Tag: PAN

SEHAN dan JAMES, Dua Kepala Daerah Fenomenal di Sulawesi Utara

Sehan Landjar dan James Sumendap (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Tiap generasi punya karakter sendiri. Termasuk dalam hal model kepemimpinan yang berbeda-beda. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang Gubernurnya dipimpin Olly Dondokambey, SE dikenal memiliki style yang tenang. Kali ini di penghujung tahun 2019, tepatnya Selasa (31/12/2019) redaksi Suluttoday.com tertarik untuk memotret sepenggal kisah dua sosok Kepala Daerah fenomenal di Sulut. Mereka adalah Sehan Landjar, SH dan James Sumendap, SH.

Sehan adalah Bupati Bolaang Mangondouw Timur (Boltim) dan James sebagai Bupati Minahasa Tenggara (Mitra). Rekam jejak mereka sebagai politisi memang tak perlu diragukan lagi, memakan asam garam, suka duka dan gempuran gelombang yang dilewati. Sejumlah orang dekat mereka menginformasikan bahwa dua Bupati fenomenal di Sulut ini punya kesamaan yakni memiliki sikap ceplas-ceplos. Keduanya sering menggunakan satire politik, dan kritik yang pedas demi memperjuangkan nasib masyarakat.

Tidak menghamba pada kedudukan. Tidak mau menjadi pemimpin yang mengkultuskan diri sendiri, mereka meyakini pemimpin itulah pelayan. Sedikit dari banyaknya Kepala Daerah di Sulut, tidak dengan maksud mendiskreditkan yang lain, yang punya cara pandang politik seperti mereka berdua. Sehan misalnya, dikenal sehabis mengabdi di Boltim, sering meluangkan datang ke kawasan Jalan Roda Manado.

Bersilaturahmi dengan masyarakat akar rumput, di kawasan yang dikenal DPRD Tingkat 3 ini Eyang sapaan akrab Sehan sering bermain catur. Tampil secara sederhana tidak seperti pajabat publik umumnya. Eyang terlibat percakapan dan canda tawa tanpa sekat dengan masyarakat lapis bawah, makan pisang goreng bersama dan minum kopi setengah ala Jalan Roda Manado. Hampir luput dari pantauan, kalau ternyata sosok Kepala Daerah yang satu ini begitu populis. Bicara apa adanya, tak mau berbasa-basi.

Keberanian keluar dari tardisi ”gila hormat” ternyata juga dimiliki Bung James. Bupati Mitra dua periode yang dijuluki sang Gladiator ini juga tidak mau terkungkung dengan kemewahan kekuasaan. Politisi yang juga singa podium ini bicara blak-blakan soal konsepsi kerakyatan dan itu semua diwujudkannya melalui program pro rakyat. Berupa program membuka akses jalan di Mitra menjadi lebih baik, menggelontorkan anggara yang cukup fantastis untuk bantuan duka. Memberi penghargaan yang besar kepada para birokrat struktural di Mitra.

Seperti data yang dihimpun, untuk tahun 2017 dana sekitar Rp 7,6 miliar dialokasikan untuk dana duka. Dan tahun 2018 besarannya ditambah, menjadi Rp 9 miliar. Sehingga per orang yang meninggal dunia di Mitra mendapatkan 7.000.000 (tujuh juta rupiah), perhatian yang serius berpihak pada masyarakat ditunjukkan James. Dalam kontes dana duka di Sulut, Kabupaten Mitra paling teratas nomilanya.

Untuk urusan program pemerintah yang berpihak pada masyarakat sendiri juga tengah dijalankan Bupati Sehan. Bupati Boltim dua periode ini malah memecahkan mitos khususnya di Sulut. Pasalnya Bupati yang dikenal vokal ini mendesain program rumah gratis yang telah dijalankannya. Sekitar 3.000 (tiga ribu) rumah di siapkan pemerintah daerah Boltim dibawah kepemimpinan Sehan Landjar. Politisi yang murah senyum ini menyebutkan bahwa pemimpin harus menyenangkan masyarakat.

Apa rahasianya, sehingga kedua Kepala Daerah ini terlihat ”berbahaya” dalam praktek dan konsep mereka?. Ternyata apa yang dilakukan bukan tanpa alasan. Sehan Salim Lanjdar nama lengkap politisi PAN ini saat ditemui media menyebutkan, hakikat kepemimpinan yaitu kesederhanaan. Menjadi pemimpin itu abdi bagi masyarakat. Tak boleh mensakralkan jabatan, Sehat menilai kepemimpinan juga sebagai sebuah seni.

‘’Bagi saya pemimpin itu abdi masyarakat. Tentu kita bekerja untuk kemaslahatan masyarakat, kita bukan bos, kita pelayan. Artinya apa?, ya harus mengikuti kemauan masyarakat. Seperti contoh, kita memenuhi kebutuhan masyarakat. Di Boltim saya telah menyediakan rumah gratis bagis masyarakat. Lahan disediakan Pemda, bagi masyarakat yang membutuhkan juga saya perintahkan jajaran untuk serahkan fasilitas itu kepada publik yang membutuhkan,’’ kata Sehan, Selasa (31/12/2019).

Substansinya pemimpin bagi Sehat yaitu bertanggung jawab kepada masyarakat yang dipimpinnya. Pempin harus mampu memisahkan perannya disaat berada di kantor dan di luar kantor, sehingga ia tidak terjebak dengan penghormatan-penghormatan yang bersifat tidak substansi. Sehat menyederhanakan kepemimpinan dalam sebuah bentuk ketundukan.

‘’Kan sederhana saja menjadi pemimpin ini, yakni bagaimana kita berikrar siap jiwa raga dipertaruhkan melayani publik. Sudah berkomitmen, maka konsekuensinya kita menjalankan itu. Dengan penuh kesadaran tinggi dan kecintaan, pemimpin harus bertanggung jawab terhadap masyarakatnya. Jangan jadi pemimpin yang pengecut, atau pikun dengan ikrarnya. Pemimpin bagi saya adalah ketundukan, bukan menonjolkan otoritas kekuasaan,’’ ujar Sehan.

James Sumendap dan Sehan Landjar (Foto Ist)

Di tempat terpisah, Bung James dalam beberapa kesempatan menyampaikan politik sebagai sarana pengabdian. Menurutnya nilai tertinggi kemanusiaan ialah bermanfaat bagi kepentingan banyak orang, hal itu ditunjukkan sejak menjadi mahasiswa. Sering melakukan demonstrasi membela masyarakat, sampai menjadi anggota DPRD Provinsi Sulut pun Bung James tak gentar melawan kebijakan yang pro kapitalis.

‘’Bagi saya politik punya takdirnya sendiri. Kita berpolitik ini berarti kita memilih jalan pengabdian. Politik bukanlah sarana untuk menjadi kaya raya, gagah-gagahan atau agar membuat kita dipandang terhormat. Tapi lebih dari itu yaitu kontribusi nyata kita bekerja kepada masyarakat. Kalau menjadi politisi dan tidak mau berkorban dan bersuara demi masyarakat, maka silahkan pensiun dini saja dari gelanggang politik,’’ tutur Sumendap dan membahkan bahwa pemimpin harus bersandar pada ajaran cinta kasih.

Bupati James juga menyebutkan pemimpin tidak perlu memamerkan kesombongan. Kegilaan terhadap jabatan yang membuat seorang pemimpin mabuk atas pujian, bagi James merupakan salah kapra pemimpin tersebut terhadap amanah yang diberikan Tuhan kepadanya. Politisi yang dikenal gesit ini menyebut kedaulatan rakyat yang diberikan kepada Kepala Daerah perlu diuji dan dibuktikan dengan kerja nyata.

Suluttoday.com juga menelusuri jejak dan kiprah kedua politisi ini memang diawali dari bawah. Sehan sendiri selain Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara, juga menjadi Koordinator Forum Komunikasi Nasional Percepatan Pembentukan Calon Daerah Otonom Baru (Fornas CDOB). Tak kalah juga, sosok James dikenal sebagai mantan aktivis jalanan yang dibesarkan dari organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Manado.

Kini selain menjabat Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Mitra, juga dipercayakan sebagai Ketua Persatuan Alumni GMNI Sulut. Hal fenomenal lain dari dua pemimpin jebolan fakultas Hukum ini adalah keberaniannya mengungkap dan melawan secara terbuka atas arogansi atau cara-cara diskriminasi yang dipertontonkan. Antara Sehan dan James, pluralisme, kesantunan, nasionalisme relegius, serta kejujuran tergambar. James dan Sehan adalah singa podium, orator yang ulung di daerah Nyiur Melambai ini.

Atas nama masyarakat mereka siap berjuang mati-matian. Melalui track record mereka telah menjawab itu. Bahwa sebagai politisi James dan Sehan memiliki karakter tersendiri, sulit untuk ditekan. Tapi, jika bicara tentang kemanusiaan dan keadilan kepada masyarakat, mereka berdua selalu berada di beranda terdepan. Tentu masih banyak hal menonjol yang perlu diapresiasi lainnya yang belum sempat diringkas, terpotret dalam catatan akhir tahun 2019 ini. Sekiranya, kiprah dan dedikasi yang diberikan kepada masyarakat dapat terwarisi bagi Kepala Daerah lainnya di Sulut. Paling tidak, dalam hal kecil tentang kesederhanaan.

Kedua tokoh politik yang menginspirasi pembaca ini tentu punya banyak cerita, karya dan sikap yang masih tercecer, belum sempat didokumentasi dalam catatan kali ini. Kedepan, Insya Allah di tahun 2020 masih ada ulasan yang lebih multi perspektif karena didukung data komprehensif. Redaksi Suluttoday.com memproyeksikan dari gelora spirit yang dilakukan dua Kepala Daerah ini akan menginspirasi generasi yang akan datang untuk tegak lurus pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang substansial.

Dalam hal menyederhanakan kebijakan dan mentaktisi hal yang berbelit-belit, rumit, Sehan maupun James nyaris tak ada bedanya. Mereka sama-sama kokoh, berprinsip, tegak lurus dalam pelayanan publik. Berani memangkas pelayanan birokrasi yang menyusahkan masyarakat. Bahkan, demi masyarakat mereka rela membuat kebijakan yang kontroversial. Ada resistensi publik, semua itu mereka jawab dan hadapi secara terbuka sampai masyarakat memahami. Kemudian ikut mendukung program yang diluncurkan pemerintah daerah tersebut. (*/Amas)

Ketua PKS Manado: Koalisi Keumatan, Sarana Politik Bagi Semua Pihak

Poros Koalisi Keumatan siap berjuang bersama (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Melalui diskusi yang cukup alot, Minggu (15/12/2019) di Hotel Sintesa Peninsula Manado, pengurus PAN, PKS dan PPP melahirkan konsensus politik. Kesepakatan yang didasarkan atas kerinduan umat Islam Manado yang mengharapkan adanya calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado dari kalangan muslim untuk bertarung di Pilwako Manado 2020, bukan sesuatu yang instan. Melainkan melalui proses dialektika yang panjang.

Mulai dari beberapa kali pertemuan bersama para Aktivis Muslim Sulut. Pimpinan Ormas Islam, sampai dengan pertemuan yang melibatkan seluruh kader tiga partai pelopor Koalisi Keumatan tersebut. Sebelum dilaksanakannya deklarasi Koalisi Keumatan, Ketua DPD PKS Manado, Abu Hasan Syafi’i memaparkan sejumlah pokok-pokok pikirannya. Yang intinya soal idealisme politik, skema perjuangan dalam Pilwako Manado, politik representasi, akomodasi kepentingan, dan siapa calon Wali Kota atau Wakil Wali Kota Manado yang layak diusung poros koalisi ini.

Suasana pembukaan kegiatan silaturahmi dan koordinas (FOTO Suluttoday.com)

”Kita sudah menunjukkan kesungguhan terkait rumusan mewujudkan Koalisi Keumatan. Antara pimpinan partai PKS, PAN, PPP Kota Manado dan pimpinan Ormas sekaligus tokoh agama Islam harus terintegrasi dalam satu kepentingan yang sama. Bagaimana pun, poros Koalisi Keumatan ini berangkat dari kepentingan bersama. Kita mau menjawab keresahan umat. Jangan lagi ada dikotomi, diskriminasi sesama umat. Apalagi, saling menelikung dan terpecah sebelum berakhirnya kompetisi Pilwako Manado 2020,” ujar Syafi’i sambil menambahkan bahwa Koalisi Keumatan punya standar nilai sendiri yang ditetapkan.

Tidak hanya itu, jebolan Unsrat Manado ini mengajak semua komponen bersatu-padu mewujudkan kompetisi politik yang santun dan menghargai kemajemukan. Syafi’i juga menegaskan bahwa koalisi yang dibuat tersebut bukan menjadi tempat klaim politik, dan perang politik identitas. Tapi lebih dari itu ialah apresiasi dari dinamika demokrasi yang relatif terbuka.

Para pengurus dari patai Koalisi Keumatan (FOTO Suluttoday.com)

”Tidak ada yang mengklaim secara sepihak atas Koalisi Keumatan ini. Kita menediakan kanal bagi politisi muslim menggunakannya dengan catatan komit memperjuangkan kepentingan umat dan mau berkotribusi, punya dedikasi dalam kerja bersama. Koalisi ini bukan menjadi kaplingan politik segelintir orang saja. Koalisi Keumatan merupakan sarana yang umum bagi umat Islam di Manado agar bisa maju di Pilwako Manado 2020,’. Ingat, jangan sampai kita terbelah ditengah-tengah perjuangan. Persatuan harga mati,” kata Syafi’i menutup. (*/Redaksi)

Bertarung di Pilwako Manado, Faisal Salim Setia Masuk Melalui PAN

Pengambilan formulir bakal calon Wakil Wali Kota Manado (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Satu per satu bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado bersikap. Menunjukkan ketertarikan, keseriusan untuk bergabung di partai politik tertentu. Minggu (8/12/2019), Faisal Salim, SE bakal calon Wakil Wali Kota Manado memilih mendaftar di DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Manado. Kesungguhan itu ditandai dengan pengambilan formulir yang dilakukan Faisal, melalui Gilang Ramadhan Hiola selaku Liaison officer (LO).

Sebagai penghubung, Gilang ditugaskan mengambil forumlir pendaftaran calon di Sekretariat DPD PAN Manado. Gilang diterima langsung Tim Pilkada PAN, Iqbal Anshari. Menurut Gilang, saat diwawancarai media ini bahwa keseriusan Faisal Salim untuk maju dalam kontestasi Pilwako Manado 2020 adalah untuk melakukan perubahan di Manado.

”Saya ditugaskan Bang Faisal Salim untuk mengambil formulir bakal calon Wakil Wali Kota Manado. Dan Alhamdulillah disambut baik, Tim Pilkada PAN Manado. Selaku tim Faisal Salim, kami telah bersiap untuk mengatur waktu pemasukan formulir. Dalam waktu dekat tentunya, kita akan padati Sekretariat DPD PAN Manado. Bang Faisal akan datang mengembalikan formulir yang telah diisi dengan didampingi pendukung tentunya. Terima kasih kepada Tim Pilkada PAN yang menerima kami dengan ramah, dan penuh kegembiraan,” ujar Gilang.

Tidak hanya itu, kata Gilang pihaknya akan melakukan pertemuan bersama tim untuk menetapkan waktu yang tepat dalam pemasukan formulir. Lanjut Gilang saat ditanya soal apakah akan ada konvoi dengan memobilisasi massa sebanya-banyaknya?, Gilang menanggapi santai, malah menuturkan pihaknya punya kejutan untuk mengatur model pengembalian formulir nantinya.

”Kita atura sebaik mungkin. Yang pasti format yang telah kita gagas berbeda dengan bakal calon Wali Kota atau bakal calon Wakil Wali Kota Manado lainnya. Tinggal kita matangkan di rapat nantinya. Soal konsep pendaftaran, kita mash merahasiakan. Akan ada kejutan bagi warga Manado tentunya. Yang pasti semua pendukung Faisal Salim gembira mengantar beliau,” tutur Gilang sambil tersenyum.

Gilang dan Iqbal saat berjabat tangan (FOTO Ist)

Untuk diketahui, Faisal sendiri merupakan Keteua BM PAN Kota Manado. Pengurus DPW PAN Sulawesi Utara Utara. Meski atas berbagai undangan terhadap dirinya untuk hadir mengikuti seleksi dari partai politik lain, ia malah mengurungkan niat. Dan loyal mendaftar dan mengikuti mekanisme PAN dimana secara genetika politik, menjadi rahim Faisal Salim dilahirkan. (*/Redaksi)

Wakili Sehan, Boby Daud Diduga Lecehkan SK DPP PAN

Boby Daud (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pernyataan tegas dan terkesan ngotot disampaikan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Manado, Boby Daud saat menanggapi adanya pemberitaan berjudul ”DPP Tegaskan Tak Ada Perubahan SK, DPW PAN Sulut Lakukan Pembohongan?”, menyebutkan bahwa penetapan Ayub Ali Albugis sebagai Sekretaris DPW PAN Sulawesi Utara (Sulut) telah sesuai prosedur.

”Tolong direkam, penetapan Pak Ayub Ali Albugis sebagai Sekretaris DPW PAN Sulut sudah berdasarkan aturan main. Hal tersebut dilalui dari berbagai proses, baik rapat maupun DPW menerima surat mosi tidak percaya dari bawah,” ujar Daud, Jumat (16/3/2018).

Saat ditanya soal Surat Keputusan DPP PAN, Daud mengaku belum ada. Walau begitu Daud terus memberikan penjelasan yang berkaitan dengan mekanimse internal PAN. Tak hanya itu, Daud yang menyebut telah diberikan wewenang dari Ketua DPW PAN Sulut, Sehan Landjar untuk mengklarifikasi berita itu mengatakan surat permohonan SK perubahan tengah diproses DPP PAN.

”SK DPP memang belum ada. Tapi semua sementara berproses, tahapan internal sudah kita lewati dan saya diberikan wewenang dari Ketua DPW PAN Sulut untuk memberikan penjelasan ini kepada media massa,” tukas Daud.

Untuk diketahui, Ketua DPP PAN Yandri Susanto yang juga mantan Sekretaris Jendral BM PAN ini menyampaikan bahwa SK DPW PAN Sulawesi Utara berlum dirubah. Kemudian, pada SK tersebut menerangkan Sekretaris DPW PAN Sulut adalah Felmy Pelleng, bukan Ayub Ali Albugis. Meski belum ada SK DPP, Daud tegaskan Ayub Sekretaris DPW PAN Sulut yang sah.

“Sampai saat ini belum ada perubahan SK DPW,” tutur Yandri yang juga Anggota Komisi III DPR RI ini. (*/Redaksi)

DPP Tegaskan Tak Ada Perubahan SK, DPW PAN Sulut Lakukan Pembohongan?

Kegiatan PAN belum lama ini, foto Ayub Ali Albugis dipampang dengan keterangan Sekretaris DPW PAN (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tensi politik di internal Partai Amanat Nasional (PAN) relatif dinamis, dan juga menyajikan pelajaran politik pada masyarakat. Secara Nasional partai yang dipimpin Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN itu dikenal tampil mengokohkan kebhinekaan.

Hal itu terlihat jelas pada tagline DPP PAN yakni #MenjahitKembaliMerahPutih. Sepertinya sedikit berbeda dengan semangat yang diusung Ketum Zulhas, begitu sapaan akrab Zulkifli yang juga Ketua MPR RI ini bersama Eddy Soeparno sebagai Sekretaris Jenderal PAN.

Dimana terkait jabatan Sekertaris Wilayah DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara (Sulut) masih dinilai membingungkan dan menjadi ‘teka-teki’.  Seperti diwawancarai wartawan, Rabu (14/3/2018) via WhatsApp, Ketua POK DPP PAN, Yandri Susanto memberi tanggapan atas posisi Ayub Ali Albugis pada beberapa kegiatan partai sebagai Sekretaris DPW PAN Sulut.

“Sampai saat ini belum ada perubahan SK DPW,” ujar Yandri yang juga Sekretaris Fraksi PAN DPR RI ini.

Berbeda dengan kondisi di lapangan ternyata. Padahal, jika mengacu pada pernyataan DPP tersebut berarti Felmy Pelleng sebetulnya masih sah menjabat Sekretaris DPW PAN Sulut. Apalagi, selain diperkuat SK DPP PAN, Felmy tercatat pada data Sipol KPU. (*/Redaksi)

iklan1