Tag: permisi

Laksanakan Dialog Virtual, PERMISI Bahas Isu Rasisme

Para narasumber yang hadir dalam dialog virtual (Foto Istimewa)

JAKARTA, Suluttoday.com – Perempuan Milenial Indonesia (PERMISI) melakukan dialog virtual dengan tema Melawan Rasisme dengan Semangat Bhineka Tunggal Ika, pada Jum’at (12/06/2020) kemarin.

Dalam dialog ini, hadir sebagai narasumber adalah Ketua Umum PB PMII, Agus Mulyono Herlambang, Akademisi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Lidya Kandowangko dan Plt Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Juri Ardiantoro.

“Dialog ini kami lakukan sebagai salah satu upaya intelektual untuk mencegah masalah rasisme agar tidak sampai terjadi di Indonesia. Karena kami melihat belakangan ini, ada beberapa oknum mencoba menggiring dan mengaitkan masalah rasisme di Amerika Serikat ke Indonesia khususnya masyarakat Papua. Tentu ini sangat berbahaya, jika tidak disikapi dengan baik dan penuh kehati-hatian khususnya oleh generasi milenial. Apalagi di tengah pandemi saat ini. Jangan sampai ada yang mencoba memancing di air keruh,” ungkap Ananda Lamadau, Koordinator Nasional PERMISI yang juga bertindak sebagai moderator dalam dialog tersebut.

Di kesempatan itu, Lidya Kandowangko dalam pemaparannya menyatakan dalam mencegah masalah rasisme mesti ada kesetaraan, keadilan dan persaudaraan.

“Di Indonesia tidak ada warga nomor satu atau nomor dua. Tidak ada subordunasi. Kalau kita bicara pemuda yang berbhineka berarti pemuda yang menerima perbedaan. Karena Indonesia itu bukanlah kamu, atau mereka. Tapi, Indonesia itu adalah kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Agus Mulyono Herlambang menyatakan Bhineka Tunggal Ika tidak hanya dijadikan sebagai semboyan tetapi juga cara hidup, bergaul berkomunitas dan berinteraksi satu sama lain.

“Kita mesti belajar pada Corona. Dia menyerang orang tidak menanyakan apa agamanya dulu. Semua dia perlakukan sama. Tidak melihat agama, suku, ras apapun perbedaan yang ada. Hanya orang yang hidup disiplin, hidup sehat, rajin cuci tangan, pakai masker yang tidak bisa diserang,” cetusnya.

Pada kesempatan itu juga, Juri Ardiantoro menyatakan, dalam mencegah radikalisme masyarakat Indonesia mesti membangun kesadaran kolektif bahwa Indonesia itu plural.

“Membangun kesadaran kolektif ini menjadi penting. Yang terakhir, saya kira kita juga harus mendorong penegakan hukum dalam hal terjadi abuse of power, misalnya karena alasan rasisme. Kita sudah mempunyai perangkat hukum yang lengkap. Jadi menegakkan keadilan untuk melawan rasisme itu penting. Untuk memastikan kepastian hukum dan keadilan bagi setiap warga negara,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini dihadiri oleh berbagai aktivis dari berbagai organisasi yang tersebar di beberapa daerah, termasuk dari Papua.

(*/Redaksi)

PERMISI Gelar Deklarasi Tolak Tindakan yang Berpotensi Mengancam NKRI

Berlangsungnya deklarasi jaga NKRI (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Dilaksanakannya deklarasi yang dilakukan Perempuan Milenial Indonesia (Permisi) peduli dengan kondisi bangsa Indonesia pasca Pemilihan Umum (Pemilu), di Hotel Ibis Manado City Center Boulevard (MCCB) berjalan lancar.

Permisi mendeklarasikan kepedulian mereka dengan lima poin penting di dalamnya dengan tema Millenial Love Indonesia Declaration. Ananda Lamandau, Koordinator Nasional Permisi mengatakan generasi milenial Sulawesi Utara harus berkomitmen menjaga kesatuan dan persatuan serta keutuhan NKRI, dan tidak akan terprovokasi oleh isu apa pun yang ingin memecah belah NKRI.

”Kami mau mengatakan dan mempromosikan bahwa generasi Milenial Sulut juga berkomitmen tolak segala bentuk tindakan inkonstitusional dan intervensi terhadap penyelenggara Pemilu,” kata Ananda tegas.

Selain itu, Ananda, generasi Milenial Sulut memberi kepercayaan penuh kepada penyelenggara Pemilu.

”Terima kasih juga atas kinerja TNI-Polri yang sukses mengamankan Pemilu serentak,” tutur Ananda.

Ananda juga meminta agar masyarakat sabar dan tahan diri menunggu hasil perhitungan suara yang dilakukan KPU serta menerima hasil keputusan KPU yang disahkan oleh konstitusi.

”Melaluideklarasi ini saya yakin generasi milenial di Sulut tidak mudah terprovokasi dan mampu menyaring informasi dengan benar,” ucap Ananda.

Sementara itu menurut Medi Wowiling, Kasubdit 3 Intelpolda Sulut, negara kita masih aman terkendali walau ada riak-riak.

”Jangan ragukan keamanan negara. Kepolisian dan TNI tetap bahu membahu menjaga keamanan negara,” ujar Medi yang juga mengapresiasi perhatian generasi milenial di Sulut. (*/Redaksi)

iklan1