Tag: Pemda Boltim

Terkait Disiplin Kehadiran ASN-Honda, Pol-PP Bakal Lakukan Razia

Ruslan Djarangkala-edit

Ruslan Djarangkala, Kasat Pol-PP Pemda Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Guna menjaga serta meningkatkan kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Polisi Pamong Praja (Pol-PP) kembali melakukan penjagaan dengan menertibkan piket 1×24 jam setiap hari.

“Kami teribkan lagi piket-piket di tempat strategis selama 1X24 jam seperti di kantor bupati, rumah jabatan bupati rumah jabatan wabup dan sekda, di kantor DPRD dan instansi lain.” Beber Kasat Pol-PP Ruslan Djarangkala. Senin, (15/02/2016).

Selain itu. Kata dia, ada lagi tugas-tugas lain akan di lakukan sesuai permintaan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membutuhkan.

“Kalau ada permintaan khusus untuk penjagaan di kantor-kantor SKPD kami akan penuhi sesuai kebutuhan personil.” Katanya.

Lanjut kasat, di tahun ini pihaknya akan melakukan penertiban pegawai dengan melakukan razia kepada mereka yang di nilai tidak disiplin. Mulai dari kehadiran, mangkir dari tugas. Lebih kepada ASN dan Honor yang sering datang terlambat dan pulang cepat dan juga yang melakukan perjalanan tanpa surat tugas.

“Pada jam kerja, kami akan melakukan razia di tempat-tempat kos, dan rumah makan, juga di sepanjang jalan kotabunan togid. Kalau sampai di temukan kami akan serahkan kepada Sekda untuk di berikan sangsi tegas.” (Rahman)

Tahun 2016, Boltim Bakal Bangun 135 Unit Bantuan RTLH

Kadis Sosial Boltim-edit

Syaiful Umbola, Kepala Dinas Sosial Pemda Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – 135 unit bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga miskin di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada tahun 2016 ini akan teralisasi. Demikian kepala Dinas Sosial Syaiful Umbola kepada suluttoday.com. Kamis, (11/02/2016).

“Ada 135 RTLH akan di bangun, programnya tahun 2016 ini akan terealisasi.” Terang Umbola.

Di katakannya, anggaran untuk 135 bangunan RTLH bersumber dari APBD 2016.

“Besaran dana untuk 135 RTLH ini berkisar Rp 2.7 miliar, sumber anggarannya dari APBD 2016.” Singkatnya.

Selain itu kata dia, ada bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan kelompok organisasi lainnya, akan tetapi pihak Dinas akan melakukan evaluasi kepada kelompok penerima bantuan sebelumnya. agar kata dia, bantuan kelompok ini tidak di salah gunakan.

“Sebelum penyaluran, kami akan evaluasi dulu jangan hanya di berikan bantuan tapi tidak di fungsikan. Agar di ketahui mana kelompok yang jalan dan mana tidak tidak jalan, supaya bantuan ini tidak menjadi sia-sia.” Tegasnya. (Rahman)

Desa Tak Lunasi Tunggakan Raskin Jatahnya Dipending

Robbi Mamonto, Kabag Ekonomi-edit

Robbi Mamonto, Kabag Ekonomi Pemda Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Sejumlah Desa di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang belum melunasi atau menunggak pembayaran Beras Miskin (Raskin) di Badan Usaha Logolistik (Bulog). Untuk tahun 2016 bakal tidak menerima jatah Raskin, hal ini sebagaimana di tegaskan Kepala Bagian Ekonomi Robbi Mamonto. Rabu, (10/02/2016).

“Kami sudah melakukan permintaan raskin ke Bulog jatahnya untuk dua bulan. Tetapi jatah raskin ini hanya berlaku bagi desa yang telah melakukan pelunasan. Sementara bagi desa masih ada tunggakan tentu belum ada jatahnya atau masih dipending.” Tegas Mamonto.

Menurutnya, Pemkab Boltim masih memberikan waktu hingga tanggal 15 Februari ini. Dimana desa yang ada tunggakan agar Sangadi-nya dapat melakukan pelunasan tunggakan pada tanggal tersebut.

“Waktunya sampai 15 Februari. Lewat dari tanggal tersebut belum juga melunasi, maka terpaksa penyaluran raskin hanya berlaku bagi desa-desa tidak bermasalah. Sebab, kalau desa yang ada tunggakan kemudian dipaksakan ada jatah raskin, maka itu akan menambah masalah.” Kata Mamonto.

Menurutnya juga, sebenarnya untuk penyaluran raskin dilakukan setiap tiga bulan sekali. Namun karena jangan sampai terjadi penyimpangan beras, sehingga penyaluranya dilakukan sebulan sekali.

“Untuk sekarang kenapa jatah raskinnya dua bulan, karena bulan Januari lalu Boltim tidak melakukan permintaan sehingga ditarik pada Februari ini.” Jelasnya.

Kemudian kata dia, dia menegaskan bahwa harga Raskin harus sesuai aturan yang di tetapkan.

“Jatah orang miskin jangan di manfaatkan, saya tegaskan jatah untuk masyarakat jangan di sunat apa lagi untuk marga miskin, sebab itu sangatlah tidak baik.” Tegasnya.

Harapannya, agar aparat desa benar-benar manyalurkan hak rakyat dengan baik.

“Ketika ada oknum pemerintah desa yang mencoba dengan cara mencari ke untungan dari penyaluran beras raskin akan di punishment.” Harap Mamonto. (Rahman)

Dapat Nilai C, Pemkab Boltim Bertekad Terus Lakukan Pembenahan

Hamdi Egam, Humas Pemda Boltim-edit

Hamdi Egam, Humas Pemkab Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Penjabat Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Rudi Mokoginta belum lama ini telah menerima Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Lakip) yang diserahkan langsung oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB-), Yuddy Chrisnandi.

Boltim masih mendapatkan nilai C.  Namun dari hasil yang telah di raih hal ini tidak mematahkan semangat jajaran pemerintahan di daerah ini, yang dalam waktu dekat akan segera memiliki kepala daerah hasil Pilkada 2015, untuk terus melakukan pembenahan. Hal ini tercermin dari pernyataan Kepala Bagian Humas Pemkab Boltim, Hamdi Egam.

“Ke depan kita akan terus melakukan pembenahan guna mendapatkan hasil yang lebih baik lagi.” Ujar Hamdi,

Menurut Hamdi, Lakip tersebut bertujuan untuk menilai implementasi dan pengembangan akuntabilitas kinerja di lingkungan instansi pemerintah dalam rangka mendorong terwujudnya pemerintahan yang berorientasi kepada hasil.

“Dalam acara itu juga disampaikan kebijakan-kebijakan strategis terkait dengan reformasi birokrasi, akuntabilitas aparatur dan pengawasan kelembagaan dan tata laksana, sumber daya manusia aparatur, dan pelayanan public.” Pungkasnya. (Rahman)

ASN – Honda Boltim Mulai Kumabal, Pemkab Bakal Terapkan Sidak

Sekda Boltim

Ir Muhammad Assagaf, Sekda Boltim (Rahman/Suluttoday.com)

BOLTIM, Suluttoday.com – Kumabal, begitulah yang mulai terjadi di tingkat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai terlihat.

Hal ini terungkap ketika Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Boltim Ir. Muhammad Assagaf, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kecamatan Modayag Barat dan Kecamatan Modayag Induk, pada Rabu (03/02/2016) kemarin. Beberapa instansi yang didatanginya justru tak ada penghuni.

“Di puskesmas di Modayag hanya ada honorer dan beberapa pegawai saja. Padalah di puskesmas tersebut ada tiga dokter, pegawai 25 orang, honorer sekira 20 orang.” Ungkap Assagaf

Tidak hanya di puskesmas saja, di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) di Modayag juga tak ada penghuni sama sekali.

“Begitu saya sampai di SKB, ruangan justru terlihat kosong.” Tambahnya.

Lanjutnya, di Kantor BP3K pun hanya ada dua orang tenaga honorer. Padahal ada puluhan penyuluh di kantor tersebut.

“Ini menjadi teguran keras kepada masing-masing kepala instansi di atas. Apalagi setiap hari Rabu itu dijadikan sebagai hari penyuluh.” Tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP4K Boltim Julius Aror mengatakan bahwa hal tersebut hanya karena kurangnya koordinasi saja.

“Memang hari konsultasi mereka hari Rabu. Tetapi ada surat dari Dinas Pertanian yang ditanda tangani pak Sekkab, untuk mendampingi CPCL bersama Babinsa di kelompok dan lahan. Jadi mereka bukan mengabaikan kegiatan di kantor, mereka hanya mengutamakan perintah tersebut.” Ujar Aror.

Ia menambahkan, akan menerapkan absen sidik jari di Kantor BP3K di Modayag, agar bisa terlihat siapa saja yang masuk dan tidak masuk kantor.

“Pada pergeseran nanti, kita akan lakukan absen sidik jari. Saya juga sudah bicarakan dengan beliau (Sekkab), agar tidak ada kecemburuan antara pegawai dan honorer.” Pungkasnya. (Rahman)

iklan1