Tag: petonengan

Jeverson Petonengan: 10 Mei 2016 Musda KNPI Manado Dimulai

Jeverson

Jeverson Petonengan, SH,MH (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Sebagai organisasi kepemudaan di Kota Manado yang konsen mencari solusi, melakukan edukasi, bahkan turun ke jalan untuk menyuarakan kepentingan masyarakat, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Manado yang dipimpin, Jeverson Petonengan, SH,MH kian konsisten bersama rakyat. Kali ini untuk menyambung proses kaderisasi pemuda, KNPI Manado akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda).

Menurut Japeto sapaan akrab jebolan GMKI cabang Manado ini dalam rangka menjaga ritme gerakan pemuda di Kota Manado, DPD KNPI Manado sebagai suatu wadah yang menghimpun seluruh elemen pemuda dari beragam organisasi akan terus mengawal kepentingan publik. Terkait Musda KNPI Manado, Petonengan mengajak kaum muda dan pemudi Kota Manado untuk menyukseskan kegiatan ini.

”Iya, KNPI merupakan organisasi kepemudaan yang ranahnya sangat universal. Karena dapat menampung seluruh komponen pemuda yang ada, baik dari organisasi kepemudaan bertalat berlakang agama, hingga yang nasionalis, untuk itu KNPI Manado akan terus menghidupkan pentingnya perjuangan untuk kepentingan pemuda. Nah, untuk momentum rotasi kepemimpinan dan kaderisasi, DPD KNPI Manado akan melaksanakan Musda pada Selasa 10 Mei 2016. Silahkan, secara demokratis proses Musda berlangsung yang mau berkompetisi sebagai Ketua diberikan ruang yang terbuka tentu sesuai mekanisme orgnaisasi yang ada di KNPI,” ujar Jepeto, Jumat (6/5/2016).

Tak hanya itu, aktivis muda yang selama memimpin DPD KNPI Manado ini telah beberapa kali melakukan aksi demontrasi mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilainya tidak pro pada kepentingan masyarakat ekonomi lemah itu berharap agar Musda KNPI Manado dapat melahirkan pemimpin baru yang lebih visioner dan bekerja untuk kepentingan pemuda serta masyarakat pada umumnya.

”Silahkan yang mau memberi diri bagi kepentingan pemuda, dan masyarakat pada umumnya mari kita sukseskan Musda KNPI Manado di tahun 2016 ini dengan sportivitas. Mereka pemuda yang bertekad berjuang, visioner dan tentu mau merangkul semua kepentingan masyarakat secara keseluruhan kita berikan ruang untuk bertarung dalam Musda,” kata Jepeto tegas. (Amas)

Hari Ini KNPI, GAMKI dan GMKI Manado Gelar Diskusi

Jeverson Petonengan SH,MH (Foto Suluttoday.com)

Jeverson Petonengan SH,MH (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Perhatian serius organisasi kepemudaan seperti Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Manado untuk menggali potensi dari para pemuda terus dilakukan. Hal ini terlihat dari apa yang dilakukan Ketua Dewan Pimpinan Daaerah (DPD) II KNPI Manado, Jeverson Petonengan yang mengajak kepada OKP/OKPI, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), tokoh pemuda bahkan seluruh masyarakat di Kota manado untuk hadir dalam diskusi interaktif.

“Kami akan menggelar Diskusi hari ini. Diskusi ini dengan tema Meretas masa depan pluralisme Indonesia melalui penegakan hukum yang bermartabat. Ini merupakan tinjauan kristis menjelang Hari Pahlawan 10 November,” ujar Petonengan, Senin (9/11/2015).

Lanjut dikatakan Jepeto sapaan akrab Petonengan, Diskusi akan dilaksanakan, Senin (9/11/2015) bertempat dui Student Center GMKI Kampus Unsrat Manado pukul 17.00 Wita sampai selesai. Pembicara yang dihadirkan yakni Dr Firman Jaya Deli yang merupakan pakar hukum Indonesia. Menurut Petonengan kegiatan ini atas inisiatif pengurus KNPI, GAMKI dan GMKI Manado.

“Melalui momentum ini, saya mengundang kita semua untuk hadir dan memaknai Hari Pahlawan yang akan digelar besok hari,” ucap Jepeto menutup. (Amas)

Pemkot Manado Gelar Upacara Sumpah Pemuda, Ini Pesan Wali Kota

Pemerintah Kota Manado saat melakukan upacara Sumpah Pemuda (Foto Suluttoday.com)

Pemerintah Kota Manado saat melakukan upacara Sumpah Pemuda (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-87 di tahun 2015 ini, pemerintah Kota Manado, Rabu (28/10/2015) melaksanakan upacara bertempat di Lapangan Sparta Tikala Manado. Terlihat hadir dalam upacara kali ini, selain Sekretaris Daerah Kota Manado, MH.F Sendoh, sejumlah Kepala Dinas, Camat, terlihat juga Ketua KNPI Manado, Jeverson Petonengan, SH,MH, Ketua Karang Taruna Manado, Briliant Charles, dan sejumlah pimpinan Ormas kepemudaan lainnya.

Selaku pembina upacara Sendoh membacakan sambutan Wali Kota Manado, DR GS Vicky Lumentut menegaskan pentingnya dibangun kebersamaan dan semangat kepemudaan dalam menjalankan Hari Sumpah Pemuda. Dalam sambutannya, Sekda Kota Manado ini mengingatkan pentingnya pemuda sebagai garda terdepan dalam perubahan sosial mengambil bagian bersama pemerintah demi menyukseskan program pembangunan di Kota Manado.

”Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-87 bagi para pemuda, Ormas dan aktivis kepemudaan di Kota Manado. Semoga di tahun ini para pemdua terus bersatu dan menjalankan agenda-agenda kebangsaan, berpartisipasi dalam memajukan Kota Manado, berperan didepan dalam mewujudkan perdamaian di Kota Manado tercinta. Dengan semangat Sumpah Pemuda, mari kita laksanakan revolusi mental guna membangun pemuda yang berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing,” ujar Sendoh. (Amas)

Ikut Wujudkan Pilkada Berkualitas, Melalui Dialog JAROD Rangkul Pemuda

Suasana berlangsungnya Dialog Publik (Foto Suluttoday.com)

Suasana berlangsungnya Dialog Publik (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Menyambut momentum penting bagi pergerakan dan kebangkitan pemuda Indonesia, pengurus Jurnalis Online Manado (JAROD) menggelar Dialog Publik dengan menghadirkan Jeverson Petonengan, SH,MH (Ketua KNPI Manado), Sulaiman Mappiasse, Ph.D (IAIN Manado dan Jim Robert Tindi (Mantan Ketua PRD Sulawesi Utara), masing-masing bertindak selaku Narasumber. Dialog kali ini mengangkat tema ”Peran Pemuda Dalam Menjaga Stabilitas Kamtibmas Jelang Pilkada Sulawesi Utara tahun 2015”.

Kegiatan yang dilaksanakan, Selasa (27/10/2015) bertempat di Hotel Aston Manado ini dihadiri sejumlah aktivis mahasiswa dari HMI, KAMMI, pengurus KNPI, pimpinan Ormas dan wartawan online. Jeverson sebagai pembicara pertama menyentil terkait pentingnya pemuda menguatkan posisinya dan menjalankan tugas-tugas sosial yakni menjadi agen perubah yang dapat memajukan bangsa.

”Pemuda harus memiliki semangat perjuangan dan bekerja keras yang tinggi, kemudian dengan proses tersebut peran pemuda dapat dikuatkan dengan gerakan moral serta kepedulian terhadap kepentimgan rakyat. Tidak menjadi sebuah ukuran dalam perebutan peran sosial yakni memberikan kontribusi terhadap banyak orang, bukan nanti seorang pemuda yang dilahirkan dalam kondisi kaya raya baru bisa berbuat untuk banyak orang. Namun sebaliknya, bila tekat kuat maka seorang pemuda yang terlahir dari situasi ekonomi buka orang kaya tapi mempunyai semangat perjuangan, berani membela rakyatlah yang akan lebih banyak memiliki peluang berbuat banyak hal terhadap rakyat. Mari kita pelihara kebersamaan dan menjaga nilai-nilai toleransi untuk menghindari adanya bahaya gangguan keamanan jelang Pilkada,” ujar Petonengan yang juga jebolan GMKI serta mantan Ketua Senat mahasiswa Fakultas Hukum Unsrat ini tegas.

Begitu dengan Jim R Tindi yang menegaskan sekaligus menantang kaum muda agar lebih banyak berbuat dalam Pilkada di Sulaweisi Utara ketimbang menjadi ”penontin” dan dimanfaatkan elit berkepentingan. Bagi mantan aktivis mahasiswa 98 ini, fase pergerakan pemuda di Indonesia memiliki alur yang tak bisa dipisahkan dengan generasi muda saat ini yang terlahir atas pergolakan reformasi.

”Pemuda harus mampu menemukan jati dirinya, menjaga idealisme yang dianggapnya benar. Jangan kemudian pemuda terpolarisasi dengan pikiran politik masing-masing yang membuat pemuda tidak bersatu. Patut diakui dalam praktek politik modern peran dan gerakan pemuda ”dihambat” dengan berbagai godaan, terutama adalah terkait dengan materi serta kekuasaan yang membuat lemah gerakan pemuda yang sebenarnya progresif. Memang mewujudkan Kamtibmas tentu tidak terlahir dengan sendiri sehingga penting elemen masyarakat dibebaskan dari adanya konflik dan gesekan sosial,” ucap Tindi.

Narasumber dan pengurus JAROD saat foto bersama (Foto Suluttoday.com)

Narasumber dan pengurus JAROD saat foto bersama (Foto Suluttoday.com)

Pada perspektif lain, Sulaiman menyebutkan bahwa konflik bukanlah hal tabu dan perlu dihindari. Karena menurutnya konflik melahirkan dua hal penting dalam konteks mencari solusi, bahkan menurut Sulaiman untuk mendapatkan lompatan kemajuan masyarakat harus berani menghadapi konflik. Lanjut Sulaiman menyangkut tugas pemuda adalah menjaga keutuhan ditengah masyarakat. Konflik bukan sesuatu yang harus ditakuti, namun harus diatur dan konflik adalah kemestian sejarah.

Sekedar diketahui Dialog Publik ini dibuka secara resmi Ketua JAROD Amas Mahmud melalui sambutannya, dan yang bertindak selaku ketua panitia adalah Wahyudi Barik. Amas dalam sambutannya menitipkan agar pemuda di Kota Manado bersatu menjaga keamanan demi mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Momentum Sumpah Pemuda harus menjadi perekat bagi pemuda, kata Amas sehingga penting semua komponen masyarakat dilibatkan dalam menjaga kerukunan di daerah ini, lebih khusus para pemuda. (Faruk Umasangaji)

Dugaan Malpraktek, Pihak RS Prof Kandow Dilaporkan ke Polda Sulut

Jeverson Petonengan SH,MH (Foto Suluttoday.com)

Jeverson Petonengan SH,MH (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Didugaan adanya malpraktek oleh pihak Rumah Sakit (RS) Prof. Kandow dan tim medis. Hal itu terungkap melalui pelapor HS yang membawa istrinya melahirkan pada tanggal 22 Agustus 2015 lalu, istri dan anak sebelumnya dalam keadaan sehat. Diduga kuat terjadi penyimpangan prosedur atau kelalaian yang mengakibatkan anak dalam kandungan dilahirkan meninggal dunia.

Sebagaimana informasi yang ditemukan Suluttoday.com, dugaan tindak pidana malpraktek tersebut telah dilaporkan di Polda Sulawesi Utara (Sulut) dengan No: STTLP/906.a/IX/2015/SPKT. Peristiwa tersebut juga ditanggapi Jeverson Petonengan, Ketua KNPI Kota Manado yang juga bertindak sebagai Kuasa Hukum pihak terlapor, Senin (14/9/2015), menyebutkan bahwa kasus ini sedang dalam proses hukum.

”Dugaan malpraktek ini sangat beralasan, karena sebelumnya pasien dalam keadaan sehat. Namun, ironisnye setelah masuk RS Pord. Kandow Malalayang Kota Manado, pasien malah diduga karena tidak dilayani dengan baik alhasil anak yang ada dalam kandungan meninggal dunia. Kasus ini sedang kami tangani dan dalam proses hukum,” ujar Petonengan mantan Ketua BPM Fakultas Hukum Unsrat Manado ini tegas. (Amas Mahmud)

iklan1