan. (*/Amas)

iklan1