Tag: pdi perjuangan manado

Peluang Parpol dalam Pilwako Manado, PDIP Atau Partai Demokrat?

Bakal Calon Wali Kota Manado (Foto Ist)

Bakal Calon Wali Kota Manado (Foto Ist)

Mengikuti alur dan perkembangan politik di Indonesia, memang diakui semua mobilitas Parpol tak luput dari ‘konflik’, dinamika dan kesenjangan, ada intrik yang selalu saja menjadi hal lazim dalam aktualisasi politik. Dalam konteks penguatan Negara dan pilar berdemokrasi, berbagai elemen penentu (determinan) perlu menjadi perhatian kita dan tidak boleh diabaikan, diantaranya seperti eksistensi kelompok kepentingan (interest group), kelompok penekan (presure group), masyarakat secara mayoritas dan pemerintah yang masing-masing memiliki peran serta pengaruh disaat pengambilan kebijakan dilakukan. Di daerah Sulawesi Utara (Sulut) misalkan, peran kelompok penekan berupa Ormas, LSM, dan kelompok swasta (pengusaha) kemampuannya untuk mempengaruhi kebijakan di daerah ini tetap saja ada.

Berbeda peran, kelompok yang satu ini, yakni kelompok kepentingan diantaranya berupa kelompok partai politik, yang kecenderungannya melakukankan sesuatu karena faktor interest. Kelompok ini sering menerapkan istilah tak ada teman yang abadi dalam praktek politik, karena yang abadi menurut mereka hanyalah kepentingan. Bila dua komponen besar ini pengelolaannya dilakukan, contohnya kekuatan, kelemahan peluang dan ancaman yang dimunculkan dari kelompok penekan dan kelompok kepentingan diatur dengan baik, manakala manajemennya dilakukan untuk pemenangan dalam Pemilu, hal tersebut akan membawa efek fundamental dalam terwujudkan ketertiban dan kesejahteraan masyarakat demi mempengaruhi publik (konstituen).

Membicarakan kelompok penekan dan kelompok kepentingan, tanpa menyoroti politik secara riil membuat analisis ini tidak menarik dilakukan dan kurang berkembang. Sekedar membaca peta politik atau peta kekuatan Parpol di Manado, tentang praktek politik di Kota Manado jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada), mulai dari soliditas Koalisi Merah Putih (KMP) di Kota Manado hingga Koalisi Indonesia Hebat (KIH), yang kelihatannya sejauh ini belum mengambil langkah. Sebagaimana yang terlihat, untuk Pilkada Kota Manado baru muncul figur-figur dari Partai Demokrat (PD), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), baru ini yang teridentifikasi.

Mereka kader terbaik Partai Politik (Parpol) seperti DR GS Vicky Lumentut dari Partai Demokrat Sulawesi Utara, yang dipastikan dapat mengharumkan nama baik Partai Demokrat di Kota Manado, Syarifudin Saafa ST, Amir Liputo SH, dan Abid Takalamingan S.Sos dari Partai Keadilan Sejahtera, Richard Sualang, Andre Angow, dari PDI Perjuanga Kota Manado, Hi. Ayub Albugis dari PAN, Audy Lieke, Gerindra. Dari lima Parpol yang telah memunculkan nama kadernya, empat diantaranya dari KMP dan satunya KIH. Meski komposis KMP di Kota Manado juga terlihat lebih dominan di DPRD Manado, namun kekuatan KIH di Kota Manado tidak bisa diremehkan. Begitupun kalau disesuaikan dengan aturan Pilkada, hanya Partai Demokrat yang dapat mengajukan calon sendiri di Pilwako Manado.

Jika diperhitungkan kekuatan politik PDIP diakui sangat besar peluangnya untuk menang, selain memiliki kader yang militan, basis masa yang luas, juga didukung dengan otoritas mengendalikan struktur pemerintahan secara nasional (baca, Jokowi petugas PDIP, red). Dengan posisi tersebut, penyelenggara Pemilu berpeluang dikontrol dan mengikuti perintah Parpol yang satu ini, bila intervensi dilakukan. Untuk posisi PKS Sulawesi Utara, sudah menjadi rahasia umum dimana PKS identik dengan Parpol yang memiliki kader-kader loyal dan militan. PKS solid karena memiliki kader yang taat pada instruksi partai, berdasarkan pengalaman, PKS sendiri tidak terdengar gejolak dan pertentangan internal.

Begitupun dengan PAN, memiliki peluang menang yang sama dalam Pilwako Manado, jika mereka memilih kawan politik (koalisi) yang tepat. Walau PAN seperti dalam Kongres di Bali belum lama ini kabar beredar DPW PAN Sulawesi Utara memilih Hatta Rajasa, dan hal tersebut akan membawa implikasi politik tersendiri.

Selanjutnya Parpol apa yang lebih berpeluang dalam Pilwako Manado 2015 kali ini? Kemudian kehadiran ‘pemain’ non-parpol seperti pengusaha dan birokrat sebagai alternatif pilihan juga perlu diperhitungkan dalam pertarungan Pilwako Manado, ada kalangan investor (pebisnis) yang tidak segan-segan menanamkan investasinya secara finansial dan juga dalam ranah politik mereka ini melakukan ekspansi kuat termasuk di dalamnya mempengaruhi konstalasi politik. Karena telah terbukti, kebijakan Parpol, kebijakan pemerintah dan juga penyelenggara Pemilu sering tergode (terpengaruh) dengan kehadiran para kelompok non-parpol ini, yang mengutamakan materi (uang) sebagai strategi mereka dalam memenangkan Pilkada.

Diakhir catatan singkat ini, akan kami sajikan beberapa peluang Parpol di Manado yang akan memenangkan Pilwako 2015, yakni Parpol PDI Perjuangan dan Partai Demokrat yang bila mampu memaksimalkan infrastruktur dan suprastruktur politik. Komunikasi dilakukan dengan baik, maka PDI Perjuangan, kemudian Partai Demokrat akan menjadi pemenang. Alasannya sederhana, karena secara politik kedua Parpol tersebut memiliki nilai lebih dibandingkan Parpol lainnya, PDI Perjuangan sebagai Parpol pemenang dalam Pilpres, sementara Partai Demokrat di Kota Manado adalah incunbent yang saat ini sedang memimpin Kota Manado. Kekuatan ‘sama kuat’ antara PDI Perjuangan serta Partai Demokrat makin mengkristal, bila tidak ada gangguan eksternal secara politik. Apalagi peta perpolitikan secara Nasional Prabowo (KMP) menertibkan barisan koalisi di Kota Manado, dan menguatkan Partai Demokrat. Situasi ini membuat calon alternatif diluar Parpol terhimpit peluangnya untuk menang. Kecuali non-kader Parpol yang mampu menerobos dan merubah kebijakan PDIP dan partai Demokrat, meski langkah ini membawa resiko besar (riskan).

 

Catatan : Redaksi www.suluttoday.com

Sukses Selenggarakan Musyawarah PAC, Sualang Apresiasi Komitmen Kader PDIP

Olly Dondokambey bersama Richard Sualang dalam acara Musyawarah PAC se-Kota Manado (Foto Ist)

Olly Dondokambey bersama Richard Sualang dalam acara Musyawarah PAC se-Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Membuka secara resmi kegiatan Musyawarah Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Manado, Senin (2/3/2015), Olly Dondokambey, bertempat di Lion Hotel Kota Manado, Olly Dondokembey mengapresiasi pengurus PAC PDIP Manado yang sukses melaksanakan kegiatan tersebut.

Sementara itu, Richard Sualang, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado kepada wartawan mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Musyawarah Cabang PDI Perjuangan Manado yaitu untuk, menjaring dan memilih bakal calon PAC yang dinilai punya kemampuan terbaik dan loyalitas tinggi dalam rangka memperkuat Partai untuk mewujudkan cita-cita ideologi partai.

Musyawarah ini, untuk menjaring dan memilih Partai pada tingkatan PAC. Nantinya, kader-kader yang akan terpilih adalah kader yang dinilai memiliki kemampuan terbaik dan loyal kepada partai. – Richard Sualang, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Manado.

Sualang juga, mengapresiasi para kader PDIP Kota Manado yang begitu antusias dalam pelaksanaan kegiatan Musyawarah Cabang ini. ”Ini bentuk loyalitas kader PDIP Manado, untuk membangun dan memperkuat partai dalam mewujukan cita-cita partai. Saya apresiasi,” ungkap Sualang yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Manado kepada Suluttoday.com, Selasa (3/3/2015). (Amas Mahmud)

iklan1