Tag: Partai Demokrat

Sayangi Keluarga, MOR BASTIAAN Juga Beberkan Prinsip Politik Profetik

Keceriaan keluarga Mor Dominus Bastiaan – Markus (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Banyak politisi diketahui punya kiat berbeda dalam menerapkan strategi politiknya. Hal itu menjadi lumrah dalam rangka pemenangan politik. Prinsip berbeda juga dipegang teguh Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan, SE. Politisi yang dikenal murah senyum ini ternyata mempersepsikan politik dengan diksi yang sederhana.

Bagi Mor politik sebagai sarana pengabdian harus dijalankan dengan kegembiraan. Yang paling utama ialah ketulusan melayani masyarakat. Menurut Mor kunci dalam politik ialah ketenangan, karena politisi itu harus dekat dengan sang pencipta. Diyakininya, ikatan moral dan ketaatan terhadap nilai-nilai keagamaan akan membawa politisi pada muara kesuksesan.

”Politisi itu harus ikhlas dan tulus melayani. Kalau ditanya ke saya bagaimana pandangan saya sebagai politisi, tentu sesuai rutinitas atau kebiasaan saya mengartikan politik, yakni politisi harus dekat dengan Tuhan. Bermohon, meminta tuntunan Tuhan dalam tiap aktivitas pelayanan yang kita lakukan. Karena sumber keagunan, kesempurnaan itu hanya milik Tuhan. Kita harus meminta Tuhan menuntun kita, agar terhindari dari salah dan kecerobohan. Dengan begitu, hikmat ketenangan bisa menyertai kita sebagai politisi. Selain itu, prinsipnya kita tidak mengambil sesuatu yang bukan hak kita dalam menjalankan kewenangan,” kata Mor yang juga Bendahara DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Hal lain yang dikatakannya juga yaitu tentang kecemasan politisi. Mor yang dikenal sebagai politisi senior yang memiliki karir sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Manado itu tidak gegabah dalam merespon dan mengambil sikap politik, ia dikenal selalu tenang dan bijaksana. Tidak hanya itu, Mor mempunyai harapan besar terhadap pembangunan Kota Manado agar dilakukan pembangunan berkelanjutan. Menariknya, Mor juga menyampaikan pentingnya menyayangi keluarga, meski sibuk apapun tetap punya waktu dengan keluarga.

”Kadang kala, tanpa kita sadari atas berbagai pengaruh situasi membuat politisi cemas. Padahal, kalau kita berpolitik dengan prinsip meminta ketenangan, bimbingan dan kearifan dari sang pencipta, serumit apapun tugas yang diemban, akan kita selesaikan dengan baik. Menurut saya politisi juga tidak boleh tergesah-gesah dalam mengambil keputusan. Sebab kepanikan akan membuat politisi kehilangan rasionalitas, dan hilang kendali. Mari kita bersama mendorong pembangunan di Kota Manado. Nah, satu lagi, saya selalu mengingatkan bahwa keluarga nomor satu. Ayo sayangi keluarga, dan kita harus punya waktu spesial bersama keluarga,” ujar Mor kepada Suluttoday.com, Senin (10/2/2020) di ruang kerjanya.

Untuk diketahui, cara-cara dan prinsip politik profetik dijalankan Mor. Sikap yang berkenan dengan tata cara dan teladan Nabi dinilainya harus diikuti. Menjadi jalan bagi dirinya untuk berbenah, belajar dan memperkuat komitmen pengabdiannya kepada masyarakat. Dasar dari semua wujud pelayanan menurutnya adalah keteladanan, bersikap adil dan tidak berbuat curang. (*/Am)

Partai Demokrat Jagokan Mor Bastiaan di Pilwako Manado

Mor Bastiaan dan Noortje (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Eskalasi politik di Kota Manado terus meningkat jelang pelaksanaan hajatan Pilwako Manado 2020. Bermacam prediksi, harapan dan simulasi pasangan calon mulai dilakukan para pengamat politik. Seperti itu pula masyarakat Manado yang ditemui memulai perbincangan dengan tema dan isu-isu politik.

Baik yang memberi hormat lebih pada kekuatan PDIP, maupun partai politik lain yang dinilai punya peluang yang sama di Pilwako Manado. Ekspektasi yang beragam masyarakat di era keterbukaan demokrasi merupakan hal wajar, hitung-hitungan kekuatan politik pun menghiasi pembicaraan masyarakat, baik dari Jarod, rumah kopi, para tradisional, kampus, meluas sampai ke hotel-hotel mewah di Kota Manado.

Demi kepentingan pemenangan dalam Pilwako, tentu semua parpol membuat persiapan. Analisis dan strategi dilakukan agar menang. Keunggulan internal parpol itu yang akan dipertandingkan melalui siapa kader yang dipersiapkan untuk maju dalam Pilwako nantinya. Sebut saja, diantara seperti yang mulai didesain Partai Demokrat Kota Manado. Sejumlah kader berlambang bintang mercy ini mulai bersuara tentang figur yang layak mereka usung di Pilwako Manado 2020.

Pembicaraan itu terdengar pula Ketua Partai Demokrat Manado, Noortje Henny Van Bone. Saat ditanya Suluttoday.com, Noortje yang juga kini menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Manado menyampaikan kerinduan dan suara-suara kader tentang sosok yang akan direkomendasikan Partai Demokrat dalam kontestasi Pilwako Manado. Dan nama yang didorong tidak lain adalah Wakil Wali Kota Manado, Mor Dominus Bastiaan yang adalah kader Partai Demokrat.

”Mohon maaf kader Partai Demokrat meminta Pak Mor Bastiaan diusung sebagai Wali Kota Manado,” ujar Noortje kepada Suluttoday.com, Kamis (19/12/2019).

Untuk diketahui, dua periode kepemimpinan Wali Kota Manado memang dimenangkan Partai Demokrat. Sehingga demikian, fakta politik tersebut sukar diabaikan para rival politik partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono ini. Kemenangan tersebut setidaknya menjadi catatan bahwa Partai Demokrat pernah mempunya mengalaman menang berturut-turut di Manado. (*/Redaksi)

MAIKEL TOWOLIU Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Tanpa Pilih Kasih

Legislator, Maikel Towoliu usai dilantik dan foto bersama para jurnalis (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Figur muda yang dikenal pernah menjadi jurnalis, kini dilantik secara resmi, Rabu (14/8/2019) sebagai anggota DPRD Kota Manado. Sosok itu tak lain adalah Maikel Towoliu, SH. Politisi muda yang baru pertama ikut kontestasi Pemilihan Legislatif (Caleg) ini memang dikenal petarung politik yang sekali ikut kompetisi langsung memenangkan pertarungan.

Siapa yang tak tahu, Dapil 3 untuk DPRD Kota Manado yakni Dapil Sario-Malalayang yang menjadi ‘wilayah panas’ karena diisi para pimpinan parpol di Kota Manado. Mengalahkan sejumlah petahana, serta menghadapi corak pemilih masyarakat yang plural menjadi tantangan tersendiri bagi Mito, begitu Towoliu akrab disapa. Kini, setelah dilantik legislator energik tersebut menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat tanpa pilih kasih.

”Tentu sebagai wakil rakyat dan setelah diambil sumpah secara resmi, saya berusaha maksimal untuk memperjuangkan semua aspirasi masyarakat Kota Manado tanpa pilih kasih. Terutama warga Sario-Malalayang yang merupakan Dapil saya, tentu akan saya perhatikan betul,” ujar Mito yang juga kader Partai Demokrat Kota Manado ini.

Setelah sholat Jumat, Maikel bincang akrab bersama aktivis Muslim Sulut (FOTO Ist)

Ditanya terkait apa kesan terbaiknya selama dialektika Pemilu 17 April 2019, Mito sambil tersenyum menuturkan bahwa proses demokrasi yang berlangsung alot akan menumbuhkan kedewasan politik. Ia mengakui dalam berpolitik para politisi harus mampu menembus beragam sekat perbedaan. Mito menyampaikan terima kasih kepada konstituen yang telah mempercayakan dirinya sehingga menjadi anggota DPRD Kota Manado.

”Seperti itulah politik, bagi saya kompetisi Pemilu 2019 kemarin itu semuanya berkesan. Bagaimana kita turun menjumpai masyarakat, berinteraksi dan menyampaikan visi perjuangan politik kepada mereka, itulah sejumlah kesan luar biasa bagi saya. Lebih dari itu, politik bagi saya merupakan pilihan untuk mengabdi, saya tak lupa menyampaikan banyak terima kasih kepada seluruh warga Sario dan Malalayang yang mencoblos saya saat Pemilu. Bahkan, kepada seluruh warga Manado saya haturkan banyak terima kasih, mari kita bangun serta majukan Kota Manado secara bersama-sama,” tutur Mito yang juga Ketua Tim Rajawali GSVL ini tegas. (*/Amas)

Mustika Indah Djaman Mandiri Berbagi Makanan dan Temui Korban Banjir

. Mustika Indah Djaman Mandiri menyalurkan bantuan (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Tidak mau menutup mata melihat warga menderita, ditimpa musibah banjir di Kota Manado. Mustika Indah Djaman Mandiri, SH, Caleg Nomor Urut 6 Dapil Tuminting Bunaken dari Partai Demokrat terus bersama warga korban bencana selama beberapa hari terakhir. Sebagai wujud kepedulian, Indah begitu sapaan akrab politisi perempuan yang santun ini ia memberikan beberapa bantuan, termasuk bantuan makanan siap saji kepada warga korban bencana banjir.

Relawan Indah ketika membagikan makanan siap saji (FOTO Suluttoday.com)

”Saya turut berduka dan terharu melihat banjir akibat hujan deras di Manado. Untuk beberapa titik memang cukup parah, rumah warga terendam air. Tentunya kita harus ikut membantu meringankan beban dan masalah yang mereka alami, saya juga ikut mengambil bagian memberikan bantuan apa adanya,” tutur Indah saat diwawancarai, Selasa (5/2/2019).

Disampaikannya juga, kiranya apa yang diberikan dapat bermanfaat dan membantu masyarakat. Indah yang dikenal menjadi kompetitor politik untuk memperebutkan kursi di DPRD Kota Manado itu menilai bahwa respon kemanusiaan bagi warga Kota Manado memang harus terus digemakan. Perempuan yang santun dan murah senyum itu menghimbau warga untuk terus waspada karena cuaca yang sering kali ekstrim.

Makanan siap saji yang diberikan kepada korban banjir (FOTO Suluttoday.com)

”Beberapa titik di Kecamatan Tuminting memang cukup menyayangkan kondisinya dimana air banjir naik. Alhamdulillah dengan para relawan kita bisa menyentuh warga yang menjadi korban, apa adanya asalkan masyarakat dapat terbantu. Bantuan akan disalurkan di titik lainnya yang dimana warga membutuhkan tentunya. Saya juga mengajak masyarakat tolong waspada jangan sampai hal-hal yang tidak kita harapkan terjadi karena cuaca sulit untuk diprediksi,” ujar Indah menutup. (*/Redaksi)

Manuver SBY Bajak Emil, Biking Rival Politik Ketar-Ketir

Foto bersama Prabowo, SBY dan Hatta Rajasa (Foto Ist)

JAKARTA, Suluttoday.com – Melalui manuver politik, yaitu berupa pembajakan kader partai lain kembali dilakukan Ketua Umum Partai Demokrat, ini tak lain merupakan strategi pemenangan politik. Terbaru adalah Emil Dardak, Bupati Trenggalek kader PDI Perjuangan, yang dibajak oleh partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut untuk mendampingi Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2018.

Pengamat politik LIPI Siti Zuhro menilai pembajakan Emil oleh SBY ini membuktikan Partai Demokrat kekurangan kader untuk berlaga di PIlgub Jatim 2018.

“Tentu Demokrat krisis kader,” kata Siti saat dihubungi, Minggu (26/11/2017).

Menurut Siti, pembajakan Emil oleh SBY adalah bentuk pragmatisme politik dengan menambal sulam calon dalam pilkada.

Tambal sulam ini targetnya cuma menang,” kata Siti.

Seharusnya, kata Siti, partai konsisten menjalankan proses kaderisasi yang benar dengan mekanisme dan alur berjenjang yang telah ditetapkan.

“Kalau ini (pembajakan) konsistensinya untuk merebut kekuasaan,” kata Siti seperti dilansir dari Merdeka.com.

Soal pemecatan Emil oleh PDI Perjuangan, Siti menilai itu merupakan hal yang wajar. “Tentu (lompat-lompat partai) itu tidak etis dalam berpolitik. Tidak boleh dan tidak seharusnya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Khofifah-Emil resmi diusung Partai Demokrat setelah keduanya bertemu dengan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasangan ini akan bertarung dengan pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan dan PKB, Saifullah Yusuf dan Azwar Anas. (*/TimST)

iklan1