Tag: PBL mapaluse

Camat Wanea Tegaskan Program PBL Layak Dilanjutkan

Dr GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

Dr GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menindaklanjuti Peraturan Wali Kota (Perwako) Nomor 12 tahun 2015 tentang program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL) Mapaluse, pemerintah Kota Manado seperti yang terus disampaikan GS Vicky Lumentut, selaku Wali Kota Manado bahwa penting program PBL Mapaluse ini dijalankan dengan baik untuk kepentingan masyarakat.

Menurut Camat Wanea, Sammy Kaawoan mengatakan pihaknya sedang melakukan verifikasi dari tim verifkasi sekaligus mengingatkan kembali kepada Kepala Lingkungan (Pala) untuk bisa optimal dalam menjalankan program pro rakyat tersebut.

‘’Pemerintah Kecamatan mengingatkan agar semua tahapan yang ditetapkan dalam Perwako untuk diterapkan dengan baik dari pihak Kepala Lingkungan dalam menjalankan PBL Mapaluse. Hal ini dimaksudkan agar kemudian pihak yang menjalankan program ini tidak menabrak aturan main yang ada. Kami juga memberikan penjelasan pada Kepala Lingkungan selaku Ketua KMM, kami melakukan pemberian penjelasan ulang, baik melalui rembug warga dan prosedur lainnya untuk diperhatikan dengan baik. Program ini perlu dilanjutkan,’’ ujar Kaawoan. (Amas)

Kunjungi Manado, DPRD Cilacap Belajar Program UC dan Santunan Duka

Kantor Walikota Manado...

Kantor Walikota Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Cilacap Provinsi Jawa Tengan (Jateng), ke kantor DPRD Manado, Kamis (17/9/2015) belum lama ini tak lain bertujuan mempelajari program Universal Coverage (UC), program kesehatan gratis yang dicanangkan Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut ini ternyata memiliki ketertarikan tersendiri bagi warga di daerah lain.

Kunjungan kerja (kunker) rombongan Dekab Cilacap, Jawa Tengah yang dipimpin Wakil Ketua Dekab Cilacap, Barokatul Anam dan Mujiono, di gedung Parlemen jalan Balaikota Tikala. Maksud kunker tersebut untuk melakukan komparasi terkait fasilitas publik yang ada di Manado.

”Dalam kunker kali ini kita melakukan sharing atau tukar pikiran mengenai Penerangan Jalan Umum (PJU) dan pemeliharaan jalan dan drainase,” kata Mujiono.

Ditambahkannya lagi, selain itu juga membahas terkait penataan kota. ”Kita juga membahas mengenai tata ruang kota, pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH), penataan pemukiman rakyat, dana hibah dan masalah ketenagakerjaan,” tutur Anam salah satu anggota DPRD Cilacap.

Rombangan Dekab Cilacap ini diterima Komisi C Dekot Manado antara lain Lineke Kotambunan, Dijana Pakasi, Fatma Abubakar, Stenly Tamo, Anita De Blouwe dan Abdul Wahid Ibrahim. Hadir juga dalam kesempatan ini perwakilan Dinas Kesehatan dan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Manado.

Para legislator Manado ini juga secara bergantian memaparkan tentang visi dan misi Manado serta berdiskusi tentang program unggulan Pemkot Manado, seperti pengobatan gratis melalui program Universal Coverage, Santunan Dana Duka, serta program Pembangunan Berbasis Lingkungan (PBL) Mapalus, sebagaimana dicetuskan Walikota GS Vicky Lumentut (GSVL). Legislator Cilacap pun kagum dengan program unggulan Pemkot Manado.

”Ini program bagus yang bisa diadopsi dan diterapkan di daerah kami,” ujar Anam. (Tim Redaksi)

Tahun Politik, GS Vicky Lumentut Ingatkan Aparatnya Terus Memberi Diri

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Ist)

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat memberikan sambutan (Foto Ist)

MANADO – Terus menguatkan pelayanan jelang pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado 9 Desember 2015 mendatang, GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado terus mendapat perhatian masyarakatnya. Isu-isu menciderai jalannya roda pemerintahan yang harusnya bebas dari nuansa politik praktis seakan tak terbendung.

Agar tetap fokus pada pembangunan, dan meminimalisir salah tafsir masyarakat soal program pemerintah yang sering disebut politisasi program untuk kepentingan Pilwako Manado, GS Vicky Lumentut kian konsisten meminta aparatnya maksimalkan kinerja pemerintahan, terutama di tingkat kecamatan dan kelurahan yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

GSVL, sapaan Wali Kota ini tersirat saat membuka Sosialisasi Kegiatan Pembangunan Berbasis Lingkungan Guna Membangun Prasarana Lingkungan dan Sosial (PBL-Mapalus) tahun 2015 Bagi Para Camat, Lurah, Kepala Lingkungan se Kota Manado di Hotel Sahid Kawanua Rabu (19/8/2015).

Saya minta para abdi masyarakat untuk bisa memberi diri sepenuh hati dalam pelayanan di tengah masyarakat Kota Manado. –  DR GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado.

Lanjutnya menambahkan bahwa semua program pelayanan, bisa berjalan baik dan sukses jika para aparat pemerintahan dapat melibatkan masyarakat dalam pekerjaan seperti PBL ini.

”Kemudian yang kedua, saya minta kerjakan sesuai dengan aturan agar tidak berhadapan dengan hukum nantinya. Mari ikuti dengan benar sosialisasi ini, pahami mekanismenya agar terhindar dari jeratan hukum kedepan,” katanya seraya mengingatkan kembali, aparat Kecamatan, kelurahan dan kepala lingkungan lebih baik fokus kerja PBL, jangan terganggu dengan nuansa politik saat ini.

”Mari torang Cerdas berpikir, Cerdas bertindak dan Cerdas bekerja,” tegas GSVL yang mengakui program PBL di Kota Manado akan terus berlanjut. (Amas Mahmud)

Sekda Manado: Lurah dan Pala Harus Bersinergi Lahirkan Pemberdayaan

Ir M.H.F Sendoh (Foto Ist)

Ir M.H.F Sendoh (Foto Ist)

MANADO – Kota Manado Ir.M.H.F Sendoh mengingatkan terhadap UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan daerah pasal 229 yang menjelaskan soal Kelurahan sebagai perangkat kecamatan diatur pada Pasal 229 Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014, yaitu kelurahan dipimpin oleh seorang kepala kelurahan yang disebut lurah, lurah adalah perangkat perangkat Kecamatan, Lurah diangkat dan diberhentikan oleh Bupati/Walikota atas usul Sekertaris daerah.

”Lurah adalah aparatur sipil negara dalam kategori pegawai negeri sipil. Lurah mempunyai tugas membantu Camat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan kecamatan; melakukan pemberdayaan masyarakat; melaksanakan pelayanan masyarakat; memelihara ketenteraman dan ketertiban umum; memelihara prasarana dan fasilitas pelayanan umum; melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh camat, dan melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan,” tutur Sekda saat Sosialisasi.

Untuk diketahui, kegiatan Pembangunan Berbasis Lingkungan Guna Membangun Prasarana Lingkungan dan Sosial (PBL-Mapalus), tahun 2015 bagi Para Camat, Lurah, Kepala Lingkungan se Kota Manado di Hotel Sahid Kawanua Rabu (19/8/2015) kemarin, berlangsung tertib. Sekda menjelaskan tugas Lurah membantu Camat dalam bidang kegiatan pemerintah, pemberdayaan masyarakat,ketertiban umum dan ketentraman serta memelihara prasarana dan fasilitas serta pelayanan umum.

”Sama Seperti Lurah, Sekda juga menjelaskan tugas Kepala lingkungan (Pala), tugas kepala lingkungan adalah membantu Lurah dalam kegiatan pemerintahan dalam lingkungan, dalam pemberdayaan masyarakat, ketertiban umum dan ketentraman serta memelihara prasarana dan fasilitas serta pelayanan umum,” ujar Sekda.

Sekda berpesan agar para kepala lingkungan selalu menjadi corong pemerintah dalam mensosialisasikan program-program unggulan pemerintah kota Manado,seperti UC, Dana Duka,Liga Pelajar (untuk SD, SMP, SMA) untuk olahraga ,Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar Daerah dan juga PBL Mapaluse.

”Sehubungan dengan itu saya beraharap kepa lingkungan menjadi contoh dan juga ujung tombak di lapangan menjadi corong informasi pemerintah di masyarakat,” terang Sekda.

Dan juga Sekda mengingatkan para kepala lingkungan harus selalu mengetahui lingkungannya dengan baik, siapa-siapa yang berdomisili di lingkungannya sehingga dalam mengurus surat-surat yang berhubungan dengan administrative tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan. Sekda juga memberi teguran keras kepada para kepala lingkungan yang tidak menghadiri kegiatan tersebut karena seperti yang dipantau oleh Sekda didapati banyak kepala lingkungan yang tidak mengikuti kegiatan sosialisasi ini. (**/Faruk)

Program Riset GSVL-Mor Bastian Diapresiasi Akademisi

Lesza Lombok (Foto Ist)

Lesza Lombok, SH,LLM (Foto Ist)

MANADO – Banyak pihak mulai secara terbuka menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap GS Vicky Lumentut, Wali Kota Manado dalam menjalankan pemerintahan di Manado periode 2010-2015. Delapan janji politik, program pro-rakyat yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara konsisten dilakukan pemerintah Kota Manado.

Salah satu program adalah di bidang pendidikan, dimana anak-anak kurang mampu mendapatkan bantuan pendukung bersekolah. Menariknya saat mencalonkan kembali sebagai Wali Kota Manado 2015-2020, GSVL yang berpasangan dengan Mor D Bastiaan kembali merencanakan 8 program baru yang antara lain meningkatkan program yang sementara berjalan. Dimana untuk bidang pendidikan, akan ada dana bantuan khusus pendidikan yaitu Mitra Bantuan Dana Riset Bagi Peneliti dan Dosen Perguruan Tinggi.

Hal ini sejalan dengan visi GSVL-Mor untuk mewujudkan Manado kota Cerdas. Program cerdas ini disambut baik dan positif oleh akademisi di Sulut, seperti yang disampaikan Lesza Lombok SH LLM, Rabu (19/8/2015) siang tadi.

”Saya anggap program ini sangat positif. Pertama, sudah menjadi rahasia umum bahwa dana-dana riset yang dialokasikan pemerintah pusat kepada para civitas akademika Perguruan Tinggi di daerah-daerah, sering tidak tepat sasaran atau malah dialirkan ke kota-kota di daerah sekitaran pemerintah pusat saja,” kata Lombok.

Yang kedua, lanjut dia, daerah seperti Manado adalah daerah berkembang yang perlu mendapatkan kajian akademis yang sangat mendalam, dan sudah pasti sebuah kajian akademis yang tajam itu membutuhkan dana yang tidak sedikit. ”Ketiga, akses para peneliti yang potensial di Manado terhadap dana-dana riset yang berasal dari pusat itu sangat minim. Bukan karena masalah teknologi, tapi karena masalah hubungan administratif yang tidak begitu terjangkau dari pemerintah pusat terhadap daerah-daerah tertentu,” terang dosen yang sementara menyelesaikan studi S3 (Doktor) di salah satu Perguruan Tinggi di Jogjakarta ini.

Dari ketiga alasan itu, kata Lombok, selain begitu banyak alasan lainnya, dirinya merasa Program Cerdas yang digagas GSVL-Mor bukan saja memajukan para peneliti potensial dari kalangan Perguruan Tinggi, tapi juga sangat baik untuk memajukan Manado. ”Karena hasil penelitian dari dana riset tersebut bukan tidak mungkin akan memberikan kemajuan yang signifikan bagi Manado sebagai kota yang terus berkembang. Jadi apa yang digagas GSVL-Mor sangat baik dan perlu mendapat dukungan,” tandas Lombok.

Diketahui, 8 janji Program Cerdas pro-rakyat GSVL-Mor 2015-2020 adalah 1) Dana Sosial Lansia, Difabel, dan Santunan Kematian; 2) Peningkatan kualitas Layanan Pengobatan gratis Program UC Cerdas; 3) Peningkatan kualitas Program Pembangunan Berbasis Wilayah; Lingkungan (PBL-Mapalus) termasuk peningkatan PRO-Kamling dan Pembangunan Ruang Publik (RTH dan RTNH); 4) Peningkatan kesejahteraan PNS dan non PNS termasuk peningkatan honor guru bantu, petugas kebersihan, dan kepala lingkungan; 5) Meningkatkan insentif bagi para Rohaniwan.

6) Dana bantuan khusus pendidikan yaitu mitra bantuan dana riset bagi peneliti dan dosen perguruan tinggi, beasiswa pendidikan bagi siswa yang kurang mampu SD, SMP, SMA dan Beasiswa S1 per lingkungan, S2 per kelurahan dan S3 per kecamatan; 7) Memperkuat program “Good Governance & Clean Government” dalam Tata Kelola Pemerintahan dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik satu atap secara online berbasis Sistem dan Teknologi Informasi; dan 8) Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja serta Program Pengembangan Kreatifitas Pemuda dibidang Seni, Olah raga, budaya dan Teknologi.

Sebagai catatan, program kegiatan pembangunan urusan wajib lainnya, termasuk infrastruktur jalan, jembatan, drainase, penataan pasar dan PKL, serta sarana prasarana umum lainnya merupakan tugas rutin pemerintah yang wajib tertata dalam APBD setiap tahun. (**/Amas)

iklan1