Tag: pelecehan sexual

Pelecehan Seksual, Mekar Warga Paal Dua Sudah Tiga Kali Digauli

Stop pelecehan sexual, ilustrasi (Foto Ist)

Stop pelecehan sexual, ilustrasi (Foto Ist)

MANADO – Kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur kembali terjadi. Kali ini dialami oleh remaja putri sebut saja Mekar (13) warga Kecamatan Paal Dua Manado, gadis belia ini mengaku sudah tiga kali digauli oleh pacarnya beriniasial VS alias Van (15), warga Kecamatan Tikala. Tak pelak, mengetahui kasus tersebut orang tua korban langsung melaporkannya ke Mapolresta Manado, Rabu (27/04/2016).

Berdasarkan informasi yang dirangkum di Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Manado, peristiwa pelecehan terhadap anak dibawah umur terjadi sejak 2015 silam, namun baru tercium oleh orangtua korban, setelah mencurigai prilaku korban yang sudah berubah dari biasanya.

Kronologis awal kejadian, antara korban Mekar dan pelaku Van, menjalin hubungan pacaran sejak 2015 silam, mendapat kesempatan, pelaku mengajak korban untuk menuju salah satu rumah di Perkamil, korban yang tergolong masih anak ingusan tidak bisa menolak ajakan tersebut dan akhirnya menuruti ajakan sang pacar.

Setibanya dirumah dimaksud, pria ABG itu mulai melancarkan bujuk rayunya untuk melampiaskan napsu birahinya, awalnya korban mengaku menolak untuk berhubungan badan namun lelaki tersebut terus membujuknya sehingga korban termakan rayuan dan menyerahkan kegadisannya terhadap pelaku.

Nah sejak saat itu Mekar tidak bisa lagi menolak ajakan sang pacar ketika lelaki tersebut meminta berhubungan badan. Tak pelak, diusianya yang terbilang masih umur jagung, telah disetubuhi sebanyak tiga kali oleh terlapor.

Tidak terima anaknya jadi korban pelecehan seksual, orangtua Mekar langsung melaporkan kasus ini ke Mapolresta Manado. Kasubag Humas AKP Agus Marsidi ketika dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut. (Ghopal Umasangaji)

Bejat, Oknum Guru Lakukan Pelecehan Sexual Terhadap Anak SD

Stop pelecehan sexual, ilustrasi (Foto Ist)

Stop pelecehan sexual, ilustrasi (Foto Ist)

JAKARTA – Tindakan amoral dilakukan oknum salah satu guru honorer DH (38) selaku pelaku, oknum guru honorer yang dijadikan tersangka pencabulan oleh pihak kepolisian Polres Sukabumi bertambah menjadi 7 orang. Mayoritas korbannya adalah siswa laki-laki di Sekolah Dasar (SD) tempatnya bekerja di daerah Parungkuda, Jawa Barat.

Informasi yang diperoleh detikcom dari aparat kepolisian Polsek Parungkuda, jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah. Sebab, masih ada orang tua yang ingin membuat laporan namun masih ragu-ragu dan takut.

“Sampai hari ini korban bertambah dua orang lagi, dari asalnya yang sudah resmi laporan lima orang korban. Ini juga kita masih nunggu karena ada kabar orang tua korban lainnya akan membuat laporan,” kata Kapolsek Parungkuda, Kompol Dede Suharja, kepada wartawan Minggu (31/1/2016).

Tersangka DH oleh polisi awalnya disebut bekerja sebagai pembina pramuka di SD tersebut. Namun belakangan diketahui jika DH bekerja sebagai pelatih futsal dan ditempatkan di staf bidang data potensi pendidik (Dapodik).

Selain kepolisian, pihak Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Sukabumi ikut memantau perjalanan kasus pencabulan tersebut. Meski jumlah korban dibawah 10, KPAD mengkhawatirkan jumlahnya akan terus bertambah.

“Kita akan melibatkan Dinas Sosial untuk mendatangkan psikiater karena korbannya masih anak-anak. Kami khawatir kondisi psikis mereka tak stabil. Dengan adanya psikiater diharapkan bisa memulihkan kondisi mereka,” terang Dian Yulianto, anggota KPAD. (ST/Detik.com)

Vanda Pinontoan: DPRD Minta Pelaku Kekerasan Perempuan Ditindak Tegas

Vanda Pinontoan, anggota DPRD Kota Manado (Foto Ist)

Vanda Pinontoan SE, anggota DPRD Kota Manado (Foto Ist)

MANADO – Praktek diskriminasi terhadap hak perempuan dan kekerasan dalam rumah tangga yang turut mewarnai dinamika sosial di Kota Manado tak luput dari sorotan para wakil rakyat Kota Manado. Kamis (23/10/2014), Vanda Pinontoan SE, ketika diwawancarai Suluttoday.Com menuturkan dirinya siap memperjuangkan hak-hak perempuan Kota Manado dieksploitasi.

Sembari meningkatkan lagi kualitas, selaku wakil rakyat tentu kami peduli dan akan memperjuangkan semua persoalan sosial yang ada di Kota Manado. Dari hal-hal publik yang dikeluhkan masyarakat, hinggal hal yang menyangkut kepentingan kaum perempuan, jika ada laporan bahwa hak perempuan dieskploitasi secara tidak sehat maka kami akan memperjuangkannya. STOP eksploitasi perempuan, jika ada perempuan dilecehkan kami minta penegakan hukum dilakkan dengan tegas. – Vanda Pinontoan, anggota DPRD Kota Manado.

Legislator Tikala yang satu itu ini mengaku prihatin dengan peristiwa dan pemberitaan media terkait pelecehan sexsual. Guna menghindari segala macam praktek yang merugikan kaum perempuan Vanda ikut memberikan saran agar perempuan di Kota Manado dapat berkompetisi diruang publik, dan mengembangkan potensinya dalam rangka melakukan kegiatan-kegiatan positif.

”Sebagai perempuan dan peduli terhadap keberadaan perempuan di Kota ini, saya prihatin dengan berbagai insiden yang menjadikan perempuan sebagai korban. Baik pelecehan sexsual, kekerasan dalam rumah tangga, hingga penjuala perempuan (trafficking) yang membuat martabat pempuan seperti tidak ada harganya. Kami meminta penegak hukum bertindak tegas, untuk berikan sanksi hukum bagi siapa yang terlibat dalam hal-hal semacam ini, saya juga meminta perempuan Kota Manado agar bisa berkompetisi diruang publik, melakukan sesuatu yang positif untuk kemudian meminimalisir tindakan kejahatan terhadap perempaun,” ujar Vanda yang juga kader Partai Demokrat Kota Manado ini. (Amas Mahmud)

iklan1