Tag: pad

Aktivis Lingkungan Mendorong WPR, Ikut Sentil Bahaya PETI

Rusaknya lingkungan akibat PETI (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.comDalam penjelasannya saat ditanya wartawan terkait resiko atas adanya praktek Pertambangan Liar, Hendratno Pasambuna, Aktivis Lingkungan menyebutkan bahwa perlu pemerintah bertindak tegas memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar ketentuan perundang-undangan. Dikatakannya, penarikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan bocor bila sebuah perusahaan tambang, aset atau sumber dayanya ‘dikeruk’ pihak diluar perusahaan.

”Faktor yang mempengaruhi tumbuh suburnya Pertambangan Tanpa Izin (PETI) karena terbatasnya modal keahlian dan ekonomi masyarakat. Itulah penyebabnya, mereka cenderung menjadi objek yang di eksploitasi. Disisi lain, pemerintah harus tegas menyelamatkan regulasi, agar dihentikannya pengoperasioan tambang ilegal,” kata Pasambuna, Rabu (10/7/2019).

Penggalian lubang tambang yang dilakukan, lanjut Pasambuna, dapat menimbulkan gangguan kestabilan lahan dan air tanah. Itu artinya, dari sisi ekonomi memang membuka lapangan kerja serta meningkatkan pendapatan masyarakat, bila masyarakat diikutkan dalam proses tersebut.

”Kita butuh kajian yang komprhensif dari semua pihak. Saya berharap, perencanaan terkait Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) segera terwujud, khususnya di wilayah Bolaang Mongndow Raya. Dalam waktu dekat, setidaknya ada penyung hukum pertambangan rakyat yang berkelanjutan dan bisa menjawab persoalan yang ditumbulkan oleh kegiatan masyarakat penambang,” tegas Pasambuna.

Untuk diketahui, rencana menjadikan WPR disejumlah lokasi pertambangan PETI di Sulawesi Utara (Sulut) didorong banyak pihak. Beberapa aspek yang harus diperhatikan diantaranya; aspek kebijakan, aspek modalitas, aspek kelembagaan/organisasi dan aspek teknologi dan lingkungan. Ke-empat aspek perlu dijalankan secara sinergis dan konsisten.

”Maka kegiatan pertambangan rakyat tersebut diharapkan akan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan daerah serta sekaligus dapat meminimalisir potensi kerusakan lingkungan yang ditimbulkannya. Hal itu sejalan dengan semangat DPRD Provinsi Sulut yang sedang menggodok Perda Pertambangan yang juga memuat soal WPR,” tukas Pasambuna. (*/Redaksi)

Atteng Cari Pundi-pundi PAD di Boltim

Bapenda Sulut di lokasi pertambangan Boltim (FOTO Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kepala Badan Pendapatan Daerah Sulawesi Utara, Olvie Atteng tak pernah berhenti mencari pundi-pundi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Terpantau media ini Kamis (21/02/2019), Atteng bersama tim krasak-krusuk di area pertambangan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).

“Kami terus berupaya mencari potensi bagi PAD termasuk di sektor pertambangan dan ini tentunya dilakukan berdasarkan ketentuan serta aturan yang ada,” ujarnya.

Lebih lanjut Atteng menegaskan bahwa hasil monitoring di lapangan pasti akan ditindak lanjut demi peningkatan PAD. “Hasilnya jika sangat berpotensi pasti akan kami optimalkan, walaupun tidak terlalu besar, tapi mampu mendukung pendapatan asli daerah kita,”pungkas Atteng.(Cat)

Bapenda Sulut Lakukan Kajian Retribusi Daerah

Kegiatan kajian retribusi daerah (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui retribusi jelang akhir tahun dipacu Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Dan untuk mengembangkan potensi dari retribusi, Bapenda Sulawesi Utara melakukan kajian dengan mengundang pakar-pakar ekonomi yang juga merupakan tim ekonomi Gubernur Sulut pada kegiatan yang dipusatkan di salah satu hotel di kawasan Bahu Manado Kamis (18/10/2018).

Menurut Kepala Bidang Pendapatan DLL Bapenda Sulut, M Lukman Lapadengan SE MSi kepada media ini, bahwa kegiatan dilakukan bersama tim ekonomi dan pesertanya adalah perangkat daerah yang memiliki potensi melakukan penarikan retribusi.

“Kami mencoba mencari potensi retribusi daerah yang ada dan tersebar di seluruh wilayah dengan melakukan kajian bersama perangkat daerah dan tim khusus bidang perekonomian, seperti DR John Tasirin. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi peningkatan pendapatan daerah yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” jelas Lapadengan.

Pada kegiatan tersebut dibahas mengenai potensi serta resiko dalam mengantisipasi dari sumber daya alam lintas provinsi.(Cat)

Tingkatan PAD, Atteng Siap Turunkan BOA

Kepala Bapenda Sulut bersama BOA (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pencapaian target dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) jelang berakhirnya kwartal ketiga terus digenjot Bapenda Sulawesi Utara. Bahkan instansi pemerintah yang dikomandani Olvie Atteng siap menurunkan BOA.

BOA bukanlah sejenis ular yang berukuran besar, tapi Bapaenda Orange Army yang disiapkan untuk merazia serta penelusuran penunggak pajak kendaraan bermotor.

Menurut Atteng kepada media ini Kamis (23/08/2018), tim akan diturunkan di sejumlah lokasi dan diperlengkapi data kendaraan bermotor yang sudah akan jatuh tempo maupun yang sudah melewati dan belum melakukan pembayaran. Penelusuran seperti dirangkum media ini akan berada di lokasi termasuk di instansi pemerintah.(Cat)

Pertumbuhan Pariwisata Sulut Capai 66 Persen

Wagub didampingi Kadis Pariwisata membuka Festival Bunaken (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pertumbuhan pariwisata di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) terus mengalami kenaikan yang signifikan. Sampai tahun 2018 ini, pariwisata Sulut mengalami kenaikan sampai 66 persen. Hal ini dibeberkan Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw saat membuka acara pesona bunaken di Manado Town Square Kamis ( 19 /07/2018 ).

“Sekarang itu pertumbuhan pariwisata Sulut dibandingkan dengan daerah lain, sangat pesat. Sekarang kita sudah 66 persen pertumbuhannya. Namun ini jangan berbangga, masih banyak pekerjaan yang harus dituntaskan,” ungkapnya.

Menurut Kandouw, kenaikan tersebut karena juga, kementerian terus mendukung semua kagiatan pariwisata di Sulut. Apalagi sekarang, jelasnya, Sulut kembali ketambahan satu penerbangan langsung ke negara Cina. Dan harapnya juga, mudah-mudahan dalam waktu dekat, kerja sama dengan pihak Korea sudah akan berlangsung. Salah satu yang jadi kendala, untuk pariwisata Sulut adalah, belum memilikinya atraksi yang tetap. Kandouw mencontohkan, seperti di Bali kan untuk menonton atraksi, selalu tersedia namun untuk Sulut masih susah.

“Kan bisa dari 15 kabupaten/kota, bisa menggelar satu atraksi dalam sehari. Itu bisa dilakukan secara bergantian antara kabupaten/kota. Jika kita telah memiliki atraksi yang tetap, maka yakin kunjungan Wisman ke Sulut akan meningkat drastis,” imbuhnya.

Kandouw juga mengatakan, sampai kemarin banyak mengeluh soal harga yang ada di Sulut.

“Suasana kita di daerah juga tentu harus dijaga. Jangan sampai turis baru sampai ke daerah, ada pencopetan, taksi yang memiliki argo yang tinggi, serta bau tidak sedap di daerah. Ini yang semua harus dijaga. Saya mintakan semua kepala dinas harus pro aktif,” urainya.

Dirinya juga mengatakan, dengan kunjungan yang tinggi harus di imbangi dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang naik. Jangan kunjungan tinggi, namun PAD tidak naik. Kalau seperti itu, menurut Kandouw ada yang bermasalah. Kandouw berharap kegiatan Festival Pesona Bunaken mampu menarik kunjungan wisatawan di Kota Manado dan sekitarnya.

“Festival Pesona Bunaken ini, merupakan salah satu rangkaian kegiatan event nasional tahun 2018, dan diharapkan mampu mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Wagub di Manado.

Wagub Steven mengatakan Festival Pesona Bunaken 2018 adalah rangkaian kalender event tahunan dari Wonderful Indonesia, harus mendapatkan perhatian dari semua kalangan. Sehingga, katanya, berbagai kegiatan pariwisata harus terus diperbanyak dan berinovasi lagi, agar kunjungan wisatawan ke Sulut makin banyak.

Harus diakui, katanya, kunjungan wisatawan ke Sulut mengalami peningkatan cukup pesat sejak dua tahun terakhir ini, itu semua karena upaya Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan semua masyarakat Sulut. Menurut data Badan  Pusat Statistik (BPS) Sulut wisman didominasi oleh warga China pada bulan Mei 2018.

Wisman asal China yang datang ke Sulut pada Mei 2018 sebanyak 8.324 orang atau 88,51 persen dari total wisman. Turis China cukup banyak, karena adanya penerbangan sewa dari Tiongkok menuju Manado sejak dua tahun terakhir ini kemudian  diikuti oleh Amerika 172 orang (1,83 persen), Jerman 160 orang (1,70 persen), Singapura 104 orang (1,11 persen), Ausatralia 84 orang (0,89 persen).

Hongkong sebanyak 73 orang (0,78 persen), Inggris 62 orang (0,66 persen), Perancis 46 orang (0,49 persen), Belanda 44 orang (0,47 persen), Malaysia 28 orang (0,30 persen). Jumlah wisman yang datang ke Sulut melalui pintu masuk bandara Sam Ratulangi bulan Mei 2018 sebanyak 9.405 orang atau menurun sebesar 7,79 persen dibanding bulan April 2018 yang berjumlah 10.200 Orang. (Cat)

iklan1