Tag: olly dondokambey

H2M Ajukan Paslon Ideal PDI Perjuangan untuk Pilwako Manado

Hi. Herson Mayulu, S.IP (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Bergulirnya sejumlah nama dan makin meluasnya pembicaraan, prediksi serta harapan terhadap figur Pasangan Calon (Paslon) yang akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dalam hajatan demokrasi, Pilkada Serentak Lanjutan 2020 makin diskursus publik di Manado. Tentu target utamanya PDI Perjuangan yang dipimpin Olly Dondokambey, SE di Provinsi Sulawesi Utara harus menang di kontestasi Pilwako Manado, 9 Desember 2020.

Saat diwawancarai, H. Herson Mayulu, S.IP (H2M), Selasa (30/6/2020) menyampaikan beberapa kriteria penting yang perlu dipikirkan, menjadi pertimbangan untuk dikeluarkannya rekomendasi Surat Keputusan (SK) terhadap kader PDI Perjuangan di Manado. Mantan Bupati Boolang Mongondow Selatan (Bolsel) dua periode itu menyebut elektabilitas menjadi elemen primer dalam mempertimbangkan Paslon untuk dimajukan di Pilwako Manado.

‘’Tentu kita semua punya harapan siapa Pasangan Calon yang ideal untuk kita jagokan di Pilwako Manado. Bagi saya ada beberapa kriteria, diantaranya; 1. Figur yang punya elektabilitas tinggi. 2. Paham masalah dan punya solusi, terhadap masalah yang dihadapi masyarakat Kota Manado. 3. Memiliki kapabilitas dan integritas pribadi yang baik,’’ ujar H2M.

Tidak hanya itu, kedekatan figur yang bakal dimajukan PDI Perjuangan dengan masyarakat juga menjadi entitas yang diperhitungkan H2M. Bagi politisi senior yang kini menjabat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) seorang pemimpin harus bersama masyarakat, sebagaimana perjuangan PDI Perjuangan yakni berada bersama wong cilik. Kader PDI Perjuangan Sulut ini pun menyampaikan pandangannya soal loyalitas kepemimpinan.

‘’Selanjutnya, ke-4. Dekat dan familiar dengan masyarakat Manado. 5. Memiliki karakter kepemimpinan yang kuat. 6. Punya sikap loyalitas terhadap masyarakat Manado,’’ tutur H2M yang juga anggota Komisi V DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini.

*/Bung Amas)

ALSA Webinar, Bahas Soal New Normal sebagai Paradigma Baru

Para narasumber dan peserta seminar saat dialog (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Ikut mengambil baguan memberi kontribusi terhadap pemerintah terkait konteks penanganan penularan pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang tengah diterapkan pemerintah, Asian Law Students’ Association Local Chapter (ALSA LC) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado menggelar Webinar dengan tema New Normal : Paradigma Baru Menghadapi COVID-19 di Sulawesi Utara. Seminar virtual, Sabtu (27/6/2020) menghadirkan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey, SE, yang diwakili Edison Humiang, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Setda Provinsi Sulut.

Juga hadir Dekan Fakultas Hukum Universitas Sam Ratulangi Manado, Dr. Flora Pricillia Kalalo, SH.,MH, Kepala Biro Operasi Polda Sulut, Kombes Pol Yohanes Soeharmanto, SH.,SIK, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sulut, Christiano E. Talumepa, SH.,M.Si dan Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sulut, Dr. Steaven Dandel, MPH, masing-masing sebagai pembicara.

Tampil sebagai salah satu narasumber, Dr. Flora menerangkan soal dampak pandemi COVID-19, mengupas narasi new normal, persyaratan, konstruksi kebijakan pemerintah pusat. Selain itu, Flora menjelaskan tentang peluang dan tantangan new normal dalam proses pendidikan. Tak lupa akademisi vokal ini memaparkan Peraturan Gubernur Sulut Nomor 44 Tahun 2020 tentang pedoman adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 di Sulut.

‘’Selama tiga bulan terakhir Indonesia dilanda pandemi COVID-19, dan terdampak pada berbagai sektor, terutama sektor perekonomian. Kondisi tersebut akhirnya membawa pemerintah pada pemahaman untuk menerapkan kebijakan new normal, ini logis dan perlu didukung. Kebijakan ini bertujuan untuk tetap membuat masyarakat Indonesia produktif. Selain itu pemerintah telah menetapkan kriteria new normal seperti memastikan penularan terkendali sesuai penetapan WHO, dan tiga syarat pengurangan PSBB, yaitu epidemologi, sistem kesehatan dengan indikator, serta surveilans epidemologi dengan indikator jumlah tes,’’ kata Flora.

Selaku akadimisi hukum, Flora menekankan pula terkait penerapan sanksi. Pemerintah dan stakeholder diharapkan secara adil, benar, konsisten, tidak diskriminasi, kemudian sungguh-sungguh dalam menjalankan aturan yang berlaku. Flora mengingatkan agar semua pihak patuh terhadap aturan yang bersentuhan dengan COVID-19, jangan ada pembangkangan dan penting dilakukannya edukasi pada masyarakat.

Seminar media daring yang dilakukan ALSA Unsrat (Foto Istimewa)

‘’Terkait sanksi hukum atas pelanggar terhadap pelaksanaan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19 yang selanjutnya disebut AKB-M2PA COVID-19 dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ tutur Flora.

Selain itu, dalam kesimpulannya Flora mengatakan pemerintah Indonesia belum bisa memprediksi secara akurat kapan pandemi ini akan segera berkahir. Selain itu, World Health Organization (WHO) sebagai organisasi kesehatan dunia memperkirakan penemuan vaksin paling cepat dapat terlaksana pada 2021. Berarti sampai akhir tahun ini, kata Flora seluruh masyarakat dunia, termasuk Indonesia harus membiasakan diri untuk hidup berdampingan dan berdamai dengan COVID-19. New Normal menurutnya adalah langkah kebijakan dan strategi yang harus dijalani oleh bangsa Indonesia.

Dari Polda Sulut sendiri, Kombes Pol Yohanes menguraikan tentang inti Telegram pencabutan Maklumat Kapolri. Begitu pula Jubir Gugus Tugas COVID-19 Sulut yang memaparkan soal Edukasi, Sosialisasi dan Mitigasi yang dilakukan bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, partai politik, komunitas lokal, hingga tingkat RT/RW.

(*/Bung Amas)

SSK dan Politik Akomodatif di Pilwako Manado

Sosok SSK Harapan Baru for Manado (Foto Istimewa)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

POLITIK adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan. Hal itulah yang mengilhami dan menginspirasi para politisi sehingga menjadi santun, dinamis dan tak parsial menjalankan parktek politik. Bagi mereka yang belum memahami politik secara utuh, menganggap politik sebagai ‘barang kotor’, sesuatu yang ‘haram’. Memotret pergerakan dan komunikasi politik di Kota Manado menyongsong pelaksanaan Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado, rupanya Ir. Sonya Selviana Kembuan (SSK) punya sisi unik yang perlu ditelusuri dalam peran publiknya.

Sosok politisi yang berlatar belakang pengusaha ini memulai karir dari bawah. Sekarang dipercayakan berbagai pihak untuk melakukan kemitraan kerja, pernah ikut membangun proyek di Luar Negeri sebagai kontraktor handal bertaraf Internasional. Perempuan berdarah Manado Sulawesi Utara itu akhir-akhir ini makin terterima di masyarakat. Dalam beberapa pemberitaan media massa, SSK mengaku berniat kembali ke Manado untuk membangun daerah tercintanya.

Sebelumnya, ia berkiprah di daerah lain. Atas kerinduan membangun daerah dan keprihatinannya terhadap pembangunan Kota Manado yang dinilainya belum mengalami kemajuan pesat, SSK memilih kembali. Dari aspirasi masyarakat, SSK diminta maju sebagai calon Wali Kota. Berbekal pengalaman, SSK yang juga punya mimpi besar membangun Manado, maka niat itu dikukuhkannya melalui hajatan Pilwako Manado 2020.

SSK tak segan memilih narasi ‘Harapan Baru untuk Manado’ sebagai slogan perjuangan politiknya. Perempuan yang rendah hati dan dermawan itu telah memutuskan mempersembahkan sisa hidupnya untuk membangun Kota Manado dengan keputusan maju sebagai calon Wali Kota Manado. Menjelang Pilkada Serentak, Rabu 9 Desember 2020 kini SSK tengah berikhtiar dengan melakukan komunikasi politik untuk meraih dukungan dari partai politik (Parpol).

Ditelisik, ternyata perempuan berwawasan luas, penuh keramahan dan punya pengalaman mumpuni itu memegang Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Melalui silaturahmi dan membantu masyarakat, baik sebelum atau saat pendemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang tak mengenal waktu, SSK akhirnya hinggap di hati masyarakat. Nama yang sebelum tidak terlalu popular, kini makin santer dibicarakan. Masyarakat Manado mulai memberikan dukungannya terharap politisi perempuan yang satu ini.

Saat melakukan safari politik SSK selalu menunjukkan kepedulian dan kepekaannya pada masyarakat. Di beberapa tempat secara lantang anak dari keluarga biasa bukan keluarga kaya raya orang tuanya ini mengkritik pembangunan Kota Manado yang disebutnya lamban. Terutama untuk penanganan sampah, isu lingkungan, ekonomi dan lapangan pekerjaan disorotinya. SSK menyampaikan dirinya bersedia membangun Manado dengan konsep ‘pembangunan berkelanjutan’ yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya pembangunan daerah harus bertumpu pada keadilan. Haram hukumnya pemerintah menganut paradigma pembangunan yang diskriminatif pada masyarakat. Melainkan pembangunan yang komprehensif, menyentuh kepentingan masyarakat secara multi-dimensi. SSK juga ternyata punya jurus jitu memberdayakan masyarakat, baik peran kaum perempuan yang akan diberikan porsi strategis dalam pembangunan Manado, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan segenap masyarakat akan diberi support untuk menjadi mandiri.

Politisi yang cukup blak-blakan ini menilai pembangunan itu tidak semata fisik semata, melainkan pembangunan non-fisik juga perlu disinergikan. Sehingga tidak ada tumpang tindih, tidak ada yang namanya dominasi berlebihan atau monoton dari satu komunitas masyarakat terhadap komunitas masyarakat lainnya. Kesetaraan, penghormatan antara sesama baginya sangat penting. SSK berjanji akan menjawa martabat dan derajat masyarakat Kota Manado, dengan komitmen menjaga trust yang diberikan. Seperti itu pula dari segi keamanan, pelayanan publik juga dinilainnya menjadi prioritas.

Perbaikan birokrasi dengan menerapkan secara disiplin dan benar semangat reformasi birokrasi. Bukan hanya menjadi wacana tapi diimplementasikan. Soal keamanan dikatakannya sangat penting agar iklim investasi di daerah dapat tumbuh berkembang dengan baik. Lalu masyarakat diberi rangsangan dana untuk menjadi lebih produktif dalam mengembangkan ekonominya. SSK menyebut masyarakat jangan dilepas atau dibiarkan berusaha sendiri tanpa topangan pemerintah, ia menilai akan ada program yang disiapkannya untuk hal tersebut.

Selain itu, SSK yang sejauh ini tampil dengan pandangan keberagaman (kemajemukan) itu memposisikan kekuatan kolektifitas dan harmonisasi dalam hubungan sosial sebagai kekuatan maha dahsyat yang wajib dipelihara. Bahkan dalam peran-peran publik SSK terus melakukan edukasi, mengajak masyarakat agar hidup rukun. Di era Covid-19 SSK juga tampil menjadi pelopor dalam membantu masyarakat. Turun langgsung dengan dananya sendiri melakukan penyemprotan disinfektan di rumah-rumah masyarakat, menyalurkan sembako dan juga memberi bantuan APD kepada pihak TNI, POLRI dan Rumah Sakit.

Akrab, SSK bersama Olly Dondokambey (Foto Istimewa)

Banyak lagi budi dan kotribusi SSK yang tidak sempat terekam media ini. Substansinya niatan baik SSK untuk melakukan perubahan, berbuat baik menjadi hal positif yang patut ditularkan ke masyarakat. Hal baik harus terus dibumikan. Karena selama masih ada orang-orang baik, apalagi mereka diberi kekuatan berkuasa, mengelola kekuasaan, maka perbuatan baik akan selalu dihidupkan. Jika tidak, maka orang-orang jahat akan berkuasa dan masyarakat akan ditindas.

Peluang SSK Menjadi Wali Kota Manado

Konstalasi politik di Kota Manado makin mengalami eskalasi yang signifikan. Dimana telah ada manuver ‘perkawinan politik’ antara Mor Dominus Bastiaan-Hanny Joost Pajouw, untuk dipasangkan sebagai calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado. Ada pula kandidat Wali Kota Manado lainnya. Posisi SSK menjadi begitu ‘menguntungkan’ sebetulnya bila dirinya menjaga keseimbangan komunikasi politik. Karena di kubu PDI Perjuangan terdapat dua nama calon Wali Kota Manado yang menguat, yakni Richard Sualang dan Andrei Angouw.

Keberadaan SSK yang kini begitu mesra dengan partai ‘Koalisi Keumatan’ yakni PAN, PKS, PPP, PBB dan yang akan bergabung adalah Partai Gerindra menyedot banyak perhatian. Karena secara kekuatan politik SSK begitu kuat dan strategis. Belum lagi dalam tafsir strategi politik, SSK penganut Katolik yang orang tuanya GMIM, kemudian keluarnya yang banyak Pelsus, tak hanya itu sejak awal SSK juga ngotot meminang calon Wakil Wali Kota dari unsur muslim. Kombinasi yang sedang diracingnya ini begitu prospektif. Peluangnya menjadi Wali Kota Manado begitu terbuka.

Belum lagi ketika ‘seteru kepentingan’ di internal PDI Perjuangan tidak selesai dengan baik, maka potensi SSK dicalonkan Partai Banteng ini akan ada. Termasuk SSK adalah kader PDI Perjuangan yang kini punya kedekatan dan hubungan baik dengan pemilih muslim di Manado. Seperti itupula Parpol yang punya basis pemilih muslim dan ideologinya Islam, mereka memiliki hubungan emosional dengan SSK. Ketika SSK mengambil par 02 dari muslim, dan para balon lain tidak melirik figur muslim, maka kemenangan SSK lebih besar lagi. Inilah kekuatan politik SSK yang terdeteksi dan dibaca publik. Selain itu, SSK juga punya kedekatan kuat dengan Gubernur Olly Dondokambey yang juga Bendahara Umum DPP PDI Perjuangan dan juga Ibu Rita, istri Gubernur Olly.

Sonya Selviana Kembuan (Foto Istimewa)

Di Kota Manado sendiri ‘politik gerbong’ bukan hal yang baru. Politik dinasti juga sama seperti itu juga, bukan hal terlarang disini. Kalau diestimasi, kekuatan politik SSK akan kuat bila dikonsolidasikan dengan benar. SSK begitu terterima, tidak punya resistensi dari masyarakat maupun para politisi lainnya di daerah ini. Ditambah lagi dengan style SSK yang terbuka dan leluasa dalam berkomunikasi dengan semua orang, membuat dirinya makin mendapat dukungan masyarakat.

Makin dekat Hari H Pilwako Manado tensi politik terus meningkat, kemudian SSK makin mematangkan komunikasinya dengan ‘Koalisi Keumatan’, ditambah Perindo dan Gerindra. Nama SSK juga makin melejit, dimina figur ini dianggap lebih memiliki kesiapan bertarung di Pilwako Manado 2020. Basis dukungan Prabowo di Manado yang telah menunjukkan kecenderungan mendukung SSK. Tak hanya itu, SSK juga dibantu eks Tim Pemenang Jokowi-Ma’ruf Amin. Terhitung dalam waktu singkat SSK pun menguasai media sosial.

Seperti dilansir dari media nasional, SSK berhasil masuk 10 Besar kandidat Wali Kota yang peduli terhadap masyarakat terdampak Covid-19 bersama putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka. Berita SSK sempat popular di JPNN, Tribun News dan Berita Satu. Bahkan tim media SSK kini terinformasi telah mengantongi data dukungan SSK diatas rata-rata sehingga begitu optimis SSK akan menang di Pilwako Manado 2020. SSK begitu akomodatif membangun komunikasi dan menentukan sikap dalam percaturan politik. Kemauan mengakomodasi inilah yang membuat dukungan terhadap dirinya terus mengalir.

Golkar-NasDem Menyatu di Sulut, ODSK Punya Lawan Tanding

Bung Amas (Foto Suluttoday.com)

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Perkiraan para analis politik, praktisi dan juga para aktivis terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ketika dilaksanakan 9 Desember 2020. Maka, dikalkulasi akan menguntungkan para incumbent (petahana). Meski digulirnya Pilkada yang tengah bergerak pada tahapan revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU). Konsensus Pilkada dilaksanakan tahun ini bukan isapan jempol, bukan asal-asalan. Ini tentu kompromi kepentingan yang serius dibangun.

Sampailah rancangan PKPU juga tengah digodong. Sabtu (6/6/2020) hari ini, KPU Republik Indonesia (RI) tengah melakukan Uji Publik terhadap rancangan peraturan KPU tentang Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam kondisi bencana Nonalam.

Ketika melakukan simulasi sederhana. Peta politik di daerah yang fluktuatif perlu hitungan terukur untuk menang. Baik pertarungan pasangan calon Pilgub, Pilbup dan Pilwako melahirkan konstalasi yang nyaris sama. Ada probabilitasnya, tidak pasti dalam matematika politik. Konstruksi koalisi secara nasional dari partai politik (parpol) juga akan menjadi ukuran kecenderungan menang atau kalahnya suatu parpol dalam kontestasi Pilkada. Siklus politik memang tidak pernah absolud, tidak pernah paten. Namun berjalan fleksibel, layaknya konstalasi demokrasi umumnya yang berlangsung dinamis.

KPU pun telah memastikan bahwa tahapan Pilkada 2020 akan dilanjutkan Juni 2020. Hal itu sebagai tindaklanjut dari rapat Komisi II DPR RI, Kementerian Dalam Negeri, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), serta Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sepakat tahapan Pilkada 2020 mulai dijalankan kembali. Penetapan Pilkada di tengah Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tidak mudah. Sarat kepentingan politik.

Pemungutan suara akan dihelat pada 9 Desember mendatang. Walau kondisi Indonesia sedang darurat kesehatan, motivasi dan obsesi stakeholder terkait memang sudah bulat. Atas keinginan itu, optimisme menyangkut Pilkada siap digelar mulai disampaikan KPU di daerah sampai Kepala Daerah. Konsolidasi melalui loby-loby politik tentu mulai dilakukan kelompok berkepentingan.

Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), peluang kemenangan lebih dari 50% berada ditangan petahana. Menarik ketika terjadi head to head di Pilgub Sulut. Petahana Olly DonadokambeyStaven Kandouw (ODSK) akan mendapat lawan tanding yang kuat ketika menghadapi koalisi dari partai Golkar dan NasDem. Jika yang dipasangkan adalah GS Vicky LumentutChristiany Eugenia Tetty Paruntu, Tetty Paruntu-Vonnie Anneke Panambunan, atau Vonnie Panambunan menggaet papan dua dari politisi muslim, berarti ODSK dipastikan kesulitan meraih menang.

Petahana tentu menjual soal kesuksesan program. Perbuatan baik dan kontribusi-kontribusi yang dilakukan, lalu keunggulan perang udara (politik uang) juga menjadi hitungan tersendiri dalam memudahkan kemenangan kandidat dalam Pilkada. Sebagai wacana tanding, melawan petahana dengan skenario politik progresif. Menjadi oposisi yang waras, tidak membabi-buta dalam mengajukan kritik. Apalagi rival politik ODSK punya jejak rekam politik yang ternyata masih dapat dilumpuhkan. Track record menjadi begitu penting disini.

Pihak non petahanan berada dalam posisi bebas dan lebih diuntungkan sebetulnya. Mengelola serta mengemas isu yang akurat juga menjadi penentu. Yang patut menjadi jualan dalam Pilkada 2020 sejatinya yakni humanisme. Memperdagangkan nama baik, bukan mendiskreditkan atau melakukan praktek politik destruktif. Kompetisi program (narasi) perlu diprioritaskan. Bukan menggunakan black campaign. Merendahkan lawan politik dengan cara-cara melabrak etika juga sangat tidak menguntungkan.

Mendrive calon pemimpin untuk menang dalam Pilkada Serentak tidak mudah. Kemudian, tak sampai saja dalam meraih kemenangan. Lebih dari itu, mengawalnya sampai selesai periodesasi kemenangan. Merawat keakraban, soliditas dan harmonisasi kepemimpinan agar selalu akur menjadi penting. Sebab, dalam periodesasi sejarah kepemimpinan Kepala Daerah selalu terjadi ‘pica kongsi’ di tengah jalan.

Selain itu, kekuatan teamwork menjadi kuncinya. Seperti kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib, bahwa kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir. Artinya, core dari yang disampaikan Imam Ali yaitu kerja-kerja kolektif. Melalui kerja yang terorganisir, maka segala peluang kemenangan akan mudah diraih. Diprediksi isu politik identitas dan politik dinasti akan mencuat di Pilkada Serentak 2020 ini. Perlu dibendung, disiapkan kanalisasi isu.

Bola politik bisa juga digulirkan untuk menggalang opini guna melawan petahana. Ketika lalai, kurang peka membaca tanda-tanda politik, maka petahana menjadi musuh bersama (common enemy). Pekerjaan rumah lainnya, petahana harus bekerja maksimal membebaskan atau membentengi masyarakat dari penyebaran virus Covid-19. Karena ketika tidak selesai, maka petahana akan diganjal atas isu tidak beresnya petahana memerangi Covid-19.

Keberpihakan nama-nama politisi seperti Jantje Wowiling Sajow, Jimmy Rimba Rogi dan Elly Egelbert Lasut sebagai tolak ukur kemenangan Pilkada Sulut. Ketika JWS sapaan akrab Jentje Sajow bergerak dan gabung dengan NasDem, konstalasi politik di Pilkada Sulut makin menguntungkan posisi NasDem di daerah ini. JWS yang dikenang sempat berseberangan dengan OD terpantau sedang gerilya, melakukan safari politik, boleh jadi ini penanda kalau ODSK bakal menemukan lawan sepadan.

Ketika dipenghujung, kemudian OD mampu merangkul JWS, Elly Lasut dan Jimmy Rimba Rogi atau Imba, berarti OD akan menang dengan tidak terlalu bekerja keras. Politik memang tak semudah yang dipikirkan. Tapi, juga merobohkan ketidakmungkinan-ketidakkemungkinan yang ada. Dalam politik segala sesuatu dapat menjadi mungkin.

BPMJ, Pelsus dan Anggota Jemaat GMIM SION Sindulang Satu Apresiasi OD-SK

Proses distribusi bantuan dari Pemprov Sulut (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Perhatian pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) masyarakat di daerah ini begitu luar biasa. Terutama di musim pandemi Corona Virus (Covid-19). Sebagaimana yang dilakukan di Kabupaten/Kota lainnya dalam penyaluran bantuan dari pemerintahan Olly Dondokambey, SE selaku Gubernur Sulut dan Drs. Steven Octavianus Estevanus Kandouw, sebagai Wakil Gubernur, hal yang sama di lakukan di Kecamatan Tuminting.

Menanggapi penyaluran bantuan sembilan bahan pokok (Sembako) dari pemerintah Provinsi Sulut, Selasa (2/6/2020) Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) bersama Pelayan Khusus (Pelsus) dan anggota Jemaat GMIM SION Sindulang Satu Wilayah Manado Utara Satu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Provinsi Sulut atas perhatian serta kepedulainnya. Hal itu seperti disampaikan Ketua Pria Kaum Bapa Pnt. Steiven B. Zeekeon, SH yang mengapresiasi OD-SK begitu Gubernur dan Wagub Sulut akrab disapa.

”Kami dari BPMJ, PELSUS dan Anggota jemaat GMIM “SION” Sindulang Satu Wilayah Manado Utara Satu mnyampaikan trima kasih kpd Pemerintah Propinsi Sulawesi Utara Bapak Olly Dondokambey, SE dan Bapak Drs. Steven Kandow yang sudah mmberikan bantuan sembako kepada 244 Kepala Keluara. Tentu bantuan ini sangat bermanfaat,” ujar Zeekeon yang juga lawyer ini.

Seperti diketahui, proses penyerahan bantuan diterima oleh ketua BPMJ Pdt. Ulke Tendean, Sth, Wakil Ketua Pnt. Jemmy Ingkiriwang dan Sekretaris Pnt. Febronesco F. Takaendengan, SH. Kemudian, bantuan langsung disalurkan kepada seluruh jemaat melalui Pelayan Khusus Kolom 1 – 12.

Menurut Zeekeon kepedulian yang terus dilakukan pemerintah Provinsi Sulut kepada masyarakat disaat menghadapi wabah Covid-19 tentu diharapkan juga mendapat respon dan partisipasi dari masyarakat. Guna sama-sama menjalankan anjuran pemerintah tentang jaga jarak dan social distancing dalam rangka memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulut.

(*/Bung Amas)

iklan1