Tag: partai golkar

Pendukung Imba Sebut Golkar Sulut Penghianat, Tetty Paruntu Langsung Berkomentar

Imba dan istri tercinta bertemu Olly Dondokambey yang juga Gubernur Sulut (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Munculnya kekecewaan, penyesalan dan bahkan tudingan adanya penghianatan dari kubu pendukung bakal calon Jimmy Rimba Rogi atau yang akrab disapa Imba begitu mewarnai jagat maya. Bahkan, tak hanya di Medsos saja, sejumlah pendukung Imba meluapkan kekesalannya melalui tulisan ucapan. Sebagian yang lain mereka memberi warning kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Christiany Eugenia Paruntu (CEP).

CEP atau Tetty Paruntu dinilai paling bertanggung jawab atas tidak dikeluarkannya dukungan Partai Golkar terhadap Imba yang notabenenya sebagai kader asli Beringin Kota Manado untuk maju dalam kontestasi Pilwako Manado 2020. Postingan status yang bernada tidak mendukung CEP sebagai calon Gubernur Sulut juga menguat di Medsos. Menariknya, ucapan turut berduka cita atas penghianatan Partai Golkar Sulut dibuat pendukung dan simpatisan Imba.

Ucapan berduka cita dari pendukung Imba (Foto Istimewa)

Bahkan Imba bersama istri juga dalam postingan foto yang beredar telah bertemu Olly Dondokambey, yang adalah calon Gubernur Sulut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan). Menanggapi hal tersebut, Tetty Paruntu memberi bantahan. Menurutnya pihaknya telah memberikan kesempatan kepada Imba untuk mencari partai pendukung, tapi belum berhasil memanfaatkan kesempatan memperoleh partai pendukung.

”Jangan salahkan Partai Golkar kalau paslonnya tidak bisa mendapat partai pendukung. Kami sudah memberi kesempatan kepada Pak Imba untuk mencari partai pendukung. Ternyata tidak bisa mendapatkan partai pendukung,” kata Tetty Paruntu, pada Suluttoday.com, Jumat (4/9/2020).

(*/Bung Amas)

Sonya-Syarif Kantongi SK Partai Golkar, Pilwako Manado 4 Paslon

Sonya Syarif (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Rahasia siapa yang akan menerima Surat Keputusan (SK) dari Partai Golkar (PG) untuk kontestasi Pilwako Manado, Rabu 9 Desember 2020 terkuak sudah. Dimana telah beredar copyan Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar yang ditandatangani Airlangga Hartarto, selaku Ketua Umum PG dan Lodewijk Paulus, sebagai Sekretaris Jenderal PG, tertanggal 28 Agustus 2020 memutuskan Ir. Sonya Selviana Kembuan dan Syarifudin Saafa, ST.,M sebagai calon Wali Kota – calon Wakil Wali Kota Manado.

Surat model B.1 KWK itu telah ramai beredar di WhatsApp Gorup, Kamis (3/9/2020) tadi malam. Berbagai tanggapan juga mengemuka. Saat dikonfirmasi Suluttoday.com, bakal calon Wakil Wali Kota Manado, Syarifudin Saafa, ST.,MM tidak membantah adanya SK tersebut. Syarifudin yang juga anggota DPRD Kota Manado ini menyampaikan syukur atas keluarnya SK dari DPP Partai Golkar.

”Sudah, Alhamdulillah. Ini perjuangan untuk ummat,” kata Syarifudin, Jumat (4/9/2020).

Untuk diketahui dengan keluarnya SK dukungan dari Partai Golkar, maka jumlah suara pendukung total yang dikantongi Sonya-Syarif adalah 8 kursi. Yang terdiri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 2 kursi, Partai Hanura 1 kursi dan Partai Golkar 5 kursi.

(*/Bung Amas)

Jurus ‘’Mabuk’’ Sehan Landjar di Pilkada Sulut

CEP dan SSL (Foto Istimewa).jpg

Oleh : Bung Amas, Pegiat Literasi

Sehan Landjar yang akrab disapa Eyang atau Sehan Salim Landjar, SH (SSL), merupakan politisi handal dari Sulawesi Utara. Selain dijuluki singa podium, kelakar politik dan manuvernya ‘minta ampun’, lincah. Tak perlu diragukan lagi rekam jejak politisi senior yang satu ini. Nah, bagaimana dengan move politik yang dilakukan Eyang di Pilkada Serentak 2020?. Tentu banyak pihak menunggu kejutannya.

Untuk skala Pilgub Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Eyang mulai terlihat ‘bermain’ dengan CEP (Christiany Eugenia Paruntu) Bupati Minahasa Selatan (Minsel) dua periode, dan juga Ketua DPD Partai Golkar Sulut, tentu targetnya yaitu berduet di Pilgub Sulut sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur bukan bermotif lain. Bertepatan dengan posisi Eyang yang juga Bupati Bolaang Mongodow Timur (Boltim) dua periode sekaligus Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN), membuat Eyang begitu diperhitungkan di atas panggung politik.

Eyang memang gesit, dan sempat viral saat pandemic COVID-19. Kurang elok kalau politisi kawakan ini dituduh nebeng momentum. Ada satu istilah yang identik dengan Eyang ketika bercakap politik, ia dikenal sebagai penggagas jurus politik ‘menangkap angina dengan keranjang’. Agresif dan kadang sukar diterka mainannya. Eyang mulai membuka jurus ‘mabuk’. Dapat dianalisa, yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana agar tidak tertinggal atau ditinggalkan dalam momentum Pilkada Serentak.

Dirinya harus dapat manfaat dari pesta politik 2020 ini. Terlebih Eyang harus kerja keras untuk mengamankan anaknya Amalia Landjar di Pilkada Boltim. Tergolong politisi penuh ceria gembira memang Eyang dikenal, tapi kebanyakan hitung-hitungan politiknya akurat. Politisi yang merangkak dari bawah dan matang ini rupanya masih punya obsesi mewariskan kepemimpinan di Boltim kepada anaknya.

Terendus Eyang turut menjadi penentu dalam mewarnai peta dan konstalasi politik di Sulut, ada 3 (tiga) skenario pasangan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan target Kotak Kosong di Boltim, Eyang sebagai pelopornya. Target tersebut jika benar-benar diterapkan Eyang, berarti menambah ‘puji-pujian’ pendukungnya terhadap Eyang. Tapi memang tidak mudah, karena Eyang berada dalam pusaran kepentingan yang bisa membawa resiko dirinya dianggap sebagai penghianat diakhir permainan kelak. Reputasi Eyang bisa jadi dipertanyakan politisi sejawatnya, atau oleh publik.

Sebab diketahui, Eyang bukan ‘ular minya’. Apalagi derajatnya sebagai politisi senior mengharuskan dirinya menempatkan diri sedemikian rupa agar tegak lurus menjadi teladan bagi publik. Bagi yang mengenal Eyang tidak lagi terkejut dengan kata-kata meyakinkan yang dilantunkannya dalam bicara. Baik di rumah-rumah kopi, tempat main catur, meja makan sampai ruang diskusi formal Eyang memang konsisten kalau bicara kepentingan bersama. Namun dalam implementasinya, tergantung kita memandang dan mengukurnya masing-masing.

Selain itu terkuak juga Eyang akan bermain jurus mabuk dengan menerapkan komitmen politik ‘tiga kaki’. Eyang disebut akan maju sebagai calon Wakil Gubernur hanya semata-mata melahirkan pembagian kekuatan politik (competitor) menjadi 3 pasang calon. Rupanya by order, apakah Eyang ‘selingkuh’ kepentingan dengan PDI Perjuangan?. Hanya dirinya dan Tuhan yang tau itu. Kita sekedar merangkaikan informasi dan merelevansikan gerakan politisi pemberani ini.

Menghindari head to head di Pilgub, maka Eyang harus maju mendampingi CEP. Bila head to head, petahana Olly Dondokambey tentu kelabakan menghadapi VAP. Misi yang yang diduga kuat dilakukan Eyang yaitu PDI Perjuangan di Boltim harus berada dalam rangkulannya. Artinya kemenangan awal Pilbup Boltim telah mampu diraih Eyang dengan membangun komitmen politik agar PDI Perjuangan memberikan Surat Keputusan (SK) rekomendasi dukungan kepada anak tersayangnya Amalia.

Tidak main-main Eyang coba mengikuti gaya berpolitik Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap yang melawan ‘Kotak Kosong’. Berarti CEP benarkah terjebak dan termakan strategi jitu dari Eyang?. Bisa benar, bisa juga tidak. Beredar kabar Eyang sempat menebar ‘terror’ kepada DPP PAN, jika keinginannya tidak diikuti, maka Eyang akan mundur dari PAN. Politisi vokal yang satu ini mau melakukan barter kepentingan. Sederhananya DPD PAN di Kabupaten/Kota yang ada di Sulut harus tertib mengikuti kemauannya.

Terutama aktivis parpol dan aktivis pergerakan masyarakat, tentu mengetahui kedekatan Eyang dengan James Sumendap. Keakraban mereka akan bermuara pada penyamaan sikap dalam membangun komunikasi-komunikasi politik. Skema Amalia Landjar melawan Kotak Kosong bisa terjadi di Boltim. Santer juga terdengar isu Eyang mendapat mahar politik dari CEP, karena Eyang dianggap punya popularitas, telah viral belum lama ini sehingga menjadi rebutan para politisi.

Eyang dianggap mampu menarik lumbung suara BMR (Bolaang Mongondow Raya). Padahal, kalau dilacak tidak sepenuhnya akurat anggapan tersebut. Dapat dikatakan politisi PAN yang satu ini mulai berhasil memainkan perannya di Pilkada Sulut, secara apik dan santun Eyang bermain lihai. Target melahirkan 3 paslon di Pilgub Sulut tengah dimainkannya, hal itu tentu tidak gratis secara politik. Eyang sudah tentu mendapat berkah dan manfaat.

Ketum DPP PAN, CEP dan SSL (Foto Istimewa)

Terlebih permainan Eyang penuh resiko yang besar. Beberapa sumber akurat orang dekat Eyang menyebutkan bahwa Eyang maju di Pilgub untuk kalah. Atau dalam istilah Aktivis Muslim Sulut (AMS) disebut ‘kalah tapi untung (menang)’. Benarkah CEP, Golkar dan DPP PAN terkecoh dengan jurus mabuk Eyang?. Kita nantikan saja realitas politik setelah ini. Tidak dapat disangkal, Eyang maksimal memanfaatkan keviralan tersebut. Sampai-sampai CEP mengaguminya, siap menjadikan Eyang sebagai calon Gubernur mendampinginya.

Tentu keberhasilan penetrasi politik yang mulai nampak dilakukan Eyang melahirkan kepuasan tersendiri bagi dirinya. Eyang, begitu santai, murah senyum tapi ‘berbahaya’. Terpotret pula gelagat politik Bupati Boltim 2 periode itu semata-mata berjuang untuk kepentingan dirinya dan keluarga, barulah kepentingan banyak pihak diperjuangkan. Tipikal politisi yang melanggengkan dan menjadi budak dari politik dinasti. Putra pertama Eyang yakni Fuad Landjar juga kini menjadi Ketua DPRD Kabupaten Boltim periode 2019 – 2024, dan juga istrinya bernama Nursiwin Dunggio, menjadi Anggota DPRD Provinsi Sulut periode 2019 – 2024. Tidak mudah peran yang dimainkan Eyang.

Dan akhirnya semua bisa berpotensi terjebak dan terkecoh dengan jurus mabuk yang dipentaskan Eyang. Politisi senior yang piawai berpolitik ini punya kelebihan membaca tanda-tanda kemenangan dalam politik. Eyang mengerti betul betapa beratnya melawan petahana Olly DondokambeySteven Kandouw (ODSK), sehingga pada kontestasi kali ini Eyang pasrah. Kemudian siap berada dalam barisan menangkan ODSK. Manuver Eyang perlu dibaca secara komprehensif, boleh saja ini bagian dari cara Eyang memperkuat ODSK, agar ODSK menang di Pilgub Sulut, Eyang harus bersama CEP. Dalam peran itulah Eyang diuntungkan secara berlimpah. Kompensasi politik untuk anaknya tercinta tidak murahan, anak Eyang (Amalia) harus mendapat dukungan dari PDI Perjuangan di Pilkada Boltim 2020, itu upayanya. Pantaslah gerak politik Eyang dicurigai saat ini.

CEP Distribusi APD di Rumah Sakit Islam Sitti Maryam Manado

Ridwan Marlian saat menyerahkan APD (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Peduli terhadap perjuangan para tenaga medis dalam melawan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Christiany Eugenia Paruntu (CEP), Ketua DPD Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) berbagi Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit Islam (RSI) Sitti Maryam Kota Manado.

Politisi Golkar yang juga Bupati Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) Sulut dua periode itu melalui Ridwan Marlian, Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi Partai Golkar menyalurkan langsung APD, Sabtu (30/5/2020). Bertempat di RS Sitti Maryam, Kelurahan Mahawu Kecamatan Tumiting, Kota Manado Iwan bersama tim mendapat sambutan dari pihak RS Sitti Maryam yang dipimpin langsung Direktur, dr. Ani Rahman.

Saat diwawancarai, Iwan Marlian menyampaikan perhatian dan dukungan CEP kepada para petugas kesehatan sangatlah tinggi. Menurutnya semenjak wabah Covid-19 meluas, CEP sebagai politisi perempuan yang memiliki kiprah politik yang berpihak pada masyarakat itu tidak pernah berdiam diri. CEP dikatakannya turun membantu masyarakat dan tenaga medis dalam memerangi Covid-19.

‘’Pemberian APD ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Ibu Tetty Paruntu, atau yang akrab kita kenal sebagai CEP kepada pihak Rumah Sakit. Umumnya pekerja kesehatan, tenaga medis yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan virus Covid-19, Ibu Tetty selalu peduli kepada mereka. Semoga APD ini dapat membantu tenaga medis dalam kerja-kerjanya,’’ ujar Iwan sapaan akrab Marlian yang juga Anggota Komisi II DPRD Kota Manado ini.

Direktur RS Sitti Maryam berbincang dengan Ridwan Marlian (Foto Suluttoday.com)

Legislator dari Dapil Tumintin, Bunaken dan Bunaken Kepulauan itu tak lupa menyampaikan pesan dari CEP bahwa para pekerja medis yang kerja sepenuh waktu mengobati para pasien Covid-19 agar memperhatikan kesehatan mereka. Politisi murah senyum ini juga mengatakan CEP telah secara rutin turun ke Rumah Sakit-Rumah Sakit yang ada di Sulut untuk mendistribusikan APD.

‘’Ibu Tetty yang adalah Ketua kami di DPD Partai Golkar Sulut juga menitipkan pesan, agar tenaga medis memperhatikan kesehatan. Kalian sebagai harapan masyarakat di tengah menghadapi Covid-19. Itu sebabnya, Ibu Tetty selalu peduli dan memberi dukungan terhadap kerja-kerja pihak tenaga medis. Kami bersama Ibu Tetty sudah turun ke sejumlah Rumah Sakit yang ada di Manado dan Sulut umumnya dalam agenda membagikan APD. Kiranya dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,’’ kata Iwan yang juga mengucapkan terima kasih kepada CEP dan Ketua James Arthur Kojongian.

Anggota DPRD Manado, Ridwan Marlian ketika diwawancarai awak media (Foto Suluttoday.com)

Di tempat yang sama, dr. Ani Rahman selaku Direktur RS Sitti Maryam menyampaikan terima kasih kepada Tetty Paruntu yang peka terhadap situasi yang tengah mereka hadapi. Dokter senior itu mengakui kalau pihaknya sangat membutuhkan APD. Harapannya terhadap Tetty agar dimudahkan dan diberi hikmat oleh Tuhan dalam setiap aktivitasnya.

‘’Terima kasih kami sampaikan kepada Ibu Tetty Paruntu yang peduli terhadap kami. Alat Pelindung Diri yang diberikan ini sangatlah bermanfaat bagi RSI Sitti Maryam Manado. Kami memang masih membutuhkan APD. Tentu dengan bantuan Ibu Tetty kami sangat terbantu. Kami mendoakan agar Ibu Tetty terus diberikan keberkahan dan dimudahkan segala aktivitasnya. Ibu begitu peduli terhadap tenaga medis,’’ tutur dokter Ani menutup.

dr Ani Rahman, Direktur RS Sitti Maryam menyampaikan terima untuk CEP (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, giat kemanusiaan ini dilakukan CEP dan telah berjalan beberapa lamanya sepanjang pandemi Covid-19 melanda Sulut. Politisi Golkar yang digadang-gadang maju sebagai calon Gubernur Sulut itu telah membagikan paket Sembako, masker, hand sanitizer, dan juga APD bagi para tenaga medis. CEP yang punya track record terbaik sebagai politisi perempuan inspiratif di Sulut ini dikenal tak pernah berhenti berbuat bagi banyak orang.

(*/Bung Amas)

Legislator Iwan Marlian Tegaskan Manado Fiesta Virtual Tidak Berdampak ke Masyarakat

Iwan Marlian (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Upaya membatasi penyebaran Corona Virus (Covid-19) di Kota Manado, menurut Iwan Marlian, Anggota Komisi II DPRD Kota Manado tidak mendapat dukungan penuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran pemerintahan Kota Manado. Menurut Marlian Wali Kota Manado harus mengerahkan instansi teknis untuk serius dan tepat sasaran melawan Covid-19.

”Tidak sejalan dengan apa yang dilakukan instansi terkait. Terutama misalkan untuk Dinas Pariwisata Kota Manado, yang masih ngotot melaksanakan Manado Fiesta melalui pertemuan-pertemuan atau kegiatan virtual. Dampaknya apa terhadap perang melawan Covid-19?, kan tidak ada kaitannya itu,” ujar Marlian yang juga anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Kota Manado ini, Jumat (29/5/2020).

Seperti diketahui, tambah Marlian dalam agenda pembahasan LKPJ, Kamis (28/5/2020) kemarin Dinas Pariwisata Manado tidak memenuhi undangan Komisi II DPRD Kota Manado. Hal itu menjadi penanda bahwa Dinas terkait tidak serius menciptakan sinergitas dengan lembaga Dewan. Ketidak hadiran Kadis Pariwisata, Lenda Pelealu memberi gambaran betapa Dinas tersebut enggan menerima masukan dan saran Komisi terkait.

”Sudah dua kami Komisi II DPRD Manado mengundang Dinas Pariwisata Kota Manado, sayangnya Ibu Kadis tidak hadir. Ya, agendanya termasuk kita mau pertanyakan alokasi anggaran untuk kegiatan Manado Fiesta 2020. Menurut hemat saya, kegiatan Manado Fiesta dari tahun ke tahun tidak terlalu membawa manfaat bagi masyarakat Kota Manado. Di tahun ini, berpapasan dengan pandemi Covid-19 harusnya dibatalkan lalu anggarannya yang besar itu digunakan untuk menangani penyebaran Covid-19. Tapi, yang terjadi malah tidak demikian,” tutur Marlian.

Politisi muda vokal itu menyayangkan jika pemerintah Kota Manado tetap mempertahankan konsep Manado Fiesta dengan memaksimalkan kegiatan-kegiatan virtual. Langkah yang lebih tepat dikatakan Marlian adalah pergeseran anggaran untuk kegiatan melawan Covid-19 secara nyata, bukan virtual yang cenderung tidak membawa dampak berarti bagi masyarakat luas.

(*/Bung Amas)

iklan1