Tag: olly dondokambey

Mecky Onibala Bakal Pimpin Kontingen PON Remaja Sulut ke Surabaya

Mecky Onibala (Foto Don)

Drs. Mecky Onibala, M.Si (Foto Don)

MANADO – Kontingen Sulawesi Utara (Sulut) yang akan bertanding di Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja di Surabaya, 9-16 Desember 2014 dijadwalkan akan dilepas oleh pemerintah propinsi Sulut. Namun, siapa yang akan melepas kontingen belum diketahui.

Hal tersebut dikemukakan oleh Sekum KONI Sulut, Prof DR Henky Rogi MPd. Menurutnya, informasi yang ia terima dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut, prosesipelepasan kontingen akan digelar pada hari jumat. Itu terjadi karena sebagian atlet sudah harus bertolak lebih awal yakni tanggal 6 Desember 2014.

“Ada cabang olahraga yang akan berangkat lebih awal ke Surabaya yakni sepakbola. Sebab, jadwal pertandingan untuk sepakbola adalah lebih awal dari cabor yang lain. Karena itulah kemungkinan Dispora Sulut menjadwalkan pelepasan kontingen pada hari jumat,” sebut Rogi, Kamis (4/12/2014).

Kontingen Sulut yang akan berlaga di PON Remaja menurut rencana akan dipimpin langsung oleh Ketua Kontingen, yakni Drs Mecky Onibala M.Si, yang notabene adalah Kadispora Sulut. Penunjukkan Onibala atas saran dari Ketua Umum KONI Sulut, Olly Dondokambey SE karena tidak bisa mendampingi kontingen saat bertandig di PON Remaja.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bendahara KONI Sulut, Drs Steven Kandouw, baru-baru ini. Menurut Kandouw, yang juga adalah Ketua DPRD Sulut, awalnya KONI Sulut meminta Sekprop untuk memimpin kontingen, namun karena berhalangan akhirnya ditetapkan Kadispora Sulut sebagai pimpinan kontingen Sulut.(doni/Amas)

Sabtu, Olly Bakal Lantik Enam Pengurus KONI Kabupaten/Kota

Olly Dondokambey SE (Foto Don)

Olly Dondokambey SE (Foto Don)

MANADO – Ketua Umum KONI Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey SE, Sabtu (29/11/2014) mendatang bakal melantik enam Pengurus KONI Kabupaten/Kota di Hotel Gran Puri Manado. Informasi dari Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sulut, Prof DR Henky Rogi MPd, enam pengurus KONI yang akan dilantik masing-masing, Kota Manado, Minahasa Selatan, Kepulauan Talaud, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow Timur dan Bolaang Mongondow.

Soal kesiapan pelaksanaan pelantikan Rogi mengatakan sudah tidak ada masalah. Sebab, seluruh KONI Kabupaten/Kota yang akan dilantik sudah diberitahukan untuk mengirimkan utusan sebanyak lima orang. ”Setiap Kabupaten/Kota telah diberitahukan untuk mengirimkan lima utusan pada saat pelantikan nanti,” ucap Rogi, Kamis (27/11/2014).

Menurutnya, dalam undangan yang sudah dikirimkan kepada KONI Kabupaten/Kota yang akan dilantik disebutkan bahwa untuk pelantikan nanti, bisa mengirimkan unsur ketua, wakil ketua, sekretaris, wakil sekretaris maupun bendahara.

Yang telah meminta tambahan kuota adalah Kota Manado, yang meminta untuk mengakomodir sepuluh orang,’’ tukas Rogi.(Don/Amas)

Manuver Malu-Malu, Pengamat Sebut Vicky Lumentut Rugikan Diri Sendiri

Dr. GS Vicky Lumentut, Walikota Manado..

Dr. GS Vicky Lumentut, Walikota Manado..

MANADO – Pemilihan Kepala Daerah di Sulawesi Utara (Sulut) tak lama lagi dihelat, diantaranya pemilihan Walikota Manado dan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulut tahun 2015 kini dampaknya mulai terasa. Sejumlah elit politik diberitakan menjadi unggulan dalam kedua pilkada tersebut. Sebut saja nama-nama seperti Olly Dondokambey, Harley Mangindaan, Hanny Jost Pajouw, Vanda Sarundajang, Tonny Supit. Tak ketinggalan Walikota Manado, GS Vicky Lumentut, yang disebut-sebut sebagai penantang Olly Dondokambey merebut kursi Gubernur Sulut.

Meski berpeluang maju dalam Pilgub, Lumentut justeru tampak ‘malu-malu’ dan mengisyaratkan hanya akan maju dalam Pilwako Manado. Hal ini tampak dari beredarnya gambar berisi singkatan SULUT: Satu Untuk Lumentut, for Manado. Singkatan Sulut mengesankan bahwa Lumentut hendak maju dalam Pilgub, namun ditambah kalimat ‘for Manado’, yang mengesankan maju dalam Pilwako.

Pengamat politik Sulawesi Utara, Taufik Tumbelaka menilai bahwa kampanye GS Vicky Lumentut terkesan ambigu dan tidak dipahami luas oleh masyarakat.

”Sebuah singkatan seharusnya mudah diingat, dan mudah dicerna. Kampanye dua arti seperti ini hanya akan merugikan Lumentut, karena memberi kesan tidak percaya diri,” kata Tumbelaka yang dikenal sebagai mantan aktivis mahasiswa UGM ini.

Lanjut dikatakan Tumbelaka perlunya komunikasi politik yang dilakukan seorang calon Kepala Daerah pada masyarakat, jangan kemudian jargon politik yang ditampilkan calon Kepala Daerah kontradiktif dan memunculkan ketidakpahaman masyarakat. Bagi Tumbelaka calon Kepala Daerah harus pandai memilih jargon yang lebih cepat dipahami masyarakat.

”Selain itu, pentingnya komunikasi politik dilakukan pada masyarakat dengan tepat. Jika tidak dilakukan dengan baik, maka akan terjadi kontradiktif ditengah masyarakat, dari pesan yang disampaikan calon Kepala Daerah tersebut. Calon Kepala Daerah harus cerdik, dan kreatif dalam memilih jargon, yang sederhana kemudian mudah dimengerti masyarakat. Hal ini berlaku untuk semua Calon Kepala Daerah,” ujar Tumbelaka pada Suluttoday.Com, Kamis (27/11/2014). (Amas Mahmud)

Hati-Hati Makan di RM Kawan Baru, Ada Yang Tembus RS

Rumah Makan Kawan Baru, ilustrasi (Foto Ist)

Rumah Makan Kawan Baru, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Kejadian naas dialami, Pdt Henny Dondokambey, Rabu (29/10/2014), pasalnya Pendeta yang dikenal sebagai kerabat dekat Olly Dondokambey keracunan saat makan di Rumah Makan (RM) sekelas Kawan Baru (KB), alhasil Dondokambey dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Siloam usai makan di RM Kawan Baru tersebut. Tidak hanya itu, ternyata menurut pengakuan Suami Dondokambey dua anaknya pun ikut muntah-muntah.

”Kami memang makan di rumah makan Kawan Baru sebelum rencana akan bertolak pulang ke Jakarta. Tapi usai makan Mie Cakalang dan Es di Kawan Baru istri saya langsung mengeluh perut mulas dan muntah-muntah hingga pingsan. Syukur pihak hotel dimana kami nginap langsung membawa ke RS Siloam. Kedua anak saya pun sempat dirawat tapi tidak sampai nginap di rumah sakit,” ungkap Suami Pdt Dondokambey kepada wartawan siang tadi di RS Siloam.

Dilain sisi, Dondokambey berharap Pemkot Manado bisa lebih selektif dalam mengeluarkan izin rumah makan. “Perlu ada cek dengan turun langsung di rumah makan untuk melihat makanan yang disajikan apakah layak dikomsumsi atau tidak. Ini jadi pengalaman, syukur tidak ada yang menjadi korban hingga meninggal,” Dondokambey. 

Disentil apakah kasus keracunan ini akan dibawah ke ranah hukum dengan laporkan ke kepolisian, Dondokambey menyatakan, pihaknya masih kepastian dari keluarga. ”Jika memang perlu kami akan tempuh. Sampai saat ini juga pihak pelaku usaha pemilik rumah makan kawan baru belum menjenguk,” ujar Dondokambey dengan nada kesal.

Ditempat lain, pemilik Rumah Makan Kawan Baru Moor Bastian yang dimintai tanggapannya menyatakan kalai pihaknya juga sampai dengan saat ini masih mencari penyebab hingga ada kasus keracunan. ”Nanti hari Selasa ini saya baru tahu ada kasus keracunan. Kita masih cari tahu penyebab mulai dari tempat pembuatan makanan hingga ke RM. Saya akui susah terdeteksi karena makanan yang sampai membuat keracunan sudah habis,” kelit Bastian.

Mantan legislator Dekot Manado ini pun menduga ada sabotaase dalam persaingan bisnis. ”Tapi kami juga bertanya, apa betul dari Kawan Baru hingga keracunan. Sepengetehuan kami, tidak ada makanan basi, karena ada yang mencoba makanan sebelum disajikan ke pembeli. Karyawan yang tukang rasa makanan pun tidak kena atau keracunan, jadi kami bingung apa penyebabnya,” kata Bastian.

Bastian terkesan menantang, kalau hingga Selasa (kemarin, red) belum ada warga atau korban yang komplen. Tapi menariknya, jika memang ada korban pihaknya akan berikan santunan meski sebelumnya korban keracunan akan didatangi dulu. Disentil soal korban keracunan akan mengambil langkah hukum, Bastian berharap hal itu jangan dilakukan.

”Kami akan dekati secara kekeluargaan. Kami tidak sengaja. Kalau bole tidak ada laporan selesaikan saja secara kekeluargaan,” ucap Bastian.

Sementara itu, korban yang keracunan dan diduga usai makan di RM Kawan Baru selain di RS Siloam juga ada yang dirawat di RS Prof Kandou Malalayang dan RS Adven Teling. (Amas Mahmud)

Dinilai Tak Independen, Warga Sulut Desak Ketua KPK Mundur

Jim Robert Tindi (Foto Ist)

Jim Robert Tindi (Foto Ist)

MANADO – Pernyataan Abraham Samad terkait keberadaan Setya Novanto yang didorong sebagai Ketua DPR RI mendapat kecaman warga Sulawesi Utara, Jim Robert Tindi. Menurut Tindi, sebagai pimpinan lembaga pemerintahan Samad harusnya bersikap independen, menjunjung tinggi praduga tak bersalah dan memberikan pernyataan yang tidak terkesan politis.

”Pernyataan Abraham Samad yang notabenenya sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin mencerminkan bahwa dia tidak independen lagi. Negara ini masih mengenal praduga tak bersalah, apa bedanya Setya Novanto dengan Olly Dondokambey yang juga adalah Bendahara Umum PDI Perjuangan. Sebaiknya, Abraham konsentrasi mengungkap kasus ini, bukan malah nimbrung pada urusan politik,” tegas Tindi yang juga Direktur Eksekutif Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Sulawesi Utara (Sulut), Senin (6/10/2014).

Ditambahkan Tindi pada Suluttoday.Com, apa yang dilakukan Samad saat ini mencederai nama baik lembaga KPK dan ikut membuat malu rakyat Indonesia. Tindi lanjut menjelaskan kalau manuver yang dilakukan Samad terindikasi KPK digiring ke ruang politik praktis.

”Memalukan, sebaiknya Samad mundur atau dimundurkan saja. Abraham Samad malah sudah menggiring KPK ke ranah politik, seharusnya dia tau malu dan mundur saja,” ujar Tindi yang adalah mantan Ketua PRD Sulut ini. (Amas Mahmud)

iklan1