Tag: pmi kota manado

Kunjungi Lokasi Banjir, Prof Julyeta Paulina Amelia Runtuwene Berbagi Bantuan

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado saat berada di dapur umum (Foto Istimewa)

MANADO, Suluttoday.com – Berlangsungnya curah hujan tingga dengan intensitas yang cukup lama, membuat bebeapa wilayah di Kota Manado tergenang. Merespon situasi masyarakat yang sedang memerlukan bantaun, pemerintah Kota Manado, PMI Kota Manado, dan TAGANA bergandengan tangan turun menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena bencana banjir dan tanah longsong.

Seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Manado, Sammy Kaawoan saat dihubungi Suluttoday.com, Selasa (3/3/2020) menyampaikan pihaknya sedang mendampingi Prof Julyeta Paulina Amelia Runtuwene, Ketua PMI Kota Manado yang juga istri tercinta Wali Kota Manado, Dr GS Vicky Lumentut dalam tugas membagikan bantuan kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

”Kami hari ini turun full berada dilokasi banjir. Sejak curah hujan tinggi memang tim kami sudah berada di lapangan, pagi sampai sore ini kami menyalurkan bantuan untuk warga yang terkena bencana banjir dan tanah longsor di Manado. Saya mendampingi Ibu Prof Paula Runtuwene, selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado, beliau langsung turun tangan membagikan bantuan kepada masyarakat,” ujar Kaawoan.

Prof Paula bersama Kadis Sammy Kaawoan dan tim TAGANA (Foto Istimewa)

Selain itu, beberapa titik yang disasar Dinas Sosial Kota Manado semuanya mendapat sentuhan pemerintah. Seperti di wilayah banjir Kairagi, Teling Atas, Perkamil, Taas, Kairagi Dua, Sumompo, Mahawu dan Bailang. Menurut Kaawoan warga yang tertimpa musibah mengharapkan bantuan semua pihak, pemerintah Kota Manado juga akan terus memperhatikan situasi masyarakat yang terdampak bencana tersebut. Pemerintah Kota Manado pun langsung membuka layanan dapur umum untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana banjir dan tanah longsor.

”Semua lokasi kita turun, dan salurkan bantuan. Pemerintah Kota Manado juga tak lupa mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mewas diri, jangan lengah dan tolong tingkatkan kewaspadaan. Warga tentu mengharapkan bantuan kita semua, pemerintah Kota Manado di depan akan melayani masyarakat Manado yang terkena bencana,” kata Kaawoan menutup. (*/Amas)

PMI Manado Respon Bencana Banjir

Pembagian air bersih dari PMI Manado (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Banjir kiriman kembali melanda 5 kelurahan di 3 kecamatan di kota Manado, banjir kiriman yang di sebabkan hujan di daerah Minahasa dalam hal ini dari Tondano dan Tomohon, Minggu (29/4/2018). Banjir kiriman mulai masuk Manado pada jam 19.30 WITA.

Kondisi ini mengakibatkan kelurahan Terdampak penuh lumpur. Data Assesment menujukkan kebutuhan masyarakat adalah air bersih,makanan siap saji. Melihat kondisi ini Ketua PMI kota Manado Prof. DR. Julyeta P.A Runtuwene, MS.

Menyampaikan turut prihatin dan langsung memberikan instruksi untuk membantu masyarakat dengan distribusi air bersih. ”Saya turut prihatin dan sebagai ketua PMI Kota Manado sudah koordinasi dengan Sekertaris untuk segera mendistribusikan air bersih sebagai kebutuhan dasar,” kata Runtuwene.

Warga antusias menerima bantuan dari PMI Kota Manado (fFOTO Suluttoday.com)

Sementara itu, Sekkertaris PMI Kota Manado Hendah Murtanti, SH saat media menemui di lapanagan saat distribusi di Kelurahan Ternate Tanjung. Langsung berkoordinasi dengan Pemerintah setempat, dan segera mendistribusikan air bersih, bantuan air ini atas dukungan PMI Sulawesi Utara dan PT AIR Manado.

Koordinator distribusi Mahmud Paputungan saat di jumpai menyampaikan Air Bersih yang di salurkan adalah kerjasama dengan Pemerintah kota Manado dalam hal ini PT AIR MAnado. Harapan kami bisa membantu masyarakat dalam kebutuhan air bersih. Rencana operasi kami sampai Tanggal 1 Mei 2018, dan akan di perpanjang jika masyarakat masih membutuhkan ujar paputungan. (*/Redaksi)

PMI Kota Manado Laksanakan Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana

Glend Lumingkewas memberikan simulasi dan materi (FOTO Suluttoday.com)

MANADO, Suluttoday.com – Jumat (26/4/2018), bertepatan dengan hari Kesiapsiagaan bencana Bencana Nasional tahun 2018. PMI kota Manado (pengurus PMI dan Relawan) mengambila bagian dengan mengadakan Kegiatan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Di SD N 11 Manado.

Sekertaris PMI kota Manado Hendah Murtanti, SH mengatakan Kegiatan ini merupakan kegiatan Nasional yang Di gagas oleh BNPB dan Kami PMI se Indonesia juga mengambil bagian dalam kegiatan ini, Kami mengambil Tempat di sekolah dasar dengan maksud adalah pendidikan Kesiapsiagaan Bencana Dimulai dari Usia Dini, selain itu SD N 11 merupakan SD Binaan PMI kota Manado dalam kegiatan PMR (Palang Merah Remaja).

Simulasi melibatkan 300 siswa, kelas 3, 4 dan 5. Ketua PMI kota Manado Prof.J.P.A Runtuwene,MS Di tempat terpisah mengatakan PMI kota Manado akan selalu mendukung program Nasional, baik Program BNPB Maupun PMI Pusat, dan Kegiatan HKBN 2018 ini menjadi pengingat kepada kita masyarakat Kota Manado untuk lebih Peduli terhadap ancaman bencana yang bisa terjadi terhadap kita, dengan kita laksanakan simulasi kita akan semakin iap Menghadapi Bencana karena kesiapan menghadapi bencana harus di mulai dari diri kita.

”Keluarga dan Lingkungan Kita bekerja, sebagai Ketua PMI kota Manado Saya berharap Masyarakat kota Manado akan semakin Tangguh Menghadapi Bencana, anak – anak kita juga semakin terdidik dalam kesiapsiagaan Menghadapi Bencana, Selamat Memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional 2018 ujar Bunda Paula,” ujarnya.

Kordinator Lapangan Simulasi, Glend Lumingkewas mengatakan, proses simulasi berjalan baik, dan Berharap Semua Sekolah di kota Manado bisa melaksanakan Kegiatan Simulasi Bencana yang sesuai dengan ancaman bencana yang ada, selain lingkungan Sekolah, lingkungan Keluarga da Tempat Kerja.

Simulasi bencana akan menjadi modal bagi setiap individu untuk siap menghadapi bila terjadi Bencana, mari jo torang siaga bencana, mulai dari Torang pe Diri, torang pe keluarga dan torang pe tampa kerja, #siapuntukselamat #budaysadarbencana. (*/Redaksi)

PMI Manado Terima DUA Penghargaan Sekaligus di Bogor

Wali Kota Manado, Ketua PMI Manado dan perwakilan pengurus PMI se-Indonesia saat foto bersama (Foto Ist)

MANADO, Suluttoday.com – Prof Julyeta PA Lumentut Runtuwene memang dikatakan sukses membawa Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Manado dalam implementasi programnya. Hal itu dapat dilihat dari sejumlah torehan prestasi dan penghargaan yang diterima pengurus PMI Manado, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan di Kota Manado terus menjadi konsern PMI.

Runtuwene yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Kota Manado ini, pada saat penutupan Temu Relawan SIBAT Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT Siaga) yang dirangkaikan dalam momentum Hari Ulang Tahun (HUT) PMI ke 72 di Gunung Pancar Bogor Jawa Barat Rabu (20/9/2017), menyabet dua penghargaan sekaligus, diantaranya; Pengelolaan Penggerak Program Pemberdayaan Masyarakat Tangguh Bencana dan Pengelolaan Terpadu Berbasis Masyarakat, serta Penghargaaan Kampiun Inovatif Pratama Bidang Pengembangan Rencana Kontienjensi Tanggap Darurat Bencana.

Setelah menerima penghargaan, Prof Julyeta Runtuwene melalui Sekretaris PMI Kota Manado Hendah Murtanti SH didampingi Glendy Morten Lumingkewas mengatakan bahwa perhelatan temu Relawan SIBAT PMI ke 2 resmi di tutup pengurus Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Pusat Letjend.TNI (Purn) H. Sumarsono, SH di dampingi ketua bidang Relawan Hj M.Muas, SH. Kegiatan tersebut di ikuti oleh 1500 anggota SIBAT se Indonesia, dan dihadiri pula 5 negara sahabat.

“Peserta adalah relawan-relawan yang memang di latih di kelurahan dan desa, SIBAT merupakan ujung tombak jika di kelurahan atau desa terjadi bencana, selain penanggulangan bencana SIBAT juga berperan dalam upaya kesiapsiagaan bencana,” ujar Tanti Muroso biasa disapa.

Temu SIBAT ke 2, kata Tanti, memperlombakan 15 kegiatan yang dilakukan selama 4 hari, yaitu pemetaan resiko bencana, pembuatan peta resiko bencana, penyusunan rencana kontingensi desa, pembuatan SOP, pertolongan pertama berbasis masyarakat, logistik, dapur umum, pengelolaan sampah, adaptasi perubahan iklim, dan lain-lain. Setelah pada pembukaan kegiatan lalu, Pemerintah Kota Manado lewat Wali Kota DR GS.Vicky Lumentut mendapatkan penghargaan. Pada penutupan temu SIBAT ke 2, PMI Kota Manado mendapat Dua penghargaan tersebut.

“Pujian syukur pada Tuhan karena oleh berkatnya kontingen PMI Kota Manado bisa menerima penghargaan ini, ucapan terima kasih buat Pemerintah Kota Manado bapak Wali Kota GS.Vicky Komentar, Wakil Wali Kota Mor Bastiaan atas dukungan terhadap program Pengurangan resiko Bencana berbasis masyarakat di kota Manado. Terima kasih juga kepada Ketua PMI Kota Manado Prof.J.P.A Runtuwene,MS, yang memberikan perhatian yang sangat besar bagi Kemanusiaan di Kota Manado. Penghargaan ini didedikasikan kepada Relawan PMI yang tanpa pamrih memberikan pikiran dan tenaga, untuk upaya pengurangan resiko bencana di Kota Manado. Terima kasih juga buat pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Pak Gubernur Olly Dondokambey,SE dan Wakil Gubernur Steven OE Kandouw juga sebagai Ketua PMI Sulut atas perhatian kepada Tugas Kemanusiaan, harapan ke depan Kota Manado dan Sulawesi Utara masyarakat akan semakin Tangguh Menghadapi Bencana. Untuk semua pihak yang telah bekerja dan membantu PMI kota Manado dalam upaya kesiapsiagaan bencana dan penanggulangan bencana, kami ucapkan terima kasih juga,” jelas Tanti Muroso.(*/Mas)

PMI Manado Bersama Tim SAR Gabungan Lakukan Pencarian Korban Hanyut

Ketua PMI Manado, ketika berada dilokasi kawasan Megamas Manado (Foto Ist)

Ketua PMI Manado, ketika berada dilokasi kawasan Megamas Manado (Foto Ist)

MANADO – “Semua daya upaya, waktu dan pemberian diri dari semua relawan, adalah modal bahwa persatuan dan rasa kemanusiaan kita sangat tinggi. Biarlah kepedulian saudara – saudara menjadi tauladan bagi generasi muda lainnya, dan yang terpenting lagi. Waktu yang saudara saudara keluarkan, kiranya akan menjadi obat penghibur bagi keluarga korban. Dan saya berharap, keluarga korban untuk terus berdoa agar dua bocah ini bisa ditemukan. Serta bagi Tim Gabungan untuk bisa menjaga kondisi kesehatan dan keselamatan diri,” ujar Prof DR Julyeta P.A Lumentut Runtuwene Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Manado yang turut didampingi Koordinator PMI Kota Manado Glendy Lumingkewas SH.

Hal itu disampaikan Bunda Paula sapaan akrab Runtuwene yang juga Rektor UNIMA ini saat turun langsung ke lokasi pencahrian korban di kawasan Megamas Manado. Meski ditengah kesibukkannya sebagai istri Wali Kota Manado itu tak ingin melihat keluarga korban hilang di tepi pantai terus bersedih dan meratapi dua bocah laki-laki yang hingga saat ini belum ditemukan.

Bunda Paula juga memberikan bantuan biaya operasional (bahan bakar), hingga menyediakan stok makanan bagi puluhan Tim Gabungan yang bertugas mencari dua bocah hilang lainnya yakni Yohanis Pangemanan (12) dan Renold Kawulusan (10). Sedangkan korban bocah lainnya yang berhasil ditemukan namun sudah meninggal dunia, yakni Sandi Lamia (8) dan telah diambil pihak keluarga untuk dikebumikan.

Saat melakukan peninjauan lokasi, Bunda Paula disela-sela pembicaraan dengan pimpinan operasi F Yahya dari BASARNAS dan Mayor M Purba (Danramil Karombasan) sebagai pimpinan posko, memberikan apresiasi kepada semua yang telah terlibat dalam upaya pencarian korban tenggelam tersebut.

“Saya atas nama Ketua PMI Kota Manado dan atas Tim Penggerak PKK Kota Manado, memberi apresiasi kepada semua Tim SAR Gabungan, baik organisasi pemerintah maupun organisasi kemanusiaan swasta lainnya. Kiranya kita diberikan kekuatan selalu, dalam aksi kemanusiaan ini,” ujar Bunda Paula. Sebagai Ketua PMI Kota Manado, kami akan upayakan dan membantu Tim SAR Gabungan. Untuk mendukung logistik dan kebutuhan Bahan Bakar, bagi perahu karet dan speedboat yang akan beroperasi selama masa pencarian.

Sebagaimana diketahui bersama pada Minggu (5/2/2017) sore, tiga bocah warga Bumi Beringin Kecamatan Wenang ini diketahui asik mandi di muara Sungai Sario tepatnya jembatan antara Mantos dan Mega Mas. Namun tanpa disadari, ancaman ombak pantai yang begitu ganas saat itu rupanya menyeret ketiganya hingga hilang.

Sedikit beruntung bocah Sandi Lamia berhasil ditemukan beberapa jam kemudian meski sudah merenggang nyawa, namun bocah Yohanis Pangemanan dan Renold Kawulusan hingga saat ini dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim gabungan.(*/ST)

iklan1