Tag: pasiak

Ilmuan Politik Sebut Dr Taufiq Kakak yang Menginspirasi

Dr Ferry Liando saat memberikan testimoni (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Mengalir beragam ucapan selamat terhadap Dr. dr Taufiq Pasiak, M.Kes.,M.Pdi saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 di hotel Aston Manado. Jumat (31/1/2020), Dr Ferry Daud Liando, S.IP.,M.Si akademisi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) yang adalah dosen pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat Manado, menyampaikan kebanggaannya dalam sesi testimoni tokoh dan sahabat Taufiq dalam perayaan HUT.

Menurut Liando yang juga jebolan aktivis Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Manado ini menilai sosok Taufiq yang merupakan Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Utara (Sulut) itu sebagai ilmuan dan senior yang telah banyak berbuat bagi publik. Pengamat politik ini menyebut pilihan dokter Taufiq fokus dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian adalah sangat tepat.

Foto bersama Doktor Ferry dan Doktor dokter Taufiq (Foto Suluttoday.com)

“Saya bersyukur telah menjadi salah satu teman dekat Dr Taufik. Kami tidak punya hubungan daerah, tidak punya hubungan saudara. Tapi pertemanan kami seperti hubungan kakak dan adik. Kami sering berkeluh kesah terhadap suatu maslah. Namun yang kami diskusikan bukan soal kepentingan diri sendiri, lebih dari itu terkait bagaimana memikirkan Sulut maupun negara ini bisa lebih baik. Kami memang memiliki banyak persamaan. Beliau pengajar, peneliti dan penulis. Sama seperti saya. Kami sama-sama menjadi pendidik,” ujar Liando¬†dihadapan hadirin, dan disambut tepukan tangan meriah.

Dosen yang menjadi penggagas utama dan Ketua minat kajian Kepemiluan di Pascasarjana Unsrat Manado ini menyampaikan selamat HUT kepada dokter Taufiq, dan menyampaikan harapannya. Akademisi yang murah senyum, pengurus AIPI dan juga pembicara dalam Seminar-Seminar Tingkat Nasional itu mendoakan agar dokter Taufiq selalu diberikan kemudahan dalam segala urusannya.

Penuh keakraban dokter Taufiq bersama sahabat karibnya (Foto Suluttoday.com)

“Dimana-mana kami ceramah soal etika dan moral, mendidik karakter masyarakat, politisi maupun penyelenggara pemilu. Namun ada yang membedakan kami berdua. Beliua itu pendakwa, saya bukan. Dan beliua meski bergelar dokter namun cukup cakap menganalisis masalah-masalah politik. Tapi saya yang sarjan ilmu politik tidak mampu menganalisis masalah kedokteran. Memang saya akui dalam banyak hal beliau selalu jauh lebih baik dan lebih maju dari saya. Saya menghargai sikap Pak dokter mundur dari pencalonan Wali Kota manado dan itu adalah keputusan tepat,” tutur Liando.

Tambah Liando mengungkapkan sedikit kerisauannya jika dokter Taufiq telah terjun dalam politik praktis, ia akan kehilangan teman-teman diskusi yang berkualitas. Pengabdian kata Liando, bersifat universal sehingga ruang-ruang tersebut akan dapat diisi dirinya bersama dokter Taufiq.

Ucapan dari berbagai pihak, sahabat dan kerabat dokter Taufiq (Foto Suluttoday.com)

“Saya kuatir akan kehilangan teman diskusi yang baik. Saya tidak yakin akan mendapatkan teman pengganti seperti dokter Taufik. Sebab jika beliu terpilih belum tentu cara berpikir beliau akan sama jika beliau tetap sebagai cendekiawan dan ilmuwan. Menjadi politisi terlalu banyak tekanan. Watak seseorang bisa berubah saat berkuasa. Sebab kepentingan selalu identik dengan kompromi sehingga bisa mengabaikan idealisme. Karena menurut saya, mengabdi bagi daerah tidak harus dalam kursi kekuasaan. Masih Banyak cara lain yang bisa dilakukan agar kontribusi pemikiran kita berguna bagi banyak orang. Masih tetap dalam status cendekiawan dan ilmuwan jauh lebih baik ketimbang menjadi politisi. Karena banyak oknum politisi yang selama ini kerap menghalalkan segala cara dalam merebut kekuasaan. Dan motif kekuasaan hanya sebatas untuk kepentingan pribadi,” ujar Liando.

Selain itu, Liando mengatakan dirinya tetap ingin menjadi sahabat dokter Taufik dalam menjaga martabat politik di daerah ini. Sulut harus berbangga, kata Liando, karena punya sosok Dr Taufik di Sulut. Dokter dinilainya telah menjadi aset nasional. Tidak banyak cendekiawan yang progresif seperti ini.

“Mari kita jaga dan lindungi Pak dokter Taufik agar tetap menjadi ilmuan yan disegani,” tutur Liando menutup. (*/Am)

TAUFIQ PASIAK: Corona Hari Ini Bukanlah Virus yang Pantas Kita Takut

Taufiq Pasiak (Foto Ist)

Oleh : Dr. dr. Taufiq Pasiak, M.Kes.,M.PdI, Dosen Unsrat Manado

Manusia itu jauh lebih kuat dari virus apapun. Sejatinya, tak ada benda asing apapun yang bisa menginfeksi tubuh manusia. Karena tubuh manusia sendiri adalah universum (alam semesta) mini dimana milyaran makhluk-makhluk berukuran supersangatamat kecil hidup dan berkembang membentuk koloni-koloni. Hampir di semua bagian tubuh manusia ada makhluk ini. Jumlah mereka lebih banyak dari jumlah sel tubuh manusia. Usus manusia adalah rumah bagian 95 persen makhluk kecil ini. Mereka ada bersama kita sejak kita lahir di dunia ini.

Virus seperti Corona bukan hal yg mematikan bagi manusia. Bukan yg menakutkan bagi manusia. Jaman saya sekolah dulu penyakit karena infeksi virus sering disebut sebagai ‘self limiting disease’ (penyakit yang sembuh sendiri). Tak ada antibiotik untuk virus. Karena antibiotik hanya untuk bakteri. Para ahli obat-obatan meyakini bahwa infeksi virus cukup dihadapi dengan kekebalan tubuh saja. Anda perbaiki kekebalan tubuh dan virus akan enyah dengan sendirinya. Virus influenza bisa Anda hadapi sendirian berbekal kekebalan tubuh yang bagus. Namun, tolong diingat, influenza pernah menjadi pandemi kurang lebih 9 kali dalam rentang 300 tahun terakhir. Pandemi influenza awal abad 19 yang berasal dari Spanyol yang paling banyak membunuh manusia.

Bayangkan, penyakit flu karena virus influenza yang sejatinya bisa sembuh sendiri itu, membunuh hampir.100 juta manusia di dunia. Mengerikan Bro. Mengapa begini? Para ahli bersepakat bahwa hubungan kita dengan binatang telah menjadi tidak harmonis lagi. Disharmoni itu melahirkan virus influenza jenis (strain) baru. Sehingga kekebalan tubuh Anda tidak mampu melawannya. Anda tidak santun memperlakukan binatang sehingga makhluk ini rela menjadikan dirinya tempat persemaian mahluk lain yang tak bisa dilihat dengan mata biasa.

Setiap makhluk punya takdir, punya jalan hidup yang diatur penciptanya. Saya meminjam kosa kata Jawa “pakem” untuk melukiskan apa yang saya maksud. Sang Dalang sudah membikin jalan cerita masing-masing, sehingga setiap wayang menjalankan tugas yang dititahkan. Jika sang wayang ingkar akan tugasnya, maka pakem cerita akan bergeser, akan terganggu dan tidak mencapai arah yang dibikin. Lahirlah suasan chaos, kacau balau.

Dalam universum ini semua makhluk terhubung (connected). Alam semesta adalah ‘web of life’ (jejaring kehidupan) yang tak pernah terpisah dan dipisahkan. Semua terhubung. Hanya mata pikiran yang tajam dan hati yang bersih bisa melihat hubungan-hubungan ini. Pepohonan di sekitar saja berkomunikasi antar mereka melalui makhluk lain bernama fungi yang hidup di bawah tanah. Pohon-pohon punya suara dan hanya telinga yang tajam yang bisa mendengarnya.

Penyakit timbul karena hubungan kita dalam web of life itu tidak harmonis lagi. Manusilah aktor utamanya: “sesungguhnya kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah tangan-tangan manusia”, demikian Kitab Suci menulis.

Dalam hal virus Corona hari ini bukanlah virus yang pantas kita takut. Yang saya takutkan adalah sikap kita. Perilaku kita. Cara kita menghadapi virus baik yang sangat marah, antara lain dengan introspeksi diri sebagai manusia.

Saya serahkan pengobatannya kepada para dokter. Dan saya akan melakukan introspeksi atas lelaku saya selama ini yang membuat jejaring kehidupan menjadi tidak harmonis.

 #introspeksidiri.

 

 

Tulisan diambil dari Akun Facebook Taufiq Pasiak

PKS Manado Gelar FGD, Konkritkan Poros Koalisi Umat untuk Pilwako Manado

Foto bersama usai FGD (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kristalisasi gagasan terkait penyatuan parpol berbasis konstituen dan ideologi Islam di Kota Manado intens dilakukan. Berawal dari pemikiran konsolidasi keumatan melalui pembentukan Sekretariat Bersama (Sekber) yang terdiri atas DPD PAN Manado, PKS dan DPC PPP Kota Manado, Minggu (1/12/2019) dikonkritkan. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Manado, para tokoh umat diundang, bersama bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali Kota Manado 2020.

Beberapa forumulasi dilahirkan. Kemudian, sejumlah tokoh yang menyambut baik rencana yang dilakukan tiga partai politik tersebut. Selaku Ketua PKS, Hasan Syafi’i, menyampaikan harapannya terkait pembentukan koalisi keumatan. Menurutnya yang juga diaminkan Ketua PAN Manado, Boby Daud dan juga Ketua Partai Persatuan Pembangunan Manado, Madzhabullah Ali konsolidasi kekuatan umat Islam di Manado menjadi keharusan.

”Kekuatan pemilih kita sangat besar. Tapi sering tidak solid dalam tiap momentum politik, kali ini kita harus kompak. Mari wujudkan koalisi keumatan. Kami menggagas Sekber dengan harapan didukung penuh rekan-rekan pimpinan Ormas muslim, kalau kita perkuat potensi yang ada pasti mampu memenangkan calon pemimpin dari umat muslim Manado,” ujar Syafi’i, sambil menambahkan pihaknya pun merancang strategi dan mengkanal kepentingan umat secara universal.

Ketua PKS Manado, Hasan Syafi’i (FOTO Suluttoday.com)

Sejumlah tokoh umat yang menjadi narasumber dan juga bakal calon Wali Kota bersama bakal calon Wawali Manado yang hadir adalah Dr Taufiq Pasiak, Ulyas Taha, Abid Takalamingan, Faisal Salim dan juga pembanding dalam FGD tersebut adalah Baso Affandi.

”Garis besarnya kita semua akan saling legowo. Jika takdir maka diantara kita-kita ini akan ada yang menjadi pemimpin. Saya mendorong gerakan kebersamaan dibangun, terus lahirkan kolaborasi. Siapapun yang akan didorong menjadi calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Manado 2020 kita harus saling ikhlas, mendukung untuk kemajuan bersama,” kata Taufiq Pasiak sebagai salah satu narasumber.

Suasana FGD di hotel Sahid Kawanua Manado (FOTO Suluttoday.com)

Hadir pula Syarifudin Saafa, Ketua DPW PKS Sulawesi Utara, juga anggota DPRD Manado. Ada pula anggota DPRD Manado dokter Suyantor Yusuf. Para tokoh muda pimpinan Ormas Islam Sulawesi Utara dan jurnalis pun ikut hadir. Kegiatan FGD ini dimoderatori Sekretaris DPD KNPI Manado, Bung Amas Mahmud. Untuk diketahui, FGD bertempat di Hotel Kawanua, pusat Kota 45 Manado. (*/Redaksi)

AGAMA DAN BUNUH DIRI

DR dr Taufiq Pasiak bersama Prof Quraish Shihab pada saat menjadi narasumber pada suatau acara (Foto Ist)

Oleh Taufiq Pasiak

(Dosen Unsrat Manado dan Penulis Buku)

Apakah agama berperanan dalam mencegah bunuh diri? Sejumlah riset yang direview dari banyak lokasi di seluruh dunia menemukan fakta bahwa agama berkontribusi dalam batas batas tertentu.

Sebagai informasi: Bunuh diri (suicide) memiliki 3 bentuk: 1) pikiran bunuh diri (ideation), 2) usage bunuh diri alias coba-coba (attempt) dan 3) melakukan bunuh diri (completion).

Sebagai informasi: Dimensi dimensi agama meliputi 1) pemahaman dan keyakinan kita akan ajaran agama (dimensi doktrin), 2) ritual atau kegiatan yang kita lakukan untuk mengoperasionalkan keyakinan itu (dimensi ritual atau partisipasi), dan 3) keterlibatan atau keikutsertaan kita dalam kegiatan kegiatan keagamaan (dimensi afiliasi).

Sejumlah riset menemukan bahwa afilisasi agama tidak selalu melindungi seseorang dari PIKIRAN (ideation) bunuh diri, tetapi melindungi dari USAHA/PERCOBAAN (attempt) bunuh diri. Keterlibatan (afilisasi) keagamaan ini pun bergantung pada budaya dan agama tertentu. Aspek budaya dimana sesearan tinggal dan agama apa yang dianut sangat memengaruhi percobaan bunuh diri.

Usaha konsultasi keagamaan tidak melindungi seseorang dari PIKIRAN bunuh diri, tetapi melindungi PERCOBAAN dan BUNUH DIRI. (***)

Makanya, aktiflah dalam kegiatan keagamaan. Lebur bersama jamaah/jemaat. lakukan kegiatan bersama.

Jangan cuma khotbah/ceramah di facebook. wkwkwkkwkwk

Jang tarukira kasiang.

Pagibae jo samua.

MajuBu.

_______

Catatan: Tulisan singkat ini disadur dari akun Facebook milik Taufiq Pasiak.

Peristiwa Pembakaran Manusia di Bekasi, Pasiak: Wujud Ketidakmampuan Masyarakat

DR. Dr. H. Taufiq Pasiak, M.Pd.I.,M.Kes (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Perkembangan kehidupan ini tidak pernah liput dari konflik, insiden dan berbagai tindakan membahayakan yang merugikan antara sesama manusia. Seperti belum lama ini peristiwa pembakaran manusia yang terjadi di Bekasi, Provinsi Jawa Barat (Jabar) karena diduga mencuri amplifier Masjid, hal ini pun menjadi perhatian publik, salah satunya DR. Dr. H. Taufiq Pasiak, M.Pd.I.,M.Kes akademisi dan penulis buku asal Sulawesi Utara (Sulut) angkat bicara.

Senin (7/8/2017), menurut Pasiak, tindakan ‘menghakimi’ yang dilakukan masyarakat tersebut sangat tidak terpuji dan melanggar aturan di Negara Indonesia tercinta. Dikatakan Pasiak yang biasa menjadi narasumber di forum-forum nasional itu bahwa praktek ‘kanibal’ yang mengedepankan kekerasan dipertunjukkan kelompok masyarakat adalah nyata-nyata melawan hukum dan ini merupakan penyakit ditengah masyarakat.

”Tanggapan saya terkait kasus pembakaran manusia di Bekasi : 1) Mengecam dan mengutuk tindakan ini dan meminta aparat agar mengusut dengan cepat dan tepat. Ini suatu preseden buruk. 2) kegiatan main hakim sendiri adalah tanda buruk dalam suatu kondisi sosial. Menunjukkan brutalitas dan ketidakmampuan masyarakat mengendalikan diri. 3) Ada hubungan antara brutalitas ini dengan pelbagai perangkat hukum di sekitar kita, 4) patologi masyarakat ini harus cepat diantisipasi oleh pelbagai pihak. Pemerintah, akademisi dan komponen masyarakat yang berwenang,” ujar Pasiak, Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado yang juga salah Ketua Majelis Pertimbangan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dan Tokoh Muslim Sulawesi Utara ini tegas. (Amas)

iklan1