Tag: pdi perjuangan

NOHO Poiyo: Andre-Richard Unggul, Mereka Potret Pemimpin Toleran

Noho Poiyo (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Tensi politik di Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Manado tahun 2020 makin memanas. Berbagai survey melansir kecenderungan kemenangan dari pasangan calon (Paslon) turun memberi pengaruh terhadap peta politik di daerah ini. Selasa (8/9/2020), Noho Poiyo, salah satu tokoh masyarakat Sulawesi Utara (Sulut) yang berdomisi di Kelurahan Mahawu Kecamatan Tuminting Kota Manado menyebut posisi Andre Angouw dan Richard Sualang (AA-RS) sangat diperhitungkan karena memiliki basis dukungan merata di tiap wilayah.

”Kita sedang fokus melakukan kerja-kerja bersama masyarakat. Dari visi misi dan pandangan politik yang diperjuangkan AA-RS begitu jelas, mereka akan mensejahterakan masyarakat Kota Manado. Mereka juga telah berkomitmen berdiri di atas kepentingan semua golongan masyarakat. AA-RS adalah jawaban atas kemajuan Kota Manado kedepannya. Kalau mau Manado maju, AA-RS merupakan pilihan yang tepat. Andre-Richard lebih unggul, karena mereka potret pemimpin yang toleran,” kata Noho, yang juga pernah menjadi pengurus DPD KNPI Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ini.

Noho juga mengatakan bahwa AA-RS akan memenangkan kompetisi Pilwako Manado, Rabu 9 Desember 2020 mendatang. Beberapa strategi dan program yang menjadi andalan dua kader PDI Perjuangan Kota Manado itu disebut Noho akan membuat masyarakat berbondong-bondong memilih AA-RS. Aktivis vokal yang dikenal sebagai Ketua LP2M Kota Manado menilai peluang politisi nasionalis yang tidak bermain isu-isu sentimentil dan sektarian akan berpeluang dipilih masyarakat Manado yang toleran.

”Membaca kecenderungan masyarakat pemilih, maka saya berani mengatakan Adre-Richard akan sapu bersih di Pilwako Manado kali ini. Kita telah menjalankan strategi, turun membantu masyarakat dan melakukan pendidikan politik. Mari kita membangun kampanye politik yang menyatukan masyarakat. Apalagi keunggulan AA-RS merupakan politisi nasionalis yang tidak terjebak pada isu-isu sektarian keagamaan maupun primordial. Figur seperti inilah yang diharapkan masyarakat untuk memimpin Kota Manado kedepan,” ujar Noho menutup.

(*/Bung Amas)

AA-RS Menguat Dicalonkan PDI Perjuangan untuk Pilwako Manado

Andrei Angouw dan Richard Sualang (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Kalkulasi politik masyarakat berlahan mulai membuka tabir, dimana terkait sikap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) saat kontestasi Pilwako Manado, Rabu 9 Desemeber 2020. Senin (24/8/2020) beredar informasi akurat terkait figur yang diusung partai berlambang banteng moncong putih ini. Beberapa kader menyebutkan kecenderungan DPP PDI Perjuangan untuk Pilwako Manado akan mengusung Andrei Angouw (AA) dan Richard Sualang (RS).

”Doakan agar kader partai yang diusung. Selaku kader tentu kami berharap figur yang direkomendasikan atau dikeluarkan Surat Keputusan (SK) yakni mereka yang merupakan kader asli PDI Perjuangan. Tentu hal itu akan menjadi kebanggaan kami, bahwa produk kader serta proses kaderisasi di PDI Perjuangan Kota Manado sedang berjalan aktif. Kita punya stok kader unggulan. Bagi kami yang layak dimajukan adalah AA-RS. Kami yakin duet AA-RS akan membuat PDI Perjuangan berjaya di Kota Manado. Untuk SK dari DPP kami dapat info akan terbit dalam Minggu ini,” kata sumber resmi Suluttoday.com, salah satu pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Manado yang meminta namanya tak disebutkan dalam pemberitaan, Senin (24/8/2020).

Di tempat terpisah, Tommy Turangan, SH pemerhati politik Sulawesi Utara (Sulut) menilai tentang lahirnya kandidat dari internal parpol bertanda proses demokrasi di parpol tertentu berjalan normal. Jebolan Unsrat Manado itu menyebut parpol apapun itu ketika memberi ruang yang representatif kepada kader-kadernya menjadi penanda bahwa mekanisme, eksistensi dan nilai perjuangan parpol tersebut bertumbuh dengan produktif.

”Pilkada atau Pilwako yang mengkompetisikan kader partai politik (parpol) ini langkah maju dalam berdemokrasi. Sarana kita menjalani kontestasi demokrasi yang pintu masuknya melalui instrumen parpol mesti memberi keleluasaan atau penghargaan kepada kader parpol untuk berkompetisi dalam tiap memontum politik. Parpol yang lebih melirik orang diluar parpolnya, menandakan parpol itu sedang mengalami krisis kader. Sekelas PDI Perjuangan memang sangat layak mengusung kadernya sendiri,” tutur Tommy tegas.

Selain itu, beredarnya desain baliho yang menampilkan foto Andrei Angouw dan Richard Sualang dengan bertuliskan AARS, kemudian ada slogan saatnya bersinergi mulai meramaikan dunia media sosial. Hal itu pun memicu tanggapan netizen yang mulai berkesimpulan bahwa PDI Perjuangan akan serius menggarap kekuatan AA-RS di Pilwako Manado 2020.

(*/Bung Amas)

Dana Lansia, Baliho Sampai Air Bersih Warga Mengeluh Ketika Reses Jimmy Gosal

Jimmy Gosal saat reses (Foto Suluttoday.com)

Manado, Suluttoday.com – Masa reses dijadikan sejumlah masyarakat menumpahkan curahan hati (curhat). Menyampaikan ragam kondisi yang juga dirasakan tak berubah, kondisi yang masih jauh panggang dari api, semuanya ditumpahkan kepada anggota legislatif yang telah mereka pilih. Disampaikan kepada mereka yang diharapkan jadi penyambung lidah, dengan harapan segala kerumitan segera sirna.

Menurut laporan hasil reses yang tercatat oleh staff DPRD Kota Manado, aspirasi warga seperti dana lansia, pemasangan baliho calon pemimpin daerah, kelangkaan air bersih, penerangan jalan, serta infrastruktur menjadi topik aspirasi reses yang berlokasi di Kelurahan Teling Atas, Kampung baru. Hal ini yang tertuang dalam hasil Reses II tahun 2020 Anggota DPRD Kota Manado dari Fraksi PDIP Jimmy Gosal, SH.,MH, yang berlangsung di Kelurahan Teling Atas Kecamatan Wanea. Rabu (12/08/2020).

Dihadapan masyarakat yang hadir di reses tersebut Gosal menyampaikan ini semua adalah hal yang paling sering dikeluhkan warga.

”Ada yang bilang pembagian dana lansia itu tidak merata dan keluhan ini biarlah menjadi pemicu buat saya untuk memperjuangkan aspirasi buat saya,” ucap Personil yang duduk di Komisi II ini.

Berlangsungnya reses Jimmy Gosal (Foto Suluttoday.com)

Lanjutnya, keluhan hari ini akan menjadi dasar di rapat paripurna nanti, karena kebetulan saya duduk di Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Manado yang mewakil Fraksi PDIP. Ini juga menjadi catatan penting bagi Walikota dan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) ketika pembahasan bersama tim Banggar. Turut hadir Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Manado dr. Richard Sualang, Jeffry Polii, dan Hilman Indrus.

(*/APN)

Calon Wawali Pdt Lucky Rumopa Akhirnya Dapat SK

Pdt Lucky Rumopa (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pertarungan kandidat Pilwako semakin tegang dan sangat dinanti-nantikan masyarakat Kota Manado. PDI Perjuangan harus bekerja keras walau memiliki kursi terbanyak dan bisa menentukan sendiri untuk Pilwako kota Manado. Bukan rahasia lagi Andrei Angouw sudah didaulat untuk diusung sebagai walikota namun calon pasangan Wakil Wali Kota belum bisa ditebak. Menurut sumber resmi PDI Perjuangan masih menunggu hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Sebut saja ada Richard Sualang, Abid Takalamingan, Machmud Turuis, Ulyas Taha, Ayub Albugis, dan Pdt Lucky Rumopa. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi PDIP bila meminang Lucky Rumopa, mengingat tokoh GMIM ini menjadi representasi suara 52% dari GMIM. Apakah dari Pdt. Lucky Rumopa sendiri menerima pinangan PDIP nanti, bila diakomodir.

Tetapi akhirnya jargon I’m Lucky yang juga ketua FKUB Sulut dan staf khusus gubernur Sulut telah mendapat kepercayaan untuk memimpin salah satu jemaat di Wilayah Manado Sentrum. Pdt. Lucky Rumopa, saat dihubungi oleh Awak media Suluttoday.com, Minggu (9/8/2020) membenarkan hal itu. Tapi Surat Keputusan (SK) yang dimadsuk ialah SK mutasi pelayanan.

“SK Mutasi tentunya ada pada panggilan Tuhan, sebagai Politik tak harus tabu bagi kalangan rohaniawan, di dunia politik juga merupakan media untuk melayani,” ucap Pdt Lucky yang sempat studi dan menetap di belanda hampir 10 tahun.

(*/APN)

BUNG RICHARD: Peristiwa Kudatuli Menjadi Tonggak Sejarah

Richard Sualang (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kota Manado, dr. Richard Sualang dalam perayaan Peristiwa Kudatuli, 27 Juli 1996 menggambarkan betapa momentum itu sangat bersejarah bagi partai berlambang Banteng Moncong Putih. Tidak hanya itu, Richard menyebut catatan dalam lembar kesejarahan Indonesia juga tertulis rapi.

Peristiwa 27 Juli 1996, disebut sebagai Peristiwa Kudatuli yang merupakan akronim dari kerusuhan dua puluh tuju Juli atau Peristiwa Sabtu Kelabu dikatakannya karena memang kejadian tersebut terjadi pada hari Sabtu. Sejak itu pula mentalitas, spirit dan daya juang kader-kader PDI Perjuangan makin kokoh. Bertambah kecintaannya terhadap partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri selaku Ketua Umum saat ini.

”Ini adalah peristiwa pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Jalan Diponegoro 58 Jakarta Pusat yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri. Penyerbuan dilakukan oleh massa pendukung Soerjadi, Ketua Umum versi Kongres PDI di Medan. Begitu berkesan dan menjadi titik tolak bagi kebangkitan PDI Perjuangan,” kata Richard, saat diwawancarai Suluttoday.com, Selasa (28/7/2020).

Tambah Richard yang juga Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan pernah beberapa periode menjadi anggota DPRD Kota Manado, Wakil Ketua DPRD Kota Manado itu mengatakan bahwa Peristiwa Kudatuli menandai lahirnya kebebasan berdemokrasi di Indonesia. Semacam gerbang pembuka atas terkungkungnya nafas dan kran kebebasan di Indonesia.

”Peristiwa ini menjadi tonggak sejarah dimulainya gerakan reformasi di tanah air. Doa kami bagi para pejuang partai yang gugur dalam peristiwa tersebut. Merdeka,” ujar Bung Richard begitu Richard Sualang akrab disapa.

(*/Bung Amas)

iklan1