Tag: pilkada manado

Bersama Tim, MDT Mendaftar di Hanura Manado

Tim penjaringan Pilkada Hanura Manado menerima MDT (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Martin Daniel Tumbelaka (MDT), bakal calon Wali Kota Manado, Selasa (7/1/2020) melakukan pendaftaran di DPC Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kota Manado. MDT bersama tim diterima Ketua Tim Penjaringan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado, Partai Hanura Rusli Umar, Merry Sidharta dan tim Pilkada lainnya.

Rusli yang juga Sekretaris Hanura Manado dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan memberi apresiasi kepada MDT yang telah menemui pengurus Hanura. Rusli memberi penjelasan, serta posisi suara Partai Hanura di Manado. Rusli menyebut sosok MDT memiliki kans kuat dalam percaturan Pilwako Manado 2020.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bung Martin Daniel Tumbelaka yang hari mendaftar di DPC Partai Hanura Manado. Kami akan menerima berkas, meneliti, mengkaji visi misi dan berbagai mekanisme akan kita ikuti. Memang dari sejumlah aspek, kami mengkaji sosok putra Manado yang satu ini punya peluang besar menjadi Wali Kota Manado. Peluang beliau sama seperti bakal calon Wali Kota Manado lainnya,” kata Rusli yang juga Ketua GP Ansor Manado ini.

Sementara itu, MDT saat diberikan kesempatan menyampaikan sambutan membeberkan sejumlah program prioritas yang akan dilakukannya di Manado. Pria yang dikenal juga sebagai promotor tinju itu, menilai bahwa distribusi keadilan harus lakukan pemerintah.

MDT saat menyerahkan berkas (Foto Suluttoday.com)

“Secara garis besar visi saya adalah Manado harus lebih maju. Sisi pembangunan infrastruktur yang akan saya utamakan. Sembari memastikan bahwa keadilan ditengah masyarakat itu tumbuh dan berjalan. Karena sejujurnya masih ada ketimpangan di Manado,” kata MDT.

Bakal calon yang dikenal gesit dan memiliki dukungan luas dilapisan anak-anak muda Kota Manado ini menilai bahwa pembangunan berkelanjutan di Manado memerlukan konsep kerja yang bersifat kolaboratif. Bagaimana pun, kata MDT masyarakat perlu dirangkul dalam ranah mewujudkan partisipasi pembangunan. (*/Amas)

Ngopi Sore, Warga Jarod Sebut Machmud Turuis Bakal Calon Wawali Idola

Machmud Turuis saat berbincang dengan tokoh masyarakat dan aktivis pemuda (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Komunikasi politik yang dinamis, dibarengi saling silaturahmi telah ditunjukkan para bakal calon Wali Kota dan bakal calon Wakil Wali (Wawali) Manado 2020. Hal tersebut, dapat memperkuat demokrasi. Rabu (11/12/2019), Machmud Turuis, SE, salah satu bakal calon Wawali Manado melakukan safari politik di kawasan Jalan Roda (Jarod) Manado. Kehadiran Machmud disambut gembira dan penuh antusias warga Jarod.

”Beliau Pak Machmud Turuis ini bakal calon Wakil Wali Kota Manado yang dirindukan masyarakat. Beliau pemimpin rendah hati, dan menjadi idola masyarakat. Alhamdulillah kerinduan teman-teman aktivis dan tokoh masyarakat di Jarod kepada Pak Mahmud terobati. Lihat saja, tadi suasana saling sapa dan akrab, berdiskusi sambil minum kopi. Warga Jarod bergembira,” ujar Refly.

Sementara itu, Is Baladraf menilai bahwa sosok Machmud yang terus digadang-gadang agar maju di Pilwako Manado mempuai modal soal yang kuat. Figur bankir yang satu ini dikenal murah senyum, luas dalam pergaulannya dan juga banyak membantu masyarakat.

Ngopi sore dan bincang santai (FOTO Suluttoday.com)

”Banyak yang mengenal beliau. Pak Machmud ini punya pasukan loyalis. Tidak mau memperlihatakan basis dukungan yang fulgar. Kelihat kesederhanaan beliau saat menegur sapa, tak menciptakan jarak. Mau merangkul semua orang. Paling penting lagi, Pak Machmud dicintai masyarakat. Banyak masyarakat yang berharap dan mendukung beliau maju sebagai Wakil Wali Kota Manado. Dan posisi itu sangat layak,” kata Is saat diwawancarai Suluttoday.com, Rabu (11/12/2019).

Usai bertemu dengan sahabat-sahabatnya dan warga Jarod umumnya, Machmud Turuis menyampaikan soal kehadirannya di Jarod hanya bersilaturahmi. Ketua Syarikat Islam Sulawesi Utara (Sulut) itu menuturkan pentingnya terus menjalin kebersamaan.

Suasana Jarod kian ramai saat hadirnya Machmud Turuis (FOTO Suluttoday.com)

”Paling utama itu kita mengukuhkan kebersamaan. Ayo jalin dan perkuat kebersamaan ditengah keberagaman yang ada. Sore ini saya ke Jarod untuk bertemu teman-teman, sambil ngopi bisa bicara banyak hal. Terutama hal pembangunan daerah. Jelang Pilkada 2020 yang perlu ditumbuhkan dan dijaga yaitu persatuan,” kata Turuis, yang juga Direktur Pemasaran Bank SulutGo ini.

Sekedar diketahui, kehadiran Machmud juga didampingi sejumlah aktivis muslim Sulut. Terlihat, Ketua BKPRMI Sulut Fahrudin Noch, juga terlibat diskusi akrab bersama Machmud, ada Aif Daera. Sejumlah pengurus SI Sulut, pengurus KNPI, pengurus SI Manado juga setia mendampingi Machmud. (*/Redaksi)

Sidang di PTUN, Saksi Beberkan Inkonsistensi Syarif Darea

Deasy Roring saat menjadi saksi (Foto Suluttoday.com)

Deasy Roring saat menjadi saksi (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Upaya membatalkan hasil Pilkada serentak 2016 yang dilakukan Syarif Darea untuk menggugat hasil keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) kian menarik diikuti. Selasa (16/8/2016) bertempat di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Deasy Roring yang dihadirkan sebagai saksi menyampaikan sejumlah inkonsistensi dari penggugat.

”Sepengetahuan saya, Pilkada Manado yang dilaksanakan Februaru 2016 disepekati seluruh pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado saat itu. Termasuk didalamnya, calon Nomor Urut 1 dan Calon Nomor Urut 4, tak ada komplein, bahkan saudara Syarif Darea yang saat ini menggugat, ikut menggunakan hak pilihnya di Kelurahan Maasing Kecamatan Tuminting,” ujar Roring.

Ditambahkannya bahwa proses Pilkada Sususlan di Kota Manado adalah sah berdasarkan hukum, karena Pilkada Manado berada pada posisi yang tidak normal alias mengalami hambatan dalam proses pelaksanaannya.

”Dan itu sah, sesuai jadwal yang ditetapkan KPU, kemudian kami DPRD Manado dengan stakeholder terkait juga ikut mengkonsultasikan soal anggaran Pilkada ini ke Kementerian Keuangan dan hasilnya tak ada masalah,” tutur Roring yang juga anggota DPRD Manado ini tegas.

Usai menyampaikan pendapat dipersidangan, Roring saat diwawancarai juga menyangkan sikap Darea yang saat itu terindikasi menjadi Tim Pemenang salah satu calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado. Bahkan, menurut Roring sebelum keputusan final KPU, para calon Kepala Daerah saling klaim kemenangan dan meyakini bahwa Pilkada di Manado tak bermasalah, kenapa kemudian setelah kalah baru diprotes.(Amas)

Yusril Ihza Mahendra: Soal Sah dan Tidaknya Pilkada Tergantung Pengadilan

Menjadi saksi ahli, Yusril Ihza Mahendar memaparkan pandangannya (Foto Suluttoday.com)

Menjadi saksi ahli, Yusril Ihza Mahendar memaparkan pandangannya (Foto Suluttoday.com)

MANADO – Saat hadir dan menjadi saksi ahli di sidang Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Manado, Selasa (2/8/2016) Prof. Yusril Ihza Mahendra menyampaikan bahwa sah dan tidaknya pelaksanaan Pilkada di Kota Manado serta hasil pelaksanaan itu akan ditentukan sesuai putusan pengadilan.

”Menurut saya sah atau tidaknya Pilkada Manado semua terletak pada keputusan pengadilan,” ujar Yusril yang juga digadang-gadang maju sebagai Gubernur DKI Jakarta ini.

Bahkan, dalam kesempatan tersebut ahli hukum tata negara ini menyampaikan ‘kagum’, manakala gugatan dari saudara Syarif Darea untuk membatalkan hasil Pilkada Kota Manado diterima, karena hal itu menjadi contoh yang pertama kali di Indonesia.

”Kalau anda beruntung dan kemudian pengadilan memutuskan memenangkan gugatan anda (Syarif Darea, red), maka ini yang kejadian yang pertama kali dimana keputusan Mendagri, pemerintah Provinsi dan KPU dibatalkan karena catat hukum. Apa yang saya sampaikan itu secara pribadi sebagai saksi ahli, memang keputusan Pilkada Manado 17 Februari 2016 sudah bersifat final dan mengikat,” tutur Yusril. (Amas)

Haefrey Sendoh, Sekda Manado Ikut Disebut dalam Sidang MK

Ir. Haefrey Sendoh (Foto Ist)

Ir. Haefrey Sendoh (Foto Ist)

JAKARTA – Praktek yang dinilai melampawi batas kewajaran sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan, Haefrey Sendoh, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado. Dimana sebelumnya, atas sikap yang dinilai berlebihan tersebut Sendoh akhirnya dipolisikan organisasi Pemuda Pancasila Sulawesi Utara belum lama ini karena diduga terlibat bagi-bagi uang saat Pilkada Manado dengan Nomor STPLP/3163/XII/2015/Sulut/Resta Manado.

Hal inilah yang menjadi alasan kenapa Sendoh yang katanya birokrat berpengalaman dan profesional ini disebut dalam sidang sengketa hasil pemilihan Pilwako Manado di Mahkamah Konstitusi (MK), Senin (14/3/2016) pagi tadi. Saat membaca tanggapan atas gugatan Harley Mangindaan-Jemmy Asiku, paslon Nomor Urut 1 di Pilwako Manado, kuasa hukum pihak terkait, GS Vicky Lumentut-Mor D Bastiaan, paslon pemenang Pilwako Manado menyebut nama Haefrey Sendoh.

”Kami tidak berpotensi untuk melakukan rekayasa dalam proses di Pilkada Manado, dimana calon Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut semenjak tanggal 8 Desember 2016 tidak lagi menjabat Wali Kota Manado. Kemudian, sesudah itu ada juga mutasi pejabat eselon II, bahkan yang berpeluang melakukan itu adalah paslon lain. Termasuk, keterlibatan Sekretaris Daerah Kota Manado, Ir Haefrey Sendoh yang terlibat bagi-bagi duit pada masyarakat agar memilih calon Nomor Urut 1 di Pilwako Manado. Ini terbukti dari laporan salah satu Ormas ke pihak kepolisian Manado,” ungkap Utomo Karim, kuasa hukum pihak terkait (GSVL-MOR) saat membacakan eksepsi didepan Majelis Hakim MK. (Amas)

iklan1