Tag: pemkot manado

Soal APBD-P, LAKRI Minta DPRD Manado Stop Mencari Alasan

Maxi Malonda (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Makin alot pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) bukan mengalir di internal DPRD Kota Manado, seperti biasanya. Malah kali ini, pembahasan terkait APBD-P 2020 malah terpantau sunyi. Pasalnya, beberapa pembahasan APBD-P 2020 sebagian Anggota DPRD Manado, terlebih Banggar tidak  berada di ruangan.

Ramai dan dinamika terkait esensi anggaran, kronologi molornya pembahasan, sampai prosedur pembahasan APBD-P Tahun 2020 terjadi di luar gedung DPRD Manado. Dimana tokoh masyarakat, aktivis LSM dan pemerhati sosial mulai mempertanyakan dedikasi, serta keberpihakan para wakil rakyat Manado kepada warganya. Menanggapi pernyataan pimpinan DPRD Manado yang terkesan menyalahkan keterlambatan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler Lakat, SH.,MH.

Dewan Pembina Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI), Maxi Malonda, Sabtu (17/10/2020) kepada Suluttoday.com menyampaikan bahwa kebutuhan dan poin desakan masyarakat ialah bagaimana APBD-P 2020 itu dibahas. Jangan ada semacam drama, seperti yang terpantau publik. Menurut Maxi saling lempar argumen dan mencari-cari alasan dari pimpinan DPRD Manado hanya menambah polemik, mestinya pembahasan, pengesahan APBD-P 2020 segera dilakukan.

”Stop mencari alasan. Kurang elok rasanya kita mencari-cari cela. Ayo lahirkan solusi. Pimpinan DPRD Manado harus bijak menyikapi dinamika, dan desakan masyarakat agar APBD-P 2020 segera dibahas. Disahkan segera, hal itu ditandai dengan keaktifan para wakil rakyat dalam pembahasan APBD-P. Seperti yang kemarin, hanya Partai NasDem dan Golkar yang hadir dalam pembahasan. Partai lainnya mana?, kan cukup terang-benderang kerancuan yang disajikan. Harusnya hadir, berikan koreksi dan pertimbangan, perbaiki, berdialog, bukan tidak hadir,” ujar Malonda.

Para wakil rakyat yang mulia, lanjut Malonda menyebutkan di tahun politik harus lebih berfikir kepentingan rakyat. Jangan terjebak dengan kepentingan Pilwako Manado yang kemudian mengabaikan kepentingan masyarakat banyak. Terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), merupakan bagian dari instruksi Presiden Jokowi, lalu proses pencairannya sesuai mekanisme. Hal itu perlu didalami wakil rakyat, bukan membabi-buka melakukan penolakan.

”Kalau wakil rakyat pro pada kepentingan masyarakat, ayo ditunjukkan Anggota DPRD Manado. Seolah-olah wakil rakyat kita di DPRD Manado terbawa skema untuk menghambat, menunda agar PEN tidak dicairkan. Toh yang dilakukan pemerintah Kota Manado juga transparan, kemudian untuk masyarakat. Menyangkut pencairan anggaran pun disesuaikan dengan item kegiatan atau program yang diajukan. Lantas, kenapa mau ditolak?,” kata Malonda.

Seperti diketahui, sebelumnya Sekertaris Daerah Kota Manado menyampaikan kalau ada beberapa faktor yang mengakibatkan molornya pembahasan APBD-P 2020 bukan kesalahan yang harus dilimpahkan ke pemerintah Kota Manado. Micler mengajak DPRD Manado untuk mengerti prosedur secara baik, sehingga tidak mencari kambing hitam.

”Kan begini ya, semua Kabupaten/Kota di Sulut baru menerima dokumen daerahnya diatas tanggal 5 september, setelah asistensi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dari Bapeda Provinsi. Manado sendiri baru menerimanya pada tanggal 18 September. Kemudian sekitar tanggal 21 kita langsung masukkan draft tersebut ke DPRD untuk pembentukan Bamus dan dijadwalkan pembahasannya,” ucap Micler Selasa (13/10/2020) belum lama ini.

(*/Amas)

Molornya Pembahasan APBD-P, Legislator Manado Ajak Masyarakat Demo

Arthur Rahasia saat diwawancarai wartawan (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Publik terus melakukan pressure terhadap wakilnya di DPRD Kota Manado agar produktif, bekerja untuk masyarakat. Terutama disaat molornya pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Tahun anggaran 2020, hal itu ternyata membuat kekompakan Anggota DPRD Kota Manado terbelah.

Ada yang pro dan kontra terkait dipercepatnya pembahasan APBD-P serta sebagian yang terkesan mengulur waktu. Terbukti, ketika angenda pembahasan APBD-P 2020 di DPRD Manado, Kamis (15/10/2020) tidak berjalan sebagaimana mestinya. Terpantau, hanya 2 (Dua) Fraksi yakni Fraksi NasDem dan Fraksi Golkar yang hadir dalam pembahasan yang juga dihadiri Tim Anggaran Pemkot Manado dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Manado.

”Kemarin janjian akan dibahas hari ini, tapi pemimpin rapat dan anggota banggar lainnya tidak hadir. Yang hadir dan siap membahas hanya Fraksi Nasdem dan Golkar,” kata Arthur Rahasia yang juga Anggota Banggar yang mengaku kecewa dengan rekan-rekannya sesama wakil rakyat.

Tambah politisi vokal dari Partai NasDem ini mengatakan bahwa ketidakhadiran Anggota Banggar lainnya memberi kesan kurang baik. Dimana kepentingan masyarakat yang perlu didahulukan dalam pembahasan di Banggar tidak mendapatkan perhatian serius. Bahkan, Arthur mengaku sikap inkonsisten itu sebagai cermin dari tidak pekanya Anggota DPRD Manado terhadap kepentingan masyarakat.

”Ini sangat menyedihkan. Kalau seperti ini, jangan ada lagi yang bicara atas kepentingan rakyat. Buktinya hari ini, mau bahas nasib rakyat tapi tidak hadir dengan sengaja, padahal sudah janjian. Kalau begini, ayo warga lebih baik demo di kantor DPRD,” ucap Arthur.

Selain itu, seperti diketahui dalam ruangan paripurna DPRD Manado, terlihat hadir sejumlah Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkot Manado dibawah pimpinan Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler Lakat. Saat ditanya, Micler menyampaikan pihaknya telah bersiap untuk pembahasan sejak pagi hari, namun hingga pukul 17.00 Wita rapat belum juga dilanjutkan.

”Kami sudah stand by hari ini dari jam 8 pagi selalu datang cek situasi disini. Tapi sampai saat ini hingga jam 5 sore, pemimpin rapat tidak hadir bersama anggota lainnya,” tutur Sekot Micler.

(*/Redaksi)

Pacu Kinerja Meski Pandemi, Suami JPAR Terus Berbagi Bansos

Pemimpin yang tulus, GSVL menyerahkan Bansos (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tak menyurutkan semangat Wali Kota Manado, Dr. GS Vicky Lumentut untuk berbagi pada masyarakatnya tercinta. Wali Kota Manado 2 periode ini didampingi Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Sammy Kaawoan, turun melakukan pembagian bantuan sosial (Bansos) secara langsung, Rabu (14/10/2020).

Bertempat di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, GSVL begitu sapaan akrab Vicky Lumentut menyasar para pekerja Harian yang berada di Bandar Samrat. Wali Kota yang murah senyum ini saat diwawancarai Suluttoday.com, menyampaikan kegembiraannya saat berbagi bersama masyarakat. Menurut GSVL waktu dan kerja yang diberikan tersebut merupakan komitmennya mencintai warga Manado, tanpa membeda-bedakan.

”Tentu ini adalah kebahagiaan tersendiri saat kita berbagi bersama masyarakat. Pemerintah Kota Manado selalu ada di tengah-tengah masyarakat. Di musim pandemi Covid-19, malah kita hadir memenuhi kebutuhan masyarakat. Kepedulian yang dilakukan ini semata-mata untuk kesejahteraan serta pelayanan terbaik bagi semua masyarakat Kota Manado, tanpa diskriminasi,” ujar GSVL yang juga mantan Ketua APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) ini, Rabu (14/10/2020).

Wali Kota GS Vicky Lumentut saat menyerahkan Bansos (Foto Istimewa)

Suami tercinta dari JPAR (Julyeta Paulina Amelia Runtuwene), yang juga calon Wali Kota Manado itu berharap agar masyarakat terbantu dalam mencukupi hidupnya di tengah bencana non-alam, dengan bantuan sosial yang disalurkan. Lanjut GSVL tak lupa mengajak masyarakat Kota Manado agar tetap mematuhi protokol kesehatan, agar peran aktif memutus mata rantai penularan Covid-19 berjalan secara efektif.

”Semoga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Bansos ini untuk wargaku yang terdampak Covid-19. Terlebih para pekerja atau karyawan tenaga harian yang bekerja di Bandara Sam Ratulangi Manado, untuk dapat memanfaatkan bantuan yang disalurkan. Selain itu, saya juga mengajak kita semua untuk jangan bosan-bosannya hidup dengan situasi kenormalan baru (new normal). Ayo gunakan masker, menjaga jarak, pakai hand sanitizer, ikuti protokol kesehatan. Agar kita terhindar dari bayaha Covid-19,” kata GSVL menutup.

Penerima Bansos begitu bergembira (Foto Istimewa)

Untuk diketahui, penyaluran Bansos pemerintah Kota Manado ini dipimpin langsung Wali Kota Manado GSVL dan ratusan tenaga harian lepas di Bandara Samrat menerima Bansos tersebut. Kegiatan bagi-bagi Bansos ini disaksikan General Manajer P T Angkasa Pura I dan Branch Manajer Angkasa Pura Suport bersama Camat Mapanget, Robert Dauhan.

(*/Amas)

Di Tepi Pantai, Prof JPAR: Disinilah Kita Raih Masa Depan

Prof JPAR saat berada di tepi pantai Manado Tua (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-75, dilaksanakan pemerintah Kota Manado di Puncak Manado Tua, JPAR (Julyeta Paulina Amelia Runtuwene) di Tepi Pantai. Manado, Suluttoday.com – Bahkan Perjuangan saat ini, masyarakat diperhadapkan dengan keinginan Indonesia yang makin jaya. Keinginan untuk Indonesia yang makin maju.

”Disinilah kita raih masa depan. Di tanah air inilah akan kita meraih masa depan itu, laksana burung-burung hidup mendapati rumahnya kembali membawa kita terbang ke cita-cita lebih tinggi,” kata Ketua TP PKK Kota Manado Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene MS, saat mengikuti upacara HUT ke-75 RI secara virtual di Manado Tua, Senin (17/8/2020).

Menggunakan alat virtual ukuran kecil jenis tab, demi mendapatkan sinyal yang bagus, untuk mengikuti upacara di tepi pantai, tambah Rektor Unima Manado ini. Menurutnya hal ini tidak menyurutkan semangat kemerdekaan yang telah dirasakan lewat pengorbanan para pejuang. Sambil memberikan semangat kepada generasi muda. Mari bangkit generasi muda, gunakan potensi diri, inovasi untuk Indonesia yang kita cintai.

“Karena sekarang kita berjuang melawan kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan,” ucap Ibu dari Ketua Milenial Kota Manado Gracia Lumentut ini.

Ketua TP PKK saat berada di dapur umum, Manado Tua (Foto Suluttoday.com)

Sementara itu, berbeda dengan Wali Kota Manado GS Vicky Lumentut yang melaksanakan upacara Memperingati HUT RI Ke-75 di puncak gunung pulau Manado Tua, Sekaligus mendeklarasikan pelaksanaan kebiasaan baru industri Pariwisata Kota Manado.

Dalam acara tersebut, Prof. JPAR didampingi oleh Kadis Sosial Sammy Kaawoan, Dirut PD Pasar Stenly Suwuh, Anggota DPRD Manado dari Fraksi Nasdem Adrey Laikun, Frederik Tangkau, Franco Wangko dan jajaran Pemkot Manado.

(*/APN)

BOBY DAUD Minta SatPol PP Fokus, Jadilah Pamong

Boby Daud (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Adanya insiden pelarangan terhadap masyarakat yang berjualan kue (takjil) di Kelurahan Wawonasa Kecamatan Singkil Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Selasa (28/4/2020), berbuntut terjadinya bentrok antara Pol PP dan masyarakat setempat. Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kota Manado, Boby Daud menyampaikan keprihatinannya terhadap sikap Pol PP yang dinilainya tidak fokus memutus mata rantai penyebaran Corona Virus (Covid-19).

“Pol PP dalam situasi saat ini sebaiknya fokus. Mereka fokus memutus mata rantai penyebaran Virus Corona. Bukan masuk pada urusan mencampuri dan membatasi warga yang sedang berjualan kua. Ingat, ekonomi masyarakat sedang terpuruk. Saya prihatin, Pol PP tindak menggunakan pendekatan edukasi,” ujar Boby, yang juga Ketua DPD PAN Kota Manado ini.

Menurut Boby pemerintah Kota Manado harus adil dan jujur melihat kebutuhan ekonomi masyarakat yang tengah sekarat. Itu sebabnya, politisi vokal asal Singkil ini mengkritisi pendekatan yang digunakan Pol PP saat menyampaikan maksud mereka kepada para penjual takjil. Boby menganggap lebih tepatnya Pol PP bersikap seperti duta Corona yang konsen pada sosialisasi pencegahan penularan Corona.

“Ekonomi masyarakat sedang porak-poranda, mari kita jujur melihat ini. Tak mungkin masyarakat berdiam diri di rumah, lalu kemudian mereka kelaparan. Kan boleh diatur teknisnya bagaimana masyarakat berjualan kue sesuai protokol kesehatan. Jangan dilarang mereka. Saya menyarankan Pol PP perkuat saja sosialisasi, mengajak masyarakat mencegah dan menghindari wabah Corona. Jadilah mereka duta Corona,” kata Boby tegas.

Boby mengatakan Pol PP harus menjadi pemong yang mengayomi masyarakat. Bukan membuat masyarakat kesulitan dengan apa yang dilakukannya. Untuk itu, legislator dari Dapil Singkil-Mapanget ini mengajak pemerintah Kota Manado memberi kebijakan yang cerdas pada masyarakat.

“Polisi Pamong Praja, jadilah pamong bagi masyarakat. Ayo mereka, bukan membentak-bentak atau bertindak kasar pada masyarakat. Apapun itu, masyarakat adalah tuan bagi pemerintah, jangan kita beratkan dan tutup mata pencaharian masyarakat. Saya meminta Pak Wali Kota Manado agar di bulan suci Ramadhan ini beliau dapa mengeluarkan kebijakan yang cerdas dan pro pada masyarakat kecil,” ujar Boby.

Selain itu, Boby juga berharap ada sinergitas yang diciptakan pemerintah dan masyarakat. Kekompakan itu diperlukan, tambah Boby, bukan saling menyalahkan atau melarang dalam urusan-urusan yang sebetulnya positif untuk kemajuan Kota Manado. Boby mengingatkan agar Pol PP Kota Manado tidak misorientasi dalam menjalankan tugasnya di era Corona saat ini.

(*/Bung Amas)

iklan1