Tag: olly dondokambey

Keakraban Dua Kader Terbaik GMIM Ini Lunturkan Sekat Politik

Olly Dondokambey dan GS Vicky Lumentut begitu akrab (Foto Ist)

Olly Dondokambey dan GS Vicky Lumentut begitu akrab (Foto Ist)

TONDANO – Hubungan pertemanan dan kekeluargaan yang menguatkan seseorang dengan orang lainnya menjadi kekuatan yang luar biasa, bahkan akan meleburkan semua sekat, baik dalam ruang interaksi sosial secara umum hingga politik. Hal itu, terlihat dalam praktek mewujudkan nilai kekeluargaan yang ditunjukkan kedua kader terbaik GMIM, yakni Olly Dondokambey dan GS Vicky Lumentut.

Keduanya yang dikenal memiliki latar belakang partai politik berbeda (Olly dari PDIP dan Vicky Lumentut Partai Demokrat), ini begitu terlihat akrab dalam momentum ibadah agung puncak HUT ke 81 GMIM Bersinode di Stadion Maesa Tondano, Rabu (30/9/2015) kemarin. Kua kader terbaik GMIM yang akan bertarung di Pilkada 9 Desember diusung Parpol berbeda, Olly yang bertarung di Pilgub Sulawesi Utara dan Vicky Lumentut sebagai calon Wali Kota Manado itu terlibat komunikasi yang patut dicontohi.

Luar biasa, keduanya akrab duduk berdampingan bersama-sama Bupati Minahasa, Jantje Sajouw, Wakil Bupati Ivan Sarundajang dan Ketua DPRD Sulut, Steven Kandouw hingga ibadah agung dipimpin Ketua BPMS GMIM, Pdt HWB Sumakul berakhir.

Begitupun menurut warga jemaat GMIM yang hadir pun salut terhadap OD dan GSVL sebagai tokoh dan kader terbaik GMIM. Semoga ini pertanda baik, bahwa kepedulian calon kepala daerah terhadap eksistensi GMIM, justru akan diawali dari kepedulian membangun dan membesarkan eksistensi GMIM, di Sulawesi Utara.

”Luar biasa, Pak Olly Dondokambey dan Pak GS Vicky Lumentut yang merupakan kader terbaik GMIM menunjukkan kerukunan berpolitik pada kita semua. Kami berharap kedua kader hebat GMIM ini dapat dimenangkan semua pihak. Selaku warga GMIM kami merindukan Pak OD pimpin Sulut dan Pak Vicky Lumentut pimpin Manado,” kata Noldy Elmundo, salah satu tokoh pemuda GMIM. (Tim Redaksi)

Tindi: OD-SK Tanpa E2L Kian Pasti Nakhodai Sulut

Olly Dondokambey-Steven Kandou (Foto Ist)

Olly Dondokambey-Steven Kandou (Foto Ist)

MANADO – Pendukung militan Elly Lasut yang pernah menjadi calon Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), menyampaikan komentarnya terhadap konstalasi politik di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut. Walau Pilkada nanti di gelar 9 Desember 2015 nanti, namun Jim R. Tindi pendukung Elly ini memastikan bahwa Kemenangan akan diraih pasangan Olly Dondokambey-Steven Kandou (OD-SK).

”Pasca di gugurkannya E2L dari calon gubernur maka hal ini akan lebih memudahkan Pasangan yang diusung PDIP ini akan meraih kemenangan sempurna. Pernyataan ini bukan tanpa fakta, tak bisa di pungkiri bahwa sosok E2L merupakan figur muda yang elektabilitasnya kian menanjak, namun karena satu lain hal sepertinya ada ‘musuh dalam selimut’ yang menggunting dalam lipatan memanfaatkan situasi ini,” ujar Tindi pada Suluttoday.com, Minggu (27/9/2015).

Tindi juga membeberkan sejumlah alasan kenapa OD-SK yang menurutnya akan menang dalam Pilgub Sulut, karena SK yang tidak lain adalah kader terbaik PDI Perjuangan ini juga memiliki garis keturunan Nusa Utara. ”Hal ini juga sangat diuntungkan dengan ‘darah Nusa Utara’ yang mengalir dalam sosok Steven Kandou tentu mampu menarik perhatian kurang lebih 200 ribu pemilih dari ‘Nusa Utara’ (Talaud, Sangihe dan Sitaro),” kata Tindi menutup. (Amas Mahmud)

Kampanye di Boltim, Olly Dondokambey Didampingi Yasti

Olly Dondokambey saat melakukan kampanye (Foto Suluttoday.com)

Olly Dondokambey saat melakukan kampanye (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Selasa (22/9/2015) sekitar pukul 13.30 Wita, bertempat di rumah Sam Sahrul Mamonto, Calon Bupati Boltim, tepatnya di Desa Modayag Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mangondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara (Sulut), telah dilaksanakan Kampanye dialogis oleh Calon Gubernur Provinsi Sulut No Urut 1 Olly Dondokambey-Steven Kandow, yang diikuti sekitar 500 org massa simpatisan.

Hadir dalam kampanye dialogis tersebut diantaranya Ir. Tatong Bara, Walikota Kotamobagu, Yasty Supredjo Mokoagow, Anggota DPR RI, Welti Komaling, Ketua DPRD Kabupaten Bolmong, Medy Lensun, Wakil Bupati Boltim, serta sejumlah tokoh masyarakat. Adapun orasi politik yang disampaikan dalam kampanye dialogis tersebut oleh Olly Dondokambey yang memohon agar masyarakat bersatu untuk memberikan dukungan serta meminta simpatisan dari warga Desa Modayag dalam pilkada nanti memilih No. Urut 1.

”Terima kasih atas kehadiran masyarakat dalam kampanye ini, mari kita saling memberikan dukungan. Saya Olly Dondokambey calon Gubernur Sulawesi Utara Nomor Urut 1, dengan Wakil Gubernur Staven Kandow meminta dukungan semua warga Bolmong. Untuk Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur serta memilih No. Urut 2 pasangan Sam Sahrul Mamonto dan Medy Lensun, selaku calon Bupati dan Wakil Bupati Boltim,” ujar Olly. (Asri)

Luar Biasa, Pameran Batu Akik Termahal Hadir di Sangihe

Suasana berlangsungnya Pameran (Foto Ist)

Suasana berlangsungnya Pameran (Foto Ist)

SANGIHE – Sebuah pameran batu akik yang dilaksanakan sebagai salah satu mata kegiatan Festival Sangihe 2015 disebut oleh para pengunjungnya sebagai pameran akik yang termahal. Seperti yang diungkapkan Vanderwijk Gansalangi. Predikat itu diberikannya bukan karena dalam pameran ini tercapainya satu transaksi penjualan yang besar. Juga bukan karena satu nilai potensial batu akik langka dan unik yang ditampilkan. Tapi, karena para pengunjung yang ingin melihat pameran itu harus membeli karcis tanda masuk yang senilai Rp. 10.000,- per orang. Itu terjadi pada malam perdana pameran, Sabtu (5/09/2015) kemarin di stadion Gesit, Tahuna.

”Dalam pengalaman saya sebagai peminat dan penggiat batu akik, baru kali ini pengunjung pameran dipalak dengan karcis tanda masuk,’’ ungkapnya kesal.

”Bahkan saya yang sekadar hendak membawa batu bongkahan untuk dipamerkan juga tak luput dari keharusan untuk membeli karcis,’’ keluhnya lagi. Gansalagi pun akhirnya lantas mempertanyakan apakah dari harga karcis pungutan itu panitia membayar pajak tontonan ke pihak pemerintah.

Seorang perempuan yang mengaku salah seorang Panitia Festival Sangihe 2015 yang tidak mau dirinci jatidirinya yang ditemui di lokasi pameran membantah bahwa panitia festival yang memungut dana karcis tanda masuk itu. ”Maaf kami tidak pernah menjual karcis masuk ke lokasi pameran,” tegasnya.

Menurutnya, pihak yang memungut karcis di Stadion Gesit itu adalah panitia penyelenggara Pertandingan Tinju. Memang secara kebetulan dua acara itu berlangsung di lapangan dalam stadion di tengah Kota Tahuna itu.

Mendapat keterangan itu Vanderwijk Gansalangi tetap mempersalahkan panitia Festival Sangihe 2015. ”Panitia tidak becus, karena menempatkan tempat pameran akik itu di lokasi yang persis sama dengan arena pertandingan tinju dalam rangka perebutan Piala Olly Dondokambey itu,” ujarnya.

Mestinya, menurut dia, pintu masuk dan lokasi pameran akik dibuat terpisah serta diberi sekat pemisah. Banyak pengunjung pameran pada malam pembukaan pameran batu akik, Sabtu (5/9/2015) terlihat adu mulut dengan penjaga pintu masuk di gerbang stadion itu. Mereka berusaha meyakinkan petugas mereka tidak menuju ke ring tinju, tetapi para petugas itu tidak peduli sama sekali.

”Kami yang menyewa lapangan ini untuk acara tinju, jadi semua yang masuk mesti bayar tidak terkecuali,” ujar seorang petugas berbadan tambun dengan tegas.

Keterangan petugas nan jumawa itu sontak dikeluhkan oleh Juharto Jangkobus, salah satu peserta pameran batu akik itu. ‘’Keikutsertaan kami di pameran ini resmi dan terundang,” ujarnya.

Lanjut dikatakannya justru yang pantas dipertanyakan adalah upaya panitia tinju mengumpulkan dana, karena setahu kami acara mereka itu resmi ditopang pendanaan dari pihak Olly Dondokambey.

Menurutnya, sebelum kejadian karcis itu, kegiatan tinju ini awalnya sudah bertabrakan dengan kegiatan pertandingan musik bambu yang dilaksanakan pihak gereja GMIST. ”Ini sangat disayangkan, karena ulah mereka malah sempat memunculkan citra buruk pada Olly Dondokambey di Tahuna,” pungkasnya. (ps/Tim Redaksi)

Sadis, Ada Tangan Ajaib Kendalikan KPU Sulut

Elly Lasut dan David Bobihoe ketika hadir di acara Halal Bi Halal (Foto Suluttoday.com)

Elly Lasut dan David Bobihoe ketika hadir di acara Halal Bi Halal (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) cukup mengejutkan. Dimana dari 3 pasangan bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut, akhirnya hanya 2 pasangan cakon yang lolos verifikasi KPU. Hasil Pleno KPU pada senin (24/8/2015) pukul 17.00 wita, KPU Sulut memutuskan tiga pasangan bakal calon peserta pemilihan Gubernur pada 9 Desember 2015 ini semuanya lolos.

Tragisnya, selang beberapa jam kemudian keputusan pleno tersebut berubah, dimana dalam keputusan KPU sekitar pukul 20.00 wita, mengalami perubahan dwngan menggugurkan pasangan Elly Engelbert Lasut (E2L) – David Bobihoe (DB) sementara pasangan Olly Dondokambey – Steven Kandouw dan Pasangan Maya Rumantir – Glenny Kairupan dinyatakan lolos.

Keputusan berubah-ubah ini kemudian menimbulkan pertanyaan besar bahkan disinyalir adanya konspirasi menjatuhkan E2L – DB. Dalam keterangan pers KPU Sulut, E2L tidak diloloskan karena dianggap tidak memenuhi syarat (TMS) berdasar pada hasil penelitian ke kementrian Hulum dan HAM (Kemenkumham) yang dilengkapi dengan penelitian ke tahanan Sukamiskin tempat ditahannya E2L. Sementara itu, salah satu juru bicara politk E2L seperti Jim Robert Tindi bersikukuh pada keputusan pleno KPU sore hari.

”Pleno KPU sore, E2L lolos jadi kami kini fokus pada pemenangan, dan kami meminta agar relawan E2L menahan diri. Pak E2L-David Bobihoe tidak diloloskan, kami mengendus ternyata ada tangan ajaib yang mengendalikan KPU Sulut. Ada kelompok yang jahat, dan menghambat E2L,”, ujar Tindi.

Sementara itu tim relawan E2L kini tengah bergerak menuju salah satu hotel ternama di Manado yang menjadi tempat tinggal para komisioner untuk memintakan pertanggungjawaban. (Amas Mahmud)

iklan1