Tag: partai demokrat kota tidore

El Bahar Conoras: Membangun Tidore dengan Konsep Toma Loa Se Banari

Muhammad El Bahar Conores bersama tim saat menerima berkas pencalonan (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pemilihan Wali Kota Tidore tak lama lagi dihelat, dalam kancah dan kompetisi politik hitungan bulan itu tak terasa yang cepat rasanya terlewati. Para calon kepala daerah, umumnya politisi mulai pasang kuda-kuda. Berbagai politik serta sosialisasi diri sekaligus sosialisasi gagasan mulai dilakukan. Para putra putri terbaik Kota Tidore yang bertekad membangun daerah ini terus bermunculan.

Salah satunya Muhammad El Bahar Conoras, politisi dari Partai Demokrat. Pria yang dikenal sebagai politisi vokal serta peduli pada kepentingan masyarakat itu tak mau ketinggalan. Baginya mengabdi bagi masyarakat merupakan tugas suci yang perlu diemban. Kamis (10/10/2019) bersama tim El Bahar mendatangi Sekretariat DPD Partai NasDem untuk mengambil berkas formulir pendaftaran.

Politisi yang murah senyum ini digadang-gadang maju sebagai calon Wali Kota Tidore Kepulauan. Setelahnya, ia memasukkan berkas setelah semua syaratnya dipenuhi. Saat diwawancarai wartawan El Bahar menuturkan komitmennya memajukan Kota Tidore dengan visi besar yang dipersiapakannya. Kota Tidore menurutnya harus dibangun berdasarkan semangat kearifan daerah yang selalu relevan dengan semangat zaman.

”Bagi saya, Kota Tidore perlu dibangun dengan dasar Toma Loa Se Banari (kerja jujur, ikhlas dan benar). Disitulah sebetulnya basis sejarah negeri ini. Saya optimis dan yakin betul dari nilai itu kita akan bangkit lebih maju lagi. Sudah terbukti kok, dan telah menjadi kekuatan penting untuk membangun peradaban berikutnya dengan dan membumikan sejarah leluhur kita,” ujar El Bahar yang juga mantan anggota DPRD Kota Tidore ini.

Ko El begitu sapaan akrab El Bahar menyampaikan bahwa pemipin dan masyarakat harus memaknai pembangunan atas konsensus bersama.

”Secara kewenangan pemerintahan harus mampu mewujudkan kepemerintahan yang baik (good govemance) dan pemerintahan yang bersih (clean goverment), anti korupsi dan bebas KKN, serta menjunjung tinggi prinsip partisipasi, rule of law (aturan hokum), transparansi, daya tanggap, berorientasi pada konsensus, keadilan, efektif dan efisien, akuntabilitas serta visi strategis,” ucapnya tegas.

Sehingga kemudian, lanjut Ko El, pemimpin harus siap di interupsi bahkan di koreksi oleh masyarakat maupun perwakilan.

”Seperti itu juga selaras dengan semangat pembangunan masyarakat saat ini, maka pemimpin sejatinya melayani bukan dilayani,” tutur El Bakar.

Ditanya soal kendaraan Partai, Ko El menambahkan bahwa dirinya beserta tim saat ini sudah memaksimalkan komonikasi politik ke beberapa partai politik baik di daerah maupun di pimpinan pusat.

”Melalui semangat itu kita akan maju bersama. Tak membedakan latar belakang atau perbedaan pilihan politik. Tentu saya juga optimis mendapat Partai dan bukan sekedar syarat pencalonan, tapi lebih dari itu, saya akan mengajak partai politik dalam mengisi pembangunan yang berbasis pada falsafa Toma Loa se Banari,” tutur Ko El menutup. (*/Redaksi)

iklan1