Tag: PKS

Tangani Corona, SYARIFUDIN SAAFA Ajak Pemerintah Perhatikan Nasib Wartawan

Syarifudin Saafa (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Corona Virus Disease (COVID-19), pemerintah Indonesia terus meningkatkan kerjanya menghentikan mata rantai penyebaran Virus Corona. Kini Presiden Ir. Joko Widodo telah metapkan status Indonesia tengah darurat bencana dan pemeritah menginstruksikan untuk dilakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Menurut Anggota DPRD Kota Manado, Syarifudin Saafa, ST.,MM, Sabtu (4/4/2020), pemerintah Pusat hingga Daerah jangan alpa dalam penyelesaian Virus Corona. Baginya, nasib wartawan dalam konteks menekan, menghambat dan mengobati para pasien Corona penting dikelurakan kebijakan yang mengcover nasib wartawan.

“Iya publik tahu itu. Di tengah mewabahnya Corona masyarakat lagi panik, rekan-rekan wartawan menjalankan tugasnya. Bantu mereka alat pelindung diri dan fasilitas untuk menunjang kerja jurnalistik mereka. Wartawan juga dalam peliputan tetap mentaati anjuran pemerintah tentang pembatasan sosial berskala besar. Kerja jurnalis itu begitu mulia, pemerintah jangan sampai mengabaikan mereka. Dalam situasi dan kondisi sekarang dengan adanya pandemi virus Corona, wartawan juga tampil di depan memerangi Corona,” kata Saafa, Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Manado ini.

Saafa yang juga Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (Sulut) secara gamblang menjabarkan tentang lingkup kebijakan pemerintah yang tidak bersifat parsial. Baginya keberadaan jurnalis di tengah upaya mencegah dan memerangi Corona adalah bagian penting. Betapa tidak, giat pemerintah dalam mensosialisasikan kerjanya kepada masyarakat terkait protokol kesehatan dan pencegahan Virus Corona dijalankan wartawan dengan baik.

“Sisi edukasi dan keberpihakan pemerintah mencegah menyebarnya Corona yang dinantikan masyarakat. Khusus pada kebijakan yang mengakomodir kepentingan rekan-rekan wartawan kiranya perlu dilakukan pemerintah daerah. Pemerintah jangan sampai melupakan wartawan,, mereka dengan segala resiko masih memberitakan kerja kemanusiaan kita semua,” ujar Saafa, anggota DPRD Manado 3 periode ini.

Jebolan Unsrat Manado itu mengatakan, bantuan jaring pengaman sosial yang sedang dilakukan Pemerintah sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Joko Widodo, tidak hanya diberikan kepada warga terdampak Corona, namun juga bagi wartawan.

Disebutnya bahwa pemerintah tidak melupakan para kuli tinta (wartawan), sebagai bagian dari masyarakat Indonesia yang wajib diberi perhatian. Wujud kepedulian, kata Saafa seperti keberpihakan kebijakan anggaran. Legislator vokal ini menuturkan bahwa perusahaan-perusahaan yang ada di daerah hendaknya dapat dimaksimalkan membantu warga masyarakat dalam memerangi Corona.

“Pemerintah daerah harus peka juga terhadap kebutuhan warganya. Tanpa terkecuali, terutama dari kalanganĀ  wartawan yang terdampak Corona,” tutur Saafa.

(*/Amas)

BUNG SYARIF: Pemerintah dan DPRD Harus Ambil Langkah Khusus

Syarifudin Saafa, ST.,MM (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Kian heboh penyebaran Virus Corona (Covid-19), membuat semua pihak terus meningkatkan antisipasi. Menyikapi kondisi terkini terkait dengan penyebaran Virus Corona, para wakil rakyat Kota Manado intens memberikan saran dan solusi untuk pencegahan. Menurut Syarifudin Saaya, ST.,MM, Wakil Ketua A DPRD Kota Manado bahwa pemerintah daerah perlu mengambil langkah khusus.

“Kita perlu mendukung program dan kebijakan yang tengah diambil oleh pemerintah. Sebagai wakil rakyat, saya akan mendorong DPRD dan pemerintah Kota Manado sebagai penyelenggara pemerintahan daerah untuk mengambil langkah khusus memberikan perhatian pada tahap pencegahan dan penanganan mewabahnya Virus Corona,” ujar Bung Syarif, sapaan akrab Saafa, pada Suluttoday.com, Selasa (24/3/2020).

Ditambahkannya lagi berkaitan dengan kebijakan khsus, pemerintah Kota Manado perlu memikirkan dan mengambil solusi dengan memberi perhatian dan support kepada tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan.

“Selain itu, pemerintah Kota Manado harus memastikan penyediaan kebutuhan pokok masyarakat terjaga dan terjangkau dengan pengawasan ketat dari aparat. Mengalokasikan anggaran khusus pada pasien dan keluarganya yang terkena dampak virus Corona,” kata Bung Syarif yang juga Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Manado ini tegas.

Tidak hanya itu, Bung Syarif yang merupakan anggota DPRD Kota Manado tiga periode itu menyebutkan pentingnya pemerintah daerah Kota Manado memberikan bantuan kepada masyarakat yang menyandarkan biaya hidup dari kerja harian.

“Semua hal tersebut dapat dibahas dan disetujui bersama antara dua lembaga penyelenggara pemerintahan daerah yakni pemerintah kota dan DPRD. Mari kita cegah penyebaran Virus Corona dengan pola yang efektif dan juga tepat,” tutur Bung Syarif menutup.

(*/Bung Amas)

Manado Terdampak Corona, DPR RI Minta Pemerintah Terbuka

Achmad Yurianto (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Begitu mengkhawatirkan memang, dimana penyebaran viris Corona rupanya terus mengganggu kecemasan masyarakat Indonesia. Sedikitnya delapan daerah Indonesia diketahui telah masuk dalam daerah penyebaran wabah virus corona. Daerah-daerah tersebut antara lain Jakarta, Bandung, Tangerang, Solo, Yogyakarta, Bali, Manado, dan Pontianak.

“Kalau kita lihat penyebarannya, sekarang sudah melebar. Jakarta, Jawa Barat termasuk di Bandung, Tangerang. Jawa Tengah di Solo dan Yogyakarta, di Bali, di Manado, di Pontianak,” ujar juru bicara pemerintah khusus penanganan virus corona, Achmad Yurianto.

“Di beberapa tempat lain yang sedang kita tracking, karena kita belum menemukan posisi yang sebenarnya di mana,” kata Achmad seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Pengumuman daerah persebaran virus corona ini merupakan yang pertama dilakukan oleh pemerintah. Sebelumnya pemerintah hanya mengumumkan jumlah pasien, usia, serta kondisi kesehatan pasien positif ketika masuk rumah sakit.

Hanya saja, hingga Sabtu sore ini pemerintah belum mengumumkan jumlah kasus positif corona yang ditemukan di delapan daerah tersebut.

Yuri mengatakan pemerintah akan merilis data terkait kasus corona di situs resmi dan akan ditautkan pada situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) lembaga yang pada Jumat kemarin ditunjuk Presiden Joko Widodo mengomandoi satgas percepatan penanganan corona.

Sebelumnya Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati mendesak pemerintah untuk membeberkan daerah persebaran virus corona secara transparan kepada masyarakat.

Menurutnya, transparansi persebaran virus corona tak akan memicu kepanikan. Kurniasih juga meminta pemerintah membeberkan daerah persebaran hingga tingkat kabupaten atau kota.

“Jumlah pasien itu wajib. Berapapun angkanya, jangan disembunyikan. Kedua adalah zonasinya. Zonasi bisa dibikin ada di provinsi apa, provinsi apa,” kata Kurniasih kepada CNNIndonesia.com, Jumat (13/3/2020).

Jumlah pasien positif corona di Indonesia hingga Sabtu (14/3/2020) telah bertambah jadi 96 kasus, delapan dinyatakan sembuh dan lima orang meninggal dunia.

Sehari sebelumnya, jumlah pasien positif corona di Indonesia tercatat 69 kasus.

“Jadi ada 27 kasus baru. Itu semua kita dapat dari hasil tracking masif,” ujar Yuri. (*/Adm)

Di Rumkop K8 Sario, Balon Wawali Manado Suarakan Pentingnya Sinergitas

Abid Takalamingan saat memaparkan visi membangun Manado (Foto Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Politisi senior Sulawesi Utara (Sulut), Abid Takalamingan, S.Sos.,MH, Senin (13/1/2020) menggelar NGEBID (Ngobrol Bareng Abid), di Rumah Kopi (Rumkop) K8 Sario Kota Manado. Abid yang digadang maju dalam Pilwako Manado 2020 ini menyampaikan beberapa pemikirannya tentang pembangunan Kota Manado. Menurut Abid kompleksitas masalah di Manado memerlukan pemimpin yang berwawasan luas, punya pengalaman dan memiliki niat baik membangun Kota Manado.

“Dalam mematerilkan pembangunan, maka diperlukan sosok pemimpin yang mapan dan matang. Konteks Manado hari ini memang tak luput dari ragam masalah, itu sebabnya kedepan harus ada pemimpin Kota yakni Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado yang mampu melakukan terobosan. Saya menilai Manado sebagai Kota Jasa, perlu melakukan akselerasi pembangunan. Pemimpinnya harus seiring-sejalan, tentang pemberdayaan dan partisipasi publik wajib ditingkatkan,” kata Abid yang mendaftar sebagai bakal calon (Balon) Wakil Wali Kota Manado dari PDI Perjuangan ini.

Selain itu, Abid yang juga aktivis muda Sulut itu mengurai soal esensi pembangunan daerah yang harus berimbang. Mantan anggota DPRD Sulut ini juga menyentil terkait konsistensi pemimpin dalam pembangunan. Selain itu, guna menakar proses pembangunan yang universal, maka pemimpin itu harus berbiasa dari menjalankan komitmen-komitmen kecil.

Suasana berlangsungnya NGEBID (Foto Suluttoday.com)

“Perlu sinergis dalam pembangunan di Manado dan Sulut. Bahwa Manado adalah bagian dari Sulawesi Utara relas pembangunannya mesti sejalan dan harmoni dalam deru kemajuan. Tentu lebih optimal pembangunan di Kota Manado bila pemimpinnya betul-betul selaras dengan program pemerintah Provinsi Sulut. Sebab pembangunan itu bersifat terintegrasi, jangan sampai kelihatan abnormal sinergitas yang dilakukan. Kan semua perubahan memerlukan komitmen pemimpin, disinilah kuncinya,” ujar Abid mantan Ketua DPW PKS Sulut pertama ini tegas.

Balon Wawali Manado, Abid saat menyapa masyarakat Manado (Foto Suluttoday.com)

Untuk diketahui, NGEBID kali ini dihadiri Staf Khusus Gubernur Sulut, Olden Kansil, mantan Panglima Brigade Masjid Sulut, Mursjid Laidja, Ketua PRD SulutĀ Jim R Tindi, dan Fiksiwan Sulut, Reiner Ointoe, pengurus SI Manado, Bung Bua. Hadir pula pimpinan Ormas, jurnalis, aktivis perempuan dan tokoh masyarakat lainnya. (*/Redaksi)

Mursjid Laidja saat memberikan pandangan (Foto Suluttoday.com)

Dapat Nomor 8 Lagi, SAAFA: PKS Optimis Mengalami Lompatan Politik Kedua

Syarifudin Saafa dan logo PKS serta Nomor Urut (FOTO Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Pencabutan Nomor Urut Partai Politik (Parpol) telah usai, berbagai euforia terlihat dieskpresikan para kader masing-masing parpol. Berbeda dengan yang lain, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kembali seperti memperoleh momentum yang sama, pasalnya saat pengundian Nomor Urut PKS kembali memperoleh Nomor 8 seperti di tahun 2009 silam.

Menurut Syarifudin Saafa, ST.,MM Ketua DPW PKS Sulawesi Utara (Sulut) perolehan Nomor Urut 8 mengisyaratkan bahwa PKS akan mengalami lompatan kuantum (quantum leap). PKS, kata Saafa yang juga anggota DPRD Kota Manado itu mengaku optimis akan kembali mengalami kejayaannya dan dapat meraih target politiknya secara Nasional.

”Alhamdulillah, PKS mendapatkan nomor 8. Mengingatkan kami akan memori PKS mengalami lompatan dalam jagat politik Indonesia. Dimana tahun 2009 nomor partai adalah nomor 8. Insya Allah tahun 2019 ini, akan menjadi momentum PKS yang mengalami lompatan kedua dan mudah mudahan akan menjadi partai dengan capaian minimal 12% kursi nasional,” ujar Saafa.

Selain itu, Saafa juga menyampaikan pantun sebagai berikut; ‘Cantik Selendang Putri Melayu, Menata bunga di atas nampan, Kalau ingin Indonesia maju, Pilih saja nomor delapan’. (*/Redaksi)

iklan1